Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Terbunuhnya Tang Guang


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah sarapan bersama Yuan Li, Li Feng keluar dari istana untuk menuju hutan sebelah utara ibukota, dimana dia dan Tang Guang akan bertarung.


sebelumnya, semalam Li Feng dan Long Bai kembali mengobrol, karena kali ini Li Feng akan menghadapi lawan yang tangguh, bukan kekuatan Tang Guang tidak dapat Li Feng baca, yang Li Feng harapkan saat ini hanyalah Long Bai membantunya untuk mengalahkan dan membunuh Tang Guang.


sesampainya di luar ibukota, Li Feng langsung melayang di udara dan melesat ke arah utara, Li Feng yakin jika saat ini Tang Guang sudah menunggunya disana.


namun setelah terbang selama 2 hari, Li Feng belum juga merasakan aura keberadaan Tang Guang, hal itu membuat Li Feng beristirahat disebuah pohon besar.


"dimana tua bangka itu berada?" gumam Li Feng.


lalu dia kembali melesat ke arah utara, keesokan harinya, Li Feng merasakan aura milik Tang Guang tidak jauh darinya, lalu dia melayang ke arah asal aura itu, dan benar saja, disana, Tang Guang sudah duduk disebuah batu besar dan sedang menutup mata.


merasakan ada aura yang mendekat, Tang Guang membuka matanya.


"aku pikir kamu hanya pecundang yang hanya berbesar mulut," ucap Tang Guang setelah dia melihat Li Feng sudah berada tidak jauh dari nya.


"apa kamu pikir aku takut padamu pak tua? kamu terlalu percaya diri," balas Li Feng.


"baiklah, aku kagum dengan keberanian mu anak muda, tapi sayang, keberanian saja tidak cukup," balas Tang Guang.


"tidak usah banyak mulut pak tua! ayo kita bertarung dan lihat siapa yang hanya omong kosong!" balas Li Feng, lalu dia mengeluarkan pedang naga emas dari cincin penyimpanan.


"tuan, pria tua itu memiliki kekuatan dewa perak tahap puncak," tiba tiba Long Bai berbicara pada Li Feng melalui telepati.


Li Feng sangat terkejut dengan apa yang Long Bai katakan, dia tidak menyangka jika Tang Guang memiliki kekuatan sebesar itu.


"tapi bagaimana bisa Long Bai? bukannya kamu sendiri yang bilang jika tidak akan ada yang bisa meningkatkan kekuatan nya melebihi ranah setengah abadi?" balas Li Feng yang tidak dapat menahan keterkejutan nya.


"hamba juga tidak tahu tuan, kemungkinan besar pak tua itu berpetualangan di daratan tengah, sehingga dia memiliki kekuatan itu, karena hanya kultivator dari daratan tengah yang memiliki ranah dewa perak hingga dewa giok," balas Long Bai.


"apa kamu punya cara untuk membantu ku," tanya Li Feng.


"hamba bisa saja masuk kedalam tubuh tuan dan mengendalikan tubuh tuan, hanya saja, apakah tuan mampu menahan kekuatan yang hamba miliki?" balas Long Bai memberi saran.


"apa kamu tidak bisa menekan kekuatan mu hingga ke ranah dewa emas tahap awal? yang penting satu tingkat diatas pak tua itu," balas Li Feng.


"bisa tuan, justru itu yang hamba khawatirkan, karena jika hamba mengambil alih tubuh tuan, setelah itu tuan akan mengalami sakit yang sangat," balas Long Bai.


"tidak apa apa Long Bai, yang penting kamu dapat membunuh pak tua itu," balas Li Feng.


"baik tuan," balas Long Bai, lalu dia masuk kedalam tubuh Li Feng dan mengambil alih tubuh Li Feng.


"apa kamu sudah takut anak muda?" tanya Tang Guang, karena sedari tadi dia melihat Li Feng tidak bergerak sama sekali dan hanya diam dalam lamunan.


"apa? takut? takut pada pak tua lemah seperti mu? apa kamu bercanda pak tua?" balas Long Bai yang sudah mengambil alih tubuh Li Feng, dia juga mengikuti cara berbicara Li Feng agar Tang Guang tidak curiga.


