
[Istana Kerajaan Cimoren]
Terlihat Leon sedang melihat pemandangan kota Cimoren dari atas balkon didalam istana kerajaan. Lalu Kibo tiba-tiba menghampirinya.
"Tidak kusangka, permintaanmu yang lain adalah menginap disini beberapa minggu." Kata Kibo sambil berjalan menghampiri Leon.
"Kibo kah. Heem. Kita tidak bisa tinggal berminggu-minggu didalam hutan Kibo. Kita masih menunggu kedatangan Xerone dan Cena disini. Bahkan kita masih belum mendapatkan laporan dari mereka semua." Kata Leon.
"Itu ide yang bagus Leon. Kita bisa tidur dengan nyaman di kamar masing-masing." Kata Kibo sambil mengingat kejadian didalam hutan dengan Leon.
.....
Saat mereka tidur dalam satu tenda. "Kau akan matii. HAAAA. Enyem enyem." Suara Leon yang mengigau sambil menendang tubuh Kibo saat tertidur.
Dilain hari. "Racheeel. Aku merindukanmu. Fiuuu fiuuu." Kata Leon yang tertidur sambil memeluk Kibo.
"Aa, aaah. " Suara Kibo dengan kesal mengingat sikap Leon yang tidur di dalam tenda bersamanya.
...
Saat ini.
"Leon. Apa itu.?" Tanya Kibo sambil menunjuk kearah peti kayu.
"Heeee. Ituuu. Glegg. Itu baju ganti Kibo." Kata Leon yang mengeles.
"Aku tidak percaya." Kata Kibo sambil menghampiri peti kayu itu.
"Kiboo. Jangan kesana. Aaaaa." Kata Leon yang ketakutan sambil memegang tubuh Kibo yang berjalan kearah peti kayu itu.
"Aku hanya ingin memastikannya Leon." Kata Kibo yang berusaha berjalan.
"Tidak Kibo, jangan lakukan itu." Kata Leon sambil menahan tubuh Kibo yang berjalan, sampai tubuhnya ikut terseret.
Lalu, Kibo pun membuka peti kayu itu. Dan terlihat puluhan botol arak didalamnya.
"Aa, aah." Suara Kibo yang terkejut.
"Aku hanya memesanya sedikit Kibo. Bisakah kau merahasiakan ini kepada Rachel.?" Kata Leon dengan ketakutan.
"Kenapa kau tidak mengajakku minum Leon.? Aku sangat kesal." Kata Kibo.
"Heeeee.?" Suara Leon terkejut.
"Tentu saja aku akan menemanimu minum disini." Kata Kibo dengan tersenyum.
"Hoooo, Kibo. Benarkah.?" Tanya Leon dengan tersenyum Lebar.
"Aaaah." Kata Kibo dengan tersenyum lebar kepada Leon.
"Waaaah. Baiklah Kibo, hahahaha. Kita nikmati malam ini." Kata Leon dengan tertawa senang.
Mereka berdua pun membuka botol arak itu dan meminumnya bersama.
.....
Diruang Tahta.
Terlihat, semua Jendral masih berdiskusi disana bersama Raja Philip.
__ADS_1
"Yang Mulia, Aku tidak percaya dengan ini." Ini benar-benar tawaran besar Yang Mulia." Ini lebih baik dari pada bergabung dengan Louktus." Keputusan Anda sangat tepat Yang Mulia." Yang Mulia, bahkan rakyat kita diperbolehkan mendaftar ke Akademi Rousen yang terkenal itu." Kata semua orang disana.
"Jadi, apa kalian semua sudah mengerti.? Tuan Leon sudah memberikan tawaran ini dengan segel resmi milik Paradicone." Kata Raja Philip dengan tersenyum
"Siapa sebenarnya mereka Yang Mulia.? aku tidak percaya jika mereka hanya seorang prajurit Gionova." Tanya Ernes kepada Raja Philip.
