
"Kalian tahu letak kota durian runtuh?" setelah membaca papan informasi, Li Feng bertanya pada Jonghae dan Jongjie.
"Kami tahu tuan muda, kota durian runtuh berada di arah Utara tuan muda, dan kota durian runtuh berjarak 3 minggu dari sini, apa tuan muda ingin mengikuti lelang?" jawab dan tanya Jonghae.
"Benar Jonghae, aku ingin mengikuti lelang itu, aku penasaran dengan inti jiwa naga petir yang akan di lelang itu," jawab Qin Fan mengangguk.
"Jika aku boleh memberi saran, sebaiknya tuan muda urungkan niat itu! karena di pelelangan ada banyak tingkat tinggi yang juga mengikuti lelang, aku khawatir akan menimbulkan masalah di pelelangan nanti," ucap Jonghae serius.
"Bukankah yang namanya pelelangan, siapa yang menawarkan lebih tinggi yang menjadi pemenang? lalu apa yang perlu ditakutkan?" tanya Li Feng polos, selama ini dia belum pernah ikut pelelangan, secara auto dia masih naif.
"Tidak sesederhana itu tuan muda! jika ada kultivator kuat yang menyukai salah satu item, lalu dia membuat penawaran tinggi, kemudian ada lagi yang menawar lebih tinggi dari yang ditawarkan kultivator kuat itu, masalah akan timbul disitu," ucap Donghae menjelaskan.
"Masalah apa yang kamu maksudkan Jonghae? aku tidak mengerti," tnya Li Feng mengerutkan kening.
"Sudah pasti tuan muda akan di cegat saat keluar dari rumah lelang, mereka menganggap tuan muda tidak menaruh muka pada mereka," jawab Jonghae serius.
"Tenanglah Jonghae! aku akan baik bai saja," balas Li Feng tersenyum.
Jonghae dan Jongjie tidak berkata apa apa lagi, Li Feng sudah memutuskan untuk mengikuti lelang itu, apalagi alat pembayaran adalah koin emas, tentu Li Feng memiliki ratusan milyar koin emas, belum lagi dengan puluhan milyar koin platinum dan ratus juta batu roh.
"Sebaiknya kita cari penginapan untuk membersihkan diri!" ucap lanjut Li Feng.
Namun belum juga Li Feng dan kedua pelayannya pergi, sekelompok anak muda dan 2 pria paruh baya mendekati papan informasi, yang mana mereka adalah murid dan tetua sekte agung.
Namun para murid dan tetua itu berada di belakang seorang pria muda, yang tidak lain adalah tuan muda sekte agung, atau biasa dipanggil tuan muda Guzhin.
Saat para penduduk kota dan kultivator bebas melihat tuan muda Guzhin, semua orang bergetar ke samping dan memberikan jalan, tapi tidak dengan Li Feng, Jonghae dan Jongjie, ketiganya tetap berada didepan papan informasi tanpa bergeser sedikitpun.
"Tuan muda,"
"Tuan muda,"
"Tuan muda,"
Satu persatu para penduduk dan kultivator bebas menyapa tuan muda Guzhin, sementara tuan muda Guzhin tersenyum dan mengangguk.
Saat tepat berada didepan Li Feng dan kedua bawahannya, tuan muda Guzhin tidak marah dan bergeser ke samping mereka lalu melewati ketiganya tanpa sepatah kata.
Li Feng cukup tercengang karena baru kali ini ada tuan muda yang tidak bersikap sombong, biasanya tuan muda sebuah sekte besar atau klan besar, dia akan bersikap sombong dengan mengandalkan latar belakangnya.
"Aku akan mewakili ayah di pelelangan nanti, besok kita ke kota durian runtuh," ucap tuan muda Guzhin setelah membaca papan informasi, dia juga ingin mengikuti pelelangan.
Namun sebelum mereka meninggalkan papan informasi, sekelompok pemuda dan 2 pria paruh baya juga mendekati papan informasi, mereka juga mengawal seorang pemuda, yang tidak lain adalah tuan muda sekte langit.
