Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Sekte Bangau Putih


__ADS_3

Di tempat lain.


Lebih tepatnya di sekte lotus api, kelima tetua yang mengantarkan murid sekte dalam turnamen itu sudah tiba disana, lalu melaporkan apa yang Li Feng lakukan pada murid murid mereka.


"Bajingan, berani beraninya sekte bangau putih menyinggung kita, apa mereka tidak menaruh wajah sekte lotus api?" umpat kesal Patriak sekte lotus api, atau biasa dipanggil Patriak Gong.


"Benar patriak, sekte bangau putih tidak memandang kita sama sekali, aku tidak terima sekte lotus api dipermalukan seperti ini," ucap tetua pertama menimpali.


"Bagaimana menurut tetua semua? apa kita menyerang sekte bangau putih? tanya Patriak Gong, meskipun marah, tapi aturan turnamen membolehkan peserta saling membunuh.


Jika menyerang sekte bangau putih, mereka harus punya alasan yang kuat, menggunakan alasan murid mereka dibunuh dalam turnamen, tentu akan memancing kemarahan pihak istana, sebab mereka telah melanggar perjanjian turnamen.


"Aku tidak setuju Patriak, jika kita menyerang sekte bangau putih dengan alasan murid murid kita dibunuh dalam turnamen, tentu pihak istana tidak akan diam, selain itu, sekte sekte aliran putih juga tidak akan tinggal diam," ucap tetua agung keberatan, karena hal itu sama saja dengan menggali kuburan sendiri.


"Benda patriak, kita tidak boleh menyerang sekte bangau putih, tapi kita bisa membalaskan dendam dengan cara lain," ucap tetua keenam menimpali.


"Cara lain?" tanya Patriak Gong mengerutkan kening.


"Benar patriak, kita bisa menggunakan cara lain, cara lain yang aku maksudkan adalah kita buru murid murid sekte bangau putih, jika ada tetua yang menyertai mereka, kita bunuh sekalian," jawab tetua keenam menjelaskan rencananya.


Patriak Gong mengangguk paham, tapi dia juga khawatir kalau kalau perbuatan mereka itu diketahui, tentu akan memancing perang terbuka dengan sekte bangau putih, dan saat diselidiki penyebabnya, sudah pasti sekte lotus api dalam masalah besar.


"Aku setuju dengan rencana tetua keenam, siapkan seratus murid murid elite dan buat 10 kelompok! setiap kelompok harus lima tetua tingkat tinggi dan lima tetua tingkat rendah yang bersama mereka, jadi semua tetua terlibat dalam rencana ini," ucap Patriak Gong tersenyum.


Murid elite yang dimaksud adalah murid yang memiliki kultivasi tertinggi disekte, dimana setiap murid elite memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 7 tahap puncak dan bintang 8 tahap menengah.


Selain mereka, ke seratus tetua tingkat rendah juga memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 8 tahap puncak hingga tingkat abadi bintang 9 tahap awal, ditambah dengan 100 tetua tingkat tinggi yang memiliki kekuatan tingkat abadi bintang 9 tahap menengah, hanya tetua agung dan Patriak Gong yang memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 9 tahap puncak.


"Baik Patriak," jawab semua tetua, lalu keluar dari aula pertemuan.

__ADS_1


"Aku harap ini tidak menjadi bencana besar bagi sekte lotus api," gumam tetua agung tampak khawatir.


*******


Dua minggu telah berlalu semenjak berakhirnya turnamen, kelima tetua sekte kura kura hitam juga sudah tiba di sekte, dengan kemarahan yang sangat, kelimanya langsung pergi ke aula pertemuan.


Setibanya mereka, tetua pertama langsung saja melaporkan apa yang dilakukan Li Feng kepada murid murid mereka, wajah Patriak sekte kura kura hitam jadi memerah karena sangat murka, dia juga sangat ingin menyerang sekte bangau putih, tapi karena aturan, mereka menargetkan Li Feng sebagai buruan sekte.


Tetua pertama juga menyebutkan ciri ciri Li Feng, dan dia juga mengatakan Li Feng bukanlah murid sekte bangau petir, saat Li Feng mengobrol dengan pria paruh baya saat tiba digunung petir, dia juga melihat Li Feng mendekati tetua Gun dan mengenalkan nama pada tetua Jie dan lainnya.