"Hahaha.. mulut mu busuk juga anak muda, baiklah, mari kita mulai pertarungan kita," balas Tang Guang, lalu dia mengeluarkan aura kultivasi nya, dimana kultivasi nya berada di ranah dewa perak tahap puncak, sama dengan yang dikatakan Long Bai.


"hanya dewa perak tahap puncak tapi songong," balas Long Bai, lalu dia juga mengeluarkan aura kultivasi dewa emas tahap awal.


Whush...


aura dewa emas tahap awal keluar dari tubuh Li Feng.


"apa? dewa emas tahap awal?" ucap Tang Guang terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan Long Bai.


"kenapa? apa kamu sudah takut pak tua? hehehe.. sayang sekali, semua keluarga bangsawan Tang akan mati dan hanya meninggalkan nama," balas Long Bai mengejek.

__ADS_1


"kamu sangat pintar memprovokasi Long Bai," puji Li Feng memalui telepati.


Tang Guang tidak membalas ejekan Long Bai, karena saat ini dia tahu lawannya memiliki kekuatan satu tahap diatasnya, jika bertarung, sudah pasti dia akan kalah dan terbunuh, jika melarikan diri, maka dia hanya akan menjadi lelucon di seluruh kekaisaran Tang.


"takut? apa kamu pikir aku takut dengan kekuatan mu? mari kita bertarung dan lihat siapa yang lebih kuat!" balas Tang Guang, lalu dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.


"baik, terima serangan ku!" balas Long Bai, lalu dia melesat ke arah Tang Guang dengan sebuah pedang yang dia keluarkan dari cincin penyimpanan Li Feng..


"tebasan hampa"


teriak Long Bai yang sudah melesat ke arah Tang Guang.


Tang Guang yang melihat Long Bai menyerang pun menyiapkan serangan nya untuk melawan serangan Long Bai.


Traaaang Traaang Traaang..


Booooomm Booooomm Booooomm..


terdengar suara bunyi senjata dan suara ledakan setelah serangan mereka beradu.


Traaaang Traaang Traaang..


Booooomm Booooomm Booooomm..


bunyi senjata dan ledakan terus terdengar, meski begitu, Long Bai dan Tang Guang belum menggunakan kekuatan penuh mereka dalam pertarungan itu.


bisa saja Long Bai menyelesaikan pertarungan dengan cepat, hanya saja dia masih ingin bermain main dengan Tang Guang, sebab sudah ribuan tahun dia tertidur dan tidak melakukan apa apa.


melihat serangan pedangnya selalu di blokir dan dihindari Tang Guang, Long Bai membuat suatu gerakan menendang ke arah dada Tang Guang, tapi lagi lagi Tang Guang berhasil memblokir tendangan nya itu.


melihat Tang Guang yang terkecoh, Long Bai pun melepaskan sebuah serangan tinju di dada Tang Guang, dan serangan tinju itu berhasil mendarat di dada Tang Guang dan membuatnya terpukul mundur beberapa langkah.


"bajingan kamu anak muda, kamu menipuku dengan serangan bayangan," seru Tang Guang marah.


"kamu nya saja yang bodoh pak tua," balas Long Bai, lalu dia kembali menyerang Tang Guang.


Tang Guang yang diserang pun kembali membuat beberapa gerakan untuk memblokir serangan Long Bai.


Traaaang Traaang Traaang..


Booooomm Booooomm Booooomm..


suara senjata dan ledakan kembali terdengar, Long Bai dan Tang Guang terus bertukar serangan, kadang serangan Long Bai mengenai dada Tang Guang, namun tidak ada satupun serangan Tang Guang yang berhasil mengenai Long Bai.


tanpa mereka sadari, ada banyak orang yang menyaksikan pertarungan mereka dari jauh, dan yang menyaksikan pertarungan mereka itu siapa lagi jika bukan para Patriak klan dan juga Patriak sekte serta para Patriak keluarga bangsawan.


tidak ada yang berani mendekat karena yang bertarung itu adalah kultivator tingkat tinggi, dimana kekuatan itu tidak dapat mereka singgung sama sekali.


memiliki kekuatan pejuang suci dan pejuang surgawi di hadapan dewa perak dan dewa emas hanyalah semut didepan gajah.


