Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Turnamen Antar Kekaisaran


__ADS_3

"bagaimana saudara Qian?" tanya Shupeng.


Li Feng tidak langsung menjawab, dia mencoba mengedarkan aura spiritual untuk mencari keberadaan kaisar Song Guan.


"aku temukan," gumam Li Feng membatin.


"kita ke penginapan yang ada di alun alun kota! yang mulia kaisar berada penginapan yang berada dekat alun alun kota," jawab Li Feng.


Li Feng dan rombongan pun pergi ke alun alun kota, 30 menit kemudian, mereka sampai didepan penginapan yang dimaksud, lalu kelima nya masuk kedalam.


"maaf tuan muda! penginapan ini untuk peserta turnamen," ucap pelayan yang melihat Li Feng dan rombongan masuk.


"kami memang peserta turnamen nona," balas Li Feng menjelaskan.


"jika boleh tahu, tuan muda dari kekaisaran mana?" tanya pelayan.


"kami dari kekaisaran Song nona, yang mulia berada dikamar nomor berapa nona,?" jawab dan tanya Li Feng.


"sebentar tuan muda! aku akan melihat catatan," jawab pelayan, lalu dia melihat daftar tamu yang ada.


"kaisar kekaisaran Song berada di kamar nomor 25 tuan muda, peserta turnamen memiliki kamar nomor 26 sampai nomor 29," ucap pelayan setelah melihat daftar tamu penginapan.


"terima kasih nona," balas Li Feng, lalu dia dan yang lainnya naik keatas.


tok tok tok..


Li Feng mengetuk pintu kamar nomor 25, yang mana kamar itu ditempati oleh kaisar Song Guan.


Kraaak


suara pintu terbuka, lalu sosok pria paruh baya keluar dari kamar itu.


"tuan muda, akhirnya tuan muda dan yang lainnya sampai juga," ucap kaisar Song Guan yang merasa khawatir.


"benar yang mulia, maaf jika kami sudah membuat yang mulia khawatir!" balas Li Feng.


"baiklah, sebaiknya tuan muda dan yang lainnya beristirahat saja dulu! kita akan mengobrol besok pagi," ucap kaisar Song Guan.


"baik yang mulia," jawab Li Feng, lalu mereka pamit pergi ke kamar mereka masing masing, sementara Li Feng dan Jun Tong sekamar.


"maaf pangeran! kenapa pangeran mau mengikuti turnamen ini?" tanya Jun Tong setelah mereka sampai didalam kamar.

__ADS_1


"tidak ada apa apa Jun Tong, aku hanya ingin membantu saja, selain itu, aku juga penasaran dengan setiap jenius yang diceritakan yang mulia," jawab Li Feng.


"bagaimana jika prajurit saja yang menggantikan pangeran dan yang lainnya? aku rasa pangeran tidak perlu turun tangan, pangeran tinggal memberi perintah! aku akan memerintahkan 4 prajurit yang memiliki kekuatan dewa perak atau dewa emas untuk mewakili kekaisaran Song," ucap Jun Tong.


Jun Tong merasa sangat tidak pantas bagi Li Feng untuk mengikuti turnamen itu, menurut Jun Tong, Li Feng hanya merendahkan dirinya dengan mengikuti turnamen, sebagai penerus tahta kekaisaran benua teratai putih, Li Feng tidak perlu melakukan hal itu.


Li Feng menggeleng kepala dan berkata, "aku ikut turnamen ini hanya ingin saja, sementara saudara Shupeng, saudara Mo Feng dan saudari Mei Shin harus mengikuti turnamen, jika ketiganya dapat lolos hingga ke 10 besar atau 4 besar, maka bukan saja nama mereka yang disebut sebutkan, tapi kekaisaran Song juga membuat perubahan pada turnamen kali ini," ucap Li Feng menjelaskan pentingnya bagi ketiga sahabatnya yang sudah dia anggap saudara saudari itu.


Jun Tong sudah tidak berkata apa apa lagi, karena meskipun dia terus membujuk, Li Feng tetap akan mengikuti turnamen itu.


keduanya lalu terus mengobrol menunggu pagi, sepanjang malam, Li Feng terus bertanya soal kekaisaran benua teratai putih, serta nama klan dan keluarga bangsawan yang mendukung kekaisaran benua teratai putih.


tak terasa waktu berlalu begitu cepat, karena keasikan mengobrol, tanpa terasa cahaya putih sudah menembus celah kamar, Li Feng dan Jun Tong pun mengakhiri obrolan mereka.


Li Feng kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng dan Jun Tong keluar dari kamar.


sesampainya mereka di tangga turun, Li Feng dan Jun Tong melihat kaisar Song Guan, matriak sekte giok hijau, Patriak klan Wen, Patriak klan Mo dan ketiga lainnya sudah berada di lantai bawah.


selain mereka, ada juga beberapa tetua klan dan sekte yang juga ikut, serta 3 jendral yang mengobrol dengan para tetua sekte dan klan itu, salah satunya adalah jendral Chanli.


"selamat pagi tuan muda," ucap kaisar Song Guan menyapa Li Feng, tidak lupa kaisar Song Guan berdiri dari duduknya, serta menangkupkan tangan dengan hormat.


