
"Tapak Naga,"
seru jendral Zhi Guan, lalu dia membuat sebuah gerakan tangan, kemudian muncul sebuah tapak naga yang terbentuk dari energi spiritual, ketika tapak naga itu terbentuk, jendral Zhi Guan mengayunkan tangannya kearah jendral Shandian.
Whush..
tapak naga itu melesat kearah jendral Shandian yang sudah lebih dulu melepaskan serangan.
Boom Boom..
terjadi ledakan disaat serangan keduanya beradu.
Whush.. Whush..
jendral Zhi Guan dan jendral Shandian sama sama terlempar ke belakang beberapa puluh meter.
keduanya berdiri dan kembali saling menyerang dengan tapak, meski begitu, jendral Zhi Guan dan jendral Shandian masih belum menggunakan kekuatan puncak mereka, kedua jendral itu masih mencari cari kelemahan satu sama lain.
Boom Boom..
kembali ledakan terjadi disaat tapak keduanya kembali beradu, jendral Zhi Guan dan jendral Shandian terus bertarung dengan tangan kosong, mereka hanya bertarung jarak jauh.
hanya dalam hitungan menit, sudah ratusan tapak yang keduanya lepaskan, karena kekuatan yang seimbang, jendral Zhi Guan dan jendral Shandian sering terpukul mundur bersama.
"sepertinya kita harus segera pergi dari sini," ucap Li Feng, dia dapat merasakan ada pasukan besar yang bergerak kearah mereka.
"benar komanda, tapi bagaimana dengan jendral Zhi Guan?" balas Jun Tong yang mengubah panggilannya menjadi komandan.
"kalian kembalilah lebih dulu! aku akan mencari cara untuk membawa jendral Zhi Guan," balas Li Feng sambil berpikir.
"tapi komandan," balas Jun Tong yang tidak ingin meninggalkan Li Feng.
"aku akan baik baik saja Jun Tong, kalian mundurlah!" perintah Li Feng.
"mundur!" setelah Li Feng menyelesaikan kata katanya, jendral Zhi Guan yang sedang berbaring dengan sengit itu menyeru kepada pasukan khusus untuk mundur, dia juga merasakan kedatangan pasukan musuh dengan jumlah yang lebih besar lagi.
"kalian dengar bukan? mundur!" ucap Li Feng bertanya pada pasukan khusus itu.
pasukan khusus itupun dengan patuh mendengar seruan jendral Zhi Guan dan bergerak mundur, sementara Li Feng tetap berada di tempatnya.
setelah kepergian pasukan khusus, pasukan musuh dengan jumlah yang sangat besar itu semakin mendekat, dengan cepat Li Feng berteleportasi kearah jendral Zhi Gua, Li Feng kemudian menarik jendral Zhi Guan yang sedang sibuk bertarung itu, lalu Li Feng kembali berteleportasi menyusul pasukan khusus yang sudah lebih dulu pergi.
Whush.. Whush..
Li Feng dan jendral Zhi Guan muncul tidak jauh dibelakang pasukan khusus yang terus bergerak mundur dengan perasaan mengkhawatirkan jendral Zhi Guan.
"terima kasih komandan Li," ucap jendral Zhi Guan berterima kasih pada Li Feng, dia terlalu ceroboh sehingga hampir tewas ditangan pasukan musuh, jika saja Li Feng tidak menariknya, tentu saja jendral Zhi Guan akan tewas ditangan para jendral musuh.
"tidak perlu berterima kasih jendral, sudah menjadi kewajiban ku menyelamatkan jendral," balas Li Feng tersenyum.
"baiklah, kita bergerak mundur ke lereng bukit, kita tunggu musuh disana!" balas jendral Zhi Guan, lalu keduanya bergerak menyusul pasukan khusus.
*******
Disisi lain.
