Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Ladang Pembantaian


__ADS_3

Fu Shin yang melihat ke 11 ribu pasukan yang dipimpin jendral Ze maju menyerang pun memerintahkan pasukan nya untuk maju menyerang.


Whush.. Whush.. Whush..


satu persatu murid klan Fu melesat kedepan dan menyerang.


Boom Boom Boom..


dalam hitungan menit, terjadi ledakan beruntun, disaat pasukan yang dipimpin jendral Ze sudah melepaskan serangan mereka, lalu merubah pasukan musuh lebih dari 10 ribu pasukan menjadi kabut darah.


Boom Boom Boom..


ledakan demi ledakan terus bersautan, hanya dalam sekejap mata, potongan potongan tangan, kaki dan juga kepala berjatuhan dari atas seperti hujan daging.


kedua ribu pasukan semi abadi bintang 8 dan kelima ribu pasukan semi abadi bintang 9 terus melakukan pembantaian terhadap pasukan musuh, sementara pasukan yang berada di ranah semi abadi bintang 6 dan tujuh sedikit lebih kesulitan jika berhadapan dengan lawan yang seimbang.


meski begitu, mereka unggul dalam kekuatan fisik, sehingga tidak terlalu sulit bagi keempat ribu semi abadi bintang 6 dan tujuh untuk melakukan pembantaian.


selain pasukan yang bertempur dengan sengit, Fu Shin juga sudah bertarung dengan Zhao Ze, Fu Tian bertarung dengan Zhao Wei, keduanya dibantu oleh Jun Tong dan Xia Mo, Jun Tong membantu Fu Shin, sementara Xia Mo membantu Fu Tian, sehingga Zhao Ze dan Zhao Wei sangat kesulitan.


Disisi lain.


jendral Ze menghadapi Shan Ji, jendral Wanli menghadapi Shan Ju, jendral Shuichi dan kedua jendral lainnya menghadapi para tetua dari klan Shan, Zhao Wei dan Shan Ju adalah tetua agung klan Zhao dan klan Shan.


Disaat pasukan dari kedua kubu bertempur hebat, Li Feng hanya menjadi penonton saja, Li Feng hanya menyaksikan pasukannya melakukan pembantaian itu, tidak ada niat sedikit pun untuk ikut terlibat dalam pertempuran itu.


Boom Boom Boom..


ledakan terus menggema, bersama dengan ribuan potongan daging yang terus berjatuhan seperti hujan.


pasukan Li Feng terus membantai pasukan musuh dengan sadis, jika bukan meledak menjadi kabut darah, maka tubuh musuh perpotong potong.


Ditempat lain yang tidak jauh dari tempat pembantaian, Jun Tong dan Fu Shin terus menggempur Zhao Ze, begitu juga dengan Fu Tian dan Xia Mo, keduanya juga terus melepaskan serangan pada Shan Ji, tanpa membiarkan Shan Ji mendapat kesempatan untuk menyerang balik.


"kamu dan klan Zhao mu hanya akan tinggal nama Zhao Ze, aku akan melenyapkan kalian semua," ucap Fu Shin yang saat ini terus melepaskan serangan pada Zhao Ze.


"jangan pikir aku akan kalah Fu Shin! aku tidak semudah itu dikalahkan," balas Zhao Ze, meskipun dia sangat kesusahan karena melawan 2 orang yang memiliki kekuatan yang sama dengannya, tapi Zhao Ze tidak ingin menyerah begitu saja dan mati sebagai pengecut.


Boom Boom..


Fu Shin dan Fu tia terus menyerang Zhao Ze tanpa memberikan kesempatan untuk menyerang balik, keduanya terus menekan Zhao Ze.


Ditempat lain.


"kamu hanya membawa kehancuran klan Shan, Shan Ji, aku pastikan tidak ada satupun murid klan Shan pergi hidup hidup," ucap Fu Tian yang terus menyerang Shan Ji, dia dan Xia Mo juga terus menyerang tanpa membiarkan Shan Ji dapat menyerang balik.


"kamu hanya bermimpi Fu Tian, jangan bermimpi bisa membunuh ku! apalagi menghancurkan klan Shan," balas Shan Ji tidak mau kalah.


"buka matamu dan lihat dengan baik! lihat pasukan mu dibantai dengan sengit, kamu salah telah bergabung dengan keparat Zhao Ze," balas Fu Tian, dia ingin membuat semangat bertarung Shan Ji menurun.


Shan Ji tidak menghiraukan ucapan Fu Tian, bukannya tidak mau menghiraukan, tapi karena dia sendiri dalam kesulitan untuk keluar dari tekanan yang terus menerus diberikan Fu Tian dan Xia Mo.


Boom Boom Boom..

__ADS_1


ledakan terus menggema dan memekakkan telinga, pasukan dari kedua belah pihak terus berjatuhan, hanya saja pasukan dari klan Fu hanya satu dua orang saja, tapi tidak dengan pasukan musuh, setiap detik dan menit, pasukan musuh berjatuhan ratusan hingga ribuan orang.


Dari jauh.


Li Feng terus menyaksikan pertempuran atau lebih tepatnya disebut pembantaian itu, Li Feng tidak ikut terlibat karena dia ingin memastikan jika tidak ada pasukan musuh yang melarikan diri.


satu jam berlangsung nya pertempuran atau pembantaian, sudah setengah dari pasukan musuh yang dibantai, sementara pasukan klan Fu juga sudah lebih dari seribu pasukan yang tewas.


karena pasukan klan Zhao, jalan Shan, klan Zi dan klan Zhang terus dibantai, ada beberapa ribu murid dari keempat klan itu mencoba untuk melarikan diri.


dari jauh, Li Feng yang melihat ribuan murid melarikan diri, dia tersenyum dan melesat untuk mencegah mereka.


