
Perlahan Li Feng membaca setiap penjelasan yang ada di kitab teleportasi itu, menjelang malam, Li Feng menutup kembali kitab, lalu dia menutup mata dan menyerap energi spiritual menunggu hari esok.
keesokan harinya, kembali Li Feng membuka kitab teleportasi dan membawa nya hingga berulang kali, Li Feng melakukan hal itu hingga 3 hari lamanya, atau 3 jam di dunia luar.
dihari keempat, Li Feng mencoba memperagakan gerakan yang ada dikitab teleportasi.
sekali gagal, kedua gagal, ketiga gagal, dan terus seperti itu, tapi hal itu tidak membuat Li Feng menyerah, dia terus mempelajari kitab teleportasi itu.
seminggu kemudian, Li Feng berhasil berteleportasi dengan jarak 100 meter, hal itu membuat Li Feng sangat senang, karena meski hanya dengan jarak 100 meter, Li Feng bisa menggunakan teknik teleportasi jika dia bertarung dengan lawan yang kuat.
Li Feng bisa menggunakan teknik itu untuk menyerang lawan, karena dengan teknik teleportasi, Li Feng bisa menyerang lawan dari berbagai arah tanpa diduga oleh lawan, tentu hal itu suatu keuntungan bagi Li Feng.
10 hari kemudian.
Li Feng berhasil berteleportasi sejauh 150 meter, mencapai itu, Li Feng semakin bersemangat untuk terus mempelajari kitab teleportasi, hanya saja waktunya di dunia luar sudah sepuluh hari, artinya sudah pagi di dunia luar.
Li Feng pun menghentikan latihan nya dan keluar dari dunia jiwa.
Whush...
Li Feng muncul dikamar istana, lalu dia membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng keluar kamar dan pergi ke ruang makan.
diruang makan, seperti kemarin, sudah ada kaisar Han Mu, permaisuri Qiao Yi dan Ling Ling disana, ketiga nya sedang menunggu Li Feng untuk sarapan bersama.
"selamat pagi pangeran," ucap Kaisar Han Mu, permaisuri Qiao Yi dan Ling Ling menyambut Li Feng.
"selamat pagi yang mulia, permaisuri, tuan putri," balas Li Feng ramah, lalu dia duduk dikursi yang dia tempati kemarin.
"aku akan melanjutkan petualangan ku yang mulia," ucap Li Feng menyampaikan tujuannya.
"apa tidak menunggu satu atau dua hari lagi pangeran?" tanya kaisar Han Mu.
"maafkan aku yang mulia! masih banyak yang harus aku lakukan diluar sana, mungkin ini terdengar berlebihan, tapi itulah yang harus aku lakukan," balas Li Feng.
Ling Ling yang mendengar Li Feng akan pergi pun jadi sedih, dia tidak menyangka pertemuan nya dengan Li Feng hanya sesingkat itu, apalagi sudah tumbuh bulir bulir cinta dihatinya.
"kemana pangeran akan pergi?" tanya Ling Ling tertunduk lesuh.
__ADS_1
"aku akan pergi kemana langkah kaki ini membawa ku putri," jawab Li Feng tersenyum.
"apa pangeran tidak boleh menunggu satu atau dua hari lagi?" tanya Ling Ling yang merasa keberatan dengan kepergian Li Feng.
"maafkan aku putri! seperti yang aku katakan sebelumnya, masih banyak hal yang ingin aku lakukan dan aku lihat, aku tidak bisa berlama lama disuatu tempat," balas Li Feng yang masih tersenyum.
"jika pangeran memiliki waktu, sering seringlah datang kesini! istana ini selalu terbuka untuk pangeran," ucap permaisuri Qiao Yi, dia dapat melihat kesedihan dimata Ling Ling.
"aku akan berkunjung jika ada kesempatan permaisuri," balas Li Feng.
lalu setelah itu, mereka sarapan bersama, Ling Ling tidak nafsu makan sama sekali, dia masih larut dalam lamunannya, baru kali ini ada pemuda yang membuatnya jatuh cinta, tapi pemuda itu tidak menghiraukan nya dan sekali.
"apa aku harus mengatakan perasaan ku pada pangeran?" gumam Ling Ling membatin.