__ADS_1
"Aaaarrg, bajingan kamu Zhi Guan, aku berjanji akan membunuh mu besok pagi," teriak jendral Shandian dengan kemarahan yang berapi api, jendral Shandian terus mengumpat dan mencaci jendral Zhi Guan karena menghilang begitu saja.
"ada apa ini saudara Shandian? dimana Zhi Guan dan pasukannya? kenapa hanya ada mayat pasukan kita?" tanya salah satu jendral yang baru datang bersama 95 ribu pasukan.
"bajingan Zhi Guan adalah penipu handal, dia hanya melakukan serangan untuk memancing kami kesini, ternyata bajingan Zhi Guan itu sudah menyiapkan perangkap disini, dan saudara Xiao lihat sendiri apa yang terjadi," jawab jendral Shandian dengan kesal, niat membunuhnya semakin kuat karena ingat pembantaian tadi.
"yang mulia sudah menjatuhkan perintah untuk melakukan serangan penuh, jadi sebaiknya besok pagi kita bergerak ke benteng mereka dan hancurkan Zhi Guan dan semua pasukannya, aku akan membunuh bajingan Zhi Guan itu dengan tangan ku sendiri," balas jendral Xiao memberitahu kenapa dia membawa semua pasukan.
"baik saudara, tapi perintahkan prajurit untuk menguburkan semua pasukan yang sudah tewas ini! besok pagi kita bergerak!" balas jendral Shandian.
jendral Xiao pun memerintahkan pasukan untuk menggali lubang dan menguburkan pasukan yang terbanyak itu, menjelang pagi, semua sudah dikuburkan, lalu mereka mulai bergerak ke benteng pertahanan kekaisaran bulan.
*******
Di lereng bukit Yan.
jendral Li Feng, Jun Tong, jendral Zhi Guan dan seluruh pasukan khusus, pasukan tombak dan pasukan pemanah sudah siap diposisi mereka masing masing.
jendral Zhi Guan sudah memberi arahan pada pasukan agar bersiaga, karena dia merasakan ada pergerakan besar dari pihak musuh yang sudah mulai mendekat.
beberapa jam kemudian.
dapat mereka lihat pasukan besar dengan jumlah 95 ribu pasukan dari kejauhan, melihat pasukan yang sangat besar dan kuat itu, nyali sebagian pasukan tombak itu menjadi ciut.
tidak berselang lama, pasukan besar itu sudah berada tidak jauh dari bukit Yan.
"berhenti!"
seru jendral Shandian, jendral Shandian merasa curiga dengan bukit Yan itu, dia sudah pengalaman dengan bukit yang menjadi tempat pembantaian pasukan nya, sehingga dia tidak ingin hal serupa terulang lagi.
"jangan lengah! ingat! bahaya selalu mengintai kita!" ucap jendral Shandian lagi.
matanya menyapu seluruh kawasan bukit Yan, dia juga mencoba mengedarkan aura spiritual untuk merasakan keberadaan musuh, tapi sekuat apapun dia berusaha, jendral Shandian tidak dapat merasakan ada aura dibukit Yan.
jendral Shandian tidak tahu jika jendral Zhi Guan sudah memerintahkan pasukannya untuk menelan Kekuatan hingga ke titik terendah, karena dengan begitu, musuh tidak akan tahu keberadaan mereka dibalik formasi ilusi.
merasa tidak ada bahaya, jendral Shandian memberi arahan untuk maju, lalu pasukan pun bergerak maju dengan perlahan, meski begitu, semua pasukan tidak menurunkan sikap waspada, karena saat ini mereka sudah berada di wilayah musuh.
Disisi sebrang.
melihat jendral Shandian dan pasukannya sudah semakin dekat, jendral Zhi Guan memberi perintah untuk melepaskan anak panah dan tombak yang sudah disiapkan sejak tadi.
