Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Membebaskan Kota Teratai


__ADS_3

Empat hari kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama empat hari, Li Feng tiba ditempat pembantaian yang dia lakukan seminggu yang lalu, Li Feng teringat jika cincin penyimpanan para tetua dan murid sekte belum dia ambil.


Li Feng kemudian bergerak zig zag dan mengambil semua cincin penyimpanan mereka, selesai mengambil cincin penyimpanan para tetua dan murid sekte beruang hitam, Li Feng kembali melesat dan melanjutkan perjalanan nya.


Tiga hari kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari, Li Feng akhirnya sampai didepan gerbang kota perak, tampak kota perak sudah normal seperti biasa, para penduduk, kultivator bebas dan para pedagang sudah melakukan aktifitas tanpa ada tekanan lagi.


Tidak butuh waktu lama bagi Li Feng untuk sampai di istana kota, tampak puing puing istana kota sudah tidak ada lagi, semua sudah dibersihkan, yang ada hanya tanah lapang tanpa ada bangunan, bahkan tembok yang melindungi istana juga dibongkar semua.


Di tanah lapang itu, Li Feng melihat seorang pria paruh baya berdiri sendirian, Li Feng lalu menghampiri pria paruh baya yang berdiri itu.


"Maaf tuan! kenapa tuan berada disini?" tanya Li Feng ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


Pria paruh baya membalikkan badannya dan menoleh pada Li Feng, untuk sejenak, pria paruh baya menatap Li Feng dari bawah sampai atas, merasakan tidak ada niat buruk, pria paruh baya berkata.


"Aku sedang menunggu seorang kultivator yang menghancurkan istana ini, kultivator itu berkata jika dia akan kembali untuk membangun istana ini kembali," jawab pria paruh baya.


"Kultivator itu sudah kembali tuan, akulah kultivator itu," ucap Li Feng tersenyum dan menangkupkan tangannya.


Pria sepuh sekali lagi menatap Li Feng, dia mencoba mengenali sosok Li Feng, tapi karena saat itu Li Feng mengenakan topeng, jadi dia tidak bisa mengenali sosok Li Feng.


"Maaf tuan, jangan bercanda padaku!" ucap pria paruh baya.


"Gunakan uang ini untuk membangun kembali istana! aku tidak akan mengingkari janjiku," ucap Li Feng tersenyum, lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan, yang mana cincin penyimpanan hasil jarahan dari sekte beruang hitam, dan para tetua serta murid nya.


"Tuan tidak sedang bercanda tuan," jawab Li Feng menggeleng kepala.


Pria paruh baya mengambil cincin penyimpanan dan memeriksa isinya, begitu dia melihat isi cincin penyimpanan, mata nya melotot dan hampir melompat keluar, dimana jumlah uang yang ada berjumlah lebih dari tiga juta batu roh tingkat tinggi.


"Terlalu banyak tuan," ucap pria paruh baya tidak percaya.


"Gunakan saja uang itu tuan! aku percaya tuan bisa menggunakan uang itu dengan baik, jika istana sudah kembali berdiri, pilihlah orang yang dapat dipercaya untuk menjadi tuan kota!" balas Li Feng tersenyum.


"Tapi tuan," ucap pria paruh baya ragu.


"Aku akan pergi ke kota teratai, masih ada kota teratai yang belum bebas, masalah sekte beruang hitam, sekte itu sudah hilang dari peta kekaisaran agung ini," balas Li Feng.


Setelah mengobrol sebentar, Li Feng keluar kota dan melanjutkan perjalanan nya ke kota teratai, setelah keluar dari kota, Li Feng melayang di udara dan melesat dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


*******


Ditempat lain.


Lebih tepatnya di istana kota teratai, saat ini kelima tetua tingkat tinggi sekte beruang hitam sangat ketakutan, mereka sudah mendapat kabar atas kehancuran sekte mereka.


"Apa yang harus kita lakukan saudara Yang?" tanya salah satu tetua dengan ketakutan.


"Siapkan semua pasukan didepan gerbang! jangan biarkan satu pun masuk atau keluar dari kota!" balas tetua Yang.


"Sebaiknya kita melarikan diri, jika patriak saja tidak bisa melawannya, bagaimana dengan kita?" balas yang lain, dia lebih ketakutan lagi.


"Aku setuju dengan saudara Zeng, sebaiknya kita tinggalkan kota ini," timpal tetua yang lain.


"Lalu bagaimana dengan pasukan? tidak mungkin kita tinggalkan mereka," tanya tetua Yang.


"Tapi jika kita membawa mereka, perjalanan kita akan terhambat, dan juga, kita harus mempunyai tempat untuk dituju," balas tetua Zeng.


Kelima tetua terus berdiskusi langkah apa yang. harus diambil, tetap tinggal artinya mati, jika pergi, sementara banyak murid sekte yang menjadi pasukan mereka.


"Aku tidak ingin menjadi pengecut, jika kalian ingin pergi, aku tidak melarang, aku akan tetap bertahan di kota ini," ucap tetua Yang yang ingin tetap berada didalam kota.


********


Tanpa terasa, Li Feng sudah melakukan perjalanan selama sepulu hari, saat ini Li Feng sudah berada tepat didepan kota teratai, dapat Li Feng lihat dengan jelas, dimana kota teratai saat ini ditutup rapat rapat.


Dari jauh.


Li Feng dapat melihat dengan jelas, dimana ada ribuan murid sekte beruang hitam yang berdiri diatas tembok kota, semua murid sekte dalam siaga satu.


"Jadi kalian sudah menungguku? baiklah, dengan senang hati aku akan membantai kalian," Li Feng yang berada diluar kota, mengalirkan Qi nya ke mulut dan berseru lantang.


Whush... Whush.. Whush..


Ribuan tapak bayangan melesat kearah murid sekte dengan kecepatan tinggi, selain ribuan tapak, ada juga ribuan pedang yang juga melesat dengan kecepatan tinggi.


Slash Slash Slash


Boom Boom Boom..


Sayatan pedang dan tubuh meledak secara beruntun dari atas benteng, dalam sekali serang, Li Feng membunuh hampir setengah dari murid sekte.

__ADS_1


Whush..


Li Feng melesat kearah gerbang kota, lalu dia mulai melakukan pembantaian terhadap murid sekte, hanya dalam hitungan menit, tidak ada murid sekte beruang hitam yang tersisa, semua dibantai habis tanpa sisa.


Setelah melakukan pembantaian, Li Feng merasa ada yang aneh, dia tidak menemukan adanya tetua yang memimpin murid murid sekte, dia lalu mengedarkan aura spiritual untuk mencari keberadaan para tetua sekte.


"Jadi kalian menyuruh murid kalian menungguku disini, sementara kalian bersantai di istana kota? tidak pantas disebut tetua," gumam Li Feng yang merasakan keberadaan kelima tetua di istana kota.


Whush..


Li Feng melesat kedalam kota, lebih tepatnya, dia pergi ke istana kota, menit kemudian, Li Feng sudah berada diatas istana kota.


"Keluar atau aku hancurkan kalian bersama istana?" seru Li Feng dari atas istana kota.


Melihat tidak ada respon dari bawah, Li Feng melesat turun, lalu dia berjalan kearah kelima tetua, yang mana saat ini kelimanya berada di aula pertemuan, entah apa yang mereka lakukan disana.


"Apa kalian sudah pasrah?" Li Feng yang masih berada diluar aula, dia berjalan sambil berkata.


"Braaak,"


Suara pintu menggema saat Li Feng menendang pintu aula, lalu masuk kedalam, kelima tetua itu tampak tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


Tidak mendapat balasan, Li Feng tidak berpikir panjang dan langsung menghabisi kelima tetua sekte, kelimanya tidak bergerak sedikitpun dari tempat mereka.


Setelah membunuh kelima tetua, Li Feng mengambil cincin penyimpanan mereka, lalu perintahkan pada beberapa pelayan untuk mengurus mayat mereka.


Li Feng juga mengatakan pada mereka untuk membuat pengumuman jika kota teratai sudah aman, tidak ada lagi tekanan dari sekte beruang hitam, para pelayan dengan patuh mengangguk.


Selesai memberi arahan, Li Feng keluar dari istana dan meninggalkan kota teratai, lalu dia melesat kearah selatan.


Seminggu kemudian.


Li Feng sampai didepan sebuah kota lagi, kota itu adalah kota bulan, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng masuk kedalam kota dengan melenggang.


Tidak jauh kedalam kota, Li Feng menemukan sebuah penginapan, lalu masuk dan memesan kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap, Li Feng naik ke kamarnya.


Didalam kamar, Li Feng pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng naik keatas kasur, lalu duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi spiritual menunggu pagi.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...


__ADS_2