Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Sampai Di Ibukota Kekaisaran Luan


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Li Feng, Shupeng, Mo Feng, Mei Shin dan Jun Tong berhasil keluar dari hutan hitam, kini keempatnya sudah berada di perbatasan kekaisaran Luan, tinggal seminggu lagi mereka akan sampai di kota pertama yang ada didekat perbatasan.


Ditempat lain.


lebih tepatnya di kekaisaran Luan, panitia pelaksana turnamen sudah mulai mempersiapkan tempat duduk untuk penonton, peserta dan juga setiap kaisar dari 5 Kekaisaran, seluruh rakyat Kekaisaran Luan sangat antusias dengan turnamen itu.


karena setelah sekian lama, turnamen antar kekaisaran itu di mulai lagi, semua orang penasaran siapa yang akan masuk ke 5 besar dan mewakili benua awan biru di turnamen antar benua nanti.


semua rakyat di kekaisaran Luan mengidolakan seorang jenius dari sekte harimau putih, sekte kelabang emas, klan Tie dan klan Nie, kedua klan dan kedua sekte itulah yang menjadi wakil dari kekaisaran Luan.


Sekte harimau putih diwakilkan oleh Yuan Dong, sekte kelabang emas diwakilkan oleh Wong Fei, klan Tie diwakilkan oleh Tie Yin, klan Nie diwakilkan oleh Nie Chua Chua, atau biasa dipanggil Chua Chua.


wakil dari kekaisaran Luan adalah 2 pria dan dua wanita, karena energi spiritual yang sangat padat dan berasal dari sekte dan klan besar, keempat pemuda pemudi yang mewakili kekaisaran Luan itu memiliki kekuatan yang tidak main main.


diantara keempatnya, hanya kedua gadis cantik itu sajalah yang tidak bersikap sombong atau meninggikan diri, kedua gadis cantik yang tidak lain adalah Tie Yin dan Chua Chua itu sangat merendah dan juga santun serta ramah pada siapa saja.


tapi jika ada yang berani kurang ajar atau bersikap tidak sopan, keduanya tidak segan segan membuat orang itu menyesal, sudah ada beberapa pemuda yang keduanya kebiri karena mencoba bersikap kurang ajar.


******


Waktu terus berlalu.


tak terasa Li Feng dan rombongan sudah melakukan perjalanan selama seminggu lagi, alhasil, kelimanya sudah berada didepan gerbang sebuah kota, kota itu adalah kota yang berada di dekat perbatasan, nama kota adalah kota Baijan.


setelah mendapat pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng dan rombongan masuk kedalam kota, pemeriksaan itu Mei Shin yang maju dan menggunakan lencana sekte giok hijau.


penjaga yang sudah sangat hafal dengan setiap lencana dari sekte yang berada di kekaisaran Song pun mempersilahkan Li Feng dan rombongan untuk masuk.


penjaga setiap kota di kekaisaran Luan sudah sangat sering melakukan pemeriksaan pada setiap murid maupun tetua klan dan sekte dari kekaisaran Song, sehingga susah tidak asing lagi bagi mereka.


tidak jauh kedalam kota, Li Feng dan rombongan menemukan sebuah penginapan, lalu mereka memesan 5 kamar, setelah memesan dan membayar biaya inap selama satu malam, Li Feng dan rombongan naik ke kamar mereka masing masing.


Didalam kamar, Li Feng langsung membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng memanggil Jun Tong melalui pesan jiwa, tidak lama kemudian, Jun Tong masuk ke kamar Li Feng.


"pangeran," ucap Jun Tong memberi hormat.

__ADS_1


"ikut aku kedunia jiwa! aku ingin kamu melihat dunia jiwa milik ku, selain itu, aku juga ingin kamu berikan aku pendapat tentang bangunan yang bagus untuk seluruh pasukan!" ucap Li Feng menyampaikan tujuannya.


"baik pangeran," jawab Jun Tong.


Li Feng lalu membuka gerbang dunia jiwa, kemudian keduanya masuk kedalam.


Whush.. Whush..


Li Feng dan Jun Tong muncul didepan istana kekaisaran Ming.


Jun Tong sangat terkejut dengan istana yang ada didepan nya itu, namun yang membuat Jun Tong lebih terkejut lagi adalah aura spiritual yang berada di dunia jiwa itu.


"aura spiritual disini lebih pekat beberapa kali dari dunia luar," gumam takjub Jun Tong.


mengabaikan gumaman Jun Tong, Li Feng bertanya padanya.


"bagaimana menurutmu Jun Tong? apa saja yang harus dibangun?" tanya Li Feng.


Jun Tong tidak langsung menjawab, dia masih terdiam dan mengitari pandangannya dan terlihat sedang berpikir, setelah berpikir cukup lama, Jun Tong berkata.


"jujur saja pangeran, meskipun hewan buas terlahir sudah memiliki kekuatan dewa besi tahap awal, tapi mereka tidak tahu bertarung sama sekali, karena itulah harus dilatih lebih dulu," ucap Jun Tong mengatakan usulan atau pendapatnya.