Whush..


dalam hitungan menit, Li Feng berada didepan ribuan murid dari keempat klan itu.


"jangan berpikir untuk bisa melarikan diri! jika sudah berani datang kesini, maka terimalah resikonya," ucap Li Feng, lalu dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya dan melemparnya keatas.


"Pedang Seribu Bayangan,"


Seru Li Feng, lalu pedang yang dilempar itu berubah menjadi ribuan bilah bilah pedang, Li Feng lalu mengayunkan tangannya kearah ribuan murid dari empat klan itu.


Whush.. Whush.. Whush..


Slash Slash Slash


ribuan pedang itu melesat cepat kearah ribuan murid dari empat klan dan memotong motong mereka, dalam sekali serang, Li Feng berhasil membantai setengah dari mereka.


kembali terjadi hujan daging yang berjatuhan dari atas langit, dimulai dari kaki, tangan, kepala dan anggota tubuh yang terpotong potong kecil.


seru Li Feng lagi, lalu ribuan tapak tercipta dari energi cahaya dan melesat kearah ribuan murid dari empat klan.


Whush.. Whush.. Whush..


Boom Boom Boom..


ribuan tapak itu melesat dan membombardir ribuan murid itu dan meledakkan mereka menjadi kabut darah, Li Feng terus melakukan serangan tapak bayangan hingga ribuan murid yang mencoba melarikan diri itu habis dia bantai.


"ingin melarikan diri? naif!" ucap Li Feng setelah membantai lebih dari delapan ribu murid empat klan yang mencoba melarikan diri itu.


Ditengah tengah pertempuran.


murid dari empat klan sudah pasrah, ketiga mereka lihat saudara mereka yang mencoba melarikan diri itu, dibantai dengan mudah oleh seorang pemuda.


"oh tidak! kita akan habis dibantai," ucap salah satu murid elite klan Shan, dia melihat dengan jelas keganasan Li Feng.


"sebaiknya kita menyerah saja saudara, aku yakin kita tidak akan dibunuh jika menyerah," ucap murid klan Zhao.


"apa saudara yakin kita akan dilepaskan?" tanya murid klan Shan.


"entahlah saudara, tapi kota coba saja, semoga kita tidak dibunuh," balas murid klan Zhao.


"kami menyerah," seru kedua murid elite klan Zhao dan klan Shan itu.

__ADS_1


"kami menyerah," seru murid yang lain nya, lalu seruan itu terus bersahutan di Medan pertempuran, murid dari empat klan yang tersisa, semua berseru menyerah.


"bagaimana jendral Ze?" tanya salah satu komandan kerajaan Xia.


"jangan bunuh jika mereka menyerah!" tiba tiba sebuah suara berbicara di kepala jendral Ze, yang tidak lain adalah suara Li Feng.


"baik pangeran," jawab patuh jendral Ze.


"jika kalian menyerah! cepat berkumpul disini!" seru jendral Ze menggema di medan pertempuran.


murid dari empat klan yang tadi nya berjumlah lebih dari 100 ribu, kini hanya tersisa 40 ribu saja, lebih dari 60 ribu sudah terbantai oleh pasukan Li Feng.


para murid pun berkumpul ditempat yang ditunjuk jendral Ze, sementara jendral Ze menunggu perintah selanjutnya.


Ditempat lain.


"lihat lah Zhao Ze, murid klan mu sudah menyerah, kamu tidak memiliki peluang untuk memenangkan pertempuran ini," ucap Fu Shin yang sudah membuat Zhao Ze terluka, meski begitu, dia dan Jun Tong terus melepaskan serangan tanpa ampun.


Zhao Ze tidak membalas, dia hanya terus menghindari serangan keduanya, tapi karena sudah terluka, sebuah tapak mengenai telak di dadanya lagi.


Boom..


sebuah tapak menghantam dada Zhao Ze dan melemparnya puluhan meter kebelakang.


"jangan biarkan dia hidup tetua Lian!" perintah Fu Shin, dia tidak ingin membiarkan Zhao Ze menghirup udara lebih lama lagi.


"baik Patriak," jawab Jun Tong, lalu dia melepaskan sebuah tapak lagi.


Whush..


Boom..


kembali sebuah tapak mendarat telak di dada Zhao Ze, lalu membuat tubuh Zhao Ze masuk kedalam kawah yang besar.


Whush..


Jun Tong melesat kearah Zhao Ze, sesampainya didalam kawah, dia mendapati Zhao Ze sudah meregang nyawa, lalu dia mengambil cincin penyimpanan Zhao Ze dan kembali.


Disisi lain.


Fu Tian dan Xia Mo juga sudah menghabisi Shan Ji, sementara Patriak klan Zi dan klan Zhang juga sudah dibunuh, kini kemenangan besar diraih oleh klan Fu.


sorak sorai dari murid klan Fu merayakan kemenangan mereka, meski dari pihak mereka jatuh korban lebih dari 10 ribu murid, tapi itu adalah kemenangan besar bagi mereka.


"kumpulkan saudara saudari kalian untuk kuburkan, dan juga bakar mayat musuh agar tidak menjadi wabah penyakit!" seru Fu Shin memberi perintah pada murid klan nya.


menjelang malam, semua mayat sudah dikuburkan dan dibakar, lalu mereka kembali ke klan Fu dengan penuh sorak sorai sepanjang jalan, murid murid dari empat klan itu dibiarkan hidup dan pulang.


Li Feng juga sudah membuka gerbang dunia jiwa dan menyuruh pasukannya masuk, dari 11 ribu pasukan yang keluar, tidak ada satu pun yang tewas, hanya saja ada beberapa puluh yang memiliki kekuatan semi abadi bintang 6 terluka.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

__ADS_1


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....


__ADS_2