Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Turnamen 5


__ADS_3

Waktu terus berlalu.


tak terasa mentari pagi kembali menyinari semua penghuni benua awan biru, Li Feng pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, dia lalu pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.


selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang makan untuk sarapan, selsai sarapan bersama Qian Duan dan Qian Lu, ketiganya keluar dari kediaman Qian Duan.


didepan gerbang kediaman bangsawan Qian, Qian Ming dan para tetua tingkat tinggi lainnya sudah menunggu mereka.


"selamat pagi tuan muda Li," ucap ramah Qian Ming tersenyum.


"selamat pagi Patriak," balas Li Feng yang juga ramah.


"apa tuan muda Li sudah siap untuk turnamen ini?" tanya Qian Ming.


"aku sangat siap Patriak," balas Li Feng.


"baiklah, ayo kita berangkat!" balas Qian Ming, Li Feng pun naik ke kereta kuda Qian Ming, sementara Qian Duan dan Qian Lu dikereta kuda lainnya, setelah semua orang sudah berada didalam kereta kuda, kusir pun mengantar mereka ke alun alun kota.


beberapa puluh menit kemudian, Li Feng dan rombongan sampai di alun alun kota, dimana tempat turnamen diadakan, Li Feng lalu pergi ke kursi peserta, sementara Qian Ming dan yang lainnya pergi ke kursi untuk bangsawan dan juga sekte serta klan.


lalu Junshong kembali naik ke arena pertarungan dan kembali membuka pertarungan.


"terima kasih masih setia menghadiri turnamen kali ini, tidak perlu membuang waktu lagi, aku minta pada ke 8 peserta agar naik keatas arena untuk melakukan undian!" ucap Junshong tanpa banyak kata.


Li Feng dan ketujuh peserta lainnya pun naik keatas arena, kemudian mereka melakukan undian, setelah setiap peserta mengambil satu gulungan kertas, mereka memberikan gulungan kertas itu pada Junshong seperti biasa.


Junshong pun melakukan tugasnya seperti biasa juga, yaitu mencatat setiap nomor dan nama peserta serta lawan lawan mereka, beberapa menit kemudian, Junshong selesai menulis dan mulai menyebut satu persatu nama nama peserta.


"kita langsung saja, yang akan bertarung pada arena nomor satu adalah Mei Shin dari sekte giok hijau, lawannya adalah Guan Yu dari kerajaan Es, yang akan bertarung diarena nomor dua adalah Mo Feng dari klan Mo, dan yang menjadi lawannya Hua Yi dari sekte bunga persik,"


"yang bertarung di arena nomor tiga adalah Li Shan dari kerajaan batu, dan yang menjadi lawannya adalah Shupeng dari klan Wen, dan yang bertarung di arena nomor empat adalah Fei Fei dari kerajaan angin, dan yang menjadi lawannya adalah Qian Fan dari bangsawan Qian," ucap Junshong panjang kali lebar menyebut nama nama dan lawan mereka.


"aku minta pada peserta agar naik ke arena sesuai dengan yang aku sebutkan tadi!" ucap lanjut Junshong.


Li Feng dan yang lainnya pun naik ke arena pertarungan, tapi ketika arena nomor satu, nomor dua dan nomor tiga sudah lengkap 2 peserta, justru arena nomor empat hanya ada Li Feng sendiri, lawannya tidak naik keatas.


lawan Li Feng yang tidak lain adalah Fei Fei atau putri kerajaan batu itu tidak mau bertarung melawan Li Feng, tentu saja hal itu membuat semua orang bingung karena Fei Fei tetap duduk ditempatnya.


"aku minta pada peserta atas nama Fei Fei dari kerajaan angin agar segera naik ke arena pertarungan! karena pertarungan babak ketiga akan segera dimulai," seru Junshong menoleh pada Fei Fei.


Fei Fei yang mendengar seruan itupun berdiri dari kursinya, lalu dia membuat pernyataan kalah dari Li Feng.

__ADS_1


"maafkan aku tuan Junshong! aku mengaku kalah dari tuan muda Qian," ucap gadis cantik putri kerajaan angin itu dengan serius.


"baiklah, karena perwakilan dari kerajaan angin menyatakan kalah dari wakil bangsawan Qian, maka dengan ini aku putuskan jika wakil dari bangsawan Qian, yang tidak lain adalah Qian Fan menang dan masuk ke babak semi final," ucap Junshong.


"silahkan kembali ke tempat mu anak muda!" ucap lanjut Junshong menoleh pada Li Feng.


Li Feng pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali ke tempat duduknya.


setelah Li Feng turun, Junshong memulai pertarungan memperebutkan tiket semi final sekaligus menjadi perwakilan dari kekaisaran Song yang akan ikut turnamen di wilayah tengah nanti.


2 jam kemudian.


yang menembus semi final adalah Mei Shin dari sekte giok hijau, Mo Feng dari klan Mo dan Shupeng dari klan Wen, ketiganya sangat senang karena dapat menembus semi final dan menjadi wakil dari kekaisaran Song di turnamen nanti.