"seraaaang!" seru jendral Zhi Guan.
pasukan pemanah dan tombak pun melepaskan anak panah dan tombak kearah pasukan jendral Shandian, disaat pasukan pemanah dan tombak melepaskan serangan, Li Feng juga melepaskan serangan tapak bayangan, dimana ada ribuan tapak yang melesat kearah musuh bersamaan dengan anak panah dan tombak yang sudah diolesi racun kelabang emas itu.
Whush.. Whush.. Whush..
ribuan anak panah dan tombak melesat dengan cepat dan menghujani pasukan musuh, sementara pasukan musuh tidak menyadari maut sudah berada di depan mata mereka.
Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip
Boom Boom Boom Boom Boom Boom..
hujan panah dan tombak beracun itu menatap disetiap pasukan musuh, serangan tapak bayangan milik Li Feng juga seketika meledakkan pasukan musuh yang memiliki kekuatan jendral dewa kebawah.
__ADS_1
"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"
teriak jendral Shandian yang sekali lagi disergap dengan anak panah dan tombak beracun, namun kali ini ada juga tapak yang berjumlah ribuan.
"bajingan kamu Zhi Guan, keluar dan hadapi aku!" teriak marah jendral Shandian yang melihat satu persatu pasukan nya roboh dan ada yang meledak menjadi kabut darah.
Disisi sebrang.
jendral Zhi Guan terus memberi perintah untuk melepaskan serangan anak panah dan tombak, pasukan nya terus menghujani pasukan musuh, Li Feng juga terus melepaskan serangan tapak bayangan.
Whush.. Whush.. Whush..
sekali lagi langit dipenuhi dengan hujan panah dan tombak beracun, tapi hujan panah dan tombak itu tidak dapat dilihat oleh jendral Shandian dan pasukannya.
Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip Slip
Boom Boom Boom Boom Boom Boom
sekali lagi pasukan jendral Shandian dihujani anak panah dan tombak beracun, yang juga ada ribuan tapak bayangan.
"bajingan kamu Zhi Guan,"
teriak jendral Shandian, lalu dia dan jendral Xiao melepaskan serangan ke arah depan, dimana jendral Zhi Guan dan pasukannya berada.
"mundur!" seru jendral Zhi Guan yang melihat kedua jendral musuh melepaskan serangan kearah mereka.
pasukannya pun bergerak mundur, Li Feng dan Jun Tong juga bergerak mundur, karena kekuatan yang sedang bergerak kearah mereka itu bukan kekuatan yang bisa mereka hadapi.
Booooomm Booooomm Booooomm..
ledakan beruntun terjadi disaat serangan jendral Shandian dan jendral Xiao mengenai lereng bukit Yan, untungnya, pasukan pemanah, pasukan tombak dan pasukan khusus sudah bergerak mundur dan meninggalkan lereng bukit Yan.
"itu mereka, kejar dan habisi mereka semua!" seru jendral Shandian yang melihat jendral Zhi Guan dan pasukannya yang sudah keluar dari formasi ilusi dan bergerak mundur.
pasukan yang mendengar seruan perintah pun bergerak mengejar jendral Zhi Guan dan pasukannya yang sudah berada dalam jarak 3 menit itu.
Whush.. Whush.. Whush..
pasukan jendral Zhi Guan melesat dengan cepat melakukan pengejaran, meski begitu, sudah ada lebih dari 15 ribu pasukan yang tumbang karena terkena serangan panah dan tombak beracun, serta serangan tapak bayangan yang dilepaskan Li Feng.
tidak berselang lama.
pasukan besar yang melakukan pengejaran itu sampai disebuah lembah, yang mana lembah itu sudah ada pasukan besar kekaisaran bulan yang sedang menunggu mereka, dan jumlah pasukan kekaisaran bulan ada 100 ribu.
"berhenti!"
seru jendral Shandian setelah berada didepan lembah yang besar itu, pasukan yang mendengar seruan itu langsung berhenti, sementara jendral Shandian yang dipenuhi amarah yang menggebu gebu itu mengitari pandangannya ke lembah yang ada didepannya.
*********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1