
3 jam kemudian, Li Feng menemukan ratusan kultivator yang melayang kearahnya, mereka adalah kultivator bebas yang mendengar raungan Long Bai, sehingga membuat mereka semua penasaran dan ingin melihat apa yang terjadi, sehingga ratusan kultivator itu melayang ke arah suara raungan tadi.
"maaf tuan tuan? kenapa tuan tuan beramai ramai ke dalam hutan?" tanya Li Feng heran, karena dia lupa dengan suara raungan Long Bai tadi.
"tadi kami mendengar raungan naga di dalam hutan, sehingga membuat kami penasaran dan ingin melihatnya," jawab salah satu dari mereka.
"raungan naga? dimana?" tanya Li Feng pura pura tidak tahu.
"kami mendengar nya didalam hutan, apa tuan muda tidak mendengar suara raungan itu?" tanya kultivator itu.
"aku sama sekali tidak mendengar apa pun tuan, karena aku juga baru sampai disini," jawab Li Feng bohong.
"baiklah, kami akan melihat apa yang terjadi didalam hutan, apa tuan muda mau ikut bersama kami?" tawar kultivator itu.
"maafkan aku tuan, aku masih memiliki urusan di ibukota yang jauh lebih penting," tolak Li Feng.
"baiklah, kami pamit," balas kultivator, lalu mereka melanjutkan perjalanan kedalam hutan.
Li Feng juga melanjutkan perjalanan nya kedalam ibukota, tapi setelah semua kultivator bebas itu telah melewatinya, Li Feng berhenti dan membalikkan badannya melihat mereka.
"Hehehe.. carilah! kalian tidak akan menemukan apa apa," ucap Li Feng terkekeh, lalu dia melanjutkan perjalanan kedalam ibukota.
2 jam kemudian, dan hari sudah menjelang malam, Li Feng sudah melihat gerbang ibukota, tapi kali ini ada yang berbeda, karena di gerbang ibukota itu ada banyak prajurit yang berdiri diatas gerbang, sementara diluar gerbang, ada lebih banyak lagi prajurit yang berjaga, dan yang memimpin mereka adalah panglima Jichao, jendral Wanli dan jendral Xuan.
ketika mereka melihat Li Feng yang berjalan mendekati gerbang, wajah ketiganya menjadi jelek, dengan segera panglima Jichao turun dari gerbang ibukota dan menyambut kedatangan Li Feng dengan sangat hormat.
"tuan muda," ucap panglima Jichao dengan membungkukkan badannya.
tentu saja apa yang dilakukan panglima Jichao itu membuat semua prajurit istana sangat terkejut, pasalnya mereka sangat mengenal panglima Jichao, orang tegas dan tidak pernah menundukkan kepalanya pada orang lain selain kaisar Tang Zhu.
tapi saat ini dapat mereka lihat dengan jelas panglima Jichao yang sangat mereka takuti itu menundukkan kepalanya pada seorang pemuda yang tidak mereka kenal sama sekali.
"kenapa rame rame disini?" tanya Li Feng pura pura tidak tahu.
"kami mendengar suara raungan naga ditengah hutan, sehingga kami khawatir naga itu menyerang ibukota, sehingga kami diperintahkan yang mulia untuk berjaga disini," jawab panglima Jichao menjelaskan.
"baiklah, antarkan aku bertemu Tang Zhu, aku ingin memberinya pelajaran," balas santai Li Feng.
"Gleeek,"
panglima Jichao menelan ludah dengan kasar mendengar ucapan Li Feng, karena dia tahu maksud dari memberi pelajaran itu, sudah pasti kaisar Tang Zhu akan dibunuh oleh Li Feng.
"tuan muda," ucap panglima Jichao yang merasa keberatan.
"kenapa? apa kamu keberatan?" tanya Li Feng.
"bukan seperti itu tuan muda, tapi," balas panglima Jichao tidak melanjutkan kata katanya.
"baiklah aku mengerti, lanjutkan saja tugas mu!" balas Li Feng santai.
lalu dia masuk kedalam kota tanpa menghiraukan pandangan semua prajurit yang ada, mereka semua bertanya tanya tentang identitas Li Feng, karena sudah pasti Li Feng bukan orang biasa.
