Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Pelelangan 2


__ADS_3

Aura yang keluar dari kotak kecil adalah rumput jiwa darah, yang mana sangat dibutuhkan para kultivator, terutama adalah para alkemis.


"Ini adalah rumput jiwa darah, kita semua tahu manfaat apa yang didapat dari rumput jiwa darah, kami akan membuka rumput jiwa darah dengan harga 150 ribu koin emas, setiap kenaikan tidak kurang dari 5 ribu koin emas," ucap pembawa acara.


"160 ribu koin emas," ucap kamar nomor dua.


"165 ribu koin emas," ucap kamar nomor 6.


"175 ribu koin emas," ucap kamar nomor 9.


"200 ribu koin emas," ucap kamar nomor 5, yang tidak lain adalah tuan muda Guzhin.


"Tuan muda," tetua ketiga memanggil Li Feng.


"Buat saja tawaran jika kamu menginginkan rumput jiwa darah itu!" ucap Li Feng yang mengerti.


"Baik tuan muda," jawab tetua ketiga, selain menjabat sebagai tetua ketiga, dia juga seorang Alkemis tingkat surgawi.


Sementara itu, harga lelang rumput jiwa darah sudah meningkat hingga 300 ribu koin emas, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, tetua ketiga juga membuat penawaran.


"350 ribu koin emas," seru tetua ketiga.


"360 ribu koin emas," ucap kamar nomor 10.


Dalam waktu 10 menit, harga rumput jiwa darah meningkat hingga 500 ribu koin emas.


"Tidak usah ragu! seperti yang aku katakan sebelumnya, jika kalian ingin mendapatkan apa yang kalian suka, buat saja penawaran, aku yang akan membayarnya," ucap Li Feng lagi, saat harga rumput jiwa darah mencapai 500 ribu koin emas, tetua ketiga tidak lagi membuat penawaran.


"Baik tuan muda," jawab tetua ketiga bersemangat.

__ADS_1


"550 ribu koin emas," seru tetua ketiga dengan semangat.


Kamar nomor 10 sangat murka, dia sudah membuat penawaran 500 ribu koin emas, namun tetua ketiga membuat penawaran 550 ribu, sementara uang yang dia bawa hanya 3 juta koin emas, dan dia juga sangat menginginkan rumput jiwa darah dan juga salah satu item terakhir di akhir lelang nanti.


"Harap tuan dikamar nomor satu agar memberi muka pada klan Mu!" ucap suara dikamar nomor 10, yang rupanya adalah Patriak klan Mu, atau Mu Cheng.


"Maaf Patriak Mu! kita semua tahu, yang membuat penawaran lebih tinggi yang memenangkan item," jawab tetua ketiga yang mengenal suara Mu Cheng.


"Bajingan," umpat kesal Mu Cheng, bahkan klan Mu yang merupakan salah satu klan terkuat pun tidak dianggap.


"Harap tenang!" ucap pembawa acara menenangkan kegaduhan.


"Terima kasih, sekarang kita lanjutkan pelelangan ini," ucap lanjut pembawa acara.


"600 ribu koin emas," seru Mu Cheng, dia sangat menginginkan rumput laut darah, meskipun kultivasi nya berada di tingkat abadi bintang 8 tahap awal, tapi kekuatan jiwanya lemah, sehingga dia sangat menginginkan rumput jiwa darah untuk menguatkan jiwanya.


"Bajingan, siapa dikamar nomor satu itu? tidak menganggap ku sama sekali," umpat Mu Cheng yang sangat geram.


"Tidak ada lagi yang membuat penawaran?"


"1.000.000 koin emas satu kali,"


"1.000.000 koin emas dua kali,"


"1.000.000 koin emas tiga kali?"


"Selamat kepada tuan dikamar nomor satu, tuan telah memenangkan rumput jiwa darah dengan harga 1.000.000 koin emas," ucap pembawa acara menghitung tiga kali dan memberi selamat.


Pelayan tadi kemudian membawa rumput jiwa darah ke kamar Li Feng, lalu Li Feng membayar sesuai yang dia tawarkan.

__ADS_1


Pelelangan terus berlangsung hingga sesi kedua berakhir, namun tidak ada lagi yang diminati Li Feng dan kelima pelayannya.


"Untuk sesi ketiga, kita beristirahat sejenak, pelelangan akan kembali dilanjutkan beberapa saat lagi, mohon tuan tuan untuk tetap mengikuti pelelangan hingga selesai," ucap pembawa acara menjeda pelelangan.


"Aku sudah tidak sabar melihat reaksi semua orang saat buah buah abadi di lelang," ucap tetua pertama tersenyum.


"Benar tetua pertama, aku akan membuat para Patriak kesal," timpal tetua kedua yang juga tersenyum.


Di kamar nomor 10.


"Selidiki siapa yang berada dikamar nomor satu, jika bukan siapa siapa, singkirkan mereka setelah mereka meninggalkan kota!" perintah Mu Cheng yang sangat kesal, dia berusaha mendapatkan rumput jiwa darah, namun Li Feng dan tetua ketiga tidak memberinya wajah sama sekali.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


******


Maaf banget ya kak!!


Saya masih mengurusi pemakaman ayah jadi belum bisa fokus nulis.


Insya Allah akan update dalam waktu dekat.


Sekali lagi maaf🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2