Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Li Feng vs Tetua Pertama Sekte Langit


__ADS_3

"Baiklah jika saudara Li tetap ingin memiliki inti jiwa naga petir, aku memperingatkan saudara Li karena aku tahu saudara Li orang baik, dengan kekuatan yang saudara Li miliki, bisa saja saudara Li bersikap sombong, tapi tidak saudara Li lakukan itu," ucap tuan muda Guzhin menjelaskan alasan kenapa dia memperingatkan Li Feng.


"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih saudara Meng, jika saudara Meng tidak keberatan! bagaimana jika kita pergi bersama ke kota durian runtuh?" ucap Li Feng mencoba mengajak pergi bersama.


"Aku rasa itu lebih baik, justru dengan saudara Li dan kedua bawahan ikut bersama kami, keamanan akan semakin kuat, dan perjalanan pun lebih aman lagi," jawab tuan muda Guzhin mengangguk setuju.


Keduanya terus mengobrol, tidak berapa lama, pelayan tadi kembali bersama beberapa pelayan lain, lalu meletakkan pesanan Li Feng dan tuan muda Guzhin dimeja yang sama, sementara para pengawal mereka di meja lain.


Mereka semua kemudian makan dengan lahap, meski begitu, mereka makan dengan mengobrol ringan, sehingga suasana lebih hidup.


Tidak berapa lama, Li Feng dan tuan muda Guzhin menyelesaikan makan pagi mereka dan kembali ke kamar, karena tuan muda Guzhin masih menunggu 3 tetua dari sekte agung, dan ketiga tetua akan tiba dua hari kemudian.


Dua hari kemudian.


Ketiga tetua sekte agung yang ditunggu pun akhirnya datang, Li Feng dan tuan muda Guzhin, serta para pengawal mereka keluar dari penginapan dan pergi ke gerbang utara, dimana kota durian runtuh berada di utara.


Setelah melewati gerbang kota cukup jauh, kesembilan nya melayang di udara, mereka hanya bersembilan karena 7 murid sekte sudah kembali ke sekte saat ketiga tetua tiba, sehingga hanya mereka bersembilan saja.


*******


Di belakang Li Feng dan rombongan, lebih tepatnya di dalam kota apung.


Tuan muda Shinchan dan lima tetua sekte langit juga sudah bersiap meninggalkan penginapan, tuan muda Shinchan juga meminta tiga tetua dari ayahnya untuk ikut bersama ke kota durian runtuh.


Adapun tuan muda Shinchan menambah tetua sekte, dia ingin membalas rasa malu yang dia dapatkan dari tuan muda Guzhin beberapa hari yang lalu, tuan muda Shinchan masih tidak terima dipermalukan seperti itu.


"Bagaimana dengan tetua pertama dan tetua kedua?" tanya tuan muda Shinchan.


"Tetua pertama dan tertua kedua akan menyusul kita tuan muda," jawab salah satu tetua, yang tidak lain adalah tetua keenam.


"Baiklah, kita berangkat sekarang, mungkin saat ini bajingan Meng Guzhin sudah lebih dulu meninggalkan kota," ucap tuan muda Shinchan mengangguk.


Ternyata bukan hanya lima tetua saja yang dibawanya, tapi masih ada tetua pertama dan tetua kedua, mungkin dia sangat membenci tuan muda Guzhin, sehingga dia berencana membunuh tuan muda Guzhin, apalagi hubungan antara Sekte langit dan sekte agung sangat buruk.


"Baik tuan muda, jawab tetua ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh.


Keenam nya lalu keluar dari penginapan dan pergi ke gerbang utara, tuan muda Shinchan sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan tuan muda Guzhin untuk membalas rasa malu tempo hari.


*******


Di Sekte Agung.


"Maaf Patriak! tidak biasanya tuan muda meminta pengawalan seperti ini, aku rasa tuan muda memiliki masalah diluar," ucap tetua 8 berpendapat, karena memang tidak pernah tuan muda Guzhin membawa banyak tetua jika bepergian.


"Benar patriak, aku rasa tuan muda bukan hanya pergi ke pelelangan, tapi ada sesuatu lain yang membuat tuan muda meminta banyak tetua yang mengawal perjalanannya," timpal tetua kesepuluh.


