
Tidak beberapa lama.
Li Feng dan kedua gurunya sampai disebuah goa, ketiganya masuk kedalam, saat berada didalam goa, Li Feng cukup tercengang dengan apa yang ada didalam goa, dimana ada banyak koin platinum, koin emas, koin perak, ratusan atau mungkin ribuan kitab jurus, serta ribuan senjata dengan berbagai tingkatan.
"Kenapa dengan mu?" tanya Fong Tie bingung dengan wajah Li Feng.
"Kenapa ada banyak koin emas, perak, kitab dan senjata disini guru?" tanya balik Li Feng penasaran.
"Jadi kamu terkejut?" tanya Fong Tie.
"Benar guru," jawab Li Feng menganggukkan kepala.
"Silahkan kamu ambil semua koin emas dan koin perak itu! kami tidak membutuhkannya, dan silahkan pilih pedang dan kitab yang kamu sukai!" ucap Fong Tien.
Tanpa menjawab, Li Feng mengayunkan tangannya dan memasukkan semua koin platinum, emas dan koin perak, lalu dia memilih milih kitab, cukup lama Li Feng melihat lihat tumpukan kitab.
Setelah cukup lama memilih, Li Feng tertarik dengan satu kitab tingkat tinggi, yang mana kitab itu bernama kitab teknik berpedang.
Kitab teknik berpedang hanya memiliki dua jurus, yaitu pedang malam dan cahaya pedang, Li Feng kemudian melanjutkan dengan memilih senjata, senjata sendiri ada berbagai macam jenis.
Ada jenis tombak, pedang, golok dan pisau, selain itu, ada juga beberapa armor yang berbentuk baju jirah.
"Aku memilih kitab dan pedang ini guru," ucap Li Feng mengangkat kitab teknik berpedang dan pedang berwarna emas.
"Baiklah, bersihkan dulu dirimu disana! besok pelajarilah kitab itu! setelah selesai mempelajari kitab itu, kami akan memberikan jurus terbaik kami," ucap Fong Tien lembut.
"Baik guru," jawab Li Feng, lalu dia keluar goa dan pergi ke danau kecil yang diberitahu.
Keesokan harinya.
Li Feng mulai membuka kitab teknik berpedang dan membaca, jurus pertama yang bernama pedang malam adalah sebuah teknik yang sangat kuat, dimana musuh tidak dapat melihat serangan yang dilepaskan, kecuali mereka yang memiliki teknik mata dewa.
Jurus pedang malam dapat melukai atau membunuh tanpa ada yang tahu, pasalnya, saat jurus ini digunakan, tidak ada yang melihat ada serangan, tahu tahu susah tersayat atau kepala sudah terpenggal.
Sementara pedang cahaya sendiri harus menguasai elemen cahaya, namun saat ini Li Feng tidak memiliki elemen cahaya, sehingga dia hanya bisa tersenyum masam, lalu menutup kembali kitab itu.
"Ada apa Feng'er?" tanya Fong Tie yang baru saja keluar goa.
"Ternyata mempelajari kitab ini harus memiliki elemen cahaya, guru," jawab Li Feng tersenyum.
"Ya sudah, sekarang kamu pelajari saja kitab ini!" ucap Fong Tie, lalu dia lemparkan satu kitab dan ditangkap Li Feng.
"Tombak angin?" Li Feng membaca nama kitab.
"Benar, itu adalah kitab tombak angin, kamu memiliki elemen angin bukan?" jawab dan tanya Fong Tie.
__ADS_1
"Benar guru, tapi elemen angin ku sangat lemah," jawab Li Feng menganggukkan kepala.
"Seraplah inti jiwa ini dan kuatkan elemen angin mu," ucap Fong Tien yang baru keluar dari goa, lalu melemparkan sebuah cincin penyimpanan pada Li Feng, yang mana isi cincin penyimpanan adalah dua inti jiwa harimau angin.
"Itu adalah inti jiwa harimau angin, selain meningkatkan elemen angin, kedua inti jiwa itu juga dapat meningkatkan kekuatan mu dua tahap," ucap lanjut Fong Tien.
"Baik guru," jawab Li Feng bersemangat, dia tidak menyangka akan mendapatkan guru setibanya di alam para binatang, belum lagi kedua gurunya sangat baik.
"Kamu seraplah! kami akan memeriksa beberapa aura yang mendekat," ucap Fong Tien yang tiba tiba merasakan beberapa aura mendekati hutan tanah larangan.