Traaaang Traaang Traaang


Booooomm Booooomm Booooomm..


suara senjata dan suara ledakan terus terjadi, Long Bao terus menyerang tanpa membiarkan Tang Guang membalas serangan, Tang Guang hanya bisa memblokir setiap ayunan pedang dan tendangan dari Long Bai.


sementara Tang Guang sangat kewalahan menghadapi serangan Long Bai yang tidak ada habisnya itu, Tang Guang sangat terpojok karena terus di tekan oleh Long Bai.

__ADS_1


"menyerahkan dan terima kematian mu pak tua!" ucap Long Bai yang terus melepaskan serangan.


"aku lebih baik mati daripada menyerah pada seorang pemuda sepeti mu, apalagi mati seperti pengecut," balas Tang Guang yang terus terdesak.


"baiklah jika itu keinginan mu, ku akan mengabulkan nya," balas Long Bai, lalu dia mengeluarkan kekuatan penuh dewa emas tahap puncak.


Traaaang Traaang Traaang


Booooomm Booooomm Booooomm


kali ini Tang Guang semakin tertekan, dia semakin kesulitan untuk mengimbangi kecepatan serangan Long Bai.


Slash.. Slash..


dua tebasan pedang Long Bai berhasil menyayat pundak dan dada Tang Guang, mendapat dua sayatan, Tang Guang sedikit terkejut, karena dia berpikir sudah memblokir serangan pedang Long Bai itu, tapi ada juga yang lolos.


sedangkan Long Bai tersenyum senang, sebab dia berhasil membuat Tang Guang terluka, tidak ingin membuang buang waktu, Long Bai kembali menyerang Tang Guang dengan sebuah tusukan pedang.


Traaaang..


tusukan pedang Long Bai itu ditepis oleh Tang Guang, meski begitu, Tang Guang mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghindari tusukan itu, dan karena menghindari serangan tusukan itu, tubuh Tang Guang sedikit tidak stabil.


melihat tubuh Tang Guang yang tidak stabil, Long Bai kembali melepaskan sebuah tusukan ke arah dada Tang Guang, dan benar saja, tusukan itu berhasil mengenai dada kanan Tang Guang dan menembus kebelakang.


setelah berhasil menusuk dada Tang Guang, Long Bai kembali melepaskan sebuah tendangan ke arah kepala Tang Guang.


Buuuk.


tendangan Long Bai berhasil mendarat di kepala Tang Guang, lalu membuat Tang Guang tersungkur ketanah.


"riwayat mu sudah tamat pak tua," ucap Long Bai yang melihat Tang Guang sudah tersungkur ditanah.


"aku tidak menyesal mati terbunuh, karena aku mati dengan cara terhormat," balas Tang Guang yang masih terkapar ditanah.


Long Bai tidak menjawab, dia berjalan ke arah Tang Guang, lalu mencabut pedang yang masih menancap di dada Tang Guang.


setelah pedang itu dicabut, darah segar tersembur keluar dari dada Tang Guang, Long Bai yang melihat itu bukan nya kasihan, tapi dia mengangkat pedang nya dan melepaskan tebasan kearah leher Tang Guang dan memenggal kepala Tang Guang.


Slash...


kepala Tang Guang terpelintir ketanah, darah kembali tersembur keluar dari leher Tang Guang, dan hanya hitungan detik, Tang Guang tewas.


"ambil cincin penyimpanan nya Long Bai!" perintah Li Feng, dia yakin jika ada sumber daya atau pil tingkat tinggi yang dimiliki Tang Guang.


jika itu benar, maka dia akan menggunakan sumber daya atau pil itu untuk meningkatkan kekuatan nya.


baik tuan," balas Long Bai, lalu dia mengambil cincin penyimpanan milik Tang Guang dan memasukkan kedalam cincin penyimpanan milik Li Feng.


"maaf tuan, aku akan membawa tubuh tuan ke goa dimana tuan Mu Tian berada, karena disaat aku mengembalikan tubuh tuan, kemungkinan besar tuan tidak kuat menahan rasa sakitnya sehingga tuan akan pingsan," ucap Long Bai, lalu dia melesat ke arah utara tanpa menunggu jawaban dari Li Feng.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2