
Setelah masuk kedalam kota bambu, Li Feng merasa ada yang aneh, dia merasa sedang diikuti, namun Li Feng tetap bersikap tenang dan tidak menunjukkan ekspresi ketakutan sedikitpun, dia tahu jika saat ini ada puluhan orang yang berlalu lalang itu sedang menargetkan nya.
Terus berjalan, Li Feng mencari penginapan lebih dulu, dia akan beraksi saat tengah malam nanti, namun Li Feng tidak ingin turun tangan, dia ingin menggunakan para bawahan barunya, yaitu Jing Jie dan tetua klan Jing lainnya.
Tidak jauh kedalam kota, Li Feng menemukan penginapan, lalu masuk dan memesan kamar, kemudian membayar dan naik ke kamarnya.
Didalam kamar, Li Feng masih tetap menunjukkan sikap yang biasa, lalu menutup mata menyerap energi spiritual, Li Feng tahu puluhan orang itu tidak akan bergerak disiang hari seperti itu.
Tanpa terasa malam telah datang, semakin larut, yang tadinya hanya puluhan orang, bertambah menjadi ratusan orang, Li Feng dapat merasakan ada lebih dari 200 orang yang mengepung penginapan dimana dia menginap.
Whush.. Whush.. Whush..
Jing Jie dan ke 15 tetua klan Jing keluar dari dunia jiwa, lalu berlutut memberi hormat pada Li Feng.
"Terimalah hormat kami pangeran!" ucap Jing Jie dan ke 15 tetua.
"Aku ingin kalian bersihkan sampah yang berada disekitar penginapan ini!" ucap Li Feng tanpa basa basi memberi perintah.
"Baik pangeran, kami mengerti," jawab mereka, Jing Jie dan ke 15 tetua paham dengan sampah yang dimaksud Li Feng, mereka juga merasakan lebih dari 209 aura mengepung penginapan.
Tanpa menunggu kedua kali, Jing Jie dan ke 15 tetua melesat keluar dari jendela kamar, saat berada diluar, dapat mereka lihat ada puluhan orang diatas atap penginapan, sementara ratusan lainnya di atas atap bangunan bangunan yang lain.
Meski kultivasi Jing Jie dan ke 15 tetua ditekan oleh aturan ruang dan waktu hingga ke tingkat abadi bintang 9 tahap puncak, tapi kekuatan mereka sedikit lebih tinggi dari tingkat abadi bintang 9 tahap puncak yang biasa.
"Lancang sekali kalian mengganggu pangeran!" ucap Jing Jie setelah berada diatas penginapan, lalu mengitari pandangannya.
Ratusan orang itu terkejut saat suara Jing Jie terdengar di tengah tengah mereka, ratusan orang yang tidak lain adalah murid dan tetua sekte lotus api tidak ada yang menyadari kehadiran Jing Jie dan ke 15 tetua nya.
__ADS_1
Sebenarnya ratusan murid dan tetua sekte lotus api ingin memburu murid murid sekte bangau putih, tapi kebetulan tetua keempat dan tetua kelima mengenai wajah Li Feng, sehingga mereka ingin membunuh Li Feng.
Tapi sayang mereka menargetkan orang yang salah, andai mereka tahu Li Feng adalah orang yang kuat, serta memiliki bawahan yang jauh lebih kuat, sudah pasti tidak ada yang berani menyinggung Li Feng.
"Selesaikan dengan cepat!" ucap Jing Jie memberi perintah.
"Baik Patriak," jawab ke 15 tetua sekte, lalu melesat menyerang murid dan tetua sekte lotus api yang berada di atas atas penginapan dan bangunan yang lain.
Whush.. Whush.. Whush..
Ke 15 tetua klan Jing bergerak berbagai arah, lalu melepaskan serangan tapak petir dan tombak petir dengan kekuatan yang sangat mengerikan, lalu pembantaian pun dimulai.
Jing Jie juga tidak tinggal diam, dia juga melakukan pembantaian sepihak itu, pembantaian yang dilakukan Jing Jie dan ke 15 tetua membuat suasana kota yang tadinya hening, berubah menjadi sangat riuh.
Ledakan dan teriakan kesakitan terus terdengar dari atas penginapan dan beberapa bangunan yang berada didekat penginapan, bersamaan dengan murid dan tetua sekte lotus api berubah menjadi kabut darah.
Karena riuhnya pembantaian itu, membuat pemilik kediaman dan para pengunjung penginapan terbangun dari tidur mereka, meski begitu, tidak ada yang berani keluar kecuali para kultivator tingkat tinggi.
"Pangeran, siapa mereka?" tanya Jing Jie setelah berada dikamar penginapan.
"Sepertinya mereka adalah murid murid dan tetua sekte yang muridnya aku bantai di gunung petir," jawab Li Feng mengelus dagu seraya berpikir.
"Murid sekte mana, pangeran? biarkan hamba dan pasukan meratakan sekte mereka!" ucap Jing Jie geram, berani beraninya ada sekte yang menyinggung pangeran kekaisaran naga.
"Aku juga belum tahu Jing Jie, namun ada dua kemungkinan, pertama adalah sekte lotus api, kedua adalah sekte kura kura hitam," jawab Li Feng, dia ingat jika hanya sekte lotus api dan sekte kura kura hitam yang dia singgung sewaktu di turnamen.
"Sepertinya aku sedang diburu, dan bisa jadi kedua sekte itu sedang memburu ku, jadi mari kita berbalik buru mereka!" ucap lanjut Li Feng tersenyum.
__ADS_1
"Baik pangeran, hamba dan lainnya selalu siap menerima perintah," balas Jing Jie serius.
"Terima kasih Jing Jie, terima kasih para tetua, sekarang kalian kembalilah, kita akan mulai berburu besok pagi," ucap Li Feng, lalu membuka gerbang dunia jiwa.
Jing Jie dan ke 15 tetua kemudian masuk kedalam dan menghilang dari hadapan Li Feng, sementara Li Feng langsung menutup mata menyerap energi spiritual setelah Jing Jie dan ke 15 tetua masuk kedalam.
Waktu terus bergulir, tanpa terasa matahari pagi kembali menyambut semua orang, Li Feng pun membuka mata dan menghentikan kultivasi nya, lalu keluar kamar, dia akan melakukan perburuan terhadap murid dan tetua sekte lotus api, hanya saja Li Feng belum tahu jika mereka berasal dari sekte itu.
Sesampainya diluar, Li Feng masih melihat potongan potongan tubuh berhamburan dengan kondisi yang sangat mengenaskan, dimana semua potongan potongan tubuh itu menghitam.
Banyak penduduk kota juga yang melihat potongan potongan tubuh itu, namun tidak ada yang berani mengangkat untuk dibuang atau dikuburkan, mereka takut menyinggung orang yang membunuh potongan potongan tubuh itu.
Saat Li Feng ingin meninggalkan penginapan, dia mendengar bisik bisik tetangga, dimana bisik bisik tetangga itu mengatakan jika potongan potongan tubuh itu adalah murid dan tetua sekte lotus api.
"Jadi mereka berasal dari sekte lotus api? baiklah, tunggu kedatanganku!" gumam Li Feng tersenyum, sekarang dia sudah tahu siapa dalang nya, sehingga dia tidak perlu lagi mencaritahu.
"Sepertinya aku akan menjadi pemburu, baiklah, memburu para pemburu," ucap Li Feng tersenyum jahat, lalu meninggalkan penginapan, dia tahu masih banyak tetua dan murid klan yang berada di kota kota lainnya, sehingga dia ingin memburu mereka, namun sebelum itu, Li Feng ingin menggunakan topeng agar tidak dikenali.
Setelah meninggalkan penginapan, Li Feng pergi ke toko untuk membeli topeng, setelah membayar, tanpa menunggu lama lagi, Li Feng langsung memakai topeng itu, hal itu membuat pemilik toko sedikit bingung dan menimbulkan pertanyaan dibenaknya, tapi pemilik toko tidak berani bertanya.
Selesai memakai topeng, Li Feng mencoba mencari murid dan tetua sekte lotus api yang tersisa dikota bambu, dia berpikir jika masih ada yang lain.
Li Feng kemudian berkeliling menggunakan topeng, tapi dia tidak lagi menemukan adanya tetua dan murid sekte lotus api, sehingga dia mencari penginapan lain, entah kenapa Li Feng tidak mau kembali ke penginapan yang sama.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
__ADS_1
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...