Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Membawa Xin Mei Ke Istana


__ADS_3

"bagaimana dengan tetua Jitsu nona Mei?" tanya Li Feng yang ingin tahu kondisi tetua Jitsu.


mendapat pertanyaan itu, Xin Mei tidak menjawab, matanya terlihat berkaca kaca, karena dia merasa sedih atas kehilangan tetua Jitsu.


"tetua Jitsu tewas ditangan bunga darah tuan muda, banyak murid sekte yang tewas, kami hanya beruntung karena Patriak memerintahkan kami untuk melarikan diri," jawab Xin Mei bercerita.


"lalu bagaimana dengan Patriak?" tanya Li Feng lagi.


"Patriak juga tewas, hanya tersisa beberapa ratus murid saja yang dapat melarikan diri, dan juga ketiga tetua ini," jawab Xin Mei lagi.


Li Feng menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali bertanya.


"lalu kemana tujuan kalian? dan dimana murid yang lain?" tanya Li Feng.


"saat ini kami hanya mengembara saja, karena tidak ada tempat lagi yang kami tuju, sehingga kami mengembara kemana saja kaki membawa kami, sementara murid murid yang lain juga melakukan hal yang sama, tapi ada yang bekerja sebagai pelayan dan pengawal keluarga bangsawan," jawab Xin Mei.


"bagaimana jika nona Mei dan para tetua ikut aku cari rumah makan dulu? akan lebih baik jika jika kita mengobrol sambil duduk ," tawar Li Feng.


"baik tuan muda," jawab mereka, lalu kelimanya mencari rumah makan, beberapa ratus meter kemudian, mereka menemukan sebuah rumah makan, lalu mereka masuk kedalam dan mengambil tempat.


"selamat datang di rumah makan sederhana kami tuan tuan, nona muda," ucap pelayan ramah.


"bawakan makanan terbaik yang kalian miliki!" balas Li Feng.


"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar?" balas pelayan, lalu dia kembali ke dapur.


"berhubung kalian tidak punya tujuan, bagaimana jika nona Mei dan para tetua mengabdi di istana saja?" ucap Li Feng membuka obrolan.


Li Feng merasa berhutang budi pada sekte gunung jati, sehingga dia ingin membantu mereka mendapatkan tempat tinggal dan juga pekerjaan sebagai prajurit istana.


"maaf tuan muda? apa maksud tuan muda?" tanya salah satu tetua yang bingung.


"tetua dan yang lainnya akan tahu jika kita sudah berada di istana, jadi bagaimana tetua? nona Mei? apa kalian bersedia menjadi prajurit istana?" balas Li Feng.


"baik tuan muda, aku akan ikut tuan muda," balas Xin Mei antusias, meski dia agak ragu, tapi dia juga percaya jika Li Feng akan membantunya.


"bagaimana dengan tetua bertiga?" tanya Li Feng pada ketiga tetua yang bersama Xin Mei.


"kami juga akan mengikuti tuan muda ke istana." jawab mereka.


"baiklah," balas Li Feng.


lalu setelah itu mereka berbincang bincang sambil menunggu pesanan mereka datang, beberapa saat kemudian, beberapa pelayan datang membawakan pesanan mereka, lalu satu persatu mereka makan.


tidak lama kemudian, mereka semua selesai makan, Li Feng merasa sangat kenyang sekali, sebab baru beberapa saat yang lalu dia makan, tapi sekarang dia makan lagi, sehingga membuatnya sangat kekenyangan.


"ayo kita pergi!" ajak Li Feng, lalu dia berdiri dan keluar rumah makan, kemudian di ikuti oleh Xin Mei dan ketiga tetua itu dari belakang.


tidak bertemu setahun lebih, kekuatan Xin Mei meningkat cukup baik, dimana yang awalnya dia hanya berada di ranah pendekar tingkat 1 tahap menengah, sekarang dia sudah menerobos ke pendekar suci tahap awal dalam setahun lebih.