"Hem.. aku juga berpikir seperti itu, aku tebak Zhin'er telah menyinggung seseorang diluar sana, atau bisa jadi dia bertemu dengan anak dari Patriak Gui," Meng Yifeng mengangguk setuju, dia juga menduga ada sesuatu yang tidak beres.


"Tetua kedelapan, tetua kesembilan dan tetua kesepuluh, tetua bertiga susullah Zhin'er kesana! tapi jangan menampakkan diri jika tidak terjadi sesuatu, sampaikan juga pada tetua pertama dan tertua kedua!" ucap lanjut Meng Yifeng, dia ingin memastikan keselamatan putranya, yaitu Meng Guzhin.


"Baik Patriak," jawab ketiga tetua serempak, lalu keluar meninggal aula pertemuan.


******


Waktu terus berlalu.

__ADS_1


Tak terasa dua minggu sudah Li Feng dan rombongan melakukan perjalanan ke kota durian runtuh, mereka juga sudah melewati kota kapur putih, dan seminggu lagi mereka akan tiba di kota durian runtuh.


Saat ini Li Feng dan rombongan beristrahat disebuah hutan untuk mengisi Qi mereka kembali, meski tidak memakan banyak Qi saat di perjalanan, tapi karena pelelangan masih 10 hari, Li Feng dan rombongan memutuskan untuk beristirahat.


Saat semua orang sedang memulihkan diri, tiba tiba mereka merasakan 8 aura yang mendekati mereka, lantas Li Feng dan rombongan menghentikan kultivasi mereka dan menunggu siapa yang mendekat.


Whush.. Whush.. Whush..


Tuan muda Shinchan dan tujuh tetua sekte langit muncul di depan mereka, tampak tuan muda Shinchan tersenyum menyeringai.


"Kita bertemu lagi tuan muda Guzhin," ucap santai tuan muda Shinchan.


"Kenapa nasibku selalu buruk? lagi lagi aku bertemu dengan anjing tanpa taring, apes betul nasibku," balas santai tuan muda Guzhin menggeleng kepala.


Seketika wajah tuan muda Shinchan memerah karena marah, lagi lagi tuan muda Guzhin menyebutnya anjing, apalagi dia disebut anjing tanpa taring, hal itu membuat tuan muda Shinchan sangat murka.


"Jaga ucapan mu tuan muda Guzhin! atau?" ucapan tuan muda Shinchan terpotong.


"Atau apa? apa yang bisa dilakukan oleh anjing tanpa taring? bisanya menggonggong, tapi bersembunyi dibawah ketiak para pelayan nya," potong tuan muda Guzhin yang masih tetap tenang.


"Bajingan, akan ku bungkam mulut mu itu," tuan muda Shinchan tidak tahan lagi karena terus di ejek tuan muda Guzhin.


Whush..


Tuan muda Shinchan melesat kearah tuan muda Guzhin dengan kemarahan yang tidak dapat dibendung, tuan muda Shinchan melesat dengan melepaskan serangan tinju dewa.


Namun sebelum serangan tinju dewa mengenai tuan muda Guzhin, sudah lebih dulu Li Feng melepaskan tapak suci dan menahan tinju dewa.


Boom..


Ledakan menggema saat tapak suci dan tinju dewa beradu, lalu melempar tuan muda Shinchan puluhan meter kebelakang.


"Siapa kamu? jangan ikut campur urusan ku!" tanya tuan muda Shinchan menatap tajam Li Feng.


Kultivasi tuan muda Shinchan bisa dibilang cukup jenius, di usia yang baru 750 tahun, tuan muda Shinchan sudah memiliki basis kultivasi tingkat abadi bintang 4 tahap puncak, mungkin karena dukungan sumber daya dari ayahnya.


"Aku? kenalkan, aahh lupa, kenapa juga aku mengenalkan nama pada seekor anjing?" ucap Li Feng menepuk jidat.


"Tuan muda, biarkan kami yang memberi mereka pelajaran," ucap tetua pertama sekte langit, karena sebagai tetua pertama, kekuatan tetua juga tidak kaleng kaleng, dimana dia memiliki basis kultivasi tingkat abadi bintang 6 tahap menengah.


"Habisi mereka! buat pemuda itu bertekuk lutut didepan ku! aku yang membunuhnya," seru tuan muda Shinchan memberi perintah.


"Baik tuan muda," jawab tetua pertama.