"Aku sendiri ingin tau Ernes. Kekuatan yang ditunjukkannya tadi benar-benar sangat kuat, sepertinya mereka bukan orang biasa." Jawab Raja Philip.
"Kau tadi sudah menyingungnya Ernes. Kau harus meminta maaf pada Tuan Leon. Bahkan jika perlu, minta maaflah dengan tubuhmu." Kata salah Jendral disana.
"Itu benar Ernes, jika dilihat-lihat, kau sendiri masih melajang sampai sekarang. Mungkin ini kesempatanmu untuk mengambil hatinya." Kata Raja Philip.
"Eeeeeh.? Ituu, ituuu." Kata Ernes dengan wajah yang memerah.
"Hahaha. Jika kau tidak mau, aku bisa menyuruh Luciana untuk menemuinya sekarang. Tuan Leon terlihat tampan dan gagah, bahkan dia sangat kuat sekali. Mungkin keluarga kerajaan bisa menjalin hubungan dengan Tuan Leon. Hahaha." Kata Raja Philip dengan tertawa senang.
"Eeeeh. Anu, ituu." Kata Ernes yang tidak bisa menjawabnya, bahkan tangannya diremas-remas penuh gairah.
"Itu ide yang bagus Yang Mulia. Hahaha." Kata Salah Jendral disana.
"Glegg. Baiklah, aku akan pergi kesana. Jangan menyuruh Tuan Putri pergi kesana Yang Mulia." Kata Ernes dengan muka memerah sambil berjalan kekamar Leon.
...
Dikamar Leon. Beberapa jam kemudian.
"Heee, apa kau sudah tidak kuat Kibooo. Hehehee." Kata Leon yang sudah mulai mabuk.
"Aa, aaku menyerah Leoon. Aku sudah tidak kuat. Hueekk." Kata Kibo yang sudah terkapar, lalu ia pun muntah di lantai.
"Haaah. Ternyata kau sangat lemah sekali Kibooo." Kata Leon yang sudah mabuk sambil duduk. Lalu, ia pun menjatuhkan tubuhnya dan langsung tertidur ditempat. Grook, Groook. Suara Leon yang langsung tertidur.
.....
"Aku benar-benar sangat gugup. Bagaimana ini, aaaah." Kata Ernes dengan muka memerah.
"Sebaiknya aku mengetuk pintunya dulu." Kata Ernes dengan sangat gugup. Namun ia masih tidak sanggup mengerakkan tangannya.
"Aaaaaah. Ini membuatku sangat gugup. Apa dia mau menerimanya. Bahkan aku belum pernah melakukan itu. Ini membuat jantungku berdetak sangat kencang." Kata Ernes dalam hati sambil memejamkan matanya.
Lalu tiba-tiba. "Ernees. Sedang apa kau disini.?" Kata Putri Raja Philip bernama Luciana. dia adalah anak ketiga dari ratu yang sah.
"HAAAAAA." Suara Ernes tekejut.
"Apa yang kau lakukan disini Ernes.?" Tanya Luciana sambil mendekat ke Ernes.
"Luciana.? Glegg." Kata Ernes dengan sangat malu.
"Bukankah ini kamar dari tamu istimewa itu.?" Kata Luciana sambil melihat tubuh Ernes.
"Heeem(tersenyum). Aku tau Ernes, apa kau mau melayaninya. Hihi. Kau tidak bisa mengeles Ernes." Kata Luciana dengan tersenyum genit.
"Eee.?. Ituu. Aku hanya ingin menyapanya Luciana. Pergilah dari disini. Kau membuatku gugup." Kata Ernes yang mencoba untuk tegar, namun wajahnya masih memerah.
"Heee, aku juga disuruh ayah untuk kesini Ernes. Ayah menyuruhku untuk menemuinya. Aku sangat penasaran dengannya, hihihi." Kata Luciana dengan genit.
"Apaaaa.? Oe, Luciana, ini adalah bagianku. Kau jangan menganggu." Kata Ernes yang kesal.
"Heem. Sepertinya yang dikatakan orang-orang itu benar. Tamu dikamar ini berwajah tampan dan gagah, bahkan dia sangat kuat sekali. Aku sudah tidak sabar untuk menemuinya." Kata Luciana dengan tersenyum.
__ADS_1
"Luciana, apa kau mau aku hajar disini. Dia adalah milikku." Kata Ernes dengan kesal.
"Ernes, kau membuatku semakin penasaran. Bahkan seorang Jendral Ernes yang terkuat diseluruh kerajaan sampai berpakaian seperti ini. Dan tunjukkan sikap hormatmu padaku, aku adalah putri kerajaan." Kata Luciana dengan serius.
"Heeeee. Ituu. Baiklah, jika kau mau bersaing denganku, aku tidak akan menyerah." Kata Ernes dengan tatapan tajam.
Perbincangan mereka sangat lama sekali diluar kamar Leon. Bahkan suaranya semakin kencang. Membuat Leon sangat terganggu dengan tidurnya.
"HAAAAAAA. Kibooo. Usir mereka dari sini. Grook Grook." Teriak Leon, lalu ia tertidur lagi.
"Aa, aaku sudah tidak kuat mengangkat kepalaku Leon. Sebaiknya biarkan saja mereka. Hueeek." Kata Kibo yang sudah mabuk berat.
...
Diluar kamar.
"Baiklah, Kita coba mengetuk pintunya dulu Luciana." Kata Ernes yang mencoba mengetuk pintu kamar dengan tangannya yang gemetar.
TOK TOK TOK. Suara ketukan pintu. "HAAAAAA. PERGI KALIAN DARI SINIIII." Teriak Leon yang sangat kesal.
"HEEEEEEEE." Teriak Ernes dan Luciana yang terkejut.
"Sepertinya kita harus mencobanya besok pagi, ini sudah larut malam. Sebaiknya aku kembali." Kata Ernes dengan murung sambil berjalan menjauh.
"Sepertinya kamu benar Ernes." Kata Luciana dengan murung sambil berjalan menjauh dari sana.
...
Besok paginya. Leon yang tertidur dilantai mulai membuka matanya.
"Aaah. Kepalaku masih sakit, aku masih ingin tidur." Kata Leon sambil mencoba bangkit dan duduk.
"HAAAAAA." Teriakan Leon sangat terkejut melihat sekitarnya.
"Aaah. Kau menganggu tidurku Leooon." Kata Kibo yang mulai tersadar, namun ia masih menutup matanya.
"Kibooo, cepatlah bangun. Sepertinya atap istana ini bocor." Kata Leon dengan tercengang melihat muntahan Kibo ada dimana-mana, bahkan air kencingnya membasahi seluruh lantai.
"Leoon, apa kau tidak bisa menghentikan hujan itu. Aku masih belum bisa mengangkat kepalaku." Kata Kibo yang masih terkapar dilantai.
"Gleeg. Itu bukan air hujan, itu adalah air kencingmu sendiri. Bahkan kau muntah dimana-mana." Kata Leon dengan tercengang.
"APAAAAAA.?" Suara Kibo terkejut. Lalu ia pun bangkit dan duduk.
"Ini, ini, apa aku yang melakukan semua ini.?" Kata Kibo tercengang melihat air kencingnya sendiri.
"Kibooo. Apa kau tidak kencing dikamar mandi.?" Tanya Leon yang masih tercengang.
"Aku yakin semalam aku kencing dikamar mandi. Kenapa disini banyak air kencing.?" Jawab Kibo kebingungan.
"Kau, kau, KAU SUDAH MABUUK BERAAT SIALAN." Teriak Leon dengan Kesal.
Lalu, kamar mereka pun dibersihkan oleh pelayan istana. Bahkan mereka sampai menutup hidung dan mulutnya dengan kain.
"Disini bau sekali." Kata salah satu pelayan.
.
.
__ADS_1