"panglima?" panggil jendral Xuan dan jendral Wanli.
__ADS_1
"tetap disini jika ingin hidup," perintah panglima Jichao yang tahu apa yang ingin disampaikan kedua jendral nya itu.
jendral Wanli dan jendral Xuan terdiam dengan perintah panglima Jichao, karena mereka juga sudah tahu apa yang akan dilakukan Li Feng pada mereka jika berani mengganggu nya.
terutama adalah jendral Wanli, dia sudah pernah diancam oleh Li Feng, meskipun dia adalah jendral kekaisaran Tang, tapi Li Feng mengancam akan memusnahkan seluruh anggota keluarganya tanpa sisa jika berani mengganggunya.
jendral Wanli tidak masalah jika harus mati, tapi Li Feng tidak hanya membunuhnya, tapi juga seluruh anggota keluarga dan keturunan nya juga akan dibunuh, tentu saja hal itu membuat mereka tidak bisa berbuat apa apa.
"panglima, apa yang akan kita katakan pada leluhur kita jika kita membiarkan pangeran itu membunuh yang mulia?" tanya jendral Wanli.
"justru itu yang aku pikirkan jendral, apa yang akan kita katakan pada leluhur kita jika kita menjadi penyebab musnahnya seluruh anggota keluarga dan keturunan kita? apa jendral lupa dengan ancaman pangeran? bukan hanya kita yang dibunuh, tapi seluruh anggota keluarga dan keturunan kita juga akan dimusnahkan,"
"aku tidak keberatan jika harus mati demi membela yang mulia, tapi aku tidak ingin semua anggota keluarga dan keturunan ku juga ikut mati bersamaku, jika hal itu terjadi, lalu apa gunanya aku menjadi seorang Guan?" balas panglima Jichao.
panglima Jichao berasal dari kelurga bangsawan Guan, dan keluarga bangsawan Guan adalah salah satu kelurga bangsawan nomor satu di kekaisaran Tang, keluarga bangsawan Guan cukup dekat dengan kelurga bangsawan Jiu.
dan panglima Jichao atau Guan Jichao sudah tahu apa yang dilakukan Li Feng pada keluarga bangsawan Jiu itu, sehingga dia tidak ingin keluarga bangsawan Guan mengalami nasib yang sama dengan keluarga bangsawan Jiu.
"sebaiknya kamu bersembunyi jendral Wanli! takutnya pangeran tahu kamulah yang memperkosa adiknya Ming Yin, apa yang kamu pikirkan jika pangeran tahu jika kamu yang memperkosa adik sepupunya itu?" ucap lanjut panglima Jichao.
"deg,"
jantung jendral Wanli seketika berdetak lebih kencang dari biasanya, dia lupa jika Ming Yin adalah seorang putri kekaisaran Ming, yang artinya sepupu dari Li Feng.
"baik panglima," jawab cepat jendral Wanli, lalu dia kembali ke kediaman keluarga bangsawan Wu.
*******
saat ini Li Feng sudah berada tidak jauh dari istana kekaisaran Tang, tidak lama kemudian, dia sampai digerbang istana.
"dilarang masuk ke istana!" ucap salah satu penjaga gerbang.
"jika kalian masih ingin hidup bersama keluarga, minggir!" ucap Li Feng dingin, lalu dia menekan keenam penjaga gerbang dengan aura membunuh.
kenapa penjaga gerbang itu seketika seperti ditimpa gunung besar, lalu mereka tersungkur dan tidak sadarkan diri, Li Feng pun masuk kedalam istana, tapi terlebih dahulu dia pergi ke aula pertemuan, karena Li Feng tahu Tang Zhu berada di aula pertemuan.
"Braaak,"
Li Feng menendang pintu aula pertemuan dengan keras, lalu dia masuk kedalam aula pertemuan.
"siapa kamu?" bentak salah satu mentri.
"apa kalian sudah lupa dengan wajah ku?" tanya Li Feng tersenyum menyeringai.
"kamu?" kaisar Tang Zhu menunjuk Li Feng.
