Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Pertempuran Panas Lagi


__ADS_3

Seperti biasa, Li Feng berada ditengah tengah kedua istrinya, sementara Ling Ling disebelah kanan dan Ling Yun disebelah kiri, Ling Ling dan Ling Yun memeluk Li Feng dengan erat, sementara Li Feng menikmati empat gunung kembar yang menempel di dadanya.


Merasakan ada empat gunung kembar yang menempel, membuat Li Feng tidak dapat menahan diri, lantas membuka mata dan mulai menciumi satu persatu istrinya.


Li Feng memainkan lidahnya didalam mulut Ling Ling, sementara tangannya asik memainkan gunung kembar Ling Yun, kedua istri Li Feng juga sangat menikmati permainan Li Feng.


Merasa puas dengan permainan lidah, Li Feng bangkit merangkak kearah diantara kedua paha Ling Yun, sementara Ling Yun telah membuka lebar kedua pahanya, saat melihat kolam kecil yang ditumbuhi rumput liar yang begitu menggoda, perlahan Li Feng mendekatkan wajahnya dan menciuminya.


Ling Yun yang merasakan ciuman Li Feng di kolam kecilnya, hanya bisa menahan rasa nikmat dengan mencengkram sprei, sementara Ling Ling memainkan gunung kembar Ling Yun, sehingga Ling Yun semakin menikmatinya.


Li Feng terus menciumi kolam kecil istri keduanya dengan lembut, kemudian dijulurkan lidah dan menjilat perlahan, sentuhan lembut Li Feng itu membuat Ling Yun semakin tidak tahan, kolam kecilnya semakin basah dengan, namun Li Feng tidak menghentikan aksinya dan terus memainkan lidahnya.


Tidak lupa Li Feng memainkan ujung lidahnya pada daging kecil yang menonjol keluar, saat lidah Li Feng menyentuh daging kecilnya, Ling Yun semakin tersengal sengal, suami dan kakaknya bekerja sama membuatnya melayang, karena saat ini Ling Ling juga memainkan lidahnya di puncak gunung kembar Ling Yun.


"Aku tidak tahan Gege," keluh Ling Yun tidak tahan lagi.


Li Feng mengerti dengan ucapan istri keduanya itu, lalu melepaskan pakaiannya dan mengarahkan pentungan nya kearah kolam kecil Ling Yun, sebelum dicoblos, Li Feng lebih dulu menggesek gesekkan pentungan nya di bibir kolam kecil, hal itu membuat Ling Yun semakin tak tertahankan lagi.


"Masukin Gege," ucap Ling Yun dengan nada memohon.


Li Feng kemudian memasukkan pentungan nya seinci demi seinci, saat pentungan Li Feng masuk, Ling Yun mencengkram sprei dengan erat, setelah pentungan tenggelam habis, perlahan Li Feng memainkan nada slow, sementara Ling Ling membantu adiknya untuk mencapai puncak.


Ling Yun mengejang setelah mencapai puncak, padahal pentungan Li Feng baru saja menyelami kolam kecilnya.


"Gege," ucap Ling Yun pelan.


Li Feng tersenyum dan mengecup bibirnya, lalu dikeluarkan pentungan nya dan mendekati Ling Ling yang sedari tadi ingin disentuh, kemudian Li Feng melakukan hal yang sama, dimana dia membenamkan wajahnya diantara kedua paha Ling Ling dan menjulurkan lidah menjilat kolam kecil Ling Ling.

__ADS_1


Sensasi nikmat pun semakin dirasakan Ling Ling, apalagi saat lidah Li Feng memainkan daging kecilnya yang menonjol itu, Li Feng memainkan dengan lidahnya, hal itu membuat Ling Ling mencengkram sprei karena tidak tahan dengan kenikmatan yang diberikan.


Setelah cukup lama menjilati kolam kecil Ling Ling, Li Feng menaikkan ciumannya ke perut Ling Ling dan diarahkan pentungan nya ke arah kolam kecil Ling Ling.


Sebelum dibenamkan kedalam kolam kecil yang ditumbuhi rumput liar, Li Feng lebih dulu menggesek gesekkan tepat di mulut kolam kecil milik Ling Ling, sementara lidahnya memainkan puncak gunung kembar dan sesekali menggigit manja.


"Gege," Ling Ling minta untuk segera di benamkan pentungan Li Feng.