"putri?" panggil Li Feng yang melihat Ling Ling tidak sarapan dan hanya tenggelam dalam lamunannya.
"eeh iya pangeran," jawab gugup Ling Ling.
"ayo kita sarapan!" ajak Li Feng tersenyum.
"baik pangeran," jawab Ling Ling.
beberapa saat kemudian, mereka selesai sarapan, Li Feng lalu berpamitan pada mereka dan keluar dari istana, dia tidak ingin berada lebih lama lagi di istana.
Li Feng melakukan hal itu bukan tanpa alasan, Li Feng sudah tahu jika Ling Ling menyukainya, tapi Li Feng tidak ingin memberi harapan yang lebih besar lagi pada Ling Ling, karena yang dipikirkan Li Feng saat ini adalah berpetualangan dan mencari pengalaman hidup di dunia luar.
Li Feng tidak mau memikirkan soal cinta dulu, karena bagi Li Feng, wanita itu menyebalkan dan merepotkan, hal itulah yang membuat Li Feng tidak ingin menjalin hubungan dalam waktu dekat.
setelah berada di luar istana, Li Feng pergi ke gerbang, tidak lama kemudian, Li Feng sampai digerbang ibukota, Li Feng kemudian keluar dari ibukota, tidak jauh dari kota, Li Feng melayang di udara dan melesat ke arah timur.
3 hari kemudian.
setelah melayang selama 3 hari, Li Feng saat ini berada di sebuah hutan yang tidak jauh dari kota yang paling dekat dengan ibukota, Li Feng lalu melayang turun dan berjalan ke arah kota.
tidak butuh waktu lama bagi Li Feng untuk sampai didepan gerbang kota, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng masuk kedalam kota.
didalam kota, terlebih dulu Li Feng mampir disebuah kedai teh, pasalnya hari sudah sore, sehingga Li Feng ingin menikmati suasana sore dengan secangkir teh.
__ADS_1
"selamat datang di kedai teh kamu tuan muda," ucap pelayan menyambut Li Feng.
"aku ingin teh nona, bawakan teh terbaik yang kalian punya!" balas Li Feng ramah.
"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar!" balas pelayan, lalu dia kembali kedapur.
setelah pelayan itu pergi, Li Feng mengambil tempat dipojok, seperti bisa, Li Feng mencoba mendengarkan obrolan para pengunjung yang datang.
dari sekian banyak informasi yang dia dapatkan, tidak ada informasi khusus, yang ada hanyalah informasi mengenai pemuda yang membunuh para jendral siluman di pertempuran beberapa minggu yang lalu.
Li Feng yang mendengar para pengunjung membesar besarkan pemuda itu, dia hanya tersenyum saja, karena pemuda yang dibicarakan itu adalah dirinya sendiri.
tidak lama kemudian, pelayan tadi datang dengan membawa pesanan Li Feng, lalu dia letakkan diatas meja dan kembali, sementara Li Feng mencoba menuangkan teh itu kedalam gelas dan menyesapnya dengan santai.
setelah mengabiskan tehnya, Li Feng berencana keluar dari kedai teh itu, tapi tiba tiba telinga nya menangkap sebuah informasi.
"aku sudah tidak sabar untuk pergi ke makam kuno itu," ucap salah satu pengunjung pada temannya.
"jadi saudara juga akan masuk ke makam kuno itu?" tanya temannya.
"benar saudara, aku akan masuk kesana," jawabnya.
"berarti kita sama saudara, aku juga akan masuk ke makam kuno itu," balas temannya.
"makam kuno?" gumam Li Feng membatin, lalu dia kembali duduk dan mendengarkan obrolan kedua pemuda itu.
"kali ini sekte seribu bayangan mengirimkan murid elite dan juga 2 tetua tingkat tinggi untuk masuk ke makam kuno, bagaimana dengan sekte matahari? apa sekte matahari juga melakukan hal yang sama?" tanya pemuda yang pertama, yang tidak lain adalah murid sekte seribu pedang.
"benar saudara, sekte matahari juga mengirimkan murid elite dan juga 2 tetua tingkat tinggi untuk masuk ke makam kuno itu," jawab murid sekte matahari.
"jadi kedua pemuda itu murid sekte matahari dan seribu pedang?" gumam Li Feng yang sudah tahu identitas kedua pemuda itu.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...