Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Ling Yun


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Setelah melakukan perjalanan selama sebulan kearah utara, Li Feng dan Ling Ling akhirnya tiba di perbatasan kedua wilayah.


"Tuan muda, aku merasakan aura yang tidak asing," tiba tiba Ling Ling merasakan aura yang familiar.


"Maksudmu?" tanya Li Feng mengerutkan kening.


"Aura ini milik saudari ku Ling Yun," jawab Ling Ling.


Li Feng lalu mengedarkan aura spiritual untuk merasakan aura yang dirasa Ling Ling, tapi sekuat apapun dia mengedarkan aura spiritual, Li Feng tidak merasakan apa apa.


"Aku tidak merasakan apapun," ucap Li Feng tersenyum masam.


"Ikuti aku tuan muda!" ucap Ling Ling, lalu dia melesat ke puncak bukit kecil yang berada dibawah mereka.


Whush.. Whush..


Li Feng dan Ling Ling mendarat diatas puncak bukit, Ling Ling merasakan aura yang familiar itu semakin kuat.


"Tidak salah lagi," ucap Ling Ling tersenyum, dia merasa senang, karena selama ini dia terus mencari keberadaan saudarinya, dan saat ini aura saudarinya dapat dia rasakan.


Ling Ling lalu turun ke puncak bukit, disana, ada sebuah goa kecil yang berukuran 2x4 meter, keduanya lalu masuk kedalam, saat keduanya melewati pintu goa.


Boom Boom..


Li Feng dan Ling Ling terpental keluar goa, keduanya menabrak sebuah perisai transparan dan terpental.


"Apa seperti ini cara saudari mu menyambut tamu?" ucap Li Feng kesal.


"Maafkan saudari ku tuan muda! mungkin dia tidak tahu kita berada disini," ucap Ling Ling tersenyum, dia merasa lucu dengan kekesalan Li Feng.


Whush.. Whush.. Whush..


Muncul 5 sosok wanita muda berpakaian putih polos seperti Ling Ling, saat salah satu dari mereka melihat Ling Ling, langsung saja wanita muda itu melesat dan memeluk Ling Ling.


"Kakak Ling," ucap wanita muda, yang tidak lain adalah Ling Yun, adik dari Ling Ling.


"Yun'er," ucap lembut Ling Ling memeluk adiknya.

__ADS_1


"Maafkan kakak! kakak sudah berusaha mencari mu kemana mana," ucap lanjut Ling Ling.


"Tidak kak, aku yang minta maaf, tidak seharusnya aku tinggalkan kakak dan ibu," balas Ling Yun.


Ling Ling dan Ling Yun terpisah saat klan Ling atau klan Phoenix Es diserang oleh klan Xue dari ras Phoenix Api, status Ling Ling dan Ling Yun adalah nona muda klan Ling, dan yang menjadi matriak klan adalah ibu mereka, yaitu Ling Yin.


Saat terjadi pertempuran, Ling Yin dan Ling Ling menyuruh Ling Yun untuk melarikan diri, karena saat itu kultivasi Ling Yun masih sangat lemah, jika tetap bertahan di dalam klan, sudah pasti Ling Yun terbunuh.


Perang itu menghancurkan klan Ling, sehingga banyak anggota klan yang terbunuh, baik tetua maupun murid klan, banyak yang terbunuh pada saat itu, termasuk Ling Yin, ibu dari Ling Ling dan Ling Yun.


Perang itu juga membuat Ling Ling terluka parah, dan saat dalam pelarian, Ling Ling terus mencari keberadaan Ling Yun, tapi dia tidak menemukan Ling Yun dalam pencariannya selama 500 tahun.


Di pencarian itu juga Ling Ling kembali bertarung dengan seorang kultivator kuat dari kekaisaran suci dan semakin terluka, disitulah Ling Ling ditangkap dan di lelang, beruntung Li Feng yang membelinya, jika tidak, tidak tahu apa yang akan menimpa Ling Ling.


Phoenix Api dapat mengalahkan Phoenix Es dengan muda bukan tanpa alasan, dari status saja sudah jelas beda, Phoenix Api adalah binatang ilahi, ras tertinggi pertama bersama naga petir, sementara Phoenix Es adalah binatang suci, ras tertinggi kedua setelah binatang ilahi.


Adapun penyerangan itu karena Ling Yin menolak untuk tunduk dibawa perintah klan Xue, Ling Yin tidak ingin berada dibawah perintah siapapun, karena penolakan itulah membuat matriak klan Xue murka dan menyerang klan Ling.


"Mana ibu? ibu tidak apa apa kan kak?" ucap lanjut Ling Yun menanyakan ibu mereka.


Ling Ling tidak langsung menjawab, dia mengelus kepala Ling Yun dengan lembut, lalu Ling Ling menjawab.


Dapat dilihat jelas tersirat dimata Ling Ling untuk membalaskan dendam atas kematian ibu dan anggota klan serta tetua mereka, dia sudah berjanji akan membalaskan dendam itu dan menghancurkan klan Xue, sebagaimana klan Xue menghancurkan klan Ling.


"Ukhuk ukhuk,"


Li Feng berpura pura batuk karena sedari tadi dia dilupakan, Ling Ling yang mendengar pun segera melepaskan pelukan Ling Yun dan tersenyum.


"Maafkan aku tuan muda!" ucap Ling Ling tersenyum.


"Kenalkan tuan muda, dia saudari ku Ling Yun!" ucap lanjut Ling Ling mengenalkan Ling Yun.


"Salam nona Yun, kenalkan aku Li Feng," ucap Li Feng mengenalkan nama


"Salam tuan muda, nama saya ling Yun," balas Ling Yun yang juga mengenalkan namanya.


Ling Yun


__ADS_1


Saat Ling Yun menatap Li Feng dan mengenalkan nama, sejenak pandangan Ling Yun tidak beralih dari wajah Li Feng, dia terpana dengan wajah tampan Li Feng, baru kali ini dia melihat pemuda tampan seperti itu.


"Yun'er," Ling Ling membuyarkan Ling Yun.


"Eeh iya kak," Ling Yun menunduk malu karena ketahuan.


"Hormat kami nona muda," ucap keempat murid klan Ling yang ikut bersama Ling Yun saat Ling Yun melarikan diri.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Ling Ling.


"Kami baik, nona muda," jawab keempatnya.


"Syukurlah," balas Ling Ling tersenyum.


"Apa kamu ingin tetap disini?" Li Feng merasa sudah saatnya melanjutkan perjalanan nya.


Ling Ling tidak menjawab, dia menoleh pada Ling Yun dengan lembut, lalu dia berkata.


"Ikutlah bersama kakak dan tuan muda!" ucap lembut Ling Ling.


"Baik kak, aku akan ikut kemanapun kakak pergi," jawab Ling Yun mengangguk.


Melihat dan mendengar Ling Ling mengajak Ling Yun, Li Feng sedikit keberatan, Li Feng keberatan bukan tanpa alasan, dia tahu akan terjadi banyak masalah jika berpetualangan bersama banyak gadis, apalagi keempat murid klan Ling dan Ling Yun sangat cantik seperti itu.


Jika memasukkan mereka kedalam dunia jiwa, mereka bukan siapa siapa nya Li Feng, hanya orang khusus atau pasukan dan pelayan Li Feng saja yang boleh tinggal di dunia jiwa.


"Tuan muda," ucap Ling Ling meminta persetujuan Li Feng untuk membawa Ling Yun ikut bersama.


Li Feng tidak langsung menjawab, dia masih bingung harus menjawab apa, di satu sisi, tidak mungkin meninggalkan Ling Yun, di sisi lain, akan menimbulkan banyak masalah jika Ling Yun ikut.


"Baiklah," jawab Li Feng setelah berpikir beberapa saat, dia juga tidak ingin membuat Ling Ling kecewa.


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2