
Setelah membuat rumah baru bagi lebah perak, Li Feng kembali keluar dari dunia jiwa, lalu dia keluar dari dalam goa, sesampainya diluar, Li Feng melihat keempat hewan buas itu sudah sekarat dan hampir mati, dia pun membiarkan keempat hewan buas itu dan pergi meninggalkan mereka.
5 hari kemudian.
Li Feng menemukan sebuah kota, Li Feng lalu mendarat tidak jauh dari kota, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki, tidak berselang lama, Li Feng sampai didepan gerbang dan ikut mengantri, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng masuk kedalam.
namun ketika berada didalam kota, Li Feng melihat ada banyak prajurit kota yang masuk ke salah satu penginapan, entah apa yang dilakukan para prajurit kota itu.
Li Feng pun mencoba mendekati penginapan itu untuk mencari tahu apa yang terjadi, tidak lama kemudian, Li Feng sampai di depan penginapan, lalu dia bertanya pada salah satu prajurit kota.
"maaf tuan! kenapa banyak sekali prajurit disini?" tanya Li Feng penasaran.
"kekaisaran ini diserang oleh siluman tuan muda, sudah banyak jatuh korban dari pasukan istana, sehingga yang mulia kaisar memberi perintah untuk merekrut kultivator bebas agar membantu pihak istana," jawab prajurit.
"siluman menyerang? sejak kapan tuan?" tanya Li Feng terkejut.
"sejak 2 hari yang lalu tuan muda, saat ini otoritas kota kota yang berada di perbatasan sudah berusaha menahan mereka, tapi karena kekuatan para siluman itu sangat kuat, sehingga mereka mampu menghancurkan beberapa kota yang ada di perbatasan," jawab prajurit lagi.
"dimana para siluman itu?" tanya Li Feng.
"mereka berada di wilayah selatan, saat ini mereka sudah berhasil menguasai 3 kota, jika tidak segera menangani mereka, mungkin kekaisaran ini akan runtuh dalam waktu dekat," ucap prajurit.
"terima kasih informasinya tuan," ucap Li Feng ramah, lalu dia pergi ke gerbang selatan.
Li Feng ingin terlibat karena jika kekaisaran Han dimusnahkan, maka akan merembes ke Kekaisaran lainnya, salah satunya kekaisaran Ming, jadi Li Feng tidak mau mengambil resiko dengan duduk berpangku tangan saja.
******
Disebuah ruangan.
"bagaimana ketua? apa kita ikut membantu pihak istana untuk melawan para siluman itu?" tanya topeng perak.
"benar wakil ketua, kita tidak bisa diam begitu saja, karena ini menyangkut daratan rendah, jika yang menyerang kekaisaran Han adalah suatu kekaisaran, kita tidak perlu ikut campur, karena itu urusan kaisar,"
"tapi ini beda ceritanya, karena yang menyerang adalah para siluman, jika kita tidak ikut terlibat, maka daratan rendah akan dikuasai oleh para siluman," jawab topeng emas panjang lebar.
__ADS_1
"yang disampaikan ketua memang benar, kita tidak boleh duduk berpangku tangan, karena ini menyangkut masa depan daratan rendah," timpal yang lain.
"aku juga setuju," imbuh yang lain.
satu persatu ke 23 pria paruh baya yang merupakan kultivator terkuat di daratan rendah itu setuju untuk terlibat dalam peperangan menghadapi para siluman.
"tapi bagaimana dengan kekuatan mereka? kita semua tahu bagaimana dengan kekuatan para siluman itu, apa mungkin kita sanggup menghadapi mereka?" tanya topeng perak ragu.
dia dan semua orang yang didalam ruangan itu tahu bagaimana kekuatan para siluman, hal itulah yang membuat topeng perak ragu.
"aku tahu wakil ketua, tapi apa kita hanya diam saja dan tidak membantu?" balas topeng emas.
"bukan seperti itu ketua, tapi bagaimana jika kita semua mati di perang ini?" tanya topeng perak.
"cukup wakil ketua! jika wakil ketua tidak mau bergabung, tidak usah memprovokasi yang lain! seharunya sebagai wakil ketua, wakil ketua memberikan semangat pada anggota untuk berperang! bukan sebaliknya!" bentak topeng emas geram.
topeng emas sudah tidak bisa menerima topeng perak yang berusaha membuat nyali yang lain ciut, sebagai wakil ketua, topeng perak seperti seorang pengecut, menyerah sebelum berperang.
