
"Lencana ini diberikan oleh seorang tetua klan Fu saat aku berpetualangan di kekaisaran bintang, aku dan tetua Fu Yan tidak sengaja bertemu dihutan larangan, pertemuan kami juga karena saat itu, tetua Fu Yan diserang oleh seekor laba lama emas, lalu aku membantu tetua Fu Yan dan membunuh laba laba emas itu,"
"dari situ aku dan tetua Fu Yan saling mengangkat saudara, aku dan saudara Yan berburu selama sebulan di hutan larangan, karena pada saat itu, saudara Yan mendapatkan misi untuk mencari beberapa gerbang dihutan larangan,
"selain saudara Yan, ada juga 15 murid klan yang ikut bersama saudara Yan, aku juga sudah pernah pergi ke klan Fu, orang orang klan Fu sangat ramah padaku, mereka ramah pada saudara dan juga teman, tapi sangat mengerikan jika terhadap musuh," ucap Jun Tong menceritakan dari mana dia mendapat lencana klan Fu.
Li Feng merasa ada yang salah dengan cerita Jun Tong, dia merasa jika ada yang Jun Tong sembunyikan
"jika benar kamu membantu tetua Fu Yan, bagaimana cara mu melakukan nya? bukannya menjabat seorang tetua itu memiliki kekuatan yang besar?" tanya Li Feng, dia merasa ada yang Jun Tong sembunyikan.
"maafkan aku pangeran!" balas Jun Tong.
"ceritakan padaku!" perintah Li Feng.
"sebenarnya aku berasal dari klan Fu, aku berpetualangan sejak berusia 125 tahun, diusia 500 tahun, aku berpetualangan di alam Nirvana, disana, kekaisaran benua teratai putih merekrut kultivator bebas untuk menjadi prajurit,"
"saat itu aku bergabung dengan pasukan kekaisaran benua teratai putih, lalu aku diangkat menjadi jendral bawahan karena kekuatan ku yang berada di ranah dewa hijau tahap puncak,"
"disitu juga aku dan jendral Bai saling kenal, aku menjadi salah satu jendral bawahan yang berada dibawah perintah jendral Bai, aku sangat akrab dengan jendral Bai, bagi ku, jendral Bai adalah jendral terbaik yang pernah aku kenal,"
"tapi kebersamaan kami itu tidak berlangsung lama, sebulan setelah aku menjadi jendral bawahan, benua teratai putih diserang, aku dan jendral Bai terluka para di perang itu, dan karena terluka itulah kekuatan ku menurun hingga raja dewa, sementara kekuatan jendral Bai menurun hingga kaisar dewa,"
"pada saat itu jendral Bai memberi perintah agar kami mundur dan melarikan diri, sementara jendral Bai mengorbankan diri dengan menjadi roh senjata, jendral Bai berpikir jika dengan menjadi roh senjata, dia akan banyak membantu yang mulia Mu Tian,"
"tapi semua itu sia sia, karena yang mulia Mu Tian tetap mengalami luka parah, beruntung yang mulia berhasil melarikan diri meski terluka parah, aku berharap dapat bertemu dengan yang mulia lagi suatu hari nanti, tapi ternyata yang mulia sudah meninggal karena luka dalam itu," ucap Jun Tong menceritakan asal usulnya dan juga perjalanannya di alam Nirvana.
Li Feng tidak memotong sama sekali hingga Jun Tong menyelesaikan ceritanya.
Li Feng cukup terkejut dengan cerita Jun Tong, namun yang membuat Li Feng lebih terkejut lagi adalah kekuatan yang dimiliki nya dan juga Long Bai.
"ranah dewa hijau?" tanya Li Feng terkejut dengan nama ranah yang disebut Jun Tong.
"benar pangeran, ranah dewa hijau adalah tahapan ketiga dari ranah setelah semi abadi, aku mendapatkan kekuatan itu disaat aku berpetualangan di alam Nirvana," jawab Jun Tong jujur.
"bisa kamu jelaskan padaku ranah apa saja yang ada di alam Nirvana?" tanya Li Feng yang ingin tahu.
"bisa pangeran," jawab Jun Tong, lalu dia menjelaskan ranah apa saja yang ada.
"di alam Nirvana, ada 7 tingkatan kekuatan, dimulai dari dewa merah, dewa kuning, dewa hijau, dewa putih, dewa emas, dewa hitam dan dewa giok, setiap tahapan memiliki 3 tingkatan, yaitu tahap awal, tahap menengah dan tahap puncak," ucap Jun Tong menjelaskan.
"sangat mengerikan, aku yang memiliki kekuatan kaisar dewa bintang 6 saja sudah merasa sangat kuat, apalagi dengan ranah yang kamu sebutkan itu?" ucap Li Feng bergidik dengan kekuatan yang baru itu.
"lalu bagaimana dengan luka yang kamu terima itu? apa masih ada luka dalam itu?" ucap lanjut Li Feng bertanya.
__ADS_1
"sudah 50% sembuh pangeran, jika luka dalam ku sudah sembuh semua, maka kekuatan ku yang sebelumnya kemungkinan besar akan kembali ke puncaknya," jawab Jun Tong.
"lalu nama Jun Tong?" tanya Li Feng lagi.
"itu hanya nama samaran pangeran, nama asli ku adalah Fu Lian, aku juga seorang tetua tingkat rendah klan Fu," jawab Jun Tong yang mengubah nama.
keduanya terus mengobrol sepanjang jalan, lebih tepatnya Li Feng terus bertanya soal Kekaisaran bintang dan juga alam Nirvana, sebagai penerus kekaisaran benua teratai putih, Li Feng ingin tahu semua mengenai alam itu.
