
Di sekte kura kura hitam.
Jendral Ze dan ke 46 murid elite klan Jing terus melakukan pembantaian, karena tidak ada lagi tetua yang menahan serangan mereka, jendral Ze dan ke 46 murid elite klan Jing membantai dengan mudah.
Sementara itu, Li Feng juga bertarung sengit dengan Patriak sekte dan tetua agung, pertempuran ketiganya semakin menjauh dari sekte, sehingga tidak ada yang mengganggu ketiganya.
"Tapak Semesta,"
Seru Li Feng, lalu mengalirkan elemen petir dikedua telapak tangan dan membentuk sebuah tapak, kemudian Li Feng menyuntikkan Qi dengan jumlah yang sangat banyak.
Whush..
Tapak semesta melesat kearah Patriak dan tetua agung dengan kecepatan tinggi.
Patriak dan tetua agung juga tidak tinggal diam, keduanya juga membuat tapak masing masing, yang mana keduanya menggunakan tapak andalan sekte kura kura hitam, yaitu tapak angin hitam.
Whush...
Tapak angin hitam juga melesat dengan kecepatan tinggi, lalu beradu dengan tapak semesta milik Li Feng.
Boom Boom Boom..
Ledakan beruntun menggema dihutan tidak jauh dari sekte kura kura hitam, lalu mengguncang hutan semakin hebat, hutan yang sudah hancur menjadi lebih hancur lagi, banyak kawah kecil dan juga besar yang tercipta dimana mana.
Whush.. Whush.. Whush..
Li Feng, Patriak sekte dan tetua agung sama sama terpental kebelakang dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak tanah dan membuat tanah menjadi kawah lainnya.
Meski begitu, ketiganya belum juga terluka, sehingga dengan segera mereka bangkit dan saling serang kembali.
2 jam kemudian.
Pertarungan Jing Jie, ke 15 tetua dan keempat murid elite klan Jing sudah mencapai puncaknya, ke 40 nya bertarung dengan kekuatan puncak, tidak ada lagi yang menahan kekuatan, sehingga menjadikan pertarungan itu lebih sengit dan seru jika ada yang menyaksikan.
"Tapak Dewa Petir,"
Seru Jing Jie, lalu mengalirkan energi petir dengan semua kekuatan nya ke telapak tangan, setelah energi petir mengalir dan bertumpuk dikedua telapak tangan, Jing Jie mendorong petir berwarna putih itu kedepan, lalu membentuk sebuah tapak.
Whush...
Tapak Dewa Petir melesat dengan kecepatan tinggi setelah Jing Jie mengayunkan tangannya.
__ADS_1
Yang menjadi lawan Jing Jie adalah Patriak sekte terdahulu, dia juga tidak tinggal diam, Patriak sekte terdahulu menggunakan jurus yang sama dengan Patriak sekte dan tetua agung yang sekarang, yaitu tapak angin hitam.
Setelah tapak angin hitam terbentuk, Patriak sekte terdahulu juga mengayunkan tangannya dan melepaskan tapak angin hitam kearah Jing Jie.
Boom Boom Boom...
Ledakan beruntun menggema dengan sangat dahsyat, beradunya dua kekuatan besar itu membuat hutan semakin hancur, gelombang angin ekstrim menerjang apa saja yang sudah hancur itu, sehingga membuat Padang tandus semakin hancur lagi.
Whush..
Patriak sekte terdahulu terpental dengan kecepatan tinggi, lalu menabrak tanah dengan keras dan membentuk kawah, sementara Jing Jie hanya terpental beberapa puluh meter saja.
"Ukhuk ukhuk,"
Patriak sekte terdahulu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, begitu juga dengan ke 19 tetua terdahulu, mereka juga memuntahkan darah dari mulut mereka.
Ke 20 nya sudah mengalami luka dalam, bisa dibilang luka dalam yang mereka alami cukup parah, pasalnya, Patriak sekte terdahulu dan ke 19 tetua terdahulu cukup sulit untuk dapat bergerak lagi, yang ada mereka memegang dada yang terasa sakit.
Di dalam sekte.
Jendral Ze dan ke 46 murid elite klan Jing sudah selesai membantai murid murid sekte kura kura hitam, tidak ada yang mereka biarkan hidup, semua dibunuh habis.
Setelah melakukan pembantai, jendral Ze yang sudah tahu, dia segera memerintahkan ke 46 murid elite klan Jing untuk mencari gudang penyimpanan harta sekte, ke 46 murid elite klan Jing dengan patuh melakukan perintah itu.
