Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Rencana & Strategi Li Feng


__ADS_3

Sepanjang malam Li Feng terus mempelajari peta itu, dia melihat setiap bukit, lereng bukit serta tempat tempat yang cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk dipasangi jebakan.


setelah memahami dan hafal semua tempat yang menurut Li Feng sebagai tempat yang strategis untuk dipasangi jebakan, Li Feng menutup kembali peta itu dan berdiskusi dengan Long Bai.


"Long Bai, aku minta saran mu," ucap Li Feng melalui telepati.


"saran seperti apa tuan?" tanya Long Bai.


"kamu keluar dana dulu, aku ingin kamu memberiku saran dalam perang ini," balas Li Feng, lalu dia mengeluarkan pedang naga emas dari cincin penyimpanan.


Whush..


Long Bai keluar dari pedang naga emas dengan bentuk naga kecil, setelah Long Bai keluar, Li Feng kembali membuka peta dan dilihatkan pada Long Bai.


"bagaimana pendapat mu Long Bai?" tanya Li Feng sambil membuka peta.


Long Bai tidak langsung menjawab, dia sedang mempelajari peta itu, cukup lama Long Bai mempelajari peta, setelah cukup lama, Long Bai menyampaikan pendapatnya.


"jika tuan meminta saran ku, aku rasa tuan bisa menempatkan pasukan pemanah di puncak bukit kecil ini! tapi mereka harus di lindungi dengan formasi ilusi agar musuh tidak tahu mereka ada puncak! celupkan setiap anak panah dengan racun kelabang emas! racun kelabang emas bisa melemahkan kekuatan kaisar dewa, sehingga sangat mudah untuk membunuh mereka,"


"sementara di lereng bukit ini, letakkan juga pasukan tombak! pasukan itu harus benar benar ahli tombak! agar setiap lemparan tombak mereka mengenai sasaran, lakukan hal serupa! celupkan juga setiap mata tombak dengan racun kelabang emas!"


"sementara ada pasukan yang memancing pasukan musuh dari sini! pancing mereka hingga ke bukit kecil yang tadi! jika pasukan pemanah merasa tertekan, pancing mereka untuk terus ke lereng bukit yang ada pasukan tombak! jika sudah berada di lereng bukit yang ada pasukan tombak, hujani pasukan musuh dengan panah dan tombak beracun itu!"


"jika masih tertekan dan sulit untuk melakukan perlawanan, pancing mereka terus hingga ke lembah ini! di lembah ini, pasukan besar harus menunggu mereka! pasukan besar harus berada diatas lembah dengan anak panah dan juga tombak yang sudah diolesi racun kelabang emas!"


"dengan begitu, pasukan musuh dapat dibantai dengan mudah, satu yang arus dilakukan adalah jangan dulu menyerang jarak dekat! gunakan serangan jarak jauh dengan anak panah dan tombak beracun itu!


"jika dirasa pasukan musuh sudah sangat melemah, barulah lakukan serangan jarak dekat agar memastikan musuh benar benar sudah mati semua," ucap Long Bai menjelaskan rencana yang dengan panjang kali lebar sambil menandai bukit dan lembah yang sesuai dengan rencananya.


Li Feng sangat senang mendengar rencana Long Bai itu, dia tidak berpikir sampai sejauh itu, tapi Long Bai dapat melakukannya.


"sebagai seorang jendral perang, kamu sangat hebat Long Bai," ucap Li Feng memuji strategi Long Bai.


"tuan terlalu memuji," balas Long Bai.


keduanya terus mengobrol sambil melihat peta, Long Bai terus menjelaskan strategi yang bagus untuk Li Feng lakukan sebagai seorang komandan.


menjelang pagi, Li Feng dan Long Bai menghentikan obrolan mereka, atau bisa disebut rencana dalam membuat strategi di medan perang nanti, Long Bai pun masuk kembali kedalam pedang naga emas.

__ADS_1


sementara Li Feng memasukkan peta kedalam cincin penyimpanan nya dan membersihkan diri, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng keluar kamar dan pergi ke istana kota, Li Feng ingin menyampaikan rencana yang dia dan Long Bai diskusikan.


tidak lama kemudian, Li Feng sampai di aula pertemuan, disana, ketiga komandan dan beberapa komandan yang merupakan komandan pasukan kota sudah ada.


mereka tampak serius membuat rencana, masing masing komandan menyampaikan rencana mereka, tapi belum ada satupun dari rencana para komandan itu yang dipakai, menurut jendral Shu Fang dan kedua jendral lainnya, rencana yang dibuat oleh para komandan itu terlalu beresiko besar, dan bisa memakan banyak korban dari pihak mereka.


"salam tuan kota, salam jendral," ucap Li Feng setelah masuk kedalam aula pertemuan, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"akhirnya kami datang juga komandan Li," balas tuan kota Wang Gao.


"maafkan keterlambatan ku tuan kota!" balas Li Feng lagi.


"sudahlah! sekarang sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan!" perintah tuan kota.


"baik tuan kota," balas Li Feng.


Li Feng kemudian mengatakan rencana dan juga strategi yang dia dan Long Bai buat semalam, hanya saja Li Feng tidak menyebut nama Long Bai.


