
Di Sekte Matahari.
Patriak sekte matahari sedang duduk di kursi utama sambil mengobrol dengan para tetua sekte, tiba tiba cincin penyimpanan miliknya bergetar, ketika dia periksa pesan masuk, ekspresi nya seketika berubah.
"ada apa patriak?" tanya salah satu tetua yang melihat wajah Patriak jadi merah karena marah.
"tetua Du mengirimkan sinyal bantuan, sepertinya ada hal buruk yang terjadi disana," balas Patriak sekte, yang tidak lain adalah Cheng Liang.
"sebaiknya kita segera kesana Patriak! takutnya terjadi sesuatu pada tuan muda," ucap tetua itu.
"baik, ayo kita kesana, aku ingin lihat siapa yang berani mencari masalah dengan sekte matahari," balas Cheng Liang.
Cheng Liang dan para tetua pun keluar dari aula pertemuan, sesampainya mereka di luar sekte, satu persatu mereka melayang di udara dan melesat menuju TKP.
******
Di dalam kota.
setelah masuk kedalam kota, Li Feng lebih dulu mencari penginapan, dia sudah merasa gerah karena tidak mandi dalam waktu yang lama.
tidak jauh masuk kedalam kota, Li Feng menemukan sebuah penginapan, lalu dia masuk kedalam, pelayan yang melihat pakaian Li Feng yang tampak seperti pengemis pun menatap sinis padanya.
"keluar kamu pengemis! tempat mu bukan disini," usir pelayan, dia merasa jijik pada Li Feng.
"maaf nona, aku bukan pengemis, aku kesini untuk memesan kamar untuk menginap, apa masih ada kamar kosong untuk ditempati?" balas Li Feng yang masih ramah.
"sudah aku katakan bukan? disini bukan tempat untuk pengemis seperti mu, cepat keluar!" bentak pelayan.
mendapat bentakan dan di rendahkan, Li Feng tersenyum dan menggeleng kepalanya, hanya seorang pelayan penginapan tapi menghina Li Feng? apa itu pantas?
"ada apa ini ribut ribut?" tiba tiba sebuah suara dari arah tangga naik kelantai atas terdengar.
Li Feng pun menoleh pada asal suara itu, dapat dia lihat ada sesosok gadis cantik yang berdiri disana, pelayan itu pun berlari kecil ke arah gadis cantik itu dan menjelaskan kronologi nya.
"maaf nona muda, pengemis itu mengatakan ingin memesan kamar disini, dan aku sudah mengusirnya, tapi dia tetap ngotot tidak mau pergi," balas pelayan menjelaskan.
gadis cantik itupun menoleh pada Li Feng, lalu dia memandang Li Feng dengan lekat, dimulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"maaf nona, aku memang ingin memesan kamar disini, apa masih ada kamar kosong untuk aku tempati?" tanya Li Feng ramah pada gadis cantik itu.
"maafkan aku tuan, tapi apa yang dikatakan pelayan kami memang benar tuan, kali tidak menerima pengemis disini," balas gadis cantik yang ikut ikutan menganggap Li Feng sebagai pengemis.
Li Feng tersenyum, lalu dia mengeluarkan 1 gunungan koin platinum di depan gadis itu.
Whush..
gunungan kecil koin platinum terpampang jelas di depan gadis cantik itu dan semua orang yang berada di lantai dasar, gunungan kecil itu berkisar lebih dari 10 juta koin platinum, hal itu membuat gadis cantik itu dan semua pengunjung serta para pelayan penginapan ternganga.
"apa pakaian seseorang dapat menjamin dia kaya atau miskin? sungguh cara penilaian kalian sangat buruk," ucap Li Feng menggeleng kepala, lalu dia kembali memasukkan gunungan kecil koin platinum itu kedalam cincin penyimpanan nya.
"ma-maafkan aku tuan muda, aku sudah salah menilai tuan muda," ucap cepat gadis cantik setelah sadar dari keterkejutan nya.
"maaf nona, aku sudah tidak tertarik lagi untuk menginap disini," balas Li Feng, lalu dia keluar dari penginapan.
"mangsa bagus saudara," ucap salah satu pengunjung yang berada dilantai dasar itu pada teman teman nya.
"benar saudara, kita akan kaya raya jika kita berhasil merampok dan membunuh pemuda itu," balas yang lain.
__ADS_1
"kita ikuti saja dia, jika sudah berada di luar kota, barulah kita beraksi," sahut yang lain.
******
Setelah keluar dari penginapan, Li Feng berencana mencari penginapan yang lain, tapi setiap penginapan yang dia datangi itu selalu mengusir dan tidak menerimanya, hal itu sampai membuat Li Feng merasa geram.
"apa semua orang di kekaisaran Han ini berpikiran sama? sangat aneh," gumam Li Feng yang keheranan.
ketika dia melihat sebuah penginapan sederhana dengan tembok bangunan yang sudah tampak rapuh, Li Feng mencoba masuk kedalam penginapan itu.
"selamat datang di penginapan kecil kami tuan muda," sapa seorang pelayan ramah.
"aku ingin memesan kamar disini, apa masih ada kamar yang kosong?" ucap Li Feng menyampaikan tujuannya.
"ada tuan muda, biaya inap permalam nya 1 koin emas tuan muda," jawab pelayan ramah.
"kenapa bisa semurah itu?" tanya Li Feng heran.
"seperti yang tuan muda lihat, penginapan ini sudah tua, dan juga, semua yang ada disini sebenarnya sudah tidak layak, tapi hanya ini yang kami punya tuan muda," ucap pelayan menjelaskan.
Li Feng menganggukkan kepalanya, dia paham dengan maksud dari pelayan yang merupakan seorang gadis cantik.
"siapa namamu? dan apakah kamu pemilik penginapan ini?" tanya Li Feng.
"nama aku Yin Yin tuan muda, aku adalah anak dari pemilik penginapan kecil ini," balas Yin Yin.
"baiklah nona Yin, aku ingin memesan kamar untuk waktu seminggu," balas Li Feng, lalu dia memberikan satu buah cincin penyimpanan yang isi nya 100 koin platinum pada Yin Yin.
Yin Yin yang melihat isi cincin penyimpanan pun mematung, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, berulang kali Yin Yin mengucek mata nya untuk memastikan jika dia tidak salah lihat.
"apa ini bukan mimpi tuan muda?" tanya Yin Yin yang masih belum tersadar.
"tapi tuan muda, ini terlalu banyak," ucap Yin Yin.
"sudahlah nona Yin, pergunakan lah koin itu untuk membangun penginapan ini," balas Li Feng.
"terima kasih tuan muda, jika aku boleh tahu, siapa nama tuan muda?" tanya Yin Yin.
"oh iya, kenalkan nama ku Li Feng," jawab Li Feng menyebut namanya.
"mari tuan muda! saya antar ke kamar," balas Yin Yin, lalu dia menuntun Li Feng ke salah satu kamar yang berada di lantai 2.
"silahkan tuan muda!" ucap Yin Yin setelah mereka sampai didepan sebuah kamar.
"terima kasih nona Yin," balas Li Feng, lalu dia masuk kedalam kamar.
setelah Li Feng masuk kedalam kamar, Yin Yin kembali kelantai dasar dengan perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan, bagaimana dia tidak bahagia? hari ini dia mendapatkan rezeki nomplok.
100 koin platinum jika tukarkan dengan koin emas, maka dia memiliki 10.000 koin emas, jumlah uang yang bukan sedikit untuknya.
*******
"bagaimana saudara? apa kita rampok dia malam ini?" tanya salah satu pria paruh baya pada yang lain.
saat ini sekelompok pria paruh baya yang berada di penginapan yang dimasuki Li Feng pertama kali itu selalu membuntuti Li Feng, mereka berencana ingin merampok Li Feng.
mereka berpikir jika Li Feng belum menyadari mereka yang terus membuntutinya, karena sebenarnya Li Feng sudah menyadari hal itu, hanya saja dia berpura pura tidak tahu.
__ADS_1
Malam harinya.
Li Feng menutup mata untuk menyerap energi alam, tiba tiba dia merasakan aura yang berjumlah 15 orang dari atas kamar, Li Feng pun melompat keluar lewat jendela dengan sangat senyap, sehingga tidak ada satu pun dari para penguntit itu tahu jika Li Feng sudah keluar.
"apa kalian mencari ku?" tanya Li Feng yang berada di belakang ke 15 pria paruh baya yang mencoba merampok Li Feng.
"apa?"
ke 15 pria paruh baya itu terkejut karena orang yang mau mereka rampok ternyata sudah berada di belakang mereka.
"cepat juga kamu anak muda, karena kamu sudah disini, maka cepat serahkan cincin penyimpanan mu!" bukan nya takut, ke 15 pria paruh baya itu justru tetap ingin merampok Li Feng.
"hanya pejuang kaisar tapi ingin merampok ku? apa kalian bercanda?" balas Li Feng menggeleng kepala.
Deg.
jantung ke 15 pria paruh baya itu berdetak lebih cepat dari biasanya, pasalnya Li Feng tahu kekuatan mereka, tapi tidak membuatnya takut, justru dapat mereka lihat Li Feng tersenyum dan menggeleng kepalanya.
"kamu sangat berbakat anak muda, selain kaya, kamu juga memiliki mata yang tajam, tapi sayang, kamu akan mati malam ini," balas salah satu pria paruh baya.
"benarkah? bagaimana cara kalian melakukan nya?" tanya Li Feng, lalu dia mengeluarkan aura pejuang suci tahap puncak dan menekan ke 15 pria paruh baya itu.
ke 15 pria paruh baya itu pun seketika tertunduk dan terjatuh dari atap penginapan ketanah.
Buuuk Buuuk Buuuk
bunyi benturan keras disaat tubuh ke 15 pria paruh baya itu terjatuh dari atap penginapan dan membentur tanah dengan keras.
"aku hanya mengeluarkan sedikit kekuatan ku saja kalian sudah seperti ini, tali kalian ingin merampok ku? apa kalian bercanda?" ucap Li Feng menghampiri mereka.
"a-ampuni ka-kami tu-tuan muda," ucap pria paruh baya yang sejak tadi bersikap sombong.
"mengampuni kalian setelah kalian berniat merampok dan membunuhku? apa kamu pikir aku begitu bodoh pak tua?" balas Li Feng yang sudah semakin dekat.
Buuuk Buuuk Buuuk..
"Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg Aaaaaaarrg,"
teriak ke 15 pria paruh baya itu disaat satu persatu Li Feng memukul tepat di dantian dan menghancurkan kultivasi mereka.
"itu adalah hukuman yang cocok buat kalian, semoga kalian menjadi rakyat biasa yang baik," ucap Li Feng, lalu dia kembali masuk ke kamar melalui jendela.
"bajingan, dia telah menipu kita," geram salah satu dari mereka, mereka tidak menyangka jika Li Feng telah menipu mereka karena dia menekan kekuatan nya hingga ke ranah pejuang jendral tahap awal.
"sekarang apa lagi yang bisa kita lakukan? saat ini kita hanya sampah," tanya salah satu dengan tidak percaya.
"sebaiknya kita segera pergi dari sini! aku khawatir dia berubah pikiran dan kembali kesini," timpal yang lain.
"baik, mari kita pergi," jawab yang lain, lalu mereka berusaha berdiri dan pergi.
setelah ke 15 pria paruh baya itu pergi, Yin Yin dan kedua orang tuanya keluar dari penginapan, sebab mereka mendengar suara teriakan tadi, tapi sesampainya mereka diluar, tidak ada yang mereka temukan, lalu ketiganya kembali masuk kedalam.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih.....