Li Feng tampak mengangguk angguk, karena apa yang dikatakan Jun Tong itu memang benar, harus membangun barak militer, tempat latihan dan juga menara kultivasi bagi prajurit.


"baiklah, aku akan membangun semua yang kamu katakan tadi," ucap Li Feng, lalu keduanya pergi ke arah selatan.


sesampainya mereka di selatan dunia jiwa, Li Feng langsung membangun barak militer, setiap barak memiliki 200 kamar, karena pasukannya sebanyak 40 ribu, dan akan ada tambahan, Li Feng membangun 300 barak.


setelah membangun 300 barak, Li Feng melanjutkan dengan membangun tempat latihan bagi prajurit, membangun tempat beristirahat bagi para jendral dan komandan, serta membangun menara kultivasi.


"aku ingat kamu pernah mengatakan jika kamu juga ahli formasi bukan? tanya Li Feng yang ingat dengan ucapan Jun Tong.


"benar pangeran," jawab Jun Tong.


"jika begitu, buatlah formasi pengumpul Qi disetiap lantai menara! dimulai dari lantai 1-10, setiap lantai memiliki kepadatan Qi yang berbeda beda, lantai satu 10 kali lebih tebal, lantai dua 20 kali, lantai tiga 30 kali dan begitu seterusnya hingga ke lantai 10!" ucap Li Feng menjelaskan rencananya.


"baik pangeran, jawab Jun Tong, lalu dia masuk kedalam menara kultivasi, sesampainya didalam, Jun Tong membuat gerakan aneh, lalu aura spiritual di lantai dasar menjadi lebih tebal dari sebelumnya.

__ADS_1


Jun Tong terus melakukan hal yang sama hingga ke lantai 10, menjelang malam, Jun Tong berhasil membuat semua menara kultivasi memiliki kepadatan Qi yang sangat pekat.


setelah semua selesai, Li Feng dan Jun Tong berpindah ke arah barat dunia jiwa, disana, Li Feng membangun sebuah kota kecil untuk para wanita dan juga anak anak yang usia dibawah 13 tahun, tapi wanita yang sudah berusia 15-40 tahun juga diwajibkan Jun Tong untuk ikut berlatih.


selesai membangun sebuah kota yang lengkap dengan tembok kota, Li Feng dan Jun Tong pergi ke istana kekaisaran Ming, Li Feng ingin beristirahat setelah seharian beraktivitas di dunia jiwa.


Keesokan harinya, Li Feng memerintahkan Jun Tong agar memindahkan semua prajurit ke barak militer, sementara anak anak pindah ke kota yang baru dibangun itu, meski begitu, Li Feng tidak melarang jika ada anak anak yang ingin berlatih.


menurut Li Feng, berlatih di usia muda sangat baik bagi mereka, hal itu akan meningkatkan kemampuan mereka dalam bertarung hidup dan mati lagi, sebab mereka sudah terbiasa bertarung di usia muda.


selesai semua, Li Feng dan Jun Tong keluar dari dunia jiwa, Li Feng sangat puas dengan pasukan yang baru dia miliki itu, dia tidak pernah bermimpi atau membayangkan memiliki pasukan sebanyak dan sekuat itu.


Whush.. Whush..


Li Feng dan Jun Tong muncul dikamar penginapan, dan ternyata hari masih gelap, Jun Tong pun kembali ke kamarnya, sementara Li Feng menutup mata menyerap energi spiritual untuk menunggu pagi.


Keesokan harinya, Li Feng dan rombongan keluar dari penginapan dan melanjutkan perjalanan mereka, setelah berada diluar gerbang selatan kota, Li Feng dan rombongan kembali melayang di udara dan melesat ke arah ibukota, karena turnamen hanya tersisa 2 minggu.


hari demi hari Li Feng dan rombongan terus melayang di udara, entah sudah berapa banyak desa dan kota yang mereka lewati, terkadang mereka menemukan rombongan pedagang yang di hadang para perampok.


tentu saja Li Feng dan rombongan tidak membiarkan para perampok itu begitu saja, setiap kali bertemu dengan perampok, tidak ada satupun para perampok itu dibiarkan hidup, semua dibunuh tanpa sisa.


2 hari menjelang turnamen, Li Feng dan rombongan sampai di ibukota kekaisaran Luan, yang tidak lain adalah kota Luan Qin, nama kota diambil dari nama pendiri sekaligus leluhur kekaisaran Luan, yaitu Luan Qin.


setelah mendarat tidak jauh dari ibukota, Li Feng dan rombongan berjalan ke arah gerbang kota dan ikut mengantri, cukup lama menunggu giliran diperiksa, akhirnya Li Feng dan rombongan pun mendapat giliran diperiksa.


selesai mendapatkan pemeriksaan dan membayar pajak masuk kota, Li Feng dan rombongan masuk kedalam kota dengan santai, lalu mereka mencari penginapan untuk menginap.


tapi karena adanya turnamen, Li Feng dan rombongan tidak lagi menemukan penginapan yang kosong, semua penginapan sudah ada penghuninya, akhirnya mau tidak mau, mereka harus menunggu kaisar Song Guan untuk membawa mereka ke penginapan khusus untuk setiap peserta turnamen.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2