
Dia minggu kemudian.
Setelah melakukan perjalanan selama dua minggu, Li Feng tiba disebuah hutan yang paling ditakuti seluruh klan, sekte maupun para bangsawan, bahkan kaisar kekaisaran harimau sendiri tidak berani mendekati hutan itu.
Hutan yang Li Feng berada itu merupakan tanah larangan untuk semua ras, dimana hutan itu dinamakan tanah larangan, kawasan tanah larangan sendiri mencakup ribuan kilo meter, dan saat ini Li Feng berada dibagian luarnya.
Karena tidak menahu tentang hutan tanah larangan, dengan santai dan tenang, Li Feng terus melayang masuk kedalam, dapat Li Feng lihat pemandangan yang sangat menakjubkan.
gunung gunung yang dihiasi dengan pelangi, dan ada juga air terjun serta lembah, sehingga pemandangan itu sangat indah untuk dilihat, untuk sejenak, Li Feng berdiam diri dan mengitari pandangannya.
"Sangat indah dan menakjubkan," gumam Li Feng takjub.
Saat Li Feng asik mengitari pandangannya, tiba tiba sebuah tombak dengan energi angin melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi, merasakan ada bahaya yang mendekat, Li Feng segera bergerak menghindar.
Whush..
Tombak energi angin itu melewati Li Feng dengan kecepatan tinggi, namun tombak itu kembali menyerang Li Feng sekali lagi, dan sekali lagi Li Feng menghindari serangan tombak.
Namun lagi lagi tombak energi angin menyerang Li Feng, dan Li Feng hanya bisa menghindarinya saja, saat Li Feng sibuk menghindari tombak angin, dua tombak angin lainnya melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi juga, lalu kedua tombak angin itu mendarat telak dipunggung Li Feng.
Boom Boom..
Ledakan terjadi saat kedua tombak angin menghantam tubuh Li Feng, lalu melemparnya jatuh ketanah, saat Li Feng terjatuh, ketiga tombak kembali melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi juga, ketika ketiga tombak hampir menghantam Li Feng, ketiga tombak itu berhenti hanya dengan jarak 1 Senti meter didepan mata Li Feng.
Whush.. Whush..
Dua sosok pria sepuh melesat kearah Li Feng, lalu keduanya menatap tajam Li Feng.
"Berani sekali kamu menginjakkan kaki dihutan tanah larangan," ucap salah satu pria sepuh menatap tajam Li Feng.
Li Feng tidak langsung menjawab, dia masih merasakan sakit dipunggung nya, dua tombak yang menghantam punggungnya, membuat Li Feng sedikit sulit untuk bergerak.
"Cepat katakan atau aku hancurkan kamu bocah!?" bentak pria sepuh yang lain.
Li Feng masih belum berkata apa apa, dia berusaha bangkit dan duduk diatas tanah, lalu mendongak menatap kedua pria sepuh didepannya itu, lalu dia menangkupkan tangannya dan berkata.
"Maaf senior! aku orang baru yang kebetulan melewati hutan ini, aku melewati hutan ini karena ingin mencari kota, tapi saat aku melihat keindahan dari atas, aku beristrahat untuk memandangi sebentar," jawab menangkupkan tangan dengan hormat.
__ADS_1
Kedua pria sepuh menyelidiki kebenaran jawaban Li Feng, keduanya menatap mata Li Feng dalam dalam, dan keduanya tidak menemukan suatu kebohongan dari jawaban Li Feng, lalu salah satu kembali berkata.
"Kamu berkata jujur! kamu memang orang baru, aura yang ada dalam tubuhmu juga bukan aura binatang ilahi dan binatang suci, dari ras mana kamu? manusia? dewa?" ucap pria sepuh yang bertanya pada Li Feng pertama kali tadi.
"Namaku Li Feng, senior, aku dari ras manusia, aku berada disini karena penasaran dengan sebuah portal yang aku temukan, dan disinilah aku berada saat masuk kedalam portal itu," jawab Li Feng yang tetap jujur, Li Feng tahu kedua pria sepuh didepannya itu tidak mudah untuk dibohongi, kekuatan keduanya juga tidak kaleng kaleng.
"Baiklah, karena kamu bukan dari ras binatang suci dan binatang ilahi, dan kamu juga orang baru, kami masih memberikan toleransi, segera pergi dari sini sebelum kami berubah pikiran!" ucap pria sepuh yang masih memberikan toleransi atas kejujuran Li Feng.
"Terima kasih senior!" ucap Li Feng yang masih dalam posisi duduk, lalu dia keluarkan 4 buah buah abadi, Li Feng ingin tahu reaksi kedua pria sepuh itu setelah melihat buah buah abadi.
