Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Terulang Kembali


__ADS_3

[Pelabuhan Ame]


Ratusan ribu prajurit yang ada di darat dan di laut, hanya mematung melihat jutaan tombak emas raksasa yang bersinar terang diatas mereka.


Bahkan ada yang bertekuk lutut menunggu tombak-tombak itu menghantam mereka. Ada yang menjatuhkan senjata mereka tanpa disengaja. Ekspresi mereka hanya tercengang ketakutan.


"Apa yang harus aku lakukan.?" Kata Kibo yang masih mematung di tepi pelabuhan.


"Perasaan ini, benar-benar sangat menyakitkan. Kekuatan ini harus di hilangkan dari muka bumi. Kenapa aku harus melakukannya lagi.?" Kata Leon dalam hati sambil mengangkat tangan kanannya yang menahan jutaan tombak emas diatasnya.


"Apa aku akan menghilang setelah ini.? Aku sangat tidak suka dengan kekuatan ini. Apa aku harus menyegelnya lagi.?" Kata Leon dalam hati penuh keraguan.


"Apa mereka semua akan mati, jika tombak-tombak ini aku jatuhkan.?. Mereka semua terdiam disana. Jika akhirnya mereka melihat akan terjadi seperti ini, apa mereka masih ingin datang kemari.?. Aaaaah. Ini sangat menyakitkan, perasaanku sangat sakit, dan hatiku sangat sakit sekali. Tapi tubuhku ini penuh dengan energi. Bahkan, aku masih bisa mengeluarkan tombak lebih banyak dari ini. Tapi luka-luka yang ada di tubuhku, rasanya sakit sekali, mungkin sistem regenerasiku sudah hancur." Kata Leon yang sedang merenung.


"Aaah, mungkin sebaiknya aku mati saja bersama tombak-tombak ini. Maafkan aku Rachel, aku sudah tidak bisa memberikan sesuatu untukmu, yang kau sebut kebahagiaan. Aku harap kau bisa hidup dengan tenang, aku ingin kau melupakanku. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Terimakasih, Terimakasih semuanya. