
Tiga hari kemudian.
Li Feng dan kedua istrinya tiba dihutan tidak jauh dari kota, dengan tenang ketiganya mendekati gerbang kota, semua pasukan siaga saat melihat mereka, para pasukan berpikir jika Li Feng dan kedua istrinya kembali karena pasukan iblis sudah berada dekat dengan kota.
"Tuan muda, apa yang terjadi?" tetua Gun langsung keluar gerbang dan menyambut Li Feng dan kedua istrinya.
"Perintahkan murid sekte untuk kembali ke sekte! tidak akan ada serangan lagi." ucap Li Feng tersenyum, niat membunuh yang ada dalam dirinya sudah mampu dia tekan, sehingga Li Feng dapat bersikap ramah.
"Jangan bercanda tuan muda! saat ini kita menghadapi lereng besar." ucap tetua Gun mengerutkan kening.
"Maafkan aku terus Gun, aku tidak tahu harus memulainya dari mana, tapi yang jelas, tidak akan ada yang menyerang." jawab Li Feng yang masih tersenyum.
"Kamu pikir kamu siapa anak muda? jangan berkata sembarangan kamu!" salah satu patriak klan yang mendengar ucapan Li Feng, merasa Li Feng hanya omong kosong.
"Maaf! apa aku mengenalmu pak tua? dan apakah aku berbicara padamu? aku rasa tidak, kenapa kamu marah?" tanya Li Feng mengerutkan kening.
"Jika benar tidak ada serangan, apa yang membuat mu mengatakan hal seperti itu? apa kamu punya bukti?" tanya Patriak klan dengan nada yang tetap tidak enak di dengar.
"Maaf pak tua! jika aku boleh tahu, dengan siapa aku berbicara?" bukannya menjawab, Li Feng justru balik bertanya.
"Aku? apa kamu tidak mengenaliku sama sekali anak muda? aku Lu Shi Yang, Patriak klan Lu." ucap Lu Shi Yang dengan sedikit sombong.
"Ohh.. jadi kamu dari klan Lu? jaga sikap mu pak tua!" balas Li Feng yang masih tetap tenang.
"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan anak muda? datang datang bicara omong kosong, sekarang berani mengancam ku? apa aku terlihat takut?" ucap Patriak Lu menatap tajam.
"Tetua, boleh aku membunuh pak tua itu?" Li Feng tidak menghiraukan Patriak Lu dan bertanya pada tetua Gun.
"Mohon tuan muda mengampuni Patriak!" ucap tetua Gun khawatir, dia tahu patriak Lu sudah membuat marah Li Feng.
"Maafkan aku tetua! tapi aku tidak suka dengan pak tua itu." ucap Li Feng, lalu dengan santai dia berjalan kearah Patriak Lu, saat jarak mereka hanya satu meter, Li Feng berkata.
"Sebaiknya kamu minta maaf pak tua!" ucap Li Feng setelah berada dekat didepan Patriak Lu.
__ADS_1
"Aku? minta maaf? pada bocah sepertimu? apa kamu bercanda bocah? Hahaha.." tanya Patriak Lu menunjuk batang hidungnya.
Plaaak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Patriak Lu, lalu membuat Patriak Lu tersungkur dan mencium tanah, sontak membuat semua orang terkejut dengan apa yang terjadi, terutama adalah kelima jendral kekaisaran.
Tidak sampai disitu saja, Li Feng kembali mengangkat tubuh Patriak Lu dan membanting nya beberapa kali hingga Patriak Lu sudah seperti mainan untuk Li Feng.
"Hentikan anak muda!" seru salah satu jendral besar menghentikan Li Feng.
"Jika tidak ingin seperti pak tua bodoh ini, jangan ikut campur jendral! sebaiknya bawa pasukan kembali ke istana, pasukan iblis sudah aku habisi tanpa sisa." ucap Li Feng tanpa menoleh.
Saat mendengar Li Feng mengatakan semua pasukan iblis sudah dibantai tanpa sisa, kelima jendral besar, para Patriak, para tetua, prajurit istana, murid sekte dan klan yang berada disekitar terbelalak semua, dapat mereka dengan jelas apa yang katakan Li Feng.
"Tuan muda?" ucap tetua Gun memanggil, dia ingin kebenaran ucapan Li Feng.