Melihat Li Feng mengalami luka dalam, jendral Ze buru buru menolong nya, jendral Ze segera memasukkan 2 butir pil kedalam mulut Li Feng dan membantunya menyerap kedua pil itu.
"Ukhuk ukhuk,"
Li Feng memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, dimana darah itu adalah hitam yang menggumpal.
Jendral Ze kembali memasukkan 2 butir pil kedalam mulut Li Feng, dan sekali lagi dia memuntahkan darah hitam menggumpal, setelah beberapa saat, kondisi Li Feng membaik.
"Pangeran," ucap jendral Ze khawatir.
"Aku sudah tidak apa apa jendral Ze, terima kasih!" ucap Li Feng tersenyum, dia senang karena memiliki bawahan yang mengkhawatirkan kondisinya.
"Dimana patriak dan tetua agung mereka?" ucap lanjut Li Feng bertanya.
"Mereka masih berada disana pangeran," jawab jendral Ze menunjuk dua kawah kecil yang berada dalam jarak lebih dari 100 meter.
"Kalian berdua pergi dan habisi mereka!" perintah Li Feng pada dua murid elite klan Jing.
__ADS_1
"Baik pangeran," dan keduanya, lalu melesat kearah kawah dimana patriak sekte dan tetua agung berada.
Ditempat lain.
Jing Jie, ke 15 tetua dan ke 4 murid elite klan Jing juga sudah berhasil membunuh Patriak, tetua agung dan para tetua terdahulu lainnya, setelah membunuh, mereka mengambil cincin penyimpanan dan melesat meninggalkan mereka.
Saat tiba di sekte kura kura hitam, tidak ada lagi satu bangunan pun yang masih berdiri, semua hancur dan rata dengan tanah, melihat itu, Jing Jie menggeleng kepala, sekte yang tadinya berdiri kokoh dengan bangunan bangunan indah dan megah, kini menjadi rata dengan tanah.
Jing Jie dan lainnya kemudian melesat kearah Li Feng berada, karena dia ingin menyerahkan cincin penyimpanan yang didapat dari Patriak sekte dan ke 19 tetua terdahulu.
"Pangeran," ucap Jing Jie dan lainnya memberi hormat.
"Kalian tidak apa apa?" tanya Li Feng tersenyum.
"Kami tidak apa apa pangeran," jawab Jing Jie menganggukkan kepala, lalu dia serahkan cincin penyimpanan pada Li Feng, Li Feng mengambilnya tanpa memeriksa lebih dulu, dia sudah menduga akan ada sesuatu yang membuatnya meningkatkan kekuatan.
Tidak beberapa lama, kedua murid yang diperintahkan juga kembali, lalu melaporkan tugas mereka, tidak lupa keduanya juga menyerahkan cincin penyimpanan, lalu diikuti oleh salah satu murid lainnya, yang mana murid itu menyerahkan cincin penyimpanan hasil gudang penyimpanan harta sekte kura kura hitam.
"Kalian kembalilah kedalam dan pulihkan diri!" perintah Li Feng, lalu membuka gerbang dunia jiwa dan seluruh bawahan dan pasukan nya masuk kedalam.
Setelah semua bawahan dan pasukannya masuk kedalam dunia jiwa, Li Feng tidak langsung pergi, dia menelan dua butir pil kembali dan menyerapnya, meski luka dalamnya sudah tidak terlalu parah, tapi Li Feng ingin menyembuhkan semuanya.
Dia ingin segera sembuh dan menyerang sekte lotus api, jika saja saat ini Li Feng tidak terluka, sudah pasti dia langsung menuju sekte lotus api dan menghancurkannya.
Keesokan harinya.
Saat matahari beranjak naik, Li Feng membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu berdiri dan menepuk pakaian nya yang berdebu, dia sudah sembuh dari luka dalamnya, kekuatan nya juga sudah kembali seperti sedia kala.
"Sekte lotus api, sekarang giliran kalian yang harus musnah," ucap Li Feng tersenyum jahat.
Dia lantas melayang di udara dan melesat kearah sekte lotus api, yang mana sekte lotus api berada di wilayah timur kekaisaran suci.
Perjalanan ke sekte lotus api, Li Feng hanya melakukan perjalan di siang hari, sementara malam harinya dia keluarkan beberapa murid untuk berjaga, sementara dia sendiri menyerap energi spiritual.
Seminggu kemudian, Li Feng tiba disebuah kota, yang mana kota itu bernama kota Kenangan, entah apa sejarahnya, sehingga kota yang disinggahi Li Feng itu bernama kota kenangan.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih....