
Setelah mendarat, Li Feng berjalan santai kedepan gerbang kota kenangan, tidak butuh waktu lama bagi Li Feng untuk tiba disana, lalu dia ikut mengantri masuk kedalam kota, selesai diperiksa dan membayar pajak masuk kota, Li Feng masuk kedalam dengan santai.
Didalam kota, Li Feng terus berjalan kedepan, dia tidak buru buru, Li Feng masih ingin menikmati suasana kota yang dipenuhi dengan aura yang sangat menenangkan itu, ditambah lagi dengan suara para pedagang yang menjajakan dagangan mereka.
Setelah berada dipusat kota, Li Feng ingin menikmati secangkir teh yang ada di sebelah kanan jalan, dia lantas mampir di kedai teh, lalu duduk dipojok kanan ruangan dan memesan teh untuk dia nikmati.
Setelah menikmati teh dan tidak ada informasi yang berarti, Li Feng keluar dari kedai dan melanjutkan perjalanannya, dia merasa sudah cukup untuk bersantai nya, karena sekarang adalah waktunya untuk membantai murid dan memusnahkan sekte lotus api.
Li Feng lalu meninggalkan kota kenangan, berada cukup jauh dari gerbang kota, Li Feng melayang di udara dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Dengan kultivasi nya yang sekarang, Li Feng tidak ingin membuang waktu lagi, dia ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan sekte lotus api, kemudian mencari portal menuju alam para binatang.
karena pekerjaan besar sedang menanti Li Feng disana, dimana dia harus mengambil alih kembali klan Jing trah kedua, lalu dilanjutkan dengan merebut kekaisaran naga dari kaisar elang emas, dan memusnahkan kekaisaran elang emas itu sendiri.
Dengan kekuatan yang Li Feng miliki saat ini, tentu tidak gampang untuk menaklukkan Jing Hao yang menjadi Patriak klan dan juga kaisar kekaisaran naga yang sekarang, perbedaan mereka terlampau jauh.
Tongkat abadi bintang 9 tahap awal menghadapi tingkat penguasa bintang 8 tahap puncak? suatu hal yang bodoh untuk dilakukan, Li Feng lebih kecil lagi dari semut jika berhadapan dengan Jing Hao.
Apalagi dengan kaisar kekaisaran elang emas, yang tidak lain adalah Yang Yibo, kultivasi Yang Yibo sendiri belum ada yang tahu, kemungkinan besar dia sudah menembus tingkat penguasa bintang 9 tahap puncak.
Setelah melakukan perjalanan selama seminggu, akhirnya Li Feng sampai juga dihutan tidak jauh dari sekte lotus api, sebelum mengeluarkan pasukannya, Li Feng lebih dulu menunggu malam, dia ingin menyerang saat malam hari, agar memberikan kejutan pada sekte lotus api.
Dengan tidak ada lagi para tetua dan murid elite mereka, tentu sangat muda bagi Li Feng dan pasukannya untuk memusnahkan sekte lotus api, Li Feng kemudian mendarat diatas sebuah pohon besar menunggu malam.
Saat malam, Li Feng keluarkan Jing Jie, ke 15 tetua, jendral Ze dan ke 100 murid elite klan Jing, dia ingin mereka juga terlibat dalam pembantaian itu.
"Pangeran," ucap mereka memberi hormat.
"Musnahkan juga sekte itu!" ucap Li Feng tanpa basa basi memberi perintah.
"Baik pangeran," jawab mereka, lalu melesat kearah sekte lotus api.
Whush.. Whush.. Whush..
Satu persatu mereka muncul diatas sekte, meski sekte memiliki perisai pelindung, tapi perisai pelindung itu tidak sekuat perisai pelindung sekte kura kura hitam.
"Hancurkan perisai pelindung mereka," ucap Jing Jie memberi perintah pada para tetua nya.
__ADS_1
"Baik Patriak," jawab Jing Chen dan lainnya, lalu ke 15 nya melepaskan tapak petir dan tombak petir.
Kraaak Kraaak Kraaak
Booom Booom Booom..
Retakan dan ledakan terjadi saat ke 15 tetua menyerang perisai pelindung dan menghancurkannya.
"Habisi mereka dan jangan sisakan satu orang pun!" seru Li Feng dari belakang.