"Aku tidak sedang bercanda tetua, aku rasa tetua sangat mengenal ku." balas Li Feng yang paham dengan panggilan itu.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, pulangkan saja murid sekte! tidak ada lagi serangan dari iblis," ucap lanjut Li Feng, lalu dia keluarkan raja iblis dari dunia jiwa.
"Apa?"
Sekali lagi semua orang terbelalak saat raja iblis Mo berada ditengah tengah mereka, apalagi raja iblis Mo muncul dengan kondisi yang sangat mengenaskan, selama berada di dunia jiwa, Jun Tong dan Xia Mo terus menghajar raja iblis Mo, sehingga rupa dan warna raja iblis Mo saat ini tidak memiliki rupa dan warna lagi.
"Tuan muda?" tetua Gun masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Dia raja iblis, apa kalian masih ragu?" tanya Li Feng tersenyum.
"Tidak tuan muda," jawab cepat tetua Gun.
"Ampun tuan muda!" ucap raja iblis memohon ampun pada Li Feng.
"Ampun katamu? kamu memohon ampun setelah membunuh guruku? bahkan aku cincang tubuhmu menjadi ribuan potongan pun aku belum puas, aku harus meratakan kerajaan mu di alam iblis baru aku puas, kamu tahu? aku tidak akan melepaskan keturunanmu, bahkan jiwa mereka juga akan aku bakar tanpa sisa," ucap Li Feng menatap tajam raja iblis Mo.
__ADS_1
"Ampun tuan muda! jangan bunuh keturunanku! aku akan menanggung semua hukuman dari tuan muda, tapi jangan bunuh keturunanku!" ucap raja iblis Mo berlutut didepan Li Feng.
"Tidak ada ampunan bagimu raja bodoh, apa kamu bisa menghidupkan kembali guruku? nyawa diganti nyawa, bahkan kamu telah membunuh tujuh sahabat ku di kekaisaran langit, apa kamu pikir aku akan melepas mu dan semua keturunan mu?"
"Tapi tenanglah! aku tidak akan membunuh mu sekarang, kamu akan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kerajaan dan semua iblis yang ada di alam kegelapan, musnah di tanganku." ucap Li Feng panjang kali lebar, tidak lupa dia menatap tajam dengan dan tersenyum menyeringai.
"Ampun tuan muda!" raja iblis Mo tidak tahu harus berkata apa, yang bisa dia lakukan hanyalah memohon ampun.
Whush..
Li Feng tidak peduli dan memasukkan kembali kedalam dunia jiwa, setelah memasukkan raja iblis Mo kedalam dunia jiwa, Li Feng menyapa tetua Gun dan menanyakan keberadaan Patriak Zhong, yang mana Patriak Zhong adalah Patriak sekte bangau putih, dari seminggu yang lalu, Li Feng tidak melihat keberadaannya.
"Maaf tetua! dimana patriak Zhong? dari sejak aku kesini, aku tidak melihat Patriak ada." tanya Li Feng tanpa menghiraukan semua orang yang masih tenggelam dalam lamunan mereka.
"Tuan muda, saat ini Patriak dalam masa pengasingan untuk meningkatkan kekuatan, karena itulah Patriak tidak berada disini." jawab tetua Gun menjelaskan.
Li Feng mengangguk paham, pantas saja Patriak Zhong tidak kelihatan, ternyata dalam pengasingan untuk meningkatkan kekuatan.
"Baiklah tetua, aku berpamitan pada tetua semua, sampaikan salam ku pada Patriak! jika ada waktu dimasa depan, aku akan mengunjungi sekte bangau putih." ucap Li Feng yang ingin melanjutkan perjalanan ke klan Xue.
"Gege?" ucap Ling Yun memanggil Li Feng, saat ini mata Ling Yun menangkap satu sosok yang selama ini mereka cari, yaitu Matriak klan Xue, yang tidak lain adalah Xue Ying.
Saat matanya menangkap sosok Matriak Xue, niat membunuh dari Ling Yun terasa sangat kuat oleh Li Feng dan orang orang disekitarnya.
"Akhirnya aku menemukanmu juga nenek peot." ucap Ling Ling yang juga sudah melihat Matriak Xue Ying.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1