Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Terlempar Ke Alam Agung


__ADS_3

Keesokan harinya.


burung burung bernyanyi ria menyambut mentari pagi, kota yang tadinya hening kembali menjadi riuh dengan teriakan para pedagang yang menjajakan dagangan mereka.


Li Feng pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu dia berdiri dan keluar kamar, seperti biasa, diluar kamar, Jun Tong dan Xia Mo sudah menunggunya, ketiganya lalu keluar penginapan tanpa memanjakan lidah mereka dengan makanan enak.


sesampainya mereka diluar penginapan, Li Feng dan kedua bawahannya pergi ke suatu bangunan yang dulunya terdapat sebuah portal, tidak berselang lama, ketiganya pun sampai disana.


"maaf tetua, apa portal ini masih berfungsi?" tanya Jun Tong pada seorang pria paruh baya yang berjaga.


"benar tuan, apa tuan tuan ingin menggunakan portal?" jawab dan tanya tetua.


"benar tetua, kami ingin menggunakan portal dan pergi ke alam pelangi 5 warna," jawab Jun Tong menjelaskan tujuan mereka.


"jika ke alam pelangi 5 warna, membutuhkan 15 ribu batu roh tingkat tinggi tuan," balas tetua menyebut harga yang harus dibayarkan.


"tidak masalah tetua," ucap cepat Li Feng, lalu dia mengeluarkan satu buah cincin penyimpanan, yang isinya 15 ribu batu roh tingkat tinggi dan memberikannya pada tetua.


"tunggu sebentar!" balas tetua yang sudah mengambil cincin penyimpanan dan memeriksa isinya.


Whush..


portal itu aktif setelah tetua itu memasukkan 10 ribu batu roh tingkat tinggi, lalu membuat segel tangan dan mengaktifkan portal, selain tetua itu, ada juga 4 tetua lainnya yang juga mengaktifkan portal.


"Silahkan tuan tuan," ucap tetua setelah portal aktif.


"baik tetua," balas Li Feng, lalu dia dan kedua bawahannya masuk kedalam pusaran angin.


setelah masuk kedalam, ketiganya membiarkan diri mereka dibawa oleh lorong dimensi ruang dan waktu itu, sambil menunggu, Li Feng dan kedua bawahannya mengobrol, lebih tepatnya Li Feng bertanya soal alam agung, dia penasaran dengan alam agung, yang mana dia akan menjadi pengusaha disana suatu hari nanti.


"apa kamu pernah mendengar nama alam agung?" tanya Li Feng serius.


Jun Tong yang mendengar pertanyaan itu sedikit terkejut, dia tahu alam agung itu, hanya saja dia terkejut karena Li Feng juga tahu, dan yang membuatnya penasaran adalah dari mana Li Feng tahu adanya alam agung.


"aku tahu alam itu pangeran, dari mana pangeran tahu dengan alam agung?" jawab dan tanya Jun Tong.


"ada seseorang yang memberitahu ku, dan aku penasaran dengan alam agung," jawab Li Feng tanpa menyebut siapa sosok itu.


"coba kamu ceritakan padaku tentang alam agung!" ucap lanjut Li Feng.


"alam agung adalah salah satu alam yang berada di alam atas, kekuatan di alam agung juga setara dengan alam Nirvana, hanya saja alam agung hanya memiliki satu kekaisaran, yaitu Kekaisaran Agung,"


"Jika aku tidak salah dengar, dulu Kekaisaran agung pernah terjadi pemberontakan, dan yang memberontak adalah sepupu dari penguasa agung Tian Jun sendiri, namanya adalah Tian Feng,"


"pangeran Tian Feng bekerja sama dengan 2 sekte kuat di alam agung, lalu mereka memberontak dan melakukan penyerangan ke kekaisaran, kejadian itu aku tahu karena pada saat itu aku juga berada di alam agung, dan waktu itu aku belum menjadi jendela kekaisaran benua teratai putih,"


"setelah penyerangan, aku dengar jika penguasa agung Tian Jun mengalami luka dalam serius lalu melarikan diri, setelah nya aku tidak tahu lagi apa yang terjadi, sebab aku melanjutkan petualangan ku ke alam Nirvana," jawab Jun Tong menjelaskan apa yang dia tahu tentang alam agung.