"Tuan muda,"
"Tuan muda,"
"Tuan muda,"
__ADS_1
Sekali lagi para penduduk kota dan kultivator bebas menundukkan kepala dan menyapa tuan muda sekte langit, yang tidak lain adalah tuan muda Shinchan.
Namun sikap yang ditunjukkan tuan muda Shinchan berbeda dengan yang ditunjukkan tuan muda Guzhin, tuan muda Sinchan terlihat sombong, bahkan dia berjalan dengan membusungkan dada.
"Kita bertemu lagi tuan muda Guzhin," ucap tuan muda Shinchan melirik.
"Apa alam langit ini begitu kecil? kenapa takdir ku buruk seperti ini?" ucap tuan muda Guzhin memasang wajah sedih.
"Apa maksudmu tuan muda Guzhin?" tuan muda Shinchan merasa tersinggung dengan ucapan tuan muda Guzhin.
"Tetua Shao, apa tetua mendengar suara anjing menggonggong?" tanya tuan muda Guzhin sambil mengangkat tangannya dan menaruh di telinga seolah olah sedang mencari suara, dia juga berpura pura menoleh kesana kemari.
"Aku tidak dengar tuan muda, yang aku dengar hanya suara nyamuk, tapi aku sendiri tidak melihat nyamuk itu," jawab tetua Shao yang merupakan pengawal tuan muda Guzhin.
Tuan muda Shinchan semakin tersinggung dengan ucapan tuan muda Guzhin, wajahnya sangat memerah karena menahan marah, sementara para kultivator bebas dan penduduk kota sudah menjauh, tidak ada yang berani tinggal didekat kedua tuan muda sekte besar itu.
"Sepertinya akan ada pertunjukan menarik," ucap Li Feng melihat tuan muda Shinchan dan tuan muda Guzhin tidak akur.
"Benar tuan muda, sekte agung dan sekte langit memang tidak akur sejak dulu, sering terjadi pertempuran antara kedua sekte, tapi karena kekuatan mereka seimbang, tidak ada yang memenangkan pertempuran itu hingga sekarang," ucap Jongjie menjelaskan hubungan kedua sekte penguasa.
"Dari sikap yang aku lihat, pemuda yang baru datang itu sangat sombong, yang mana tuan muda sekte agung dan yang mana tuan muda sekte langit?" ucap Li Feng menanyakan tuan muda kedua sekte.
"Pemuda berjubah hijau adalah tuan muda sekte agung, sementara yang berjubah biru adalah tuan muda sekte langit," jawab Jonghae.
"Tunggu pembalasan ku!" ucap kesal tuan muda Shinchan, lalu dia berbalik pergi dengan perasaan dongkol.
"Bajingan, tunggu saja kamu, aku akan membunuh mu," ucap kesal tuan muda Shinchan, sepanjang jalan dia terus mengumpat kesal.
Li Feng dan kedua pelayannya pergi dari situ, sementara tuan muda Guzhin masih menatap kepergian tuan muda Shinchan dengan perasaan senang, dia berhasil membuat tuan muda sombong itu merasa malu.
"Aku rasa sebaiknya kita minta 3 tetua lagi untuk ikut bersama, aku khawatir tuan muda Shinchan akan melakukan sesuatu di perjalanan nanti," ucap tetua Shao sedikit khawatir, dia tahu bagaimana sifat tuan muda Shinchan.
"Benar tetua Shao, kirimkan pesan pada ayah untuk mengirimkan 3 atau 4 tetua lagi! dan katakan pada ayah jika kita akan pergi ke kota durian runtuh mengikuti lelang!" ucap tuan muda Guzhin mengangguk setuju.
Ditempat lain.
Tidak jauh dari papan informasi, Li Feng, Jonghae dan Jongjie menemukan sebuah penginapan, ketiganya lalu masuk kedalam.
"Selamat datang di penginapan kecil kami tuan muda, tuan tuan," ucap pelayan ramah menyambut Li Feng dan kedua pelayannya.
"Aku ingin memesan tiga kamar terbaik nona," ucap Li Feng yang juga ramah.