"Apa kalian tidak menganggap kami ada?" ucap tetua ketiga sekte agung dengan datar, sedari tadi mereka masih diam, tapi kali ini tidak lagi.


"Keluarkan semua kemampuan mu tetua ketiga! aku ingin tahu sehebat apa kamu," balas tetua pertama sekte langit.


"Aku rasa lawan mu adalah aku, tapi jika kamu terlalu takut untuk melawan ku, sebaiknya kamu pulang saja pak tua!" timpal Li Feng tersenyum sinis.


Tetua pertama sekte langit jadi geram, sedari tadi dia tidak menganggap Li Feng, tapi dengan beraninya Li Feng menantang untuk bertarung.


"Kamu bukan lawan ku bocah," balas tetua pertama sekte langit menatap tajam.


"Benarkah? aku penasaran dengan itu, bagaimana jika kita membuat taruhan pak tua?" balas Li Feng tersenyum, entah apa yang ada dikepala Li Feng.

__ADS_1


"Taruhan seperti apa yang kamu maksudkan anak muda? jangan mencoba membodohi ku!" tanya tetua pertama sekte langit.


"Sederhana saja, kalian satu persatu bertarung dengan ku! jika aku kalah, kalian boleh penggal kepala ku, tapi jika kalian kalah, kalian harus menjadi pelayan ku, bagaimana?" jawab Li Feng menjelaskan taruhan yang dimaksud.


"Aku? kalah darimu? apa kamu bercanda? Hahaha.." tetua pertama sekte langit tidak percaya harus bertarung dengan Li Feng, apalagi kalah darinya.


"Bilang saja kalau takut! tidak perlu gengsi!" balas Li Feng santai.


"Baik, jika bertukar 3 serangan, jika aku kalah, aku akan menjadi pelayan mu, tapi jika kamu kalah, mereka semua harus mati, bagaimana?" ucap tetua pertama setuju dan membuat syarat.


"Baik aku setuju," jawab Li Feng tanpa pikir panjang.


"Saudara Li, apa yang saudara katakan?" tuan muda Guzhin kesal dengan persetujuan Li Feng tanpa bertanya lebih dulu.


"Tenanglah saudara Meng! tidak akan terjadi apa apa pada saudara Meng dan lainnya," ucap Li Feng tersenyum.


"Lalu bagaimana dengan kalian? apa kalian setuju? atau kalian hanya kumpulan anjing tanpa taring yang hanya bisa menggonggong juga?" ucap lanjut Li Feng bertanya pada 4 tetua sekte langit lainnya.


Li Feng dapat percaya diri mengalahkan mereka semua, tapi dengan syarat satu persatu yang melawannya, meski kultivasi mereka berada di tingkat abadi bintang 6 tahap menengah, Li Feng yakin bisa mengalahkan mereka jika bertarung satu lawan satu.


"Tutup mulutmu bocah! jangan terlalu memandang tinggi dirimu!" ucap tetua kedua dengan kesal.


"Tidak usah bertele tele! jika takut, sebaiknya ganti jenis kelamin saja, memalukan," balas Li Feng mengejek mereka.


"Bajingan, aku terima tantangan mu, dan aku yang melawan mu pertama kali," ucap tetua ketiga yang sudah tidak bisa menahan diri.


"Tinju Dewa."


Sebuah tinju muncul dari ruang hampa setelah tetua ketiga mengumpul energi biru dan membentuknya.


Whush..


Tinju dewa melesat kearah Li Feng dengan kecepatan tinggi.


Disisi Sebrang.


"Tapak Dewa." seru Li Feng, lalu membuat gerakan tangan dan sebuah tapak terbentuk dari energi cahaya biru.


Whush..


Tapak Dewa melesat kearah tetua pertama saat Li Feng mengayunkan tangannya.


"Buat perisai!" seru tetua keempat sekte agung, lalu mereka membuat perisai agar ledakan tidak merembes kemana mana.


Booooomm..


Ledakan yang sangat besar menggema di tengah hutan, lalu mengguncang hutan dengan hebat, perisai yang dibuat para tetua dari kedua sekte juga bergetar hebat.


Whush.. Whush..


Tetua pertama sekte langit terpental ke belakang puluhan meter dan menabrak perisai dengan keras, sementara Li Feng hanya terdorong mundur beberapa langkah saja.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2