Dari cerita tetua pertama, Patriak sekte kura kura hitam memerintahkan tetua pertama untuk membuat lukisan wajah Li Feng dan membagikan pada murid elite mereka, dia ingin setiap murid elite memburu Li Feng.


Patriak sekte yakin murid elite dapat membunuh Li Feng dengan muda, pasalnya, setiap murid elite memiliki kultivasi tingkat abadi bintang 9 tahap awal hingga menengah, selain para murid elite, Patriak sekte juga memerintahkan semua tetua tingkat rendah dan tetua tingkat tinggi untuk ikut dalam perburuan itu.


*******


Di tempat lain.


Sepanjang jalan, mereka terus mengobrol, sehingga Li Feng sudah tampak akrab dengan tetua Gun dan keempat tetua lainnya, tiga hari kemudian, akhirnya mereka tiba didepan sekte bangau putih.


Tampak Patriak sekte, semua tetua dan murid murid sekte menyambut kedatangan mereka, berita tentang sekte bangau putih yang menjadi juara susah mereka dengar, karena sebelum kembali, tetua Gun sudah lebih dulu mengirimkan pesan jiwa pada Patriak sekte.


"Selamat datang tetua Gun, tetua Jie," ucap Patriak sekte menyambut para tetua dan murid sekte satu persatu.


Kemudian Patriak sekte yang tidak lain adalah Patriak Zhong berterima kasih pada Li Feng, dia juga sudah dengar apa yang Li Feng lakukan di gunung petir lebih dari dari dua minggu yang lalu.


Setelah acara penyambutan selesai, Patriak Zhong membawa masuk Li Feng dan kelima tetua ke aula pertemuan sekte, sementara murid murid sekte kembali ke kediaman mereka.


Tidak beberapa lama, mereka tiba di aula pertemuan, lalu mempersilahkan Li Feng duduk di kursi kehormatan, Li Feng tersenyum mengangguk, lalu duduk di kursi kehormatan.

__ADS_1


"Sekali lagi aku ucapkan atas bantuan tuan muda untuk sekte," ucap Patriak Zhong tulus.


"Tidak mengapa Patriak, aku merasa berhutang budi pada tetua Gun, sehingga aku ingin membalas budi tetua Gun," balas Li Feng bohong.


"Meski begitu, tuan muda telah mengharumkan sekte bangau putih, sebagai ucapan terima kasih, aku akan membuat pesta di sekte," ucap Patriak Zhong lagi.


"Aku rasa tidak perlu Patriak! bukannya aku menolak niat baik Patriak, tapi masih ada tugas yang harus segera aku lakukan," kali ini Li Feng berdiri dari kursinya, lalu menangkupkan tangan dengan hormat.


Patriak Zhong meminta bantuan tetua Gun untuk membujuk Li Feng, namun tetap saja Li Feng menolaknya, dia tidak ingin berlama lama disuatu tempat, apalagi hanya untuk berfoya foya, hal itu sangat tidak disukai Li Feng.


Meski menolak, Li Feng tetap mengobrol bersama mereka, menjelang malam, Li Feng diantar ke kamar tamu, dia akan melanjutkan perjalannya untuk berpetualang di kekaisaran suci, sekaligus mencari apakah ada portal yang menuju ke alam para binatang.


Keesokan harinya.


Li Feng membuka mata setelah menyerap energi spiritual sepanjang malam, kemudian pergi ke aula pertemuan untuk berpamitan, sebelum pergi, Li Feng memberikan 4 buah buah abadi pada tetua Gun, tentu tetua Gun sudah tahu hadis apa yang Li Feng berikan itu, hanya saja dia mencoba menahan diri agar tidak ketahuan.


setelah berpamitan, Li Feng diantar oleh Patriak Zhong, tetua Gun dan para tetua lainnya, sesampainya mereka didepan gerbang sekte, Li Feng melayang di udara, lalu dia melesat kearah selatan, Patriak Zhong mengatakan jika ada kota bambu yang berjarak 5 hari dari sekte.


5 Hari kemudian.


Li Feng sampai dihutan yang tidak jauh dari kota bambu, lalu mendarat dan berjalan kaki kearah gerbang kota, setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng masuk kedalam.


Sebelum pergi, Patriak Zhong memberikan sebuah lencana khusus untuk Li Feng, semua itu untuk ucapan terima kasih padanya, awalnya Li Feng menolak, tapi Patriak Zhong tetap memaksa hingga Li Feng mengambilnya, yang mana lencana itu adalah lencana anggota keluarga Patriak sekte bangau putih.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2