Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Apa Aku Harus Membantu Mereka?


__ADS_3

Saat menutup mata, Li Feng mendengar suara keributan diluar, sehingga dia tidak fokus untuk berkultivasi, dengan rasa kesal dia berdiri dan turun dari kamar, sesampainya dibawa, Li Feng melihat pertempuran dua kelompok diluar penginapan.


Satu kelompok mengenakan pakaian berwarna biru, satunya lagi berwarna ungu, selain Li Feng, ada banyak pengunjung yang juga menonton pertempuran itu, bahkan ada beberapa kultivator bebas yang juga menonton dua kelompok bertempur.


Karena tidak tahu akar permasalahannya seperti apa dan siapa yang benar dan salah, Li Feng juga hanya berdiri dan menonton, dia tidak ingin terlibat sama sekali, apalagi Li Feng adalah orang baru, tentu akan menarik perhatian, terlebih lagi dia dari ras manusia, dan satu satunya ras manusia yang berada disitu.


"Hentikan!" tiba tiba sebuah suara menggema dari atas langit, lalu muncul seorang pria paruh baya mengenakan seragam mikir berpangkat jendral, dia adalah jendral kota.


Whush..


Aura tingkat penguasaan bintang 6 tahap puncak merembes keluar dari tubuh sang jendral, lalu menatap tajam kedua kelompok yang bertarung.


"Jika ingin bertarung, bertarung diluar sana! jangan merusak kota!" bentak sang jendral kota dengan mengeluarkan aura dominasi.


"Maaf jendral! bukannya kami ingin merusak kota, tapi pemuda ini ingin mengambil adik ku, tentu saja aku tidak tinggal diam," ucap pemuda yang mengenakan pakaian berwarna biru.


"Bohong jendral, dia berbohong, bagaimana mungkin aku tertarik dengan wanita jelek seperti itu, aku tuan muda klan Tu, selera ku tinggi, mana mungkin aku menginginkan gadis rendahan seperti dia," balas pemuda yang lain, yang ternyata tuan muda klan Tu.


"Susah jangan ribut lagi! atau aku seret kalian ke istana kota?" bentak jendral kota dengan semakin mendominasi.


Li Feng menggeleng kepala mendengar akar permasalahannya, lagi lagi soal wanita, apa tidak ada hal lain selain wanita? dengan malas Li Feng berjalan melewati setiap orang yang masih mendengar acara berbalas pantun kedua pemuda dan jendral kota, dia terlalu malas untuk terlibat.


Tidak jauh meninggalkan penginapan, Li Feng mendengar pertempuran terjadi sekali lagi dari belakang, hal itu membuat Li Feng menghentikan langkah dan mengerutkan kening, lantas membalikkan badan dan melihat siapa yang bertempur.


Rupanya sang jendral kota dan salah satu pengawal tuan muda Tu sedang bertarung, entah apa yang mereka perebutkan hingga bertarung didalam kota, namun dari pertarungan mereka, Li Feng menduga jika tuan muda klan Tu tidak menghormati sang jendral kota.


Li Feng dapat melihat sikap tuan muda klan Tu saat berdebat tadi, dari situ Li Feng tahu tuan muda Tu adalah pemuda yang tidak tahu sopan santun dan suka bertindak sesuka hati.


Dengan langkah pasti, Li Feng kembali ke penginapan, dia ingin tahu apa yang jendral kota dan pengawal tuan muda perebutkan.


Dalam hitungan detik, Li Feng berada diantara ratusan penonton yang menonton pertarungan jendral kota dan pengawal tuan muda Tu, sementara keduanya bertarung sengit, sama sama memiliki kekuatan penguasa bintang 6 tahap puncak, sehingga pertarungan keduanya berimbang.


"Hentikan!" tiba tiba sebuah suara kembali terdengar dari dalam kota.

__ADS_1


Whush.. Whush.. Whush..


Tiga pria paruh baya muncul tepat diatas Li Feng dan semua orang, lalu disusul dengan puluhan orang lainnya dari belakang.


Ketiga pria paruh baya adalah tuan kota dan dua jendral kota lainnya, sementara ratusan orang dibelakang mereka adalah pasukan pelindung tuan kota.


"Apa yang kamu lakukan jendral ***?" dengan sorot mata yang tajam, tuan kota bertanya ada jendral yang bertarung.


"Ampun yang mulia! tuan muda klan Tu menghina tuan kota dan juga semua pejabat kota," jawab jendral *** menjelaskan.