__ADS_1


kekuatan ketiga tega itu juga meningkat satu tahap, dimana yang awalnya mereka berada di ranah pendekar suci tahap akhir, kini mereka menerobos ke pendekar dewa tahap menengah, sebentar lagi akan menerobos ke tahap puncak.


Li Feng ingin membawa Xin Mei ke istana buka sebagai prajurit, tapi dia ingin menjadikan Xin Mei sebagai salah satu teman Ming Yin, lebih tepatnya sebagai pengawal Ming Yin, yang mana sama dengan Li Xiulan.


*****


Di sebuah hutan.


lebih tepatnya di markas bunga darah, dewa iblis dan sisa anggota bunga darah yang selamat juga sudah sampai di markas mereka, mereka juga sudah memulihkan diri sehingga tidak ada lagi yang terluka, hanya saja pasukan yang di bawa pulang oleh dewa iblis itu hanya 15% nya saja, 85% nya tewas karena terkena ledakan pertarungan Li Feng melawan dewi bunga dan golok setan.


"saudara dewa petir? dimana saudara golok setan dan dewi bunga?" tanya tombak perak.


"entahlah saudara tombak perak, disaat pemuda itu melepaskan serangan dan ingin mengakhiri hidup mereka, tiba tiba muncul satu sosok yang menyelematkan mereka dan pergi begitu saja," jawab dewa petir.


"kemana sosok itu membawa saudara golok setan dan dewi bunga?" tanya pengemis tangan seribu.


"dia membawa mereka ke arah utara, mungkin saat ini mereka masih terluka parah, atau mungkin juga mereka sudah disembuhkan oleh sosok itu," jawab dewa petir.


"ternyata pemuda itu lebih kuat dari yang dirumorkan," ucap pengemis tangan seribu sambil menopang dagunya seraya berpikir.


"bagaimana langkah kita selanjutnya? tidak mungkin kita tetap berdiam diri disini bukan?" tanya iblis racun.


"kita tunggu saudara golok setan dan saudari dewi bunga kembali dulu, barulah kita susun rencana, jika kita menyerang bersama, aku yakin pemuda itu tidak akan sanggup menghadapi kita," balas tombak perak.


"benar, aku setuju dengan saudara tombak perak, jika kita menyerang bersama sama, pemuda itu akan kelabakan," timpal iblis darah yang sedari tadi hanya diam.


"bagaimana dengan saudara dewa iblis?" tanya iblis racun.


"selain itu, kota juga sudah kehilangan lebih dari 100 ribu pasukan, hal itu membuat kita melemah, kita harus merekrut anggota baru untuk kembali meningkatkan pasukan kita," ucap dewa petir memberi saran.


"benar, kita harus merekrut anggota baru, jika tidak, kita juga bisa meminta pasukan dari markas yang berada di 3 kekaisaran lain nya, atau dari markas pusat saja," sahut iblis darah.


sepanjang hari mereka terus membahas rencana mereka untuk membalaskan kekalahan mereka pada Li Feng, menjelang malam, satu persatu mereka membubarkan diri dan kembali ke kamar mereka masing masing.


******


2 minggu kemudian.


setelah menempuh perjalanan selama 2 minggu, akhirnya Li Feng, Xin Mei dan ketiga tetua itu sampai di depan ibukota, karena Xin Mei tidak bisa terbang, hal itu membuat perjalanan mereka yang seharunya 5 hari itu berubah menjadi 2 minggu.


lalu kelima nya berjalan ke arah gerbang kota, para penjaga gerbang, kultivator bebas, pedagang dan penduduk kota yang melihat Li Feng pun segera berlutut memberi hormat.


"hormat kami pangeran." ucap semua orang berlutut.


hal itu membuat Xin Mei dan ketiga tetua itu sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, mereka sama sekali tidak pernah berpikir jika Li Feng adalah seorang pangeran.