Li Feng yang mengerti pun membenamkan pentungan nya dengan perlahan, saat Li Feng membenamkan pentungan nya, Ling Ling semakin tidak karuan, karena selain kolam kecilnya dibenamkan pentungan, Ling Yun juga memainkan puncak gunung kembarnya.


Perlahan Li Feng memainkan irama slow, namun semakin lama Li Feng menggantinya dengan dangdut koplo, sementara Ling Ling semakin tidak tahan untuk mencapai puncak.


"Lebih cepat lagi, Gege!" pinta Ling Ling yang hampir mencapai puncak.


Li Feng pun mengganti nada ke dangdut disko, sehingga goyangannya semakin hebat, hanya butuh beberapa saat untuk membuat Ling Ling mencapai puncaknya, namun Li Feng terus memainkan nada dangdut disko, padahal kolam kecil Ling Ling telah kebanjiran.


Li Feng yang mengerti pun bergeser mendekati Ling Yun dan membuatnya melayang untuk yang kedua kalinya dimalam itu, setelah mencapai puncak, Li Feng membaringkan tubuh diantara kedua istrinya, sementara kedua istrinya memeluk dengan penuh kasih sayang.


Semalaman penuh Li Feng dan kedua istrinya bertempur diatas ranjang, entah berapa kali mereka mencapai puncak, menjelang pagi, Li Feng dan kedua istrinya membersihkan diri, namun lagi lagi terjadi pertempuran panas di kamar mandi.


Setelah ketiganya kembali mencapai puncak yang entah yang ke berapa kali, Li Feng dan kedua istrinya membersihkan diri dan mengganti pakaian, lalu keluar kamar dan menuju lantai dasar untuk sarapan.


Ketiganya kemudian mengambil tempat dipojok ruangan dan memesan makanan, dengan penuh canda tawa, Li Feng dan kedua istrinya menunggu pesanan mereka, tapi canda tawa mereka terhenti karena seorang pemuda mengganggu mereka.


"Kamu sangat cantik, Maukah kamu menemaniku malam ini?" ucap pemuda yang ingin memegang dagu Ling Yun, namun dengan cepat Ling Yun menangkap pergelangan tangan pemuda dan memutarnya.


Kraaak

__ADS_1


Ling Yun mematahkan tangan pemuda dan menendangnya, pemuda langsung berteriak dan terpental hingga menabrak salah satu meja dan menghancurkannya.


Beberapa pria paruh baya yang bersama pemuda pun berdiri dan menyerang Li Feng dan kedua istrinya, tapi hanya dengan lambaian tangan, Li Feng mengirim mereka keluar penginapan.


Pada pengunjung penginapan terbelalak saat melihat Li Feng hanya melambaikan tangan, namun kelima pria paruh baya terlempar keluar, dari situ mereka sadar jika Li Feng dan kedua istrinya bukanlah sosok yang bisa disinggung.


Tidak ingin menarik perhatian lebih banyak orang, Li Feng mengajak Ling Ling dan Ling Yun untuk meninggalkan penginapan, namun Li Feng lebih dulu membayar kompensasi atas kerusakan meja dan kursi.


Saat berada diluar penginapan, Li Feng dan kedua istrinya menuju gerbang timur kota, setelah berada jauh diluar kota, ketiganya melompat ke udara dan melesat kearah timur, Li Feng ingin segera tiba di ibukota dan memberi pelajaran pada kaisar benua teratai putih.


Seminggu kemudian.


Li Feng dan kedua istrinya melihat sebuah pertempuran tidak jauh didepan mereka, pertempuran itu terlihat seperti pertempuran dua sekte atau dua klan, tidak ingin ikut campur, Li Feng mengajak kedua istrinya mengambil jalur lain.


"Kenapa tidak kita cari tahu siapa yang harus dibantu, Gege?" tanya Ling Ling penasaran, Li Feng yang dia kenal tidak seperti ini, Li Feng yang dia kenal itu selalu suka ikut campur urusan orang.


"Aku tidak ingin membuang waktu disini, Sebaiknya kita percepat perjalanan kita! masih banyak hal yang harus aku lakukan," jawab Li Feng tersenyum.


"Baik Gege, Aku mengerti," Ling Ling paham dengan maksud Li Feng.


Ketiganya terus melesat ke timur dengan berbincang bincang ringan, kadang tawa menghiasi mereka.


******


Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2