Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pertemuan Yang Ditakdirkan


__ADS_3

[Di dalam hutan dekat dengan Taman Surga, tempat terlarang.]


Leon mematung melihat seorang wanita cantik di depannya. Dia tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan tidak bisa mengedipkan matanya.


"Apa kamu baik-baik saja Riuu, kenapa kamu sangat gelisah". Kata wanita itu kepada Rubahnya.


Rubah itu pun meloncat dari pelukan si wanita itu, dan terus menerus berputar di tanah, seperti ada yang di sembunyikan.


Dan Leon yang masih mematung di balik pohon sambil melihat wajah cantik wanita itu. Tanpa ia sadari, ia bicara "Rachel.?". Suara itu terdengar oleh wanita di depannya itu.


"Gawat, kenapa aku bicara sembarangan". Kata Leon sambil menutupi mulutnya.


"Siapa di situ, Keluarlah." Kata si wanita dengan tegas.


"Kenapa aku tidak bisa merasakan kehadiaran seseorang di sekitar sini, Apa hanya perasaanku saja, aku memang sudah tergila-gila denganya,". Kata si wanita dalam hati dengan waspada.


"Ini adalah kesempatan yang di berikan oleh seseorang sepertiku, mungkin aku harus menyapanya, dan menanyakan jalan ke pelabuhan Ame. Aku harus keluar dari sini, aku sudah sangat kelaparan. tapi kenapa aku tidak bisa bergerak". Kata Leon dalam hati dengan sangat tegang.


Leon pun memberanikan diri keluar dari balik pohon. Dan berdiri tepat di depan wanita itu. Dan Wanita itu pun tergaket sambil mematung melihat wajah Leon.


"Ah anu. Maaf aku sudah tersesat beberapa hari di hutan ini. Aku sudah berusaha mencari jalan keluar, tapi aku malah sampai disini. Maaf kalau aku mengangumu." Kata Leon kepada si wanita itu.


"Apa kamu orang yang tinggal di castle itu?" Tanya Leon sambil menunjuk ke arah castle.


Wanita itu hanya terdiam seribu bahasa. Dalam keadaan seperti itu, Leon tidak tau harus bagaimana. Ia pun melanjutkan bicaranya.


"Jika memang benar kamu tinggal di castle itu, aku benar-benar minta maaf. Aku sudah di beri tau oleh seseorang di pelabuhan Ame. Kalau ini adalah tempat terlarang" Basa-basi Leon.


"Suaranya mirip dengannya, apakah benar-benar dia?" kata si wanita itu dalam hati.


Wanita itu sangat terkejut dengan melihat wajah Leon. Ia berdiri tak bergerak sama sekali, bahkan jarinya pun tidak bisa ia gerakkan.


"Jika di lihat dari sini, Memang wajahnya sangat mirip dengan Rachel". Kata Leon dalam hati.


Namun, wanita itu tetap diam dan tangannya mulai mengengam. Leon yang melihat itu, mulai kebinggungan. Dan ia pikir wanita itu adalah Putri dari pemilik castle yang sedang marah terhadapnya. Leon pun mulai bicara lagi.


"Maaf Tuan Putri, aku memang tidak tau tempat ini terlarang, aku sampai disini karena aku tersesat. Apa Tuan Putri bisa menunjukan jalan menuju pelabuhan Ame.?" Kata Leon dengan sopan.


Wanita itu tetap berdiri disana, dan menundukkan kepalanya. Dalam keadaan yang canggung Leon mulai bicara sembarangan.


"Em, Apa kau tidak tau jalan Tuan Putri.?"Kata Leon sambil tersenyum palsu, Tapi sebenarnya dia sangat kesal.


"Ah, Maaf Tuan Putri, aku tau kau marah, karena aku datang ke wilayahmu, sebenarnya aku tidak tau tempat ini terlarang, aku tau karena aku membaca tulisan Taman Surga yang ada di papan kayu itu,". Kata Leon basa-basi.


Wanita itu pun kaget saat dia mendengar Taman Surga dari mulut Leon.