"pangeran?" ucap Xin Mei bertanya.


"bangunlah! lanjutkan aktifitas kalian!" ucap ramah Li Feng.

__ADS_1


"baik pangeran," jawab mereka, lalu mereka semua berdiri dan kembali mengantri.


"ayo kita masuk nona Mei, tetua!" ucap Li Feng mengagetkan mereka.


keempat nya pun tersadar, lalu mereka mengikuti Li Feng masuk kedalam kota, sepanjang jalan, setiap orang yang mereka temui itu memberikan hormat pada Li Feng.


tidak lama kemudian, mereka sampai di gerbang istana, lalu Li Feng membawa mereka ke aula pertemuan, sesampainya mereka disana, sudah ada kedelapan jendral besar serta semua mentri istana.


"hormat kami pangeran," ucap semua jendral dan mentri yang melihat Li Feng masuk kedalam aula pertemuan.


Li Feng tidak langsung menjawab, tapi dia berjalan ke arah singgasana, sementara Xin Mei Lin dan ketiga tetua itu dia tinggalkan di dekat para jendral nya.


"bangunlah! hormat kalian aku terima," ucap Qin Fan ramah.


"perkenalkan mereka adalah nona Mei dan para tetua sekte gunung jati, aku membawa mereka kesini karena aku ingin para jendral menempatkan mereka dalam pasukan, masalah posisi, itu tergantung kalian, tapi nona Mei akan menemani Yin'er," ucap Li Feng menjelaskan tujuan nya membawa Mei Lin dan ketiga tetua.


"baik pangeran, kami mengerti," jawab para jendral.


"baiklah, sekarang laporkan padaku apa saja yang terjadi selama aku tidak ada!" ucap Li Feng mengalihkan topik.


"baik pangeran," jawab mereka, lalu satu persatu para mentri melaporkan apa yang perlu mereka laporkan, lalu dia lanjutkan dengan laporan jendral Tianjin dan jendral Wong.


kedua jendral itu melaporkan hasil penemuan mereka di hutan tandus itu, keduanya juga melaporkan jika sudah melakukan penyelidikan, tapi tidak menemukan para kultivator kuat yang sedang bertarung dan menghancurkan hutan itu.


Li Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, dia juga tidak ingin mengatakan jika itu adalah pertarungan nya melawan dewi bunga dan golok setan, karena baginya itu tidaklah penting, yang terpenting adalah istana baik baik saja.


"terima kasih atas laporan kalian semua," ucap Li Feng ramah.


"sekarang kalian bagilah pil pil ini untuk meningkatkan kekuatan kalian!" ucap Li Feng lanjut, lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan pada jendral Tianjin.


"baik pangeran." jawab jendral Tianjin, lalu dia mengambil cincin penyimpanan yang diberikan Li Feng.


"kalian lanjutkan saja, aku akan masuk kedalam, nona Mei, ayo ikut aku kedalam!" ucap lanjut Li Feng.


"baik pangeran." jawab semua orang.


"baik tuan muda." jawab Xin Mei yang masih memanggil Li Feng dengan sebutan tuan muda, lalu dia mengikuti Li Feng masuk kedalam istana.


beberapa saat kemudian, dapat keduanya melihat Ming Yin dan Li Xiulan duduk di sebuah ruangan sambil bercanda dan tertawa, tapi canda tawa mereka segera berhenti ketika mereka merasakan aura Li Feng.


"Feng gege?" ucap Ming Yin, lalu dia bangkit berdiri dan berlari kecil ke arah Li Feng dan memeluk nya, padahal perut nya sudah membuncit.


"apa yang kamu lakukan Yin'er? jangan seperti itu lagi, jika kamu jatuh, anak kamu bisa bahaya," ucap lembut Li Feng, yang juga membalas pelukan Ming Yin sambil mengelus kepala nya.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2