"Ini?"
Kedua pria sepuh terbelalak saat melihat apel hitam dan apel pink, keduanya tahu itu adalah buah buah abadi yang paling langka untuk alam para binatang.
"Darimana kamu mendapatkan ini anak muda?" tanya pria sepuh yang menyuruh Li Feng segera pergi.
"Aku tidak menemukannya darimana, karena aku memiliki batangnya," jawab Li Feng tersenyum.
Li Feng berani jujur karena dia tahu kedua pria sepuh itu tidak akan membunuhnya, jika keduanya ingin membunuh, susah pasti Li Feng dibunuh sejak tadi tanpa banyak tanya lagi, tapi mengingat keduanya masih menginterogasi, Li Feng tahu kedua pria sepuh akan berubah menjadi ramah.
Mendengar jawaban Li Feng, kedua pria sepuh langsung berubah jadi ramah, raut wajah mereka yang tadinya dingin dan datar, berubah menjadi senyum.
"Karena kamu sudah memberikan aku buah buah abadi, aku juga akan memberikan mu sesuatu," ucap lanjut pria sepuh, kemudian dia keluarkan dia inti jiwa dari cincin penyimpanan.
"Ini adalah inti jiwa gagal emas dan gagak hitam, kekuatan keduanya berada di tingkat penguasa bintang 7 tahap puncak, jika kamu menyerap keduanya, kamu akan mengalami peningkatan sebanyak 3 kali, atau satu ranah," ucap pria sepuh memberikan kedua inti jiwa pada Li Feng.
"Aku juga akan memberikan mu sesuatu anak muda, meskipun kamu memiliki banyak buah buah abadi yang sudah berevolusi, tapi aku tahu buah buah abdi itu tidak lagi berguna untuk mu, karena kamu sudah terlalu sering memakannya," timpal pria sepuh lainnya, lalu dia juga keluarkan dua inti jiwa dengan kekuatan yang sama.
"Terima kasih senior," ucap Li Feng bersemangat, dia tidak menyangka akan menemukan empat inti jiwa tingkat tinggi dengan semudah itu.
"Sekarang pergilah! dan karena kamu adalah ras manusia, kamu harus berhati hati, karena ras binatang suci dan binatang ilahi tidak terlalu menyukai ras manusia," ucap pria sepuh memperingatkan.
"Baik senior, aku akan ingat pesan senior," balas Li Feng lagi.
Setelah mengobrol sebentar, Li Feng kembali melayang di udara dan meninggalkan kedua pria sepuh.
"Sebenarnya aku tertarik untuk menjadikannya murid," ucap salah satu pria sepuh memandang Li Feng yang sudah berada di atas langit.
__ADS_1
"Aku juga tertarik padanya, diusia yang masih sangat muda, dia sudah memiliki kekuatan yang besar," ucap pria sepuh yang satunya lagi.
"Bagaimana jika kita mengejar dan menyampaikan keinginan kita?" tanya pria sepuh yang satu.
"Aku rasa tidak keberatan," jawab pria sepuh yang lain.
Keduanya lalu melesat menyusul Li Feng, dengan kecepatan penuh, kedua pria sepuh itu hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyusul Li Feng.
"Senior?" Li Feng terkejut.
"Tanpa basa basi lagi, kami berdua tertarik untuk mengangkat mu sebagai murid kami, apa kamu mau jadi murid kami?" tanya salah satu pria sepuh tanpa basa basi.
"Menjadi murid senior?" tanya Li Feng terkejut.
"Benar anak muda, kami tertarik untuk mengangkat mu menjadi murid," jawab pria sepuh.
Li Feng tidak langsung menjawab, dia tampak sedang berpikir.
"Tidak ada salahnya aku menjadi murid mereka, siapa tahu ada kitab tingkat tinggi yang mereka ajarkan padaku, aku juga harus meningkatkan kekuatan ku," gumam Li Feng membatin.
"Murid memberi hormat pada guru berdua," ucap Li Feng yang tidak tahu nama kedua pria sepuh.
"Hahaha... akhirnya aku memiliki murid juga," ucap salah satu pria sepuh tertawa.
"Sekarang ikut kami! siapa namamu tadi?" ucap pria sepuh itu.
"Murid bernama Li Feng, guru," jawab Li Feng memberitahu namanya sekali lagi.
"Baiklah Feng'er, nama guru adalah Fong Tie, dan dia adalah Fong Tien.
"Sekarang ikut kami Feng'er!" ucap lanjut Fong Tie.
"Baik guru," jawab Li Feng, lalu ketiganya melesat masuk ke bagian dalam hutan tanah larangan.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...