
"Mari kita cari penginapan!" ucap Li Feng mengajak rombongan.
keempatnya pun pergi mencari penginapan, tidak jauh masuk kedalam kota, Li Feng dan rombongan menemukan sebuah penginapan, lalu Li Feng memesan 4 kamar untuk mereka.
setelah memesan dan membayar biaya inap, Li Feng dan rombongan naik ke kamar mereka masing masing.
keesokan harinya, Li Feng dan ketiga lainnya keluar penginapan dan melanjutkan perjalanan mereka ke hutan hitam, setelah keluar dari kota, keempatnya melayang di udara dan kembali melesat ke selatan.
Seminggu kemudian.
setelah melayang di udara selama seminggu, akhirnya Li Feng dan ketiga lainnya sampai dibagian luar hutan hitam, dapat mereka rasakan aura yang sangat mendominasi yang berasal dari dalam hutan hitam itu.
"aura disini sangat mengerikan," gumam Li Feng yang merasakan aura yang sangat kuat dan mendominasi yang berasal dari dalam hutan hitam.
"aura disini sangat mengerikan," ucap Mo Feng yang juga merasakan aura mengerikan itu.
"benar saudara Mo Feng, aku juga merasakannya," balas Mei Shin.
"bagaimana saudara Qian? apa kita masuk kedalam?" tanya Shupeng dengan bergidik ngeri.
"benar saudara Shupeng, kita harus bisa menaklukkan rasa takut kita, jangan biarkan rasa takut itu menguasai diri kita, kita harus masuk dan menaklukkan rasa takut itu," jawab Li Feng yang paham jika mereka bertiga ketakutan.
"tapi saudara Qian," ucap Mei Shin ragu.
"tidak akan terjadi apa apa saudari Mei Shin," potong Li Feng cepat.
"mari kita masuk kedalam," ucap lanjut Li Feng, lalu dia memimpin masuk kedalam.
semakin masuk kedalam, aura kuat dan penuh penindasan itu semakin dirasakan, bahkan Li Feng sendiri menjadi bergidik dengan aura itu.
"aura ini sangat mengerikan," gumam Li Feng yang merasakan aura penindasan itu.
2 jam kemudian.
Setelah dua jam masuk kedalam hutan hitam, Li Feng dan rombongan menemukan sebuah tembok besar, tinggi tembok itu 15 meter.
"kenapa ada tembok disini? apa ini bekas sebuah kota kecil?" tanya Qin Fan penasaran.
"benar saudara Qian, ini adalah bekas kota Tio, kota Tio ditinggalkan karena diserang oleh hewan buas, jadi ya seperti ini sekarang keadaan kota Tio," jawab Shupeng menjelaskan.
"tidak heran kota ini menjadi seperti ini," balas Li Feng.
"baiklah, mari kita lihat apa yang ada didalam kota itu!" ucap lanjut Li Feng, lalu dia kembali memimpin kelompok untuk mendekati bekas kota Tio itu.
sambil terus bergerak, Li Feng dan rombongannya terus mengitari pandangan mereka untuk memastikan tidak ada hewan buas.
setelah berada sangat dekat dengan tembok kota, Li Feng kembali berhenti, dia tidak ingin gegabah dengan masuk begitu saja kedalam kota yang sudah hancur itu.
__ADS_1
setelah berhenti, Li Feng mengedarkan aura spiritual untuk mencari tahu keberadaan hewan buas yang ada didalam.
"apa?"
Li Feng terkejut disaat dia merasakan lima sosok hewan buas yang memiliki kekuatan yang setara dengan kultivator dewa giok tahap puncak, sementara satunya tidak dapat Li Feng tahu tingkat kultivasi nya.
selain keenam sosok itu, Li Feng juga merasakan 20 sosok yang memiliki kekuatan dewa emas, ratusan sosok memiliki kekuatan dewa perak, serta ribuan lainnya memiliki kekuatan setengah abadi hingga dewa perunggu.
"ada apa saudara Qian?" melihat keterkejutan Li Feng, Shupeng tidak bisa untuk tidak bertanya.
"tidak apa apa saudara Shupeng, kita cari jalan lain saja!" jawab Li Feng tidak ingin memberitahu mereka.
ketika mereka berbalik, "mau lari kemana kalian?" tiba tiba sebuah suara yang berdiri depan mereka.
rupanya sedari tadi Li Feng dan ketiga lainnya sudah diketahui kedatangan mereka, hanya saja lebih dari 10 hewan buas itu hanya diam, kekuatan mereka juga tidak bisa Li Feng maupun ketiga lainnya tidak bisa hadapi.
pasalnya, 2 dari mereka memiliki kekuatan dewa emas tahap puncak, sementara 15 lainnya memiliki kekuatan dewa perak tahap menengah hingga tahap perak tahap puncak.
"maafkan kami tuan harimau! kami hanyalah sekelompok anak muda yang tersesat disini," jawab Li Feng ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangan dengan hormat.
"apa kamu pikir aku akan percaya begitu saja? naif!" balas hewan buas jenis harimau yang berbicara pada Li Feng.
