
Melihat kedua istrinya menatap satu sosok tanpa berkedip dan mengeluarkan niat membunuh yang kuat, Li Feng tahu jika sosok yang ditatap kedua istrinya adalah sosok yang mereka cari.
"Seret dia kesini!" ucap Li Feng yang sudah tahu Matriak klan Xue.
"Baik Gege." jawab patuh kedua istrinya, lalu dengan langkah pasti, Ling Ling dan Ling Yun mendekati matriak Xue, sementara tetua Gun dan lainnya bertanya tanya dalam hati ada apa.
Tidak beberapa lama, Ling Ling dan Ling Yun berada tepat didepan Matriak Xue.
"Kita bertemu lagi Matriak Xue." ucap Ling Ling tersenyum.
Matriak Xue menatap Ling Ling dan Ling Yun sejenak, dia tidak mengenal keduanya, kejadian ratusan ribu tahun yang lalu, membuat Matriak Xue tidak mengenal wajah Ling Ling dan Ling Yun lagi.
"Maaf nona nona muda! apa aku mengenal kalian?" tanya Matriak Xue mengerutkan kening.
"Jadi kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan pada klan Ling dulu? ternyata umur bisa membuat nenek tua seperti mu bisa pikun." balas Ling Ling yang masih tersenyum.
Saat mendengar nama klan Ling, Matriak Xue sedikit terkejut, tapi dia percaya diri tidak akan terjadi apa apa, yang ada dihadapannya saat ini hanyalah dua gadis kecil yang lemah, itulah yang ada dipikiran Matriak Xue.
"Hahaha... aku ingat sekarang, Matriak Ling Yin memiliki dua anak gadis yang sangat cantik, jika aku tebak, kalian lah kedua anak gadis itu." ucap Matriak Xue tertawa.
Saat tertawa, suara Matriak Xue menggelegar, sehingga menarik perhatian banyak pasukan yang berada disitu, Li Feng dari jauh hanya tersenyum, dia tahu Matriak Xue memandang rendah kedua istrinya, karena itulah Matriak Xue tertawa lepas.
"Aku sarankan sebaiknya kamu berlutut mohon ampunan! karena jika tidak." ucap Ling Ling terpotong.
"Jika tidak apa gadis kecil? apa yang bisa dilakukan gadis lemah seperti kalian berdua? membunuhku? Hahaha.. jangan bermimpi gadis kecil!" ucap Matriak Xue memotong ucapan Ling Ling.
"Kakak?" Ling Yun sudah tidak sabaran ingin menyiksa Matriak Xue.
"Robek mulutnya Yun'er!" ucap Ling Ling yang juga kesal.
"Baik kak." balas Ling Yun menganggukkan kepala.
"Rasakan pembalasan ku nenek tua! Hiiyaaaaa.." Ling Yun melesat menyerang Matriak Xue, pasukan yang berada didekat mereka pun mundur menjauh, mereka tidak ingin terkena imbas dari pertarungan itu.
__ADS_1
Boom Boom Boom..
Ledakan terjadi saat serangan Ling Yun dan Matriak Xue beradu, lalu melempar Matriak Xue jauh kebelakang, para tetua klan Xue terkejut saat Matriak Xue dikirim terbang oleh Ling Yun.
"Matriak?" seru para tetua klan, lalu melesat kearah Matriak Xue yang sudah memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
"Lemah! baru satu serangan saja kamu sudah muntah darah." cibir Ling Yun menatap tajam Matriak Xue.
"Bocah ini sangat kuat," gumam Matriak Xue menatap datar Ling Yun.
"Matriak?" ucap para tetua klan Xue.
"Aku tidak apa apa, kalian serang dan habisi kedua bocah itu!" perintah Matriak Xue.
"Baik Matriak." Jawab para tetua klan, lalu melesat kearah Ling Ling dan Ling Yun, namun belum juga melepaskan serangan, puluhan pedang tiba tiba muncul dan mencincang para tetua klan Xue seperti daging cincang.
Sontak kejadian itu membuat semua orang terbelalak, namun Ling Ling dan Ling Yun tahu jika itu adalah perbuatan suami keduanya.