Li Feng menjelaskan semuanya dengan sangat rinci, dimulai dari bukit yang sudah ditandai hingga di lembah, tuan kota Wang Gao, jendral Shu Fang, para pejabat tinggi serta para komandan yang mendengar rencana dan strategi yang dibuat Li Feng itu terbengong dan tercengang.


mereka tidak menyangka jika Li Feng dapat memikirkan itu semua dengan sangat rinci, bahkan jendral Shu Fang dan kedua jendral lainnya merasa malu pada Li Feng.


sebagai jendral, ketiganya tidak dapat berpikir hingga sejauh itu, apalagi mereka sudah sering terlibat dalam peperangan, tapi sangat minim rencana dan strategi perang.


"aku tidak menyangka komandan Li dapat memikirkan rencana yang sangat hebat seperti itu, aku sangat setuju jika kita menggunakan rencana dari komandan Li," ucap lanjut tuan kota Wang Gao.


semua orang yang mendengar ucapan tuan kota Wang Gao itu mengangguk setuju, karena menurut mereka, rencana itu adalah yang tebaik, karena rencana yang diutarakan Li Feng itu membuat pihak mereka sedikit lebih unggul.


satu persatu mereka setuju dengan rencana Li Feng, tapi jendral Shu Fang bingung dengan racun kelabang emas yang dimaksud Li Feng.


"maaf jendral Li, tapi darimana kita dapatkan racun kelabang emas?" tanya jendral Shu Fang.


Li Feng tidak menjawab, dia sendiri tidak tahu seluk beluk daratan tengah, sehingga hal itu membuatnya kesulitan untuk menjawab.


"kita bisa dapatkan racun kelabang emas di hutan kabut jendral, kita semua tahu hutan kabut menyediakan banyak kelabang emas disana, kita bisa memburu mereka dan mengambil racun mereka," jawab komandan Gu Guo, yang tidak lain adalah komandan pasukan satu, yang tidak lain adalah pasukan kultivator bebas.


"benar, aku setuju dengan rencana itu," timpal komandan dua.


"baiklah, dalam perjalanan nanti, kita mampir dihutan kabut dan buru kelabang emas sebanyak mungkin, kita harus bisa memanfaatkan racun kelabang emas untuk menjadi senjata andalan kita," ucap jendral Shu Fang setuju.

__ADS_1


"sekarang kalian kembalilah ke pasukan masing masing, kita akan berangkat satu jam lagi," ucap jendral yang lain, yang tidak lain adalah jendral Guan Zhi.


"baik jendral," jawab semua komandan, lalu mereka keluar dari aula pertemuan.


tidak berselang lama, Li Feng dan semua komandan sudah berada di lapangan latihan, pasukan mereka juga sudah berbaris rapi, ketika melihat komandan mereka, pasukan yang terdiri dari berbagai tingkatan kekuatan itu menundukkan kepala dan memberi hormat pada masing masing komandan.


Li Feng pun tersenyum pada pasukan yang berada dibawah perintahnya, kemudian dia berkata.


"sebentar lagi kita akan berangkat, ingat pesan ku! lindungi teman disamping kalian sebagaimana kalian melindungi diri sendiri! jangan bertindak gegabah ataupun membuat teman kalian celaka! jadilah tameng untuk teman kalian!"


"orang pandai berkata, pertemanan itu seperti mata dan tangan, ketika tangan terluka, mata lah yang menangis, dan ketika tangan mata menangis, tangan lah yang mengusap airnya, jadilah pertemanan kalian seperti pertemanannya mata dan tangan!" ucap Li Feng memberi arahan dengan sedikit bijak.


"baik komandan, kami tidak akan membuat komandan kecewa," jawab ke 150 pasukan yang berada dibawah komando Li Feng dengan semangat.


cara memimpin Li Feng yang tegas dan juga bijaksana itu membuat pasukan nya semakin mengagumi Li Feng, mereka juga penasaran dengan aksi Li Feng di medan perang nanti.


tidak lama kemudian, jendral Shu Fang, jendral Guan Zhi dan jendral Feng Xu sampai di lapangan itu, lalu ketiga jendral itu memimpin memimpin pasukan dan keluar dari istana kota.


setelah berada di luar kota, jendral Shu Fang dan kedua jendral lainnya mengeluarkan 6 pedang dari cincin penyimpanan, lalu melemparkan keenam pedang itu kedepan, keenam pedang itupun berubah menjadi besar.


"baiklah! kita akan menggunakan pedang pedang itu sebagai alat transportasi?" ucap jendral Shu Fang.


semua pasukan pun naik ke atas pedang, lalu melesat kearah perbatasan kekaisaran bulan dan kekaisaran matahari, dimana diperbatasan itulah terjadinya peperangan.


Seminggu kemudian.


setelah melakukan perjalanan selama seminggu, Li Feng dan semua pasukan sampai dihutan kabut, dimana hutan kabut itu adalah tempat kelabang emas.


setelah mendarat, semua pasukan memulai perburuan mereka, Li Feng dan pasukannya tetap bersama dalam perburuan itu.


3 hari kemudian.


mereka akhiri perburuan, ada ribuan kelabang emas yang mereka buru dan ambil racunnya, lalu racun itu disimpan oleh jendral Shu Fang.


setelah semua selesai, kembali semua pasukan naik keatas pedang raksasa dan melanjutkan perjalanan mereka ke perbatasan.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2