Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Beruntung Aku Tidak Ketahuan


__ADS_3

Selesai mengumpulkan semua inti jiwa elang emas, Li Feng kembali melompat keatas dan melanjutkan perjalanan ke wilayah tengah, Li Feng tidak sabar untuk segera menemukan kota untuk disinggahi.


Enam jam selepas Li Feng pergi, muncul 10 pria paruh baya ditempat itu, ke 10 pria paruh baya yang baru muncul adalah tetua tingkat rendah dan tingkat tinggi klan Bu, meski berstatus sebagai tetua tingkat rendah, tapi kekuatan ke 8 pria paruh baya bukan kaleng kaleng.


Ke 8 pria paruh baya memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 8 tahap puncak, sementara dua lainnya memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 9 tahap menengah, dan rata rata tetua tingkat tinggi klan Bu memiliki kultivasi tingkat penguasa bintang 9 tahap menengah.


Saat melihat murid klan yang mati dan mayat mereka berhamburan ke berbagai arah, membuat ke 10 pria paruh baya sangat murka, aura membunuh merembes keluar dari tubuh mereka.


Dan yang membuat mereka lebih murka lagi adalah tidak adanya inti jiwa para murid itu, semua inti jiwa mereka hilang.


"Klan petir sialan, Jing Hao, aku akan membunuhmu," umpat kesal salah satu dari dua tetua tingkat tinggi, dia mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kuat.


"Aku tidak menyangka Jing Hao tidak dapat mengatur tetua dan murid klan Jing, kita kembali dan laporkan pada yang mulia!" ucap tetua tingkat tinggi lainnya menimpali.


Mereka pikir yang membunuh ratusan murid klan mereka adalah klan Jing trah pertama, saat salah satu murid inti mengirim pesan jiwa, dia tidak mengatakan klan Jing trah pertama atau trah kedua.


Yang dia katakan hanyalah mereka diserang oleh klan Jing, sehingga ke 10 tetua tingkat rendah dan tingkat tinggi itu berpikir klan Jing trah pertama yang menyerang dan membunuh murid klan mereka.


Apalagi aura yang ada ditempat pertempuran adalah aura naga petir, selain itu, masih ada sisa sisa petir yang berderak derik ditubuh ratusan elang emas yang sudah meregang nyawa itu, sehingga membuat mereka semakin yakin jika klan Jing trah pertama yang menyerang dan membunuh murid mereka.


Jika klan Bu dan Klan Jing trah kedua berperang, tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Li Feng, dia tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk membunuh mereka, Li Feng tinggal menunggu kekuatan mereka melemah baru menyerang.


"Buat lubang dan kuburkan mereka, setelah itu kita kembali dan laporkan pada yang mulia!" ucap tetua tingkat tinggi memberi perintah.


"Baik tetua," jawab kedelapan tetua tingkat rendah, lalu melesat turun.


Dua jam kemudian.


Setelah dua jam, ke 8 tetua tingkat rendah menyelesaikan tugas mereka, lalu kembali atas dan melaporkan tugas telah selesai.


"Ayo kembali!" ucap salah satu tetua tingkat tinggi, lalu mereka bersepuluh melesat ke wilayah tengah dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


*******


Ditempat lain.


Saat ini Patriak terdahulu sekte lotus api dan ke 50 tetua nya sudah berada di istana kekaisaran Jing, saat ini mereka menunggu kedatangan Jing Hao, tidak beberapa lama, Jing Hao masuk ke aula pertemuan dengan aura yang sangat mendominasi.


Saat melihat Jing Hao masuk, segera semua orang berlutut memberi hormat.


"Terimalah hormat kami yang mulia!" ucap para jendral besar, mentri dan Patriak sekte terdahulu, serta ke 50 tetua dalam posisi berlutut.


"Bangunlah! hormat kalian, aku terima." ucap Jing Hao mengayunkan tangan, dengan aura naga petir yang sangat mendominasi, Jing Hao mengitari pandangannya.


"Baik yang mulia." jawab mereka, lalu bangkit berdiri.


"Jendral Goheng, mana yang ingin bertemu dengan ku?" tanya Jing Hao menoleh pandangannya.


"Ampun yang mulia! kelima puluh orang ini mengaku dari alam langit, mereka dari ras dewa." jawab jendral Goheng melapor.


Jing Hao kembali mengalihkan pandangannya, lalu menatap satu demi satu para tetua dan Patriak terdahulu sekte lotus api.


"Ampun yang mulia, hamba bernama Fushing, hamba berasal dari alam langit, hamba kesini untuk melapor yang mulia," ucap Patriak sekte terdahulu, yang tidak lain adalah Fushing.


"Melapor? laporan seperti apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Jing Hao lagi.


"Benar yang mulia, hamba ingin melaporkan jika patriak Jing trah pertama berada di alam langit," jawab Fushing melapor.


Mendengar Jing Jie berada di alam langit, Jing Hao tersentak sesaat, tapi dia dapat menenangkan kembali hati nya, selama ini Jing Hao sudah mengirimkan banyak pasukan untuk mencari keberadaan Jing Jie dan semua pengikutnya, tapi tidak menemukan mereka, dan kini Fushing mengatakan Jing Jie dan pengikutnya berada di alam langit.


"Kamu tidak membohongiku bukan?" tanya Jing Hao menatap serius Fushing.


"Ampun yang mulia! hamba tidak berani." jawab Fushing dengan sedikit gugup.

__ADS_1


"Jendral Goheng? bawa pasukan elite dan cari mereka di alam langit, jika orang ini berbohong, bunuh saja dia!" ucap Jing Hao memberi perintah.


"Baik yang mulia." jawab patuh jendral Goheng, lalu keluar aula pertemuan.


"Kalian yang akan membawa mereka ke alam langit, jika kalian berani berbohong, tanggung sendiri akibatnya!" ucap Jing Hao menatap tajam Fishing dan kelima puluh tetua satu persatu.


"Baik yang mulia," jawab Fushing dan kelima puluh tetua, lalu mereka juga keluar aula pertemuan.


"Jing Jie, akhirnya aku menemukanmu." gumam Jing Hao membatin senang.


*******


Seminggu sudah Li Feng melesat ke wilayah tengah, namun belum juga dia temukan desa maupun kota, namun Li Feng tetap mengudara dan berharap segera menemukan desa maupun kota, Li Feng tidak sadar ada 10 pria paruh baya berada dibelakang nya dalam jarak 100 kilo meter.


Menjelang malam, Li Feng memutuskan untuk beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan esok hari, Li Feng kemudian mendarat diatas pohon besar dan menunggu malam, namun sebelum matahari tenggelam, ke 10 pria paruh baya yang merupakan jelmaan elang emas, mereka berada dekat dengan Li Feng.


Li Feng dapat menyadari keberadaan mereka, namun ke 10 pria paruh baya tidak menyadari keberadaan Li Feng, karena sebelum mendarat, Li Feng lebih dulu menekan kultivasi nya hingga ke titik terendah, sehingga sulit untuk di deteksi.


Li Feng dapat mengenali aura mereka, yaitu aura elang emas, dengan perlahan Li Feng meninggalkan mereka tanpa disadari, Li Feng tidak ingin mengambil resiko dengan tetap berada disitu, merasa cukup jauh, Li Feng melesat dengan kecepatan tinggi.


"Beruntung aku tidak ketahuan." gumam Li Feng bergidik.


Li Feng terus melayang hingga dia menemukan sebuah kota dalam waktu tiga hari, lalu mendarat dan berjalan kaki kearah gerbang kota, Li Feng tidak tahu apakah kota itu masih berada di wilayah timur atau tengah, yang terpenting bagi Li Feng adalah sudah menemukan kota.


Sebelum itu Li Feng ragu menggunakan lencana platinum pemberian gurunya, tapi saat ini dia tidak memiliki lencana lain selain lencana platinum klan Fong, apalagi dia dari ras manusia, tentu akan dipersulit jika mengatakan tidak memiliki lencana.


Setelah berpikir cukup lama, Li Feng memutuskan menggunakan lencana platinum klan Fong sebagai identitas nya, dia juga tahu para leluhur klan sering merubah tampilan menjadi muda, sehingga Li Feng tidak khawatir dicurigai.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2