
[Perbatasan Selatan Kerajaan Majaren]
Jendral Xerone yang di tugaskan disana bersama prajuritnya, mendapatkan serangan dari Kerajaan Porsa. Mereka sedang bertempur mempertahankan wilayah.
Serangan dari Kerajaan Porsa, bisa di tangani dengan mudah. Mengingat Jendral Xerone sangat kuat, dengan tingkat kekuatannya yang sudah mencapai tingkat Gaia, ia mudah melakukan perlawanan.
Namun, mereka disana mendapatkan serangan setiap hari. Keadaan semakin kacau, dan mereka melakukan rapat darurat militer di tenda komando.
"Jendral, kita di serang dari segala sisi. ini sudah terjadi beberapa hari. Prajurit kita belum beristirahat sama sekali." Kata Komandan Han dengan tegas.
"Jumlah prajurit kita juga sedikit Jendral. Jika kita tetap seperti ini, kita tidak bisa melalukan perlawanan lagi." Kata Komandan Cena dengan tegas.
"Hmm, pantas saja, perbatasan ini di jaga oleh 3 Jendral sebelumnya." Kata Xerone sambil berfikir.
"Apa sebaiknya kita meminta bala bantuan Jendral.?" Kata Komandan Jokan.
"Hmmm." Suara Jendral Xerone sambil berfikir.
"Bagaimana dengan suplay makanan.?" Tanya Jendral Xerone.
"Ah, ituu. Sejak kita bertugas disini, masih belum ada kabar tentang itu Jendral. Lalu, persediaan makanan kita tinggal beberapa hari." Kata komandan Joken.
"Berapa hari.?" Tanya Xerone.
"Aah." Suara kebingunan Joken. Lalu Ia melirik ke arah Cena.
"Persediaan kita tinggal hari ini saja Jendral." Kata Cena dengan gugup.
"Kenapa kalian tidak melaporkan itu.?" Kata Xerone dengan kesal.
"Aa, aaah." Suara Cena yang binggung.
"Lalu, apa kita akan merampok makanan musuh.?" Kata Xerone dengan kesal.
Dalam rapat itu, tidak di temukan jawaban atas masalah mereka. Pasokan makanan dari Kerajaan Pantiko, hanya di suplay ke desa-desa.
....
[Castle Taman Surga]
__ADS_1
Leon dan Paradicone berkumpul di ruang kerja Leon. Mereka sedang membahas masalah wilayah kekuasaan.
"Bagaimana situasi di dunia saat ini.?" Tanya Leon kepada Paradicone.
"Ah, tiga benua yang dimiliki Paradicone, semakin kecil dari sebelumnya. Beberapa wilayah sudah di kuasai Louktus." Kata Aries kepada Leon.
"Emm, Kau dari benua Lories Aries, apa disana ada wilayah yang diambil.?" Tanya Leon dengan serius.
"Benua Lories yang memiliki 36 kerajaan. sudah di ambil alih 12 Kerjaan oleh Louktus. Itu terjadi saat aku tidur selama 100 tahun di Castle Nasion. Saat aku terbangun, 12 kerajaan itu sudah bergabung dengan Louktus." Kata Aries kepada Leon.
"Lalu, bagaimana situasi disana.?" Tanya Leon dengan serius.
"Dari 24 Kerajaan yang tersisa, ada sekitar 10 kerajaan yang masih berperang. Mereka berperang karena mempertahankan wilayah mereka, Kerajaan Properose, masih dalam status peperangan melawan Louktus." Kata Aries kepada Leon dengan tegas.
"Emm, berapa lama perang itu terjadi.?" Tanya Leon dengan serius.
"Itu sudah terjadi ribuan tahun Leon. Setelah kita melawan Louktus secara langsung, status kita masih berperang hingga saat ini." Kata Rachel yang tiba-tiba menjawab.
"Ah, aku tidak tau situasi itu." Kata Leon sambil berfikir.
"Wilayah paling mudah untuk di ambil adalah, Benua Trolin. Mereka sedang menargetkan benua ini Leon." Kata Aries dengan serius.
"Itu benar, seharusnya wilayah ini adalah kekuasaanku. Namun, aku tertidur puluhan tahun, dan aku tidak perduli dengan urusan ini." Kata Rachel dengan gugup.
"Aa, aah, Ituu." Suara Aries yang gugup.
