
Keesokan harinya, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang baru, Li Feng keluar dari kamar nya dan ingin mencicipi makanan untuk membuat lidahnya merasakan nikmatnya makanan, setelah berada di lantai dasar, rupanya Yin Yin dan kedua orang tuanya sudah menunggu Li Feng dibawah.
"selamat pagi tuan muda," ucap Yin Yin menyambut Li Feng.
"selamat pagi nona Yin," balas Li Feng ramah.
"kenalkan tuan muda, mereka adalah ayah dan ibu ku, kemarin ayah dan ibu pergi ke pasar, sehingga tuan muda tidak bertemu dengan mereka," balas Yin Yin mengenalkan kedua orang tuanya.
"salam tuan, salam nyonya," ucap ramah Li Feng, tidak lupa dia juga menangkupkan tangan nya dengan hormat.
"salam tuan muda, aku Yin Tang, dan ini istri ku Xu Mei terima kasih untuk semua pemberian tuan muda, kami tidak akan pernah melupakan kebaikan tuan muda," balas Yin Tang yang merasa sangat berterima kasih pada Li Feng.
dengan uang pemberian Li Feng, mereka dapat membangun kembali penginapan itu dengan baik, bahkan penginapan itu bisa menjadi penginapan terbesar dan termegah dikota itu.
"tidak perlu terlalu sungkan tuan Yin, aku salut dengan nona Yin, kemarin banyak penginapan yang menolak ku karena pakaian ku seperti orang miskin, bahkan ada yang merendahkan ku dan mengatai aku pengemis,"
tapi tidak dengan nona Yin, hal itu membuat hatiku tergerak dengan sikap yang ditunjukkan nona Yin, jadi tidak ada salahnya bukan jika aku membantu nona Yin yang sudah ramah padaku?" balas Li Feng memberikan alasan kenapa dia memberikan 100 koin platinum pada Yin Yin.
"tapi tetap saja tuan muda, pemberian tuan muda itu sangat banyak, bahkan jika kami bekerja seumur hidup pun belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu," balas ibu Yin Yin, atau Xu Mei.
"sudah tidak usah dipikirkan nyonya, sepertinya masakan dimeja itu enak, bagaimana jika kita makan bersama?" balas Li Feng mengalihkan topik.
"baik tuan muda, silahkan duduk!" balas Yin Tang, lalu keempatnya duduk dan menikmati makan pagi dengan hangat.
*******
Ditempat lain.
lebih tepatnya disebuah hutan yang tidak jauh dari kota, sekelompok pria paruh baya mendarat dihutan itu, lalu mereka berjalan ke arah kota dengan kemarahan yang sangat.
sekelompok orang itu tidak lain adalah Cheng Liang dan para tetua sekte, mereka mendekati kota dengan penuh kemarahan, tanda darurat artinya tuan muda Yuan atau Cheng Yuan dalam bahaya.
hal itulah yang membuat Cheng Liang sangat marah, terlebih lagi, Cheng Yuan mengalami bahaya dikota yang berada dibawah naungan sekte matahari.
__ADS_1
tidak berapa lama, Cheng Liang dan tetua sekte matahari sampai didepan gerbang kota, tanpa ikut mengantri, mereka langsung menerobos masuk kedalam, para penjaga gerbang dan semua orang yang berada di depan gerbang itu bergeser ke samping untuk memberikan mereka jalan.
tidak jauh kedalam kota, Cheng Liang dan tetua sekte nya bertemu dengan tetua Du dan tuan muda Yuan didepan sebuah penginapan.
"ada apa tetua Du? kenapa kamu pecahkan giok jiwa?" tanya Cheng Liang dengan sorot mata yang tajam, sebab giok jiwa pecah, tapi dia tidak melihat adanya bekas pertarungan atau ada yang tewas.
"ayah, aku dipermalukan seorang anak muda ayah, dia menamparku didepan umum, dia juga menentang ayah, katanya, dia tidak takut sama sekte matahari," ucap Cheng Liang yang sedikit ada kebohongan.
"bajingan mana yang sudah berani menyakiti putra ku hah? dan berani beraninya dia menentang ku," seru Cheng Liang dengan emosi yang meluap luap.
baru kali ini ada yang berani mempermalukan anak nya, dan lagi, pemuda itu berani menantang sekte matahari.