Seketika wajah tuan kota semakin memerah, lalu dia mencari dimana keberadaan tuan muda klan Tu, yang tidak lain adalah Tu He.


"Bajingan kamu bocah, siapa kamu yang berani menghina ku, hah?" bentak tuan kota, lalu melesat cepat kerah Tu He dengan sebuah tapak.


Whush..


Booom...


Serangan tapak tuan kota menghantam Tu He dan mengirimnya terbang, tuan kota tidak berniat membunuh nya, hanya ingin membeli Tu He pelajaran.


"Pergi dari sini dan jangan pernah kembali ke kota ini!" usir tuan kota dengan aura mendominasi.


Kelima pengawal yang merupakan tetua klan Tu segera membopong Tu He dan membawanya pergi dari kota, sementara tuan kota masih berusaha menenangkan hati.


Li Feng hanya tersenyum dan menggeleng kepala, sebagai tuan muda, seharusnya Tu He menunjukkan sikap ramah dan juga tahu sopan santun, tapi yang ada justru sebaliknya.


Tapi Li Feng juga tahu kota itu tidak aman, setelah Tu He dan kelima pengawalnya tiba di klan, sudah tentu mereka akan melaporkan yang tidak tidak pada Patriak klan Tu, dan pastinya klan Tu dan kota Cuan akan berperang.


Kota Cuan sendiri berada dibawah perlindungan klan Cuan, dan yang menjadi Patriak klan Cuan adalah kakak dari tuan kita yang bernama Cuan Chi, selain klan Cuan, kota Cuan juga mendapat dukungan dari klan Tiong dan klan Kai.


Tidak ingin terlibat, Li Feng meninggalkan penginapan dan melanjutkan perjalanan nya, saat ini Li Feng ingin membangun kekuatan di kekaisaran harimau emas atau harimau angin, jika mendapat dukungan dari timur, hal itu memudahkan Li Feng untuk menghancurkan Jing Hao dan semua antek anteknya.


Namun sebelum pergi, Li Feng mampir di salah satu restoran yang berada tidak jauh dari penginapan, Li Feng ingin memanjakan lidah nya dengan makanan enak, setelah masuk dan mengambil tempat, Li Feng memesan makanan paling enak di restoran itu.

__ADS_1


Selesai makan dan membayar, Li Feng keluar restoran untuk melanjutkan perjalanan, saat keluar restoran, Li Feng melihat sekelompok orang yang bertarung tadi didepan penginapan, seorang pemuda, seorang pemudi dan empat pria paruh baya.


Keempatnya tampak tergesa gesa keluar dari kota, meski penasaran, Li Feng tidak ingin mengganggu mereka, dengan santai dia berjalan ke arah gerbang kota.


Tidak beberapa lama, Li Feng tiba digerbang kota dan keluar dari kota, cukup jauh dari kota, Li Feng mengudara dan terbang dengan kecepatan sedang, dia ingin melakukan perjalanan dengan santai, saat ini Li Feng tidak terburu buru.


Keesokan hari.


Sekali lagi Li Feng bertemu dengan pemuda, pemudi dan keempat pria paruh baya itu, keenamnya sedang bertarung melawan murid dan tetua klan Tu.


Li Feng kemudian mendarat di atas pohon besar dan menonton pertarungan itu, bukannya tidak ingin membantu, tapi Li Feng belum tahu sekuat apa klan Tu, dan siapa pemuda pemudi dan keempat tetua yang bersama mereka.


"Apa aku harus membantu mereka? bukan aku, tapi Jing Jie," gumam Li Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bagaimana dia bisa membantu, kultivasi Li Feng saat ini belum cukup menghadapi 4 tetua klan Tu, terlalu jauh perbedaan kekuatan, Li Feng masih belum bisa bergerak bebas, masih tetap mengandalkan bawahannya.


"Sebaiknya Jing Jie dan Jing Chen membantu mereka, kasihan gadis itu," gumam Li Feng lanjut, lalu dia keluarkan Jing Jie dan Jing Chen dari dunia jiwa.


"Pangeran," ucap keduanya memberi hormat.


"Bantu pemuda pemudi dan keempat tetua itu!" ucap Li Feng memberi perintah.


"Baik pangeran," jawab Jing Jie dan Jing Chen patuh, lalu keduanya melesat kearah pertarungan.


Whush.. Whush..


Boom Boom Boom..


******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2