"tapi ketua," ucap topeng perak terpotong.
"baiklah, aku akan keluar dari sini, semoga ketua dan kalian semua selamat," balas topeng perak, lalu dia keluar dari ruangan.
*******
Ditempat lain.
Li Feng terus melesat ke arah selatan, entah kapan dia akan tiba di wilayah selatan, tapi Li Feng ingin segera sampai disana untuk membantu pasukan istana.
5 hari kemudian.
Li Feng sampai disebuah kota, dikota itu sangat sepih, penduduk kota itu sudah di ungsikan ke kota kota yang lain, sehingga kota itu menjadi kota mati, karena kota itu tidak berpenghuni, Li Feng terus melesat ke selatan.
seminggu kemudian, Li Feng kembali menemukan sebuah kota, di kota itu tidak ada penduduknya sama sekali, yang Li Feng lihat hanyalah para prajurit istana saja, jumlah prajurit yang ada disitu juga sangat banyak.
menurut Li Feng, kota itu adalah kota yang dibuat sebagai pertahanan untuk menunggu kedatangan pasukan siluman, sebab kota itu masih belum diserang.
__ADS_1
Li Feng memantau kota itu cukup lama dari atas, setelah beberapa saat, Li Feng turun tidak jauh dari kota, lalu dia berjalan ke arah gerbang kota, tidak berapa lama, Li Feng sampai digerbang kota.
di gerbang kota juga banyak prajurit yang berjaga, meski begitu, jika ada kultivator yang masuk kedalam kota, para prajurit itu mengizinkan mereka, sebab para prajurit itu tahu setiap kultivator yang datang itu bukan untuk berkunjung, tapi datang untuk membantu.
setelah memasuki kota, Li Feng jadi bingung harus berbuat apa, sebab saat ini dia berada dikota yang bukan berada di kekaisaran Ming, apalagi dia tidak mengenal siapapun dikota itu.
karena tidak mengenal siapapun, Li Feng memutuskan pergi ke gerbang selatan, dimana banyak pasukan yang berada di gerbang selatan, dan gerbang selatan adalah gerbang yang akan diserang pasukan siluman.
sesampainya disana, dapat Li Feng lihat gerbang selatan dibuka, selain itu, ada banyak murid sekte dan klan yang juga berada disana, didepan gerbang, ada lebih banyak pasukan yang menjadi pasukan depan yang akan lebih dulu menghadapi siluman jika ada serangan.
Li Feng pun keluar gerbang, dapat dia lihat jika semua prajurit sudah siap pada posisi mereka masing masing, lalu Li Feng bergabung dengan salah satu kelompok yang merupakan murid sekte.
meski tidak mengenal mereka, tapi karena para murid sekte itu tidak menggunakan pakaian tempur, sehingga Li Feng memilih untuk bergabung bersama mereka.
"kapan para siluman keparat itu akan sampai disini?" tanya salah satu murid sekte pada yang lain.
"entahlah, kota cukup bersiap saja, karena aku yakin besok atau lusa, mereka akan sampai disini," balas murid yang lain.
"tapi sampai kapan kita menunggu disini? aku sudah tidak sabar untuk menghancurkan para siluman brengsek itu," tanya nya lagi.
"bersabarlah saudara! kita pasti akan menghadapi mereka," balas nya lagi.
Li Feng yang mendengar percakapan kedua murid sekte itu hanya diam saja, sebenarnya Li Feng ingin pergi menyerang langsung para siluman itu, hanya saja dia belum tahu kekuatan mereka, hal itulah yang membuat Li Feng berpikir 2 kali untuk menyerang sendirian.
Waktu terus berlalu, tak terasa 2 hari sudah Li Feng berada dikota itu, kota yang menjadi benteng untuk menghadang pasukan siluman, tapi selama 2 hari itu juga, belum ada tanda tanda kemunculan para siluman.
Keesokan harinya, pasukan siluman mulai terlihat dari kejauhan, Li Feng dan semua pasukan yang berada dikota pun sudah siap bertempur.
"Pasukan? bersiap pada posisi!" perintah salah satu pria paruh baya, yang tidak lain adalah panglima kekaisaran Han.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....