"cepat cari pemuda itu di semua penginapan yang ada! jangan biarkan dia keluar dari kota ini hidup hidup!" perintah Cheng Liang.
"baik Patriak," jawab semua tetua sekte, lalu mereka berpencar untuk mencari pemuda itu, yang tidak lain adalah Li Feng.
******
Setalah selesai sarapan.
keduanya pun keluar penginapan untuk pergi ke pusat kota, namun baru beberapa ratus meter dari penginapan, mereka bertemu dengan 5 tetua sekte matahari, dan salah satunya yang mengawal tuan muda Yuan.
"itu dia orangnya!" ucap tetua itu sambil menunjuk Li Feng.
"oh.. jadi kamu yang sudah membuat malu tuan muda Yuan?" tanya datar salah satu tetua.
Li Feng yang ingat dengan nama tuan muda Yuan pun tersenyum, tapi tidak dengan Yin Yin, begitu dia mendengar nama tuan muda Yuan, tubuh Yin Yin sudah gemetar ketakutan, lalu dia memegang erat lengan Li Feng.
"tenanglah nona Yin! tidak akan terjadi apa apa," ucap Li Feng mencoba menenangkan Yin Yin, dia tahu Yin Yin ketakutan, lalu dia menoleh pada kelima tetua itu dan berkata.
"jika kalian ingin bernasib sama dengan tongkat hitam dan tongkat biru, aku tidak akan keberatan, aku akan mengirim kalian menyusul mereka berdua," balas Li Feng berseringai jahat.
deg..
__ADS_1
jantung kelima tetua itu segera berhenti ketika mendengar Li Feng menyebut tongkat hitam dan tongkat biru, siapa yang tidak dengar dengan kematian tongkat hitam dan tongkat biru? bahkan kematian kedua kultivator kuat itu ditangan seorang pemuda.
"apa maksudmu anak muda? apa kamu mencoba menggertak kami?" tanya salah satu tetua.
"seperti yang aku katakan tadi, jika kalian ingin bernasib sama dengan tongkat hitam dan tongkat biru, aku akan dengan senang hati mengirim kalian menyusul keduanya," balas Li Feng sekali lagi.
sebagai seorang kultivator pejuang surgawi tahap puncak, menghadapi sekelompok kultivator kaisar elite sama dengan menghadapi semut, sehingga Li Feng sedikit menyombongkan diri.
"apa kamu pikir kami percaya begitu saja? naif!" balas tetua itu lagi.
"jadi kalian ingin menemui mereka? baiklah, dengan senang hati aku melakukannya," balas Li Feng, lalu dia melepaskan pegangan tangan Yin Yin.
kemudian Li Feng melesat dengan cepat dan mencengkram dua dari tetua sekte matahari itu dan membanting mereka, lalu kembali membanting dua lain nya, dan yang terakhir adalah tetua yang mengawal tuan muda Yuan kemarin.
Buuuk Buuuk Buuuk Buuuk Buuuk
bunyi benturan ditanah disaat kelima tetua itu dibanting dengan keras oleh Li Feng, gerakan Li Feng sangat cepat, sehingga mereka tidak sadar sudah dibanting olehnya.
Yin Yin yang melihat apa yang dilakukan Li Feng pun tidak bisa untuk tidak membuka mulut karena terkejut, karena baru kali ini dia melihat ada orang yang berani dengan tetua sekte matahari.
dimana sekte matahari adalah salah satu sekte besar di kekaisaran Han, apalagi sekte matahari cukup disegani kawan dan ditakuti lawan, tapi dihadapan Li Feng, para tetua sekte matahari seperti semut.
belum puasa membanting mereka sekali, Li Feng kembali mengangkat tubuh kelima tetua itu bergantian dan membanting mereka lagi, kejadian itu bukan hanya membuat Yin Yin terkejut, para penduduk kota, kultivator bebas dan pedagang yang kebetulan berada disitu juga terkejut.
"sudah aku peringatkan kalian, tapi rupanya kalian sudah bosan hidup," ucap Li Feng menatap kelima tetua yang sudah tidak berdaya itu.
Li Feng lalu mendekati mereka dan mematahkan kedua kaki dan tangan kelima tetua sekte matahari, adegan yang dilakukan Li Feng itu membuat Yin Yin menutup mata, sebab dia tidak kuat melihat darah dan tulang para tetua yang menembus keluar.
******
Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!
Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.
__ADS_1
Terima Kasih...