"sudah lama aku ingin bertemu dengan mu kaisar bodoh, tapi maaf karena aku baru bisa menemui mu hari ini, apalagi waktu sudah menjelang malam," ucap Li Feng tersenyum jahat.
"cepat tangkap dia!" perintah kaisar Tang Zhu.
"jika kalian bergerak, bukan hanya kalian yang mati, tapi seluruh keluarga dan keturunan kalian akan aku musnahkan seperti keluarga bangsawan Jiu," ancam Li Feng.
"Deg,"
__ADS_1
semua mentri langsung terdiam tanpa bergerak sama sekali, jantung mereka bahkan berdetak lebih cepat dari biasanya, mereka semua sudah mendengar dan sudah tahu tentang musnahnya keluarga bangsawan Jiu, dan orang yang memusnahkan mereka itu saat ini berdiri didepan mereka dan juga mengancam mereka.
"apa yang kalian tunggu? cepat tangkap dia?" bentak kaisar Tang Zhu.
"dasar pengecut, bisanya hanya bersembunyi dibawah ketek orang," cibir Li Feng.
"bajingan, akan aku bungkam mulut mu itu," teriak kaisar Tang Zhu, lalu dia menyerang Li Feng.
Li Feng yang melihat kaisar Tang Zhu menyerangnya pun tersenyum, lalu dia membuat sebuah tapak dan menamparnya.
Plaaaak
Whush...
Booooomm
terdengar suara tamparan, hembusan angin dan ledakan disaat Li Feng menampar kaisar Tang Zhu, lalu kaisar Tang Zhu terlempar hingga menabrak dinding aula pertemuan dan menghancurkan nya.
"dasar kaisar bodoh," ucap Li Feng lagi.
lalu Li Feng berjalan ke arah kaisar Tang Zhu dan mencengkram leher nya, kemudian Li Feng membanting tubuh kaisar Tang Zhu dengan keras kelantai.
Booooomm
kembali terjadi ledakan disaat tubuh kaisar Tang Zhu dibanting, Li Feng melakukan hal itu hingga beberapa kali, para mentri hanya bisa melihatnya saja tanpa bisa bergerak, karena jika mereka bergerak, bukan hanya mereka yang mati, tapi juga seluruh keluarga dan juga keturunan mereka.
setelah membanting kaisar Tang Zhu beberapa kali, Li Feng melemparnya ke tengah tengah aula pertemuan, lalu Li Feng naik ke atas singgasana dan berkata.
"mulai hari ini, kaisar Tang Zhu bukan lagi seorang kaisar, jika ada yang membantah, silahkan protes! maka hanya kematian yang akan dia terima, dan juga seluruh keluarga dan keturunan nya," ucap Li Feng berada diatas singgasana.
"apa kalian keberatan?" tanya Li Feng menatap semua orang.
"ti-tidak tuan muda," jawab semua mentri ketakutan.
"bagus," balas Li Feng, lalu dia turun dari singgasana, kemudian dia menyeret kaisar Tang Zhu keluar aula pertemuan hingga ke gerbang istana.
sesampainya di gerbang istana, Li Feng mengikat kaisar Tang Zhu di atas gerbang istana, selesai mengikat kaisar Tang Zhu, Li Feng berkata pada para mentri yang juga ikut keluar.
"jika ada yang berani melepaskan kaisar bodoh ini, hukuman nya jauh lebih sadis dari ini," ucap Li Feng menatap tajam para mentri.
"baik tuan muda," jawab semua mentri dan tidak ada yang berani untuk membantahnya.
"bagus," balas Li Feng, lalu dia turun dari gerbang istana dan masuk kedalam istana tanpa menghiraukan para menteri yang masih mematung.
dengan kaisar Tang Zhu yang di ikat diatas gerbang istana, hal itu menarik perhatian setiap orang yang melewati depan istana, mereka semua bertanya tanya siapa yang berani melakukan hal itu pada seorang kaisar, meski begitu, mereka hanya bertanya sebatas diantara mereka saja, karena mereka tahu apa resikonya jika berani bertanya pada para mentri.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1