"Baik guru," jawab Li Feng, lalu masuk kedalam goa, sementara kedua gurunya melesat dengan cepat.
Didalam goa.
Li Feng langsung membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.
Whush..
Li Feng muncul didepan istana Ming, lalu pergi ke ruang kultivasi, sesampainya disana, tanpa membuang waktu lagi, Li Feng langsung duduk mengambil sikap lotus dan mulai menyerap kedua inti jiwa harimau angin.
10 hari kemudian.
Elemen angin Li Feng meningkat pesat, kultivasi nya juga meningkat ke tingkat penguasa bintang 3 tahap menengah, menghadapai tingkat penguasa bintang 3 tahap puncak bukan lagi masalah untuknya.
Merasa fondasi kultivasi sudah kokoh, Li Feng mulai membuka kitab tombak angin yang diberikan Fong Tie dan mulai membacanya.
Kekuatan tombak angin sendiri tergantung penggunanya dan juga kekuatan elemen angin yang dikuasai pengguna.
Selesai membaca penjelasan dan melihat semua gerakan yang ada dalam kitab, Li Feng keluar ruang kultivasi dan mulai mempraktekkan nya.
Li Feng mengalirkan elemen angin dengan semua kekuatan nya, lalu membuat gerakan tangan seperti penjelasan dan gambaran yang ada didalam kitab.
Perlahan elemen angin mengalir dan bertumpuk pada kedua telapak tangan Li Feng, lalu elemen angin berputar putar dengan hebat.
Whush..
Li Feng membuat gerakan tangan seperti gambaran dan mendorong elemen angin kedepan, saat terdorong, perlahan elemen angin yang berputar putar itu membentuk tiga tombak angin.
Whush.. Whush.. Whush..
Satu persatu ketiga tombak angin melesat dengan cepat, saat Li Feng mengayunkan tangannya kearah bukit yang berada tidak jauh darinya.
Boom Boom Boom..
Ledakan menggema saat ketiga tombak angin menghantam bukit dan menghancurkannya, bukit yang tadinya berdiri kokoh, berubah menjadi debu.
__ADS_1
Selain menghancurkan bukit, dunia jiwa juga dibuat terguncang, sehingga semua penghuni dunia jiwa bertanya tanya apa yang terjadi.
Li Feng terus mengulang ngulangi jurus tombak angin, dia berlatih hingga merasa sudah sempurna, hanya saja kekuatan serangan Li Feng masih belum terlalu kuat, akan semakin kuat serangan itu jika Li Feng meningkatkan lagi elemen angin seperti elemen petir dan elemen api.
Setelah berlatih selama beberapa hari, Li Feng memutuskan untuk keluar dari dunia jiwa, dia kemudian membuka gerbang dunia jiwa dan keluar.
Whush..
Li Feng muncul didalam goa, saat keluar, Li Feng tidak melihat kedua gurunya, namun Li Feng mendengar ada keributan diluar, dengan wajah penasaran, Li Feng keluar goa.
Saat berada diluar goa, Li Feng melihat ada lima sosok dalam kondisi yang sangat mengerikan, bahkan kultivasi mereka juga sudah dimusnahkan kedua gurunya.
"Siapa mereka guru?" tanya Li Feng penasaran.
"Kamu sudah selesai berlatihnya?" bukannya menjawab, Fong Tie balik bertanya.
"Susah guru, hanya saja kekuatan serangan ku masih sangat lemah," jawab Li Feng tersenyum masam.
"Karena itulah guru membawakan mu hadiah," ucap Fong Tie tersenyum.
"Maksud guru?" tanya Li Feng bingung.
"Mereka adalah tetua klan harimau angin, dengan inti jiwa kelimanya, elemen angin mu semakin kuat," jawab Fong Tie menjelaskan.
Mendengar kelima pria paruh baya yang babak belur itu adalah tetua klan harimau angin, mata Li Feng berbinar binar, artinya mereka adalah binatang suci harimau angin.
"Terima kasih guru," ucap Li Feng bersemangat, lalu detik berikutnya Li Feng memenggal kepala mereka dan mengambil inti jiwa kelimanya.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
******
Sambil menunggu Kultivasi Naga update.
Yuk mampir dikarya ku yang lain!!
Udha Update 32 Eps.
Judul Karya : Pendekar Dewa Naga
__ADS_1