"kenapa selalu saja ada yang berkhianat hanya karena tahta? apa sangat penting menjadi seorang penguasa?" balas Li Feng menggeleng kepala, hanya karena tahta, banyak yang rela membunuh saudara mereka sendiri.


"seperti itulah dunia kultivator pangeran, yang kuat berkuasa, yang lemah diperlakukan seperti semut," balas Jun Tong tersenyum.


"tapi dari mana pangeran tahu alam agung?" ucap lanjut Jun Tong yang penasaran.

__ADS_1


Li Feng yang mendapat pertanyaan itupun tidak lagi menyembunyikan yang dia temukan, Li Feng menceritakan semua yang dia lakukan setelah masuk kedalam goa, mulai dari terpeleset, hingga dia mempelajari kitab tapak surgawi, tidak lupa Qin Fan juga mengatakan tingkat kultivasi nya pada mereka, Jun Tong dan Xia Mo yang mendengar kekuatan baru Li Feng pun hampir muntah darah.


"jadi, pangeran adalah penerus kekaisaran agung yang dipilih?" tanya Jun Tong setelah menenangkan diri.


Li Feng tersenyum dan mengangguk, lalu dia berkata.


"benar Jun Tong, aku juga tidak menyangka akan menjadi penerusnya," jawab Li Feng tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"bagaimana dengan kekuatan dari klan pendukung itu?" tanya Li Feng.


Jun Tong menggeleng kepala, lalu dia menjawab.


"meskipun saat ini pangeran memiliki kekuatan dewa putih tahap puncak, tapi kekuatan kedua klan itu masih belum bisa di sentuh, pangeran," jawab Jun Tong menggeleng kepala.


"Saat itu aku dengar jika patriak klan Lu dan klan Ji memiliki kekuatan dewa hitam tahap menengah, aku tidak tahu kalau sekarang, bisa jadi kedua Patriak itu sudah menembus dewa giok tahap puncak," ucap lanjut Jun Tong.


"sangat kuat," balas Li Feng tercengang dengan kekuatan yang dimiliki kedua Patriak klan pendukung.


Li Feng dan Jun Tong terus mengobrol sambil membiarkan diri mereka terbawa, sementara Xia Mo hanya diam dan menjadi pendengar setia, sebab dia tidak tahu apa apa tentang alam yang mereka bahas.


ketika mereka asik mengobrol, tiba tiba portal mengalami goncangan hebat, Li Feng, Jun Tong dan Xia Mo mencoba menyeimbangkan tubuh mereka, tapi tetap saja ketiganya tidak dapat melakukan.


******


Diluar portal dimensi.


"Cepat perbaiki portalnya!" seru salah satu tetua yang berjaga, ternyata salah satu pilar yang menopang portal mengalami keretakan, dan penyebab keretakan adalah bertarungnya dua kultivator kuat diluar ibukota.


sehingga ibukota mengalami guncangan kuat, sehingga pilar yang menopang portal terguncang dan mengalami keretakan, hal itulah yang membuat Li Feng dan kedua bawahannya tidak dapat menyeimbangkan tubuh mereka.


Lalu mereka mencoba memperbaiki pilar itu dan juga portal yang terguncang, namun sekuat apapun mereka berusaha, tetap saja kelima tetua tidak mampu memperbaikinya, sebab pertempuran kedua kultivator itu semakin sengit, sehingga guncangan semakin kuat.


"pilarnya akan roboh," seru salah satu tetua yang mencoba mempertahankan pilar.


"oh tidak!" ucap tetua yang lain panik.


"terus tahan pilar itu!" seru tetua yang lain.


kelima tetua itu bekerja ektra untuk menahan pilar yang hampir roboh, bahkan mereka sudah basah dengan keringat mereka sendiri.


******


Didalam portal.


lorong dimensi ruang dan waktu itu berguncang semakin hebat, lalu terjadi robekan dimana mana, setelah terjadi robekan, muncul badai ruang dan waktu dari berbagai arah, lalu melempar Li dan kedua bawahannya keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu.


Whush.. Whush.. Whush..


