Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Turnamen 2


__ADS_3

"Sebelumnya perkenalkan nama saya Junshong, aku yang akan memandu turnamen ini, terima kasih untuk semua penonton yang ikut meramaikan, seperti biasa, tahun ini kit kembali membuka turnamen,"


"seperti yang kita semua ketahui, turnamen ini untuk mencari bakat bakat muda di kekaisaran Song, pemenang akan mendapatkan hadiah 500 batu roh tingkat tinggi, kitab tingkat surgawi tingkat tinggi dan berendam di kolam spiritual selama 6 bulan,"


"juara dua akan mendapatkan hadiah 300 batu roh tingkat tinggi, kitab tingkat surgawi tingkat menengah dan berendam dikolam spiritual selama 3 bulan, juara 3 akan mendapatkan hadiah 150 batu roh tingkat tinggi, kitab tingkat surgawi tingkat awal, dan berendam di kolam spiritual selama 1 bulan,"


"sementara juara 4 akan mendapatkan hadiah 100 batu roh tingkat tinggi dan kitab tingkat suci tingkat tinggi, 4 peserta yang lolos 4 besar akan mewakili kekaisaran Song di turnamen antar kekaisaran di wilayah tengah yang akan diadakan 3 bulan lagi,"


"adapun peraturan seperti biasa, tidak boleh menggunakan racun, tidak boleh menggunakan pil dan tidak boleh membunuh, jika ada peserta turnamen yang kedapatan melakukan kecurangan, maka dia akan di diskualifikasi dari turnamen,"


"peserta turnamen kali ini sedikit lebih banyak dari biasanya, jika biasanya peserta turnamen adalah 25 peserta, maka peserta turnamen kali ini adalah 32 peserta, peserta akan dibagi menjadi 8 kelompok yang berisikan masing masing 4 orang,"


"setiap kelompok akan bertarung satu lawan satu, kedua pemenang dari setiap kelompok akan masuk ke babak selanjutnya, sekarang aku minta pada semua peserta agar naik keatas arena untuk melakukan undian!" ucap Junshong panjang kali lebar membuka turnamen.


32 peserta yang mendengar Junshong meminta mereka untuk naik ke arena pun satu persatu mereka naik untuk melakukan undian, begitu juga dengan Li Feng.


sesampainya mereka diatas arena, satu persatu mengambil gulungan kertas kecil yang ada didalam sebuah kotak sedang, setelah semua peserta sudah mengambil kertas gulungan, Junshong meminta mereka untuk membuka gulungan kertas kecil itu.


Li Feng pun membuka kertas gulungan yang dia ambil, disitu tertulis nomor 5, lalu Li Feng menyerahkan pada Junshong untuk dicatat.


beberapa saat kemudian, semua peserta sudah menyerahkan nomor undian mereka dan dicatat oleh Junshong, lalu satu persatu mereka kembali ke kursi peserta.


"sekarang para peserta sudah melakukan undian, tidak perlu membuang buang waktu, aku akan memulai turnamen ini," ucap kembali Junshong setelah semua peserta sudah kembali duduk.


"sesuai dengan nomor urut, nomor urut satu adalah Li Shan, wakil dari kerajaan batu, Jinshi dari sekte bambu kuning, Guan Yu dari kerajaan es, dan Su Fang dari sekte pesisir, mereka akan bertarung di arena nomor satu"


"nomor urut dua adalah Mei Shin, wakil dari sekte giok hijau, Hua Yi dari sekte bunga persik, Wang Gao dari sekte kalajengking, dan Zetian dari sekte gurun pasir, mereka akan bertarung di arena nomor dua,"


"nomor urut tiga adalah Zhu Kai, dari sekte pasir putih, Lan Yin dari sekte matahari, Shupeng dari klan Weng, dan Zukong dari bangsawan Yun, mereka akan bertarung di arena nomor tiga,"


"nomor urut empat adalah Fei Fei, wakil dari kerajaan angin, Feng Hung dari kerajaan air, Duan Ping dari bangsawan Duan, Shui Liang dari klan Shui, mereka akan bertarung di arena nomor empat,"


"para peserta yang disebut namanya harap naik ke arena yang sudah ditentukan!" ucap lanjut Junshong menyebut nama nama peserta yang akan bertarung untuk pembukaan.


para peserta pun naik ke arena sesuai dengan nomor mereka, satu persatu naik dengan sikap yang mencoba mendominasi lawan mereka masing masing.


Li Feng yang masih berada di kursi peserta pun menggeleng kepala melihat tingkah para peserta yang naik itu.


"tidak pria tidak wanita, semua memiliki sikap sombong," gumam Li Feng menggeleng kepala.

__ADS_1


Li Feng hanya bersikap santai karena dia sudah membaca kekuatan setiap peserta turnamen, hampir semua peserta memiliki kekuatan pejuang surgawi, hanya beberapa orang saja yang memiliki kekuatan setengah abadi tahap menengah.


tentu mereka bukan lah lawan yang sulit bagi Li Feng, awalnya dia berpikir jenius yang ada di kekaisaran Song itu memiliki kekuatan diatas setengah abadi.


hal itulah yang membuat Li Feng meningkatkan kekuatan nya hingga ke ranah dewa besi, tapi ternyata yang dipikirkan Li Feng itu salah, karena semua peserta memiliki kekuatan pejuang surgawi hingga setengah abadi tahap menengah saja.


"ambil posisi!" ucap Junshong memberi arahan.


"ingat! tidak boleh membunuh, memakai racun dan juga pil! jika diantara kalian ada yang melanggar aturan itu, maka akan di diskualifikasi," ucap lanjut Junshong.


"siap! mulai!" ucapnya lagi.


setelah Junshong mengatakan mulai, semua peserta dari 4 arena pertarungan bersikap siaga, tapi peserta di nomor tiga yang bernama Zhu Kai, dia tampak merendahkan ketiga lawannya.


Zhu Kai yang merupakan wakil dari sekte pasir putih bersikap sombong bukan tanpa alasan, pasalnya dari 4 peserta yang berada di arena nomor tiga itu hanya dia yang memiliki kultivasi lebih tinggi.


kultivasi Zhu Kai adalah setengah abadi tahap menengah, sementara Lan Yin, Shupeng dan Zukong hanya berada di ranah pejuang surgawi tahap puncak, tentu Zhu Kai bisa mengalahkan mereka bertiga dengan mudah.


"sebaiknya kalian menyerah saja! tidak ada gunanya kalian melawan ku," ucap Zhu Kai dengan membusungkan dadanya.


"jangan bermimpi kamu tuan muda Zhu, meskipun kekuatan mu 2 tahap diatas ku, bukan berarti aku akan menyerah begitu saja," balas Shupeng dengan kesal.


"saudara Zukong, saudari Yin, kita serang dia bersama, kita bereskan tuan muda sombong ini!" ucap Shupeng dengan tatapan tidak suka pada Zhu Kai.


"baik saudara Shupeng," balas Lan Yin dan Zukong serempak, ketiganya lalu menyerang Zhu Kai bersamaan.


melihat ketiga lawannya menyerang, Zhu Kai pun mengeluarkan pedangnya dan bersiap menyambut serangan mereka.


Traaang Traaang Traaang


Boom Boom Boom


terdengar bunyi senjata beradu dan ledakan di arena nomor tiga disaat Lan Yin, Zukong dan Shupeng menyerang Zhu Kai, para peserta turnamen di tiga arena lain pun saling menyerang satu sama lain.


Traaang Traaang Traaang


Boom Boom Boom..


bunyi senjata dan ledakan terus terjadi disetiap arena tarung, untungnya setiap arena tarung dipasangi segel formasi, sehingga imbas dari ledakan itu tidak merembes keluar arena.

__ADS_1


"ayo keluarkan semua kemampuan kalian! hahaha.." seru Zhu Kai di arena nomor tiga dengan penuh kesombongan.


hal itu membuat Lan Yin, Shupeng dan Zukong semakin kesal, ketiganya terus menyerang Zhu Kai tanpa membiarkan dia bernafas, tapi kenyataannya, Zhu Kai sangat menikmati pertarungan itu.


Di kursi peserta, Li Feng yang melihat kesombongan Zhu Kai itu sangat ingin naik dan menghajarnya, Li Feng tampak kesal dengan kesombongan yang di tunjukkan Zhu Kai.


"awas saja jika kita bertemu, aku akan membuat kesombongan mu itu lenyap hanya dengan satu tamparan," ucap Li Feng kesal.


"jika tuan ingin menghajarnya, tuan bisa melakukannya dengan berteleportasi kesana tanpa harus menunjukkan diri! tuan cukup berada didalam bayangan dan menghajarnya!" tiba tiba suara Long Bai terdengar di telinga Li Feng.


Long Bai dapat mendengar gumaman Li Feng, sehingga Long Bai tahu jika tuannya itu kesal dengan Zhu Kai.


"apa bisa seperti itu Long Bai?" tanya Li Feng antusias, dia sudah tidak sabaran untuk memberi pelajaran pada Zhu Kai.


"bisa tuan, apalagi saat ini posisi tuan berada paling belakang, tentu tidak ada yang menyadari tuan berteleportasi kesana," balas Long Bai.


Li Feng yang mendengar itupun tidak menunggu waktu lama, Li Feng kemudian berdiri dari duduknya dan berteleportasi ke arena nomor tiga.


Whush..


Li Feng muncul tepat dibelakang Zhu Kai tanpa ada seorang pun yang melihatnya, lalu Li Feng melepaskan sebuah tamparan pada pipi Zhu Kai tanpa dia sadari, sementara Zhu Kai sendiri sibuk menikmati pertarungan nya melawan Lan Yin, Shupeng dan Zukong.


Plaaaak..


sebuah tamparan keras tanpa menggunakan Qi mendarat dengan telak di pipi kanan Zhu Kai dan membuatnya tersungkur ke lantai arena.


kejadian itu membuat ketiga lawan Zhu Kai kebingungan, tidak ada satu serangan dari mereka yang berhasil mengenai Zhu Kai, tapi Zhu Kai tersungkur begitu saja dengan keras.


sementara itu, selesai menampar Zhu Kai, Li Feng kembali berteleportasi pada tempat duduknya.


"rasakan itu jika berani bersikap sombong didepan ku," ucap kesal Li Feng, tapi dia juga tersenyum melihat Zhu Kai tersungkur ke lantai arena.


********


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2