"aku tidak sedang berbohong tuan harimau, apa tuan harimau yakin kami berani kesini jika bukan karena tersesat? apalagi dengan kekuatan yang kami miliki ini" balas Li Feng berbohong.
"tidak ada yang lolos setelah masuk kesini anak muda, tidak ada alasan, cepat tangkap mereka!" balas harimau memberi perintah.
"saudara Qian?" panggil Mei Shin ketakutan.
"tidak apa apa saudari Mei, kita tidak punya pilihan lain, jangan melawan!" balas Li Feng.
akhirnya Li Feng dan ketiga lainnya pun di tangkap, lalu mereka dibawa kedalam kota yang sudah porak poranda itu.
beberapa saat kemudian, mereka sampai di pusat kota, atau lebih tepatnya di alun alun kota, disana, Li Feng, Shupeng, Mo Feng dan Mei Shin melihat ada hampir 10 ribu hewan buas dari berbagai jenis dan tingkat kultivasi.
semua hewan buas itu bersorak gembira melihat Li Feng dan rombongannya ditangkap, melihat kegembiraan mereka, Mei Shin semakin ketakutan, tubuhnya bahkan gemetar.
tidak lama kemudian, keempatnya di bawa kehadapan raja mereka, yang tidak lain adalah hewan buas jenis harimau, tinggi harimau itu lebih tinggi dari sebelumnya, karena tinggi harimau itu hampir sejajar dengan tinggi kera api yang merupakan salah satu jendral nya, yaitu 25 meter.
jika hewan buas lain hanya memiliki tinggi 15-20 meter, harimau yang merupakan raja itu memiliki tinggi 25 meter, kekuatan yang dia miliki juga tidak ada satupun kultivator dunia luar yang bisa menandingi nya, kekuatan harimau itu berada di ranah raja dewa bintang 5.
"lapor yang mulia, kami menangkap keempat pemuda pemudi ini diluar tembok kota," ucap hewan buas yang jenis singa yang menangkap Li Feng dan rombongan nya.
"bagus komandan Shi, lanjutkan tugas mu untuk patroli! pastikan tidak ada satupun ras dewa dan elf yang berada di wilayah kita!" balas harimau yang merupakan raja mereka.
"baik yang mulia," jawab hewan buas jenis singa, yang tidak lain adalah komandan Shi.
"katakan padaku apa tujuan kalian masuk kehutan hitam?" tanya sang raja dengan sorot mata yang tajam.
__ADS_1
"maafkan kami tuan harimau, aku dan teman teman ku tersesat dihutan ini," jawab Li Feng berbohong.
"apa kamu pikir aku akan percaya begitu saja dewa bodoh?" bentak sang raja harimau.
ketika Li Feng ingin membuat alasan lagi, suara Long Bai terdengar dikepala Li Feng.
"tuan, aku merasakan aura yang tidak asing bagi ku, mohon tuan keluarkan aku dari cincin penyimpanan!" suara Long Bai terdengar ditelinga Li Feng.
"apa kamu yakin Long Bai?" tanya Li Feng berbicara melalui telepati.
"aku yakin tuan, suara itu milik Jun Tong, salah satu jendral bawahan ku dulu." jawab Long Bai serius.
"maaf tuan harimau, apa benar tuan harimau bernama Jun Tong?" Li Feng langsung bertanya setelah mendengar nama yang disebutkan Long Bai, Li Feng tidak ingin mengeluarkan Long Bai dari cincin penyimpanan, atau lebih tepatnya dari pedang naga emas.
sang harimau yang mendengar namanya disebut pun tidak bisa untuk tidak terkejut, dia bahkan sampai langsung berubah menjadi sosok pria paruh baya.
"siapa kamu? kenapa kamu tahu namaku?" tanya harimau dalam sosok pria paruh baya yang sangat terkejut.
"jadi benar tuan harimau adalah Jun Tong? salah satu jendral bawahan yang dimiliki Long Bai?" bukannya menjawab, justru Li Feng kembali bertanya.
"siapa kamu? kenapa kamu tahu namaku dan juga mengenal jendral Bai? cepat jawab atau aku akan mencabik cabik mu anak muda!" seru Jun Tong dengan sorot mata yang tajam.
"aku Li Feng tuan Jun Tong, tuan dari Long Bai," jawab Li Feng, lalu dia mengeluarkan pedang naga emas dari cincin penyimpanan.
Whush..
sosok Long Bai juga keluar dari pedang naga emas dengan ukuran yang yang sama besarnya dengan Li Feng.
"kita bertemu lagi Jun Tong," ucap Long Bai tersenyum kearah Jun Tong.
melihat dan mendengar sosok yang dia kenal, Jun Tong langsung berlutut didepan Long Bai dan berkata.
"Jun Tong memberi hormat pada jendral besar Bai," ucap Jun Tong berlutut.
tentu saja apa yang dilakukan Jun Tong itu membuat semua hewan buas yang berada disitu sangat terkejut.
raja yang selama ini mereka kenal sangat kejam dan tidak pilih kasih, kini berlutut didepan seekor naga kecil sebagai penghormatan.
"bangunlah Jun Tong! aku sudah bukan jendral lagi," ucap ramah Jun Tong.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1