
Didalam gerbang dimensi ruang dan waktu, Li Feng dan Jun Tong terus mengobrol sambil membiarkan diri mereka terbawa, lebih tepatnya, Li Feng bertanya tentang daratan tengah pada Jun Tong.
"apa kamu tahu daratan tengah?" tanya Li Feng.
"aku hanya tahu sedikit pangeran," jawab Jun Tong.
"ceritakan lah!" perintah Li Feng.
"baik penguasa," jawab Jun Tong, lalu dia mulai bercerita.
"daratan memiliki aura spiritual yang lebih pekat beberapa kali dari benua awan biru, daratan tengah juga memiliki 4 Kekaisaran, yaitu Kekaisaran bulan, Kekaisaran bintang, Kekaisaran matahari dan kekaisaran cahaya,"
"kekuatan di daratan tengah sedikit lebih tinggi dari kekuatan yang ada dibenua awan biru, karena prajurit Kekaisaran dan murid luar setiap sekte saja memiliki kekuatan prajurit dewa,"
"para komandan dan tetua tingkat rendah memiliki kekuatan jendral dewa, para tetua tingkat tinggi dan jendral bawahan memiliki kekuatan raja dewa, sementara para Patriak dan jendral besar memiliki kekuatan kaisar dewa,"
"sementara keempat kaisar memiliki kekuatan abadi bintang 2, tapi itu seratus tahun yang lalu, aku tidak tahu jika sekarang," ucap Jun Tong bercerita panjang kali lebar mengenai daratan tengah.
Li Feng hanya diam dan mendengar semua cerita Jun Tong hingga selesai, dengan informasi dari Jun Tong, setidaknya Li Feng tahu kekuatan yang ada di daratan tengah itu.
"apakah keempat kekaisaran itu saling menyerang satu sama lain?" tanya Li Feng setelah Jun Tong selesai bercerita.
"dulu pernah kekaisaran bulan dan kekaisaran matahari berperang pangeran, peperangan itu sering terjadi ketika aku berada di daratan tengah, aku tidak tahu jika sekarang," jawab Jun Tong.
Li Feng menganggukkan kepala, lalu dia kembali bertanya.
"apa kamu tahu alasan kenapa kedua kekaisaran itu saling berperang?" tanya Li Feng lagi.
"aku tidak tahu pasti pangeran, yang aku dengar, kaisar kekaisaran matahari menyimpan dendam pada kaisar kekaisaran bulan, adapun dendam itu adalah karena wanita yang disukai kaisar kekaisaran matahari menikah dengan kaisar kekaisaran bulan,"
"sehingga disaat kaisar kekaisaran matahari naik tahta menjadi kaisar, dia langsung mengibarkan bendera perang terhadap kekaisaran bulan, adapun alasan penyerangan itu adalah, kaisar Kekaisaran matahari membuat cerita jika alasan mengibarkan bendera perang, karena kaisar kekaisaran bulan merebut calon istri kaisar kekaisaran matahari," jawab Jun Tong menjelaskan alasan yang dia tahu, tapi dia juga tidak yakin jika itu alasan yang sebenarnya.
"hanya soal wanita? apa kaisar itu begitu bodoh?" ucap Li Feng menggeleng kepala.
hanya karena wanita, kaisar matahari mengorbankan banyak nyawa hanya karena keegoisan nya, sebagai seorang kaisar, bukannya memimpin kekaisaran dengan bijak dan juga membuat rakyat nya sejahtera, tapi yang ada justru mengorbankan banyak nyawa prajurit, sehingga banyak istri yang menjadi janda dan banyak anak yang menjadi yatim.
"sungguh seorang kaisar yang bodoh," ucap Li Feng lanjut dan kembali menggeleng kepala.
"benar pangeran, aku juga tidak habis pikir jika ada seorang kaisar yang berpikiran bodoh seperti dia," bala Jun Tong yang juga tidak percaya.
__ADS_1
*******
Di benua awan biru, kaisar Song Guan dan yang lainnya juga sudah kembali kek kekaisaran Song, kaisar Liu Peng, kaisar Bei Shan dan kaisar Zhou Fan juga sudah kembali ke Kekaisaran mereka masing masing.
"semoga tuan muda masih mau kembali bersama kita," ucap kaisar Song Guan yang saat ini bersama Qian Ming.
"semoga saja yang mulia, aku juga berharap Fan'er kembali, karena bagaimanapun juga, Fan'er adalah anggota keluarga ku," balas Qian Ming yang masih menjalankan sandiwara mereka.
kaisar Song Guan yang sudah tahu pun tetap bersikap biasa, dia juga tidak ingin mengakui jika sudah tahu Li Feng bukan anggota keluarga bangsawan Qian, karena itu adalah janji nya pada Li Feng.
"aku harap keluarga bangsawan Qian dan keluarga kekaisaran dapat membangun hubungan baik dimasa depan, semoga Patriak Ming tidak keberatan dengan permintaan ku yang sederhana ini," ucap kaisar Song Guan.
mendengar itu, Qian Ming merasa sangat senang, tujuan awalnya memang ingin membuat keluarga bangsawan Qian memiliki hubungan baik dan juga dekat dengan kelurga Kekaisaran, jika itu terwujud, maka nama bangsawan Qian semakin berada diatas angin.