"Baik tuan muda, permalamnya 25 koin emas, jadi totalnya 75 koin emas," ucap pelayan menyebut biaya kamar.
Li Feng mengangguk, lalu mengeluarkan satu kantong yang isinya 100 koin emas dan memberikan pada pelayan.
"Ada kelebihan 25 koin emas tuan muda," ucap pelayan setelah menghitung.
"Sisanya untuk nona!" balas Li Feng tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih tuan muda," balas pelayan senang, dengan 25 koin emas, dia bisa menutupi ekonomi keluarganya hingga 10 bulan.
"Mari saya antar tuan muda!" ucap lanjut pelayan.
Li Feng mengangguk dan mengikuti pelayan ke lantai 4, dimana lantai empat adalah kamar VVIP berada.
"Ini kuncinya tuan muda!" ucap pelayan setelah sampai didepan kamar dan membuka pintu kamar yang ditempati Li Feng.
"Terima kasih nona," balas Li Feng, lalu mengambil kunci dan masuk kedalam, sementara pelayan tadi membawa Jonghae dan Jongjie ke kamar mereka juga.
Keesokan harinya.
Burung burung bernyanyi ria, Li Feng juga keluar kamar karena bisingnya aktifitas dalam kota, Li Feng kemudian keluar kamar, lalu mengajak Jonghae dan Jongjie yang sudah berada didepan kamar untuk turun ke lantai tiga, yang mana lantai tiga adalah tempat makan untuk tamu VVIP.
Sesampainya mereka dilantai tiga, Li Feng melihat tuan muda Guzhin juga berada disitu, ternyata tuan muda Guzhin juga menginap di penginapan yang sama dengan Li Feng.
Tidak menghiraukan tuan muda Guzhin dan para pengawalnya, Li Feng dan kedua pelayannya mengambil tempat di pojok ruangan, kemudian Li Feng memesan makanan pada pelayan.
Saat Li Feng dan kedua pelayannya menunggu pesanan, tuan muda Guzhin menghampiri meja mereka.
"Boleh aku duduk saudara?" ucap Guzhin bertanya ramah.
"Silahkan saudara!" balas Li Feng mempersilahkan dengan ramah.
Jonghae dan Jongjie langsung berdiri dan mengambil tempat lain.
"Kenalkan namaku Meng Guzhin, siapa nama saudara?" ucap tuan muda Guzhin mengenalkan nama, sekaligus menanyakan nama Li Feng.
"Namaku Li Feng, saudara Meng," balas Li Feng ramah.
"Jika aku boleh tahu, apa saudara Li juga akan ke pelelangan? kemarin aku lihat saudara Li juga membaca papan informasi," tanya tuan muda Guzhin ingin tahu.
"Benar saudara Meng, aku tertarik dengan inti jiwa naga petir," jawab Li Feng menganggukkan kepala.
"Baik aku mengerti, artinya saudara Li kultivator elemen petir, jika aku boleh memberi saran, sebaiknya saudara Li urungkan niat untuk mendapatkan inti jiwa naga petir itu!" ucap Guzhin serius.
"Kenapa seperti itu saudara Meng?" tanya Li Feng penasaran.
"Sekte langit dan klan Shen juga akan bersaing untuk mendapatkan inti jiwa naga petir itu, Patriak sekte langit dan Patriak klan Shen sama sama kultivator elemen petir, karena inti jiwa naga petir akan membuat mereka naik tingkat setidaknya satu tingkat,"
"Meski begitu, akan ada Patriak dari sekte atau klan lain yang mencegah keduanya mendapatkan inti jiwa naga petir, yang artinya, persaingan akan semakin ketat, aku harap saudara Li tidak mencari masalah dengan mereka!" jawab Guzhin menjelaskan dengan wajah yang sangat serius.
Li Feng sedikit tercengang dengan penjelasan tuan muda Guzhin, tapi yang membuat mata Li Feng berbinar binar adalah akan naik tingkat jika menyerap inti jiwa naga petir.
"Terima kasih atas peringatan nya saudara Meng, tapi aku harus mendapatkan inti jiwa naga petir," ucap Li Feng yang juga serius.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...