"baiklah, kita beri kesempatan pada keempat peserta untuk memulihkan diri lebih dulu! 2 jam lagi kita akan melanjutkan turnamen ini," ucap Junshong menunda turnamen.


2 jam kemudian.


Junshong kembali membuka turnamen semi final itu, lalu kembali mereka melakukan undian, dan hasil undian adalah Li Feng melawan Shupeng, Mei Shin melawan Mo Feng.


"ini adalah pertarungan semi final, maka keluarkan semua kemampuan dan kelebihan keluar!" ucap Junshong setelah semua peserta sudah berada di atas arena.


kali ini lawan Li Feng tidak mau menyerah begitu saja, karena bagaimanapun juga dia sudah menembus semi final, tentu dia tidak mau mengaku kalah setelah berada di semi final, apalagi prinsip Shupeng adalah tidak akan menyerah sebelum bertarung.


"keluarkan semua kemampuan dan kekuatan mu saudara Shupeng! karena sekarang saudara Shupeng sudah menjadi perwakilan dari kekaisaran Song di turnamen antar kekaisaran nanti, aku ingin bakat tersembunyi yang saudara Shupeng miliki itu dikeluarkan semua!" ucap Li Feng pada Shupeng melalui telepati.


Shupeng sedikit terkejut ketika mendapat seruan dari Li Feng, dia kemudian membalas, "baik saudara Qian, aku akan mengeluarkan semua kemampuan ku," balas Shupeng serius.


"bagus! ayo kita mulai!" balas Li Feng.


"baik saudara Qian," balas Shupeng.


Li Feng dan Shupeng lalu mengeluarkan pedang mereka dari cincin penyimpanan, hal itu tentu saja membuat semua orang terkejut, baik itu Qian Ming serta para tetua, maupun kaisar Song Guan maupun keempat raja dan bangsawan lainnya.


"kenapa tuan muda menggunakan pedang?" ucap Qian Ming mengerutkan keningnya.


"mungkin tuan muda terlalu bosan Patriak, jadi aku pikir tuan muda ingin bermain main sebentar," balas Qian Fei.


"aku juga rasa demikian Patriak, pasti tuan muda Li merasa bosan karena tidak ada yang mau melawannya di 2 pertarungan sebelumnya," timpal Qian Duan.


tapi ketika mereka lihat pertarungan antara Li Feng dan Shupeng, akhirnya semua orang tahu, ternyata Li Feng sengaja memakai pedang karena selain bertarung, dia juga memberikan arahan pada Shupeng tentang cara berpedang.

__ADS_1


dimulai dari cara memegang pedang, Li Feng juga mengajari gerakan yang dilakukan Shupeng, menurut Li Feng, cara Shupeng memegang pedang serta gerakan nya terlalu kaku.


"bagus saudara Shupeng, harus seperti itu! ucap Li Feng, dia merasa senang karena Shupeng bisa memahami yang dia katakan.


"baik saudara Qian, terima serangan ku!" balas Shupeng, dia menyerang Li Feng semakin ganas.


Traaang Traaang Traaang..


Boom Boom Boom..


bunyi pedang berdengung dan ledakan disaat Li Feng dan Shupeng saling menyerang.


"seperti itu saudara Shupeng, ayo keluarkan kekuatan saudara! cara memegang pedang dan gerakan saudara sudah benar," ucap Li Feng yang terus memberikan aba aba.


pertarungan Li Feng dan Shupeng bukan lagi pertarungan untuk menjadi siapa yang menang, tapi seperti orang yang sedang berlatih tanding.


Mei Shin dan Mo Feng pun menghentikan pertarungan mereka, mereka tidak fokus dengan pertarungan mereka lagi, sebab sedari tadi keduanya terus mendengar Li Feng memberikan arahan pada Shupeng.


"sepertinya saudara Qian tidak adil pada kita, kita ada berempat, tapi hanya saudara Shupeng yang diberi petunjuk," ucap Mei Shin tidak terima Li Feng memperbaiki cara berpedang Shupeng.


"benar saudari Mei, saudara Qian tidak adil pada kita," balas Mo Feng.


semua orang yang melihat pertarungan Mei Shin dan Mo Feng yang berhenti pun mengerutkan kening mereka.


"maaf tuan wasit, bisakah kami bergabung dengan mereka?" ucap Mei Shin pada wasit yang mengawasi arena nomor dua.


"apa yang kalian lakukan? kenapa kalian tidak bertarung?" tanya balik wasit.


"kami ingin bertarung melawan saudara Qian tuan wasit," jawab Mo Feng.


Li Feng yang melihat pertarungan Mei Shin dan Mo Feng yang berhenti pun meminta Shupeng agar mereka juga berhenti bertarung.


"ada apa saudara Mo? saudara Mei?" tanya Li Feng.


"kami pikir jika saudara Qian tidak adil, kami juga ingin bertarung melawan saudara Qian," jawab Mei Shin.


Li Feng pun mengerti maksud dari Mei Shin, dia lalu menoleh pada Junshong dan berkata, "maaf tuan Junshong! apa mereka boleh bertarung dengan ku?" tanya Li Feng menoleh pada Junshong.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2