Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Berakhirnya Turnamen


__ADS_3

Junshong tidak langsung menjawab, dia menoleh pada kaisar Song Guan untuk meminta jawaban, kaisar Song Guan pun menganggukkan kepalanya karena mengerti dengan maksud Junshong.


"baiklah anak muda, mereka boleh bertarung melawan mu, kalian! jika kalian juga ingin bertarung melawan Qian Fan, maka naiklah kesini!" balas Junshong sambil menoleh pada Mei Shin dan Mo Feng.


"terima kasih tuan Junshong," jawab Mei Shin dan Mo Feng serempak, lalu keduanya melayang ke arena nomor dua.


"mohon petunjuknya saudara Qian!" ucap Mo Feng setelah dia dan Mei Shin sudah berada di arena nomor dua.


"keluarkan kemampuan terbaik kalian! jangan sungkan padaku!" balas Li Feng ramah.


"baik saudara Qian, kami tidak akan sungkan," balas Mo Feng, lalu ketiganya menyerang Li Feng.


Traang Traang Traang


Boom Boom Boom..


bunyi senjata dan ledakan kembali terjadi disaat Mo Feng, Shupeng dan Mei Shin menyerang Li Feng bersamaan, meski ketiganya menyerang Li Feng secara bersamaan, tidak ada yang berhasil menyentuh pakaian Li Feng.


"saudara Mo, tusukan dan tebasan saudara tidak terlalu kuat, cobalah memegang pedang seperti ini! gerakan saudara juga sedikit kaku, tangan harus lebih santai dalam memegang pedang,"


kekuatan sejati bukan terletak pada seberapa kuat nya senjata, tapi kekuatan sejati ada pada diri kita sendiri, terutama tumpukkan kekuatan itu pada telapak tangan, alirkan sedikit saja pada pedang atau senjata yang lain!"


"saudari Mei, cara saudari memegang pedang juga masih terlalu kaku, jika saudara mendapatkan lawan tangguh, maka saudari akan dengan mudah kehilangan pedang, ayunkan pedang dengan mengikuti alurnya, jangan menahan serangan yang sebenarnya! karena kekuatan sejati dari jurus yang saudari gunakan itu tidak maksimal,"


"gerakan kaki kaki saudari juga harus diangkat sedikit lebih tinggi dan lebih maju kedepan, jurus yang saudari gunakan itu jurus tingkat surgawi tingkat puncak, jangan buat Hadi jurus tingkat langit, ayo keluarkan kekuatan sejati jurus itu!" ucap Li Feng yang terus memberikan arahan pada Mo Feng dan Mei Shin.


meski begitu, mereka terus bertarung tanpa henti, Mo Feng dan Mei Shin yang mendengar arahan Li Feng pun menganggukkan kepala mereka dan mengikuti arahan Li Feng.


alhasil, serangan keduanya semakin kuat beberapa kali lipat, serangan mereka lebih mematikan dari yang biasa mereka lakukan.


"benar saudara Qian, aku merasakan kekuatan serangan ku lebih kuat beberapa kali lipat dari sebelumnya, terima kasih saudara Qian," balas Mo Feng yang memang merasakan perbedaan besar setelah mengikuti arahan Li Feng.


begitu juga dengan Mei Shin, dia juga merasakan kekuatan serangnya jauh lebih kuat dan mematikan, hal itu membuatnya sangat bersemangat.


"ayo keluarkan kemampuan terbaik yang kalian miliki, buat aku terdesak!" tantang Li Feng.


"baik saudara Qian," jawab ketiganya serempak.


Traang Traang Traang


Boom Boom Boom..


ledakan semakin kuat dari sebelumnya disaat Mo Feng, Shupeng dan Mei Shin sudah menguasai arahan Li Feng, sehingga menjadikan pertarungan mereka semakin sengit.

__ADS_1


"jangan menurunkan waspada! tetap fokus pada pertarungan! jangan terkecoh dengan apapun, karena jika ini adalah pertarungan hidup dan mati, kalian bisa terluka," ucap Li Feng terus memberikan arahan.


semua orang melihat serangan dari Mo Feng, Shupeng dan Mei Shin yang semakin kuat pun menganggukkan kepala mereka, kaisar Song Guan pun merasa puas dengan perkembangan yang tunjukkan ketiga peserta yang menjadi lawan Li Feng itu.


atas arahan Li Feng, ketiga peserta itu mengalami peningkatan dalam serangan dan juga bertahan.


"benar benar pemuda yang jenius," ucap kaisar Song Guan menganggukkan kepala.


"benar yang mulia, kemampuan bertarung mereka meningkat, meski mereka bertarung seperti latih tanding, tapi mereka mengeluarkan kekuatan sejati mereka, sehingga pertarungan itu menjadi menarik," balas jendral Chanli.


Disisi tidak jauh dari kaisar Song Guan.


patriak klan Wen, matriak sekte giok hijau, Patriak klan Mo dan Qian Ming tersenyum melihat pertarungan Li Feng dan ketiga lainnya, mereka cukup puas dan senang melihat pemahaman berpedang dan meningkatnya kekuatan serangan ketiga lawan Li Feng itu meningkat.


"wakil bangsawan Qian memang sangat jenius, selain jenius, dia juga tidak sombong dan mau berbagi ilmu," puji Patriak klan Wen, yang tidak lain adalah Wen Jian.


"benar patriak Wen, masih sangat mudah dan memiliki kekuatan besar, tapi pemuda bangsawan Qian itu tidak sombong, sangat jarang ada pemuda yang seperti pemuda bangsawan Qian itu," timpal Patriak klan Mo, yang tidak lain adalah Mo Gui.


"aku tidak menyangka bangsawan Qian memiliki jenius sejati, selamat Patriak Qian," ucap matriak sekte giok hijau, yang tidak lain adalah matriak Qianyu.


"matriak terlalu memuji," balas Qian Ming tersenyum dan merendah.


*******


meski ketiganya tidak dapat menyentuh pakaian Li Feng, tapi kemampuan mereka dalam berpedang terus meningkat, hal itu tentu saja membuat mereka semakin bersemangat.


"ayo serang aku terus! jangan terlalu manja! karena menjadi kuat itu harus mengeluarkan bakat terpendam untuk diasah, kalian harus tunjukkan jika kalian pantas untuk menjadi wakil kekaisaran Song di turnamen antar kekaisaran nanti!" seru Li Feng yang terus memberikan arahan dan juga dukungan.


"baik saudara Qian," balas ketiganya, lalu mereka menyerang Li Feng dengan kekuatan puncak yang mereka miliki.


Boom Boom Boom..


ledakan semakin kuat, arena pertarungan juga sudah porak poranda karena imbas dari ledakan, sehingga Li Feng dan ketiga lawannya bertarung tanpa ada arena lagi.


Boom Boom Boom..


ledakan demi ledakan terus bersautan, setiap kali terjadi ledakan, asap hitam selalu mengepul dan menghalangi pandangan semua orang untuk menyaksikan pertarungan yang sudah menjadi latih tanding itu.


2 jam kemudian.


"aku rasa sudah cukup saudara Mo, saudara Shupeng, saudari Mei, kemampuan bertarung kalian sudah meningkat bagus, tetap seperti itu, dan terus tingkatkan kemampuan berpedang kalian!" ucap Li Feng yang merasa sudah cukup latih tanding nya.


"baik saudara Qian, terima kasih atas semua petunjuknya," balas ketiganya, lalu mereka berhenti menyerang dan menyarungkan kembali pedang mereka lalu memasukkan kedalam cincin penyimpanan.

__ADS_1


Melihat keempatnya berhenti bertarung, Junshong jadi bingung, karena dia tidak tahu kenapa mereka berhenti bertarung.


"kenapa kalian tidak terus bertarung? bagaimana caraku mengumumkan pemenangnya?" tanya Junshong kebingungan.


"aku juara 4 tuan Junshong," ucap Shupeng membalas.


"aku juara 3 tuan Junshong," ucap Mo Feng membalas.


"aku juara 2 tuan Junshong," ucap Mei Shin membalas.


melihat dan mendengar pengakuan dari ketiganya, Li Feng tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"aku juara satu tuan Junshong," ucap Li Feng tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"apa kalian yakin?" tanya Junshong memastikan.


"kami yakin tuan Junshong," jawab Mo Feng, Shupeng dan Mei Shin serempak, sementara Li Feng hanya diam saja.


mendengar pengakuan mereka, Junshong naik ke arena nomor satu dan membuat pengumuman.


"kalian sudah mendengar pengakuan mereka bukan? yang menjadi pemenang keempat pada turnamen ini adalah Shupeng dari klan Wen, pemenang ketiga adalah Mo Feng dari klan Mo, pemenang kedua adalah Mei Shin dari sekte giok hijau, dan pemenang pertama adalah Qian Fan dari bangsawan Qian, selamat untuk pemenang," ucap Junshong membuat pengumuman.


semua orang bersorak dan bertepuk tangan, mereka sangat puasa dengan pertarungan keempatnya, meski hanya seperti latih tanding, tapi pertarungan keempatnya sangat memuaskan mereka.


"aku minta kepada yang mulia agar memberikan hadiah kepada para pemenang!" ucap lanjut Junshong menoleh pada kaisar Song Guan.


kaisar Song Guan pun berdiri dari kursinya, lalu dia pergi ke arena nomor satu, setelah itu, Junshong kembali meminta Li Feng dan ketiga lainnya untuk naik diatas arena untuk mengambil hadiah mereka.


"selamat untuk kalian berempat, dari sekian banyak peserta, kalian berhasil mencapai sampai 4 besar," ucap kaisar Song Guan memberi selamat.


"terima kasih yang mulia," balas Li Feng dan ketiga lainnya.


lalu acara menyerahkan hadiah pun dimulai, beberapa saat kemudian, acara penyerahan hadiah pun selesai, kaisar Song Guan lalu mengundang keempat peserta itu keistana.


Li Feng dan ketiga lainnya juga mengatakan jika mereka akan hadir memenuhi undangan kaisar Song Guan besok pagi.


beberapa saat kemudian, acara pun resmi berakhir, lalu satu persatu meninggalkan alun alun kota, Li Feng pun kembali berkumpul bersama dengan Qian Ming dan para tetua bangsawan Qian.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2