Li Feng, Jun Tong dan Xia Mo terlempar secara terpisah, bukan hanya terpisah dalam satu alam, tapi ketiganya terlempar ke tiga alam yang berbeda, Li Feng terlempar ke alam agung, Jun Tong terlempar ke alam pelangi 5 warna, Xia Mo terlempar ke alam Nirvana.


Boom..


terjadi ledakan kecil disaat tubuh Li Feng menghantam tanah, lalu tempat Li Feng terjatuh itu menjadi sebuah kawah kecil.

__ADS_1


Li Feng yang berada didalam kawah kecil pun bangkit dan keluar dari dasar kawah.


"dimana ini?" gumam Li Feng bertanya tanya.


"energi spiritual disini lebih pekat dari biasanya," gumamnya lanjut, dapat dia rasakan energi spiritual di alam agung itu jauh lebih tebal dari daratan tengah beberapa kali.


Li Feng lalu duduk mengambil sikap lotus dan membiasakan diri dengan aura dan energi spiritual yang baru itu, keesokan harinya, Li Feng membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, dia sudah mulai terbiasa dengan aura dan energi spiritual itu.


"aku harus kemana? dimana Jun Tong dan Xia Mo?" gumam Li Feng yang terpisah dengan kedua bawahannya.


Li Feng lalu mengedarkan aura spiritual nya untuk mencari jejak kehidupan disekitarnya, karena jika ada jejak kehidupan disuatu tempat, maka dia akan menuju tempat itu.


tapi setelah mengedarkan aura spiritual nya, Li Feng tidak merasakan adanya kehidupan dalam radius 5 kilo meter, adapun aura jejak kehidupan yang dia rasakan adalah milik hewan buas yang mendiami hutan itu.


"baiklah, aku akan ke timur," ucap Li Feng memutuskan untuk pergi ke timur, mengikuti arah matahari.


Li Feng lalu melayang di udara dan melesat kearah timur, dia berharap akan menemukan kota disana dan mencari tahu dimana dia berada.


Seminggu kemudian.


Setelah melayang kearah timur selama seminggu, akhirnya Li Feng menemukan sebuah kota kecil, namun kota yang Li Feng temukan itu berada dalam kekacauan, dimana kota itu sedang diserang oleh ribuan pasukan yang memakai pakaian serba hitam.


karena tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, Li Feng tidak ingin terlibat, dia hanya bersembunyi dari jauh dan melihat pertempuran yang sedang berlangsung sengit itu.


"Hancurkan kota ini! jangan biarkan satupun penduduknya hidup!" seru salah satu pria paruh baya memberi perintah, kekuatan pria sepuh itu berada di ranah dewa emas tahap menengah, dua tahap diatas Li Feng.


Pasukan yang dipimpinnya pun semakin agresif dalam melepaskan serangan, ledakan demi ledakan terus Li Feng dengar didepan gerbang kota.


"jangan biarkan mereka masuk kedalam kota! terus pertahankan gerbang kota! anak dan istri kalian dalam bahaya jika mereka berhasil masuk," seru jendral kota yang memimpin ribuan pasukan kota, kekuatan sang jendral hanya berada satu tahap dibawah pemimpin pasukan yang menyerang, yaitu dewa emas tahap awal.


"jadi yang menyerang adalah kelompok berandalan? baiklah, aku akan membantu pihak kota," ucap Li Feng ingin membantu, dia mendengar jelas seruan dari kedua pemimpin pasukan, sehingga Li Feng bisa mendalam mana yang harus dibantu.


"Pedang Seribu Bayangan,"


"Tapak Bayangan,"


Seru Li Feng dari jauh, lalu dia mengeluarkan pedang naga emas dari cincin penyimpanan dan melemparnya keatas, pedang naga emas kemudian berubah menjadi ribuan bilah bilah pedang.


setelah ribuan bilah bilah pedang terbentuk, kembali ribuan tapak terbentuk dari energi biru, Li Feng lalu menyuntikan Qi nya kedalam ribuan pedang dan ribuan tapak dan mengayunkan tangannya kearah pasukan berjubah hitam.


Whush.. Whush.. Whush..


ribuan bilah bilah pedang dan ribuan tapak melesat kearah pasukan berjubah hitam.


Slash.. Slash.. Slash..


Boom Boom Boom..


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih...


__ADS_2