Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Lagi Lagi Tuan Muda


__ADS_3

Ling Ling pun dengan malu malu berdiri dari kursinya, Ling Ling kemudian membawa Li Feng berkeliling istana, meski begitu, tidak ada yang membuka suara, keduanya diam seribu bahasa, setelah cukup lama saling diam diaman seperti orang yang main petak umpet, Li Feng membuka suara untuk mengusir rasa canggung diantara keduanya.


"aku tidak menyangka kekaisaran Han memiliki tuan putri secantik putri," ucap Li Feng membuka suara, tapi apa yang diucapkan Li Feng itu seketika membuat kawah Ling Ling semakin memerah, Ling Ling merasa seperti di udara karena dipuji cantik.


"ahh pangeran, pangeran terlalu memuji," balas Ling Ling dengan wajah bersemu merah seperti kepiting rebus.


"aku serius putri, aku tidak tahu ini pujian atau apa, tapi putri memang cantik, pasti banyak tuan muda bangsawan dan juga sekte besar yang menyukai putri," balas Li Feng, ucap Li Feng itu membuat bawah Ling Ling semakin memerah.


"bagaimana jika kita jalan jalan di ibukota pangeran?" balas Ling Ling yang mencoba mengalihkan topik.


Li Feng tidak langsung menjawab, dia tampak berpikir sebentar, setelah berpikir beberapa saat, Li Feng menganggukkan kepalanya dan berkata.


"baiklah putri, tapi apa tidak ada yang akan marah jika aku jalan bersama putri?" goda Li Feng.


"tidak ada yang marah pangeran, memang banyak tuan muda yang sudah melamar ku, tapi aku tidak menyukai mereka, bukannya aku sombong, hanya saja para tuan muda itu terlalu menyombongkan diri dengan status mereka," jawab Ling Ling.


Li Feng menganggukkan kepalanya, dia juga tahu betul bagaimana sikap tuan muda sekte besar dan juga klan besar, karena dia sendiri sudah berulang kali berurusan dengan tuan muda seperti itu.


"jika begitu, mati kita jalan jalan di ibukota!" balas Li Feng.


Li Feng dan Ling Ling pun keluar istana, sesampainya mereka diluar istana, keduanya pergi ke pusat kota, sepanjang jalan, Li Feng dibuat kagum dengan suasana ibukota yang sangat ramai dengan penduduk kota, kultivator bebas dan juga para pedagang yang menjajakan dagangan mereka.


ketika Li Feng mengajak Ling Ling kesebuah toko pakaian, lagi lagi ada pengganggu yang mengganggu mereka, yang tidak lain adalah tuan muda sekte seribu pedang.


"salam tuan putri," ucap tuan muda sekte seribu pedang, atau biasa dipanggil tuan muda Shin.


sekte seribu pedang adalah salah satu dari sekte besar yang berada di kekaisaran Han, tapi jika berdasarkan kekuatan, sekte seribu pedang masih unggul dari sekte matahari, yang mana Patriak sekte nya dibuat menderita oleh Li Feng.


"salam tuan muda Shin," balas Ling Ling.


"kenapa tuan putri jalan jalan dengan sampah ini? bagaimana jika aku menemani tuan putri?" ucap taun muda Shin memandang rendah Li Feng.


Ling Ling yang mendengar tuan muda Shin merendahkan Li Feng pun tersenyum dan menggeleng kepala, seorang pangeran dan juga merupakan pahlawan dianggap rendahkan oleh seorang tuan muda yang hanya bersembunyi dibalik nama besar sekte dan ayah nya.


"maafkan aku tuan muda Shin, tapi aku sudah ada yang temani," balas Ling Ling menolak.


"apa tuan putri menolak ku hanya karena sampah ini?" tanya tuan muda Shin menatap sinis Li Feng.

__ADS_1


"maaf taun muda Shin, aku rasa tuan muda Shin salah besar," balas Ling Ling yang terpotong oleh Li Feng.


"tidak usah mengurusi tuan muda bodoh ini putri, ayo kita masuk kedalam," potong Li Feng.


tuan muda Shin yang mendengar Li Feng menyebutnya tuan muda bodoh pun jadi naik pitam, baru kali ini ada yang berani menghinanya, apalagi didepan wanita yang dia sukai.


"bajingan kamu sampah, kamu bilang aku bodoh? apa kamu sudah bosan hidup hah?" bentak tuan muda Shin yang sudah naik pitam.


"aku rasa yang sudah bosan hidup itu kamu," balas Li Feng santai.


"bajingan, rupa rupanya kamu sudah bosan hidup, cepat hajar dia!" ucap tuan muda Shin, tidak lupa dia juga memerintahkan 4 pengawalnya untuk menghajar Li Feng.


"baik tuan muda," jawab 4 pria paruh baya yang mengawal tuan muda Shin, lalu mereka bergerak ingin menghajar Li Feng.


tapi belum juga langkah mereka sebanyak 3 langkah, sudah lebih dulu Li Feng kirim mereka terbang jauh ke belakang dengan tamparan darinya.


Plaaaak Plaaaak Plaaaak Plaaaak..


terdengar 4 kali tamparan di pipi kiri keempat pria paruh baya itu, lalu mengirim mereka terbang beberapa pulih meter ke belakang.


"apa?"


saat ini tubuh tuan muda Shin sudah gemetar, kini dia tahu siapa yang dia singgung, meski begitu, tuan muda Shin masih mencoba untuk mengancam Li Feng dengan nama besar ayah dan juga sektenya.


"jika kamu menyakiti ku, maka ayah ku dan sekte seribu pedang tidak akan melepaskan mu," ancam tuan muda Shin.


"benarkah? aku menunggu hari itu tiba," balas Li Feng, lalu dia menampar tuan muda Shin.


Plaaaak..


sebuah tamparan melayang dipipi kiri tuan muda Shin dan melemparnya hingga puluhan meter kebelakang,


"Aaaaaaarrg,"


teriak tuan muda Shin yang dikirim terbang dengan tamparan Li Feng, bahkan giginya copot hingga tersisa 2 buah saja.


Li Feng tidak ingin melepaskan tuan muda Shin begitu saja, dia menoleh pada Ling Ling dan berkata.

__ADS_1


"tuan putri tunggu sebentar, aku masih belum selesai dengan tuan muda bodoh itu," ucap Li Feng, lalu dengan santai dia berjalan ke arah tuan muda Shin.


Plaaaak..


sekali lagi Li Feng menampar pipi tuan muda Shin, tapi kali ini Li Feng menampar pipi kanan, sehingga semua gigi tuan muda Shin copot, mulut tuan muda Shin semakin mengeluarkan darah.


"Aaaaaaarrg,"


teriak tuan muda Shin disaat ditampar yang kedua kali oleh Li Feng.


keempat tetua yang mengawal tuan muda Shin juga sudah ketakutan, meski begitu, salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah giok jiwa dan memecahkan nya, tetua itu memanggil bantuan dari sekte seribu pedang.


semua orang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Li Feng itu, banyak yang menyayangkan Li Feng karena sudah menyinggung sekte seribu pedang.


"mari putri!" ucap Li Feng mengajak Ling Ling masuk kedalam toko pakaian, sedikit pun Li Feng tidak menghiraukan bisik bisik tetangga para penduduk kota dan kultivator yang menyayangkan dan mengasihani dirinya.


andai saja para penduduk kota dan juga kultivator bebas itu berada dipertempuran melawan siluman, yang terjadi adalah tuan muda Shin dan sekte seribu pedang yang dikasihani, sebab sudah salah menyinggung orang.


"pangeran, aku khawatir Patriak Wu Ming akan membuat perhitungan dengan pangeran," Ling Ling tidak bisa menutupi rasa kekhawatiran nya terhadap Li Feng.


"putri tidak perlu khawatir, jika mereka menggangguku, dengan senang hati aku akan membuat mereka menyesal," balas santai Li Feng.


"tapi pangeran!" ucap Ling Ling yang memang merasa khawatir.


"tenanglah putri! tidak akan terjadi apa apa padaku, percayalah!" balas Li Feng meyakinkan Ling Ling.


"baiklah," balas Ling Ling, lalu keduanya masuk kedalam toko pakaian, sementara para pelayan toko masih berdiri didepan toko sambil melihat tuan muda Shin yang sangat menyedihkan itu.


"nona?" panggil Li Feng mengagetkan para pelayan toko yang masih terbengong didepan toko.


"Eeh iya, maaf tuan!" balas salah satu pelayan yang tersadar.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2