"Kalian dengar bukan? lakukan tugas kita!" ucap Jing Jie bertanya.
Jing Jie dan lainnya pun melesat menyerang sekte lotus api, mereka menyerang dan membunuh siapa saja yang ada dibawah, saat mendengar ledakan, para murid keluar berhamburan dari kediaman mereka, namun saat keluar, kematian telah menyambut mereka.
Pembantaian dilakukan dari gerbang sekte, perlahan Jing Jie dan lainnya terus menerobos masuk kedalam, setia kediaman murid yang mereka lewati, tidak ada yang berdiri kokoh, semua hancur dan rata dengan tanah.
Saat pasukannya melakukan pembantaian, Li Feng hanya menonton dari luar sekte, dia tidak ingin mengganggu kesenangan pasukannya, yang Li Feng lakukan hanya lah duduk diatas sebuah pohon dan melihat bagaimana Jing Jie dan lainnya memusnahkan sekte lotus api.
Satu jam kemudian.
Susah setengah wilayah sekte yang mereka hancurkan, murid murid sekte juga sudah sebagian besar yang terbunuh, ada yang meledak menjadi kabut darah, ada juga yang tubuhnya terpotong potong menjadi beberapa bagian.
"Apa yang harus kita lakukan Patriak?" tanya tetua agung yang juga panik.
"Kita tidak punya pilihan selain bertarung," jawab Patriak sekte yang juga panik, meski begitu, dia tidak berniat meninggalkan sekte.
Saat keduanya memikirkan cara untuk menyelamatkan sekte, dua buah serangan tombak petir melesat kearah mereka.
Boom Boom..
Ledakan terjadi saat kedua tombak petir itu menghantam tubuh Patriak dan tetua agung, lalu melempar keduanya hingga menabrak salah satu bangunan sekte yang ada dibelakang.
Dan yang menyerang keduanya adalah Jing Jie dan Jing Chen, tetua agung klan Jing.
"Keluarkan mereka dari dalam dan siksa mereka!" ucap Jing Jie memberi perintah.
"Baik Patriak," jawab patuh Jing Chen.
__ADS_1
Whush..
Jing Chen melesat kedalam bangunan yang dinding nya roboh itu, lalu menarik paksa Patriak dan tetua agung sekte lotus api.
"Ampuni kami tuan! tapi kenapa tuan tuan menyerang sekte kami?" ucap Patriak sekte lotus api memohon ampun juga penasaran apa motif nya.
"Bukannya kamu mengirimkan tetua dan murid sekte untuk memburu pangeran kami? kenapa kamu berpura pura bodoh?" ucap Jing Jie menatap tajam Patriak sekte.
Patriak dan tetua agung sekte lotus api bingung dengan ucapan Jing Jie, setahu mereka, sekte lotus api tidak pernah menyinggung pangeran manapun, tapi Jing Jie mengatakan jika mereka telah menyinggung seorang pangeran.
Whush..
Saat kebingungan, Li Feng muncul didekat mereka, Jing Jie dan Jing Chen kemudian memberi hormat pada Li Feng.
"Pangeran," ucap keduanya berlutut.
"Kerja bagus Jing Jie, Jing Chen!" puji Li Feng tersenyum.
"Terima kasih pangeran," jawab Jing Jie dan Jing Chen merasa terharu.
"Kalian lupa jika ingin membunuh murid sekte bangau putih? aku salah satu nya," ucap Li Feng yang sudah mendengar ucapan Patriak sekte yang merasa tidak menyinggung pangeran manapun.
"Cepat habisi mereka Jing Jie! kita masih harus mencari portal ke alam para binatang!" ucap malas Li Feng, lalu meninggalkan mereka.
Selepas Li Feng pergi, Jing Jie dan Jing Chen tidak menunggu lama lagi, keduanya langsung memenggal kepala Patriak dan tetua agung sekte lotus api.
Sementara itu.
Sekte lotus api juga sudah rata dengan tanah, setiap bangunan dan bukit bukit kecil yang ada didekat sekte, tidak ada yang masih berdiri, semua rata dengan tanah, para murid juga tidak ada yang biarkan hidup.
Selesai menguras semua harta yang ada di sekte, Li Feng kembali memasukkan pasukannya kedalam dunia jiwa, lalu melesat meninggalkan sekte yang kacau balau itu.
*******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...