"aku juga berharap hubungan keluarga bangsawan Qian dan keluarga kekaisaran menjadi lebih baik dan lebih dekat lagi yang mulia, kita akan saling mendukung satu sama lain untuk membuat kekaisaran Song semakin disegani kekaisaran yang lain," balas Qian Ming penuh kemenangan.
******
Dilorong dimensi ruang dan waktu.
setelah membiarkan diri terbawa, 3 jam kemudian Li Feng dan Jun Tong akhirnya melihat cahaya putih dari ujung lorong, tidak berselang lama, keduanya keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu.
Li Feng dan Jun Tong keluar dari lorong dimensi ruang dan waktu, keduanya keluar disebuah bangunan yang berada diluar kota.
"salam tuan tuan, tuan muda," ucap salah satu pria paruh baya yang berjaga di gerbang teleportasi.
"salam tetua," balas Li Feng dan Jun Tong ramah.
"maaf tuan, tuan muda! saat ini kekaisaran bulan dan kekaisaran matahari berperang, mohon tuan dan tuan muda berhati hati!" ucap pria paruh baya memperingatkan Li Feng dan Jun Tong.
Li Feng dan Jun Tong tidak terkejut dengan informasi itu, keduanya sudah menduga jika perang itu masih berlanjut, sehingga tidak membuat mereka terkejut.
"terima kasih tetua! kami akan berhati hati!" balas Li Feng ramah, tidak lupa dia juga menangkupkan tangannya dengan hormat.
"sama sama tuan muda, dan saat ini kekaisaran bulan sedang merekrut kultivator bebas untuk dijadikan prajurit istana, jika tuan dan tuan muda tidak ingin menjadi prajurit, tuan dan tuan muda jangan dulu pergi ke kota!" ucap pria paruh baya itu memberitahu.
Li Feng dan Jun Tong mengangguk paham, keduanya juga berterima kasih karena pria paruh baya itu memberikan banyak informasi penting pada mereka.
setelah mengobrol beberapa saat, Li Feng dan Jun Tong berpamitan dan pergi kearah kota, Li Feng ingin mencari tahu lebih dulu mengenai sebab dari peperangan itu, sehingga dia tidak salah memilih kawan dan lawan.
__ADS_1
Jun Tong membawa Li Feng kearah utara, karena menurut Jun Tong, 3 hari dari bangunan tempat teleportasi itu ada sebuah kita disana, yaitu kota Tian.
3 hari kemudian.
setelah melakukan perjalanan selama 3 hari, Li Feng dan Jun Tong menemukan kota Tian, mendarat tidak jauh dari kota, Li Feng dan Jun Tong berjalan kearah kota, tidak berselang lama, keduanya sampai di gerbang kota dan ikut mengantri.
dengan sabar dan bosan menunggu, Li Feng dan Jun Tong pun akhirnya mendapatkan giliran untuk diperiksa.
"identitasnya tuan!" ucap prajurit ramah.
Jun Tong pun mengeluarkan sebuah lencana berwarna perak, entah lencana itu milik siapa dan dia dapatkan dari mana.
"klan Fu?"
prajurit yang memeriksa Jun Tong dan Li Feng itu terkejut dengan lencana yang ditunjukkan Jun Tong, dia sangat mengenal lencana itu.
"silahkan masuk tuan!" ucap penjaga gerbang ramah mempersilahkan Jun Tong dan Li Feng masuk tanpa membayar, tentu saja hal itu membuat Li Feng sedikit bingung dan heran.
Li Feng dan Jun Tong pun masuk kedalam kota, tidak jauh kedalam, Li Feng dan Jun Tong menemukan sebuah kedai teh, lalu keduanya masuk kedalam untuk minum teh dan mendengar informasi kekaisaran bulan.
"selamat datang di kedai sederhana kami tuan, tuan muda," ucap ramah pelayan.
"bawakan kami teh terbaik yang kalian punya nona!" balas Li Feng yang juga ramah.
"baik tuan muda, mohon tunggu sebentar!" balas pelayan, lalu dia kembali kedapur, sementara Li Feng dan Jun Tong mengambil tempat di pojok ruangan.
"peperangan ini sungguh membuat ku bosan, rakyat biasa seperti kita hanya menjadi korban," ucap salah satu pengunjung pada temannya.
"benar saudara, peperangan ini membuat ekonomi kita juga menurun, sehingga rakyat miskin menjadi semakin miskin," balas yang lain mengeluh.
kedua pengunjung itu terus mengeluhkan tentang peperangan berkepanjangan yang membuat rakyat menderita itu, Li Feng dan Jun Tong yang mendengar pun hanya bisa diam sambil terus mendengar obrolan mereka.
tidak lama kemudian, pelayan tadi datang membawa pesanan Li Feng dan Jun Tong, lalu keduanya menyesal minuman mereka dengan tenang sambil terus mendengarkan obrolan para pengunjung yang lain.
********
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...