"Kamu telah salah mencari musuh nenek tua." ucap Li Feng menatap tajam Matriak Xue, tanpa Li Feng dan kedua istrinya sadari jika Matriak Xue diam diam memecahkan giok jiwa untuk memanggil bantuan.
"Buat dia menderita Ling'er! Yun'er!" ucap Li Feng yang masih menatap tajam Matriak Xue.
"Baik Gege." jawab kedua istri Li Feng, lalu dengan santai mendekati Matriak Xue.
"Siapa yang berani menyakiti keturunanku?" tiba tiba sebuah suara menggema dari atas langit, lalu muncul tiga sosok pria sepuh dengan rambut putih panjang menjuntai kebawah, ketiga pria sepuh lalu mendarat didepan Matriak Xue.
"Ada apa Ying'er? siapa yang melakukan ini padamu?" tanya salah satu pria sepuh.
"Mereka yang melakukannya leluhur." jawab Matriak Xue dengan berpura pura terluka parah, dia berharap ketiga leluhurnya dapat membunuh Li Feng dan kedua istrinya.
Saat ketiga leluhur klan Xue membalikkan badan dan melihat siapa yang ditunjuk Matriak Xue, lutut ketiga pria sepuh tiba tiba bergetar, wajah mereka menjadi pucat pasi, dahi mereka juga berkeringat dingin.
"Ampun yang mulia! ampun yang mulia permaisuri!" ketiga pria sepuh dengan lutut gemetar, berlutut memohon ampun pada Li Feng dan kedua istrinya.
__ADS_1
Apa yang dilakukan ketiga pria sepuh, sekali lagi mengejutkan semua orang, terutama adalah Matriak Xue, dia berharap ketiga leluhur klan Xue dapat menolongnya, tapi kenyataan berkata lain.
"Kita bertemu lagi patriak Xue." ucap Li Feng tersenyum.
"Mohon ampuni hamba, yang mulia!" ucap leluhur Xue yang mana adalah Patriak klan Xue di alam para binatang, saat peresmian istana kekaisaran naga yang baru dan acara pernikahan Li Feng dan kedua istrinya, Patriak Xue juga hadir dalam kedua acara itu, sehingga dia sangat mengenal sosok Li Feng dan kedua istrinya.
Tetua Gun, para tetua sekte bangau putih dan kelima jendral besar semakin penasaran dengan latar belakang Li Feng, baru seminggu yang lalu Li Feng disebut pangeran, kini Li Feng disebut yang mulia, bahkan tiga sosok yang sangat kuat pun berlutut gemetar didepan Li Feng.
"Siapa tuan muda sebenarnya?" gumam tetua Gun membatin.
"Apa kamu tahu patriak Xue? keturunan mu telah berani menyinggung kedua istriku, menurut mu! hukuman apa yang pantas untuk keturunanmu itu?" ucap Li Feng tanpa ekspresi.
"Ampun yang mulia! mohon yang mulia izinkan hamba yang menghukumnya!" balas Patriak Xue yang masih tidak berani mengangkat kepala.
"Yang mulia permaisuri? mohon izinkan hamba yang menghukumnya, yang mulia!" ucap lanjut Patriak Xue memohon pada Ling Ling dan Ling Yun.
Ling Ling dan Ling Yun bingung harus berkata apa, keduanya menoleh pada Li Feng, namun Li Feng mengangkat bahu dan membuka kedua telapak tangannya.
"Baiklah! tapi aku harap kamu memberinya hukuman dengan berat!" ucap Ling Ling luluh karena Patriak Xue dan kedua pria sepuh lainnya tetap berlutut tanpa berani mengangkat kepala.
"Terima kasih yang mulia ratu." ucap Patriak Xue merasa lega, meski harus memberi hukuman pada Matriak Xia Ying, tapi itu lebih baik daripada dia dibunuh dan klan Xue di alam langit musnah.
"Sekarang kalian pergilah! dan didik keturunanmu dengan baik!" ucap Li Feng menyuruh Patriak Xue membawa Material Xue Ying.
"Baik yang mulia." jawab Patriak Xue, lalu dia seret Matriak Xue dan keempatnya menghilang.
*******
Tinggalkan Like dan Komentarnya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
Terima Kasih...
__ADS_1