"Tulisan itu, dia bisa membacanya.?" Kata si wanita dalam hati. Ia mulai mengigit mulutnya. Dan perlahan meneteskan air matanya.


Leon semakin kebinggungan, padahal dia tidak melakukan apa-apa padanya.

__ADS_1


"Kenapa dia meneteskan air mata.?". Kata Leon dalam hati.


Leon masih belum menyadari, kalau wanita yang ada di depannya itu adalah orang yang dia kenal. Leon hanya merasa kalau dirinya ada di dunia lain, yang kebetulan ada seseorang yang mirip dengan orang yang Ia kenal.


Leon mulai menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada orang di sekitar sini.


"Ah maaf Putri, aku memang tidak pandai bicara, jika ada kata-kata yang menyakitimu, aku benar-benar minta maaf". Kata Leon yang ingin pergi dari situ.


Dan Wanita itu pun mulai bicara kepada Leon. "Suara itu, suara yang sangat aku rindukan. Sudah berapa lama.?" dan ia mulai menangis.


"Haah," Suara Leon kebingunggan.


Tiba-tiba Wanita cantik yang ada di depannya itu, meloncat ke arah Leon, dan memeluknya dengan sangat erat, sambil menangis sekencang-kencangnya.


Leon pun semakin kebingungan dan pasrah, "Ah tuan putri, apa yang kau lakukan, air matamu menetes kebajuku" Kata Leon.


"Leoooon, kamu sangat Bodoh. Kamu benar-benar sangat Bodooh". Kata wanita itu sambil menangis di pundaknya.


Leon pun kaget dan berkata dalam hati. "Leon,? dia tau namaku"


Leon pun bilang padanya. "Rachel,?. Apa kamu Rachel.?"


Wanita itu hanya mengangukkan kepalanya, dan tangisannya semakin kencang. Membuat awan-awan di atasnya berkumpul.


"Aaah Rachel, akhirnya aku menemukan orang yang aku kenal disini. Aku kira aku akan mati, ha ha ha". Kata Leon berusaha menghibur Rachel.


Rachel pun menangis sejadi-jadinya. Dia sendiri tidak tau, kapan tangisan ini akan berhenti. Leon pun hanya bisa membalas pelukannya itu. Sambil mengelus-elus kepalanya.


"Aku baru saja dari kota Ame beberapa hari yang lalu, dan aku di anggap penyusup disana, aku pikir lebih baik aku pergi dari sana. Dan aku tersesat dalam hutan ini" Kata Leon sambil mengelus-elus kepala Rachel.


"Kenapa kau ada disini Rachel.? dan kamu sedikit berbeda dari sebelumnya, aku hampir tidak mengenalimu, Hahaha" Kata Leon sedang menghibur Rachel sambil tertawa.


"Apa kamu tau, sudah berapa lama kau meninggalkan aku didunia ini sendirian.?" Tanya Rachel sambil menangis.


"Aah, baru beberapa minggu kan?" Jawab Leon dengan kejujurannya.


"Kamu telah pergi selama 2.134 tahun Leon." kata Rachel sambil sesengukan.


"Apa kamu sedang sakit Rachel.? Baru beberapa minggu saja, aku masih bisa merasakan pertempuran dari pemberontakan itu." Kata Leon.


"Pemberontakan itu, sudah terjadi 2.134 tahun yang lalu. Dan pada saat itu kamu menghilang dari muka bumi tanpa jejak." Kata Rachel yang semakin menangis.


Ekspresi wajah Leon berubah, dia terkejut, dia kaget, pikirannya bercampuran aduk. Selama itu dia menghilang. Namun, bagi Leon itu hanya terjadi beberapa minggu saja.


Dia berfikir dirinya sudah mati, dan di reinkarnasi ke dunia lain. Tapi faktanya dia masih hidup hingga saat ini.


"Aku tidak percaya, yang benar saja. Selama itu kah.? Lalu ada di mana aku selama ini." Isi hati Leon dengan sangat terkejut dan begitu kebingungan.


"Apa itu benar Rachel,"? Kata Leon dengan terkejut, dan mulai mengigit mulutnya.

__ADS_1


"Hem, hem" Kata Rachel yang sedang menangis.


Leon pun bengong tak bicara sepatah katapun, ia masih belum menerima dengan apa yang sudah terjadi. "Pantas saja, dunia ini begitu asing bagiku, ada banyak aliran sihir dimana-mana, dan semua orang bisa mengunakan energi sihir itu. Apa semua ini karena waktu itu, kekuatan yang keluar dari tubuhku." Kata Leon dalam hati yang sedang merenung sambil melihat ke arah Rachel yang ada di pelukannya itu.


Dalam hatinya iya terpukul "Lalu apa yang terjadi setelah itu, aku masih tidak percaya. Selama itu kah.? Benarkah Rachel, selama itu kau menungguku.?." Kata Leon dalam hati dengan sangat sedih dan mulai meneteskan air mata, sambil memeluk Rachel dengan erat.


Lalu.


Tak terasa, Sudah lebih dari 1 jam mereka berpelukan di bawah pohon yang rindang. Pertemuan ini seperti sudah di takdirkan. Dan cerita-cerita masa lalu, akan segera terungkap.


"Hei Rachel, sampai kapan kamu memelukku, dan berhentilah menangis. Aku sudah disini, tepat di depanmu." kata Leon.


Rachel hanya mengelengkan kepalanya. Rasa rindu yang tak terbendung selama ribuan tahun, membuat Rachel mencurahkan semuanya.


Waktu pun semakin berjalan. Mereka habiskan dengan berpelukkan. Namun, tangisan Rachel masih belum berhenti. Ia masih terseduh-seduh di pelukkan Leon. Membuat Leon sangat sedih.


Leon adalah Sang Maharaja yang di tulis pada Buku Kuno, seseorang yang sangat kuat, dan penguasa yang sebenarnya dari dunia ini.


Dan Rachel adalah salah satu Panglimanya. Lebih tepatnya Rachel lebih special di antara para panglimanya. Bisa di katakan seperti teman, atau keluarga. Hubungan Rachel dan Leon benar-benar sangat erat dimasa lalu.


Lalu Awan mendung bercampur petir, berkumpul di atas benua Trolin. Air pun turun dari langit. Hujan yang sangat deras membasahi seluruh benua Trolin.


Leon dan Rachel masih mengadu rindu di dalam hutan. Rachel benar-benar sangat bahagia. Selama 2rb tahun lebih, ia selalu memendam rasa itu.


Rasa rindu, rasa sakit di hatinya, penderitaan, kebencian. Ia selalu mengingat masa lalunya dan ia selalu merenungi semua yang yang telah terjadi, sampai ia menjauh dari peradapan.


Di bawah derasnya hujan, tiba-tiba suara yang keras terdengar dari perut Leon. Membuat suasan jadi berubah.


"Aku sangat lapar Rachel." kata Leon.


Rachel pun melepaskan pelukannya, dan melihat ke arah Leon. Wajah cantik Rachel memerah, dan iya tersenyum padanya.


Wajah cantik semakin cantik. Senyuman yang sudah terpendam selama ribuan tahun. Akhirnya bisa ia lepaskan.


"Baiklah, ayo kita pulang Leon." kata Rachel tersenyum sambil menarik tangan Leon.


"Kenapa kau memperlakukanku, seperti aku ini kekasihmu." Kata Leon.


Rachel hanya membalas dengan tertawa penuh kebahagiaan.


.....


[Di tempat lain, Istana Kerajaan Majaren]


Semua jendral sudah berkumpul di istana. 8 Jendral dengan Aura yang sangat kuat, bertemu dalam satu ruangan.


Mereka adalah panglima perang, yang memiliki kedudukan paling tinggi di antara jendral-jendral lainnya.


Ke delapan orang itu dijuluki Dragon Breth. Pelindung terkuat di Kerajaan Majaren. Yang kekuatannya setara dengan Kerajaan-Kerajaan lain di Benua Trolin.

__ADS_1


.


__ADS_2