"Sepertinya kau terburu-buru Aries." Kata Kibo kepada Aries.
"Aaah, Kibo. Kau memojokkanku." Kata Aries dengan kesal.
"Haah, aku sudah tau dari jawabanmu itu, kau hanya mengirimkan pasukan tanpa berfikir setelahnya. Aku terlalu sibuk memikirkan pembangunan, sampai masalah seperti ini aku tidak tau. Ini akan menjadi tantangan bagiku. Sepertinya aku lah yang terburu-buru. Maafkan aku semua." Kata Leon yang meminta maaf kepada Paradicone.
"Leoon. Kau sudah berusaha keras, kau tidak perlu seperti ini." Kata Rachel sambil memegang tangan Leon.
"Jangan salahkan dirimu seperti itu Leon." Kata Kibo dengan serius.
"Kau tidak perlu minta maaf, kamilah yang mengacaukan rencanamu Leon. Seharusnya kami yang meminta maaf padamu." Kata Aries dengan tegas.
"Apa kau marah Leon.?" Tanya Rachel dengan manja.
__ADS_1
"Ah, aku tidak bisa marah pada kalian. Justru akulah yang tidak tau diri. Ribuan tahun kalian bertempur. Kalian berusaha untuk meneruskan apa yang aku perjuangkan dulu. Kalian menjaga tempat yang aku tinggalkan, bahkan orang yang aku tinggalkan. Aku sendiri tidak tau, apa yang akan aku berikan. Ini semua salahku, tidak seharusnya aku meminta bantuan saat ini. Kekuatan, Kekuasaan, kekayaan, semua itu kalian bangun selama ribuan tahun, lalu aku hanya duduk dan memperintah kalian dengan sesukaku. Aku tidak pantas memarahi kalian." Kata Leon penuh dengan emosi kesedihan.
Mereka bertiga yang mendengarnya, hanya terdiam tak berbicara apapun.
"Maaf semua, aku terbawa emosi. Aku disini bukan lagi Maharaja yang kalian kenal. Aku hanya menyesali perbuatanku. Dan terimakasih atas semuanya." Kata Leon dengan sedih.
"Leoon, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Aku akan selalu ada buatmu, semua yang aku miliki adalah milikmu, bahkan diriku sendiri. Kau membuatku sedih Leon." Kata Rachel dengan sedih.
"Seperti biasa. Kau selalu berdrama saat ada masalah. Apa kau tau Leon, aku tidak akan pernah bisa melakukan ini semua, jika aku tidak bertemu denganmu." Kata Aries dengan tegas.
"Apa kau tau Leon, aku hanya melakukan tugasku. Aku hanya merawat apa yang sudah kau tanam. Tentu saja itu adalah milikmu." Kata Kibo dengan serius.
"Hikss." Suara kesedihan Leon. Ia meneteskan air mata.
"Kau tidak perlu sedih Leon. Justru kami semua menunggu kedatanganmu. Kau harus tau, betapa bahagianya kami saat kau kembali. Kami membangun ini semua hanya untukmu. Kita sudah menikmati hidup selama ribuan tahun, seperti kata Kibo, kau sudah menanam sesuatu, dan kau harus mengambil hasilnya." Kata Rachel sambil memegang tangan Leon dengan erat.
"Aah, Terimakasih semua." Kata Leon dengan sedih.
"Leon kau membuatku sedih." Kata Rachel sambil mendekatkan tubuhnya.
"Kami akan melakukannya Leon, apapun perintahmu." Kata Kibo penuh semangat.
"Tentu saja aku akan menurutimu." Kata Aries dengan tersenyum sambil menyilangkan tangannya.
"Baiklah semua. Maafkan aku. Mari kita lakukan." Kata Leon yang merubah perasaannya dengan semangat.
"Leoon." Kata Rachel sambil memeluk Leon.
"Terimakasih Rachel." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Rachel.
"Hehehe." Tertawa Kibo. "Hihi." Tertawa Aries.
.....
[Kerajaan Porsa]
Terlihat, pasukan militer yang sedang berbaris di lapangan kerajaan. Mungkin sekitar 300rb prajurit, di lengkapi dengan persenjaatan dan perlengkapan perang.
"Baiklah, mari kita lakukan sekarang." Kata salah satu komandan perang Louktus Prem.
__ADS_1
.
.