"salam tuan muda Qian," ucap matriak sekte giok hijau, yang tidak lain adalah Hua Jia, Patriak klan Wen, yang tidak lain adalah Wen Zu, Patriak klan Mo, yang tidak lain adalah Mo Gui.


"salam yang mulia, salam patriak, matriak," balas Li Feng yang juga menangkupkan tangannya dengan hormat.


"silahkan duduk tuan muda! balas kaisar Song Guan mempersilahkan Li Feng duduk.


"terima kasih yang mulia," balas Li Feng.


lalu semua orang duduk dan mulai sarapan pagi mereka, ketika semua orang sibuk dengan sarapan pagi, Qian Ming, Qian Duan dan Qian Lu juga masuk kedalam penginapan itu.


semua orang kembali berdiri dan menyambut ketiganya, Qian Ming, Qian Duan dan Qian Lu pun mengambil kursi yang masih kosong dan duduk bersama.


kemudian mereka kembali memesan makanan, setelah pesanan datang, mereka semua duduk sarapan, sementara Jun Tong bergabung dengan para jendral dan para tetua sekte dan klan.


*******


Waktu terus berlalu.


sekali lagi satu hari telah terlewati begitu saja, waktu turnamen pun sudah tiba, turnamen antar kekaisaran akan dimulai beberapa saat lagi.

__ADS_1


Li Feng, Shupeng, Mo Feng dan Mei Shin juga sudah siap untuk bertarung di turnamen nanti, keempatnya tampak sangat percaya diri untuk dapat menembus 10 besar.


1 jam sebelum turnamen, mereka semua sudah berada alun alun kota, Li Feng dan ketiga lainnya sudah berada dikursi peserta, kaisar Song Guan sudah berada di kursi bagi 5 kaisar, para tetua sekte dan klan juga sudah berada di kursi mereka.


memastikan semua peserta turnamen sudah datang, kaisar kekaisaran Luan pun berdiri dan berpidato.


"terima kasih karena semua kalangan masyarakat sudah ikut meramaikan turnamen antar Kekaisaran ini, seperti yang kita tahu, turnamen ini diadakan untuk mencari jenius jenius sejati benua awan biru, selain mencari jenius jenius, benua awan biru juga mencari jenius sejati yang akan diikut sertakan dalam turnamen antar benua,"


"aku harap semua peserta turnamen dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, karena jika peserta yang menembus 4 besar, maka merekalah yang menjadi wakil dari benua awan biru di turnamen antar benua," ucap kaisar kekaisaran Luan berpidato, yang tidak lain adalah kaisar Luan Chen.


setelah kaisar Luan Chen selesai berpidato, semua penonton bersorak ramai, suara tepuk tangan dan sorakan dari kursi penonton menggema di alun alun kota itu dalam waktu beberapa menit.


"baiklah, sekarang turnamen ini akan dipandu oleh jendral Xiao," ucap lanjut kaisar Luan Chen setelah para penonton berhenti bersorak.


lalu seorang pria paruh baya naik diatas arena nomor satu dan mulai membuka turnamen.


"tidak perlu membuang buang waktu, langsung saja aku jelaskan aturan dan kategori apa saja yang ada di turnamen ini," ucap jendral Xiao yang sudah berada di arena nomor satu.


"aturan seperti biasa, tidak boleh membunuh, tidak boleh menggunakan racun, tidak boleh menggunakan pil, dan tidak boleh melakukan kecurangan lainnya, jika ada peserta yang kedapatan melakukan semua larangan itu, maka dia langsung di diskualifikasi dari turnamen, apa kalian paham?" ucap jendral Xiao menyelesaikan pidatonya sekaligus bertanya.


"kami paham," jawab semua peserta turnamen.


"turnamen ini dibagi menjadi 2 kategori, kategori kelompok dan juga kategori individu, kategori kelompok ada 8 kelompok, kekaisaran Luan 4 kelompok, sementara kekaisaran Song, kekaisaran Bei, kekaisaran Liu dan kekaisaran Zhou masing masing satu kelompok,"


"sedangkan kategori individu terdapat 16 peserta, 4 peserta dari kekaisaran Luan, 4 peserta dari kekaisaran Song, 3 peserta dari kekaisaran Bei, 3 peserta dari kekaisaran Liu dan 2 peserta dari kekaisaran Zhou,"


"sekarang aku minta pada setiap ketua kelompok peserta untuk naik keatas arena! karena kita akan melakukan undian dari kategori kelompok lebih dulu," ucap lanjut jendral Xiao panjang kali lebar.


mendengar jendral Xiao meminta mereka naik, satu persatu ketua kelompok baik ke arena nomor satu, kelompok Li Feng, Li Feng lah yang ditunjuk sebagai ketua, jadi Li Feng yang naik keatas arena untuk melakukan undian.


berada diatas arena, satu persatu ketua kelompok itu mengambil satu gulungan kertas kecil dan membukanya, kemudian melaporkan pada jendral Xiao, jendral Xiao pun mencatat nama kelompok dan nomor undian mereka.


Li Feng sendiri mendapat nomor 3, jadi tinggal menunggu kelompok mana yang mendapatkan nomor yang sama, karena dua kelompok yang yang mendapatkan nomor yang sama akan bertarung.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih...

__ADS_1


__ADS_2