*******
2 minggu kemudian.
setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu, menjelang malam, Li Feng dan Jun Tong sampai disebuah kota yang dekat dengan perbatasan, kota itu sudah berada di kekaisaran bintang.
Li Feng dan Jun Tong pun mendarat tidak jauh dari kota, keduanya kemudian berjalan kearah kota dengan santai, beberapa saat kemudian, Li Feng dan Jun Tong sampai didepan gerbang dan ikut mengantri.
tidak berselang lama, Li Feng dan Jun Tong mendapat giliran untuk diperiksa, ketika Jun Tong mengeluarkan lencana klan Fu, tentu saja sikap yang ditunjukkan penjaga gerbang itu berubah drastis, dia sangat menghormati Li Feng dan Jun Tong.
setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng dan Jun Tong masuk kedalam dengan melenggang bebas, tidak jauh kedalam kota, Li Feng dan Jun menemukan sebuah penginapan, lalu keduanya masuk kedalam.
setelah memesan dan membayar biaya inap, Li Feng dan Jun Tong naik ke kamar mereka, didalam kamar, Li Feng langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng menutup mata dan menyerap energi spiritual.
Keesokan harinya.
Diluar kamar, seperti biasa, Jun Tong sudah menunggunya, lalu keduanya turun kelantai dasar untuk memanjakan lidah mereka dengan masakan enak.
sesampainya mereka dibawah, Li Feng dan Jun Tong mengambil tempat disudut ruangan, lalu seorang pelayan menghampiri mereka.
"mau pesan apa tuan, tuan muda?" ucap pelayan ramah.
"bawakan saja pada kami makanan terbaik yang kalian punya!" balas Li Feng yang juga ramah.
"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar!" balas pelayan, lalu dia kembali kedapur.
"kita kemana setelah ini pangeran?" tanya Jun Tong yang ingin tahu rencana Li Feng selanjutnya.
"aku belum tahu Jun Tong, kita ke kota kota lainnya saja dulu, mungkin ada sesuatu yang menarik," jawab Li Feng yang memang belum ada rencana.
"baik pangeran," jawab Jun Tong patuh.
beberapa saat kemudian, pelayan tadi kembali bersama 2 pelayan lainnya, lalu meletakkan pesanan Li Feng dan Jun Tong dan kembali ke dapur, Li Feng dan Jun Tong pun memanjakan lidah mereka dengan makanan yang sagat mengunggah selera itu.
tidak utuh bagi Li Feng dan Jun Tong untuk menghabisi makanan mereka, lalu Li Feng membayar dan keduanya keluar penginapan.
__ADS_1
diluar penginapan, Li Feng dan Jun Tong pergi ke gerbang timur dan melanjutkan perjalanan mereka, sesampainya mereka diluar kota, Li Feng dan Jun Tong melesat ke arah timur dengan kecepatan sedang.
5 hari kemudian.
Li Feng dan Jun Tong sampai disebuah kota lagi, lalu keduanya ikut mengantri di depan gerbang, dengan bosan nya menunggu, tiba tiba sebuah suara dari belakang berseru.
"minggir! tuan muda Zhao mau masuk," sebuah suara berseru dari belakang.
para kultivator bebas, pedagang dan penduduk kota yang mendengar nama tuan muda Zhao pun segera bergeser dan memberikan jalan, tapi tidak dengan Li Feng dan Jun Tong.
"dia adalah tuan muda klan Zhao, pangeran, salah satu klan kuno dan juga kuat disini, sebaiknya kita menyingkir dan jangan menyinggung nya!" ucap Jun Tong berbicara melalui telepati.
"klan Zhao? apa mereka sekuat itu?" tanya Li Feng.
"benar pangeran, klan Zhao adalah salah satu klan terkuat disini, bahkan klan Fu tidak ingin menyinggung mereka," jawab Jun Tong serius.
Li Feng terkejut dengan jawaban Jun Tong, ternyata klan Fu saja tidak ingin menyinggung klan Zhao, seberapa kuat klan Zhao? pertanyaan itu berputar putar dikepala Li Feng.
disaat Li Feng terhanyut dalam lamunan, Jun Tong memanggilnya untuk bergeser, karena kereta kuda tuan muda Zhao sudah hampir menabrak mereka, dengan cekatan Li Feng dan Jun Tong pun bergeser kesamping, lalu kereta kuda itu masuk kedalam kota.
bahkan kereta kuda itu tidak mendapatkan pemeriksaan dari para penjaga gerbang, justru penjaga gerbang menundukkan kepala mereka memberi hormat pada tuan muda Zhao.
Li Feng cukup tercengeng melihatnya, baru kali ini ada tuan muda yang begitu dihormati disebuah kota, padahal hanya seorang tuan muda klan saja.
setelah kereta kuda masuk, para penjaga kembali melakukan pemeriksaan, Li Feng dan Jun Tong juga diperiksa, setelah mendapatkan pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng dan Jun Tong masuk kedalam.
tapi baru juga masuk, kereta kuda tuan muda Zhao berhenti dan menghalangi jalan Li Feng dan Jun Tong, lalu sebuah suara dari dalam kereta berkata.
"kamu cukup berani menghalangi jalan ku didepan gerbang," ucap sebuah suara dari dalam kereta.
Li Feng mengerutkan kening setelah mendengar suara itu, dengan cueknya Li Feng terus berjalan melewati kereta kuda, tapi pemilik suara itu kembali berkata.
"baru kali ini juga ada yang berani tidak membalas ucapan ku, kamu cukup berani," ucap lagi suara dari dalam kereta kuda, yang tidak lain adalah tuan muda Zhao atau Zhao Cheng.
"maafkan aku tuan muda! aku sedang terburu buru, aku tidak ingin ada masalah diantara kita," ucap Li Feng malas, lalu dia terus berjalan kedalam kota.
*********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih....
__ADS_1