Kultivasi Naga

Kultivasi Naga
Jalan Jalan Bersama Ling Ling


__ADS_3

"bawakan hanfu terbaik yang kalian miliki! soal harga tidak masalah," ucap Li Feng ramah pada pelayan itu.


"baik tuan muda, putri, mohon tuan muda dan putri tunggu sebentar," balas pelayan, lalu dia masuk kedalam.


sementara itu, keempat tetua yang mengawal tuan muda Shin sudah memapah tuan muda Shin yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"apa yang akan kita katakan pada Patriak?" ucap salah satu tetua.


"kita laporkan saja jika teman tuan putri itu yang membuat tuan muda seperti ini," jawab yang lain.


"baik, mari kita bawa tuan muda ke penginapan," balasnya lagi, lalu mereka membawa tuan muda Shin ke penginapan.


Disekte seribu pedang.


Braaak..


Patriak sekte seribu bayangan memukul meja dengan keras, Patriak sekte yang tidak lain adalah Wu Ming sangat murka disaat lencana giok yang dimiliki tetua pengawal putranya pecah.


"ada apa patriak?" tanya salah satu tetua.


"Shin'er dalam bahaya, cepat ikut aku ke ibukota!" balas Wu Ming, lalu berdiri dari kursi utama dan keluar dari aula pertemuan.


"bajingan mana yang sudah berani menyakiti tuan muda? aku akan mengulitinya hidup hidup," ucap salah satu tetua dengan mengepalkan kedua telapak tangannya.


******


2 jam kemudian.


Wu Ming dan para tetua sekte seribu pedang sampai di ibukota, mereka hanya membutuhkan waktu satu jam lebih untuk sampai di ibukota, itu semua karena jarak ibukota dan sekte seribu pedang sangat dekat sekali.


setelah masuk kedalam ibukota, Wu Ming dan tetua sekte nya pergi ke penginapan dimana Wu Shin dibawa, beberapa saat kemudian, mereka sampai di penginapan itu, begitu Wu Ming melihat kondisi Wu Shin.


"Aaaaaaarrg,"


"bajingan mana yang membuat putraku seperti ini?" teriak murka Mu Ming, dia sangat marah dan ingin meremukkan orang yang membuat putra kesayangannya dalam kondisi mengenaskan seperti itu.


"cepat katakan, dimana orang itu? dan kenapa kalian membiarkan putra ku seperti ini" bentak Wu Ming pada keempat tetua yang mengawal Wu Shin.


Plaaaak Plaaaak Plaaaak Plaaaak..


Wu Ming tidak dapat menahan kemarahannya, lalu menampar keempat tetua itu dan melemparkan mereka hingga menabrak dinding kamar penginapan.


"cepat katakan! dimana dia?" tanya Wu Ming dengan mencengkram leher salah satu tetua, Wu Ming sudah kehilangan kesadarannya, dia sangat emosi hingga tidak dapat mengontrol diri.

__ADS_1


"di-dia be-bersama tu-tuan putri di pusat kota Patriak," jawab tetua itu terbata bata, sebab saat ini Wu Ming mencengkram lehernya.


Braaaak...


Wu Ming membanting tetua itu ke meja yang berada dikamar penginapan, lalu dia keluar kamar dan pergi ke pusat kota, Wu Ming saat ini sudah seperti orang gila, hanya ada api dendam yang sedang menyala nyala.


setelah Wu Ming keluar, para tetua sekte juga keluar untuk menyusul Wu Ming dari belakang, ke 30 tetua sekte seribu pedang itu juga sangat ingin meremuk sosok yang membuat tuan muda mereka menderita itu


******


Dipusat ibukota.


Li Feng dan Ling Ling masih sibuk berbelanja hanfu, parfum dan juga perhiasan, Li Feng menyuruh Ling Ling untuk mengambil apa saja yang dia sukai, Li Feng yang akan membayar semua tagihannya.


awalnya Ling Ling malu malu dan juga ragu ragu, tapi setelah Li Feng memastikan akan membayar dan tidak perlu merasa sungkan, Ling Ling pun tidak segan segan mengambil apa yang dia sukai.


"sudah cukup pangeran, sudah banyak yang aku beli," ucap Ling Ling yang merasa sudah banyak barang yang dia ambil.


"baiklah, ayo kita kembali!" balas Li Feng ramah.


Li Feng kemudian membayar semua tagihan yang diambil Ling Ling, selesai membayar, Li Feng dan Ling Ling keluar dari toko hanfu.


"itu mereka Patriak," tiba tiba sebuah suara dari arah samping, yang tidak lain adalah seorang tetua yang mengawal Wu Shin tadi, dia bersama dengan Wu Ming dan semua tetua sekte seribu pedang.


Li Feng yang mendengar seruan itupun menoleh ke asal suara, dapat dia lihat 32 orang pria paruh baya berjalan ke arah nya dengan kemarahan yang tidak dapat dibendung.


"apa?"


Wu Ming dan ke 30 tetua lainnya terkejut setelah melihat Li Feng, mereka sangat mengingat wajah Li Feng, karena disaat pertempuran melawan pasukan siluman, Wu Ming dan ke 30 tetua nya berada dipertempuran itu juga, sehingga dapat dengan jelas mereka lihat Li Feng membunuh para jendral siluman yang memiliki kekuatan besar itu.


"apa kamu tidak salah orang tetua?" tanya Wu Ming pada tetua yang menunjuk Li Feng tadi.


"aku tidak salah orang Patriak, dia orang nya, dia yang menghajar tuan muda," jawab tetua itu.


"ada apa? apa kalian juga ingin dihajar seperti tuan muda kalian?" tanya Li Feng kesal, sedari tadi dia selalu diganggu.


"ti-tidak tuan muda, kami kesini untuk meminta maaf pada tuan muda atas sikap putra ku tadi," balas Wu Ming terbata bata.


"apa yang Patriak lakukan? dia yang menampar tuan muda hingga semua gigi tuan muda copot," protes tetua yang mengawal Wu Shin.


"Plaaaak,"


sebuah tamparan keras yang dilepaskan Wu Ming pada tetua itu, lalu membuat tetua itu terjungkal kebawah.

__ADS_1


"apa kamu tidak tahu siapa tuan muda hah? bahkan yang mulia kaisar dan tuan topeng as sangat menghormatinya, siapa kamu yang berani kurang ajar pada tuan muda?" bentak Wu Ming pada tetua yang sudah terjungkal ditanah itu.


"ohh.. rupanya tetua mengenali ku," ucap Li Feng datar.


"benar tuan muda, siapa yang tidak mengenal tuan muda? aku melihat sendiri bagaimana tuan muda bertempur melawan siluman beberapa waktu yang lalu," balas Wu Ming jujur.


Li Feng menganggukkan kepalanya, kemudian dia kembali berkata.


"baguslah jika kamu mengenal ku, aku hanya minta didiklah putra mu yang tidak tahu diri itu! jika dimasa depan dia masih menyinggung ku, dengan sendiri aku akan mendatangi sekte kalian," balas Li Feng dengan sedikit nada mengancam.


"baik tuan muda, aku akan mengajari putraku sopan santun," balas cepat Wu Ming.


"baiklah, sekarang kalian kembalilah dan jangan ganggu aku lagi!" perintah Li Feng.


"baik tuan muda," jawab Wu Ming, lalu dia membawa ke 31 tetua sekte nya ke penginapan dimana Wu Shin menginap.


"dasar anak tidak tahu diri, hampir saja dia sekte seribu pedang musnah," ucap geram Wu Ming.


"itulah akibatnya jika kita terlalu memanjakan muda," balas salah satu tetua, yang tidak lain adalah kakak dari Wu Ming, atau tetua agung sekte seribu pedang.


"tetua agung benar, mulai saat ini, aku akan mengurung Shin'er di sekte," balas Wu Ming.


Di depan toko pakaian.


setelah Wu Ming dan para tetua sekte pergi, Li Feng dan Ling Ling juga kembali ke istana, semua orang sangat penasaran dengan identitas Li Feng, bahkan Wu Ming yang merupakan Patriak sekte besar pun sangat menghormati Li Feng, hal itulah yang menjadi pertanyaan besar mereka.


1 jam kemudian.


Li Feng dan Ling Ling sampai di istana, Li Feng lalu kembali ke kamar nya, sesampainya didalam kamar, Li Feng membuka gerbang dunia jiwa dan masuk kedalam.


Whush...


Li Feng muncul didepan sebuah kediaman yang dibangun disaat pertama kali membuat dunia jiwa.


"aku akan mempelajari kitab teleportasi," gumam Li Feng, lalu dia pergi ke salah satu pohon besar, kemudian Li Feng duduk dan mengeluarkan kitab teleportasi dan mulai membacanya.


*******


Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!


Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.


Terima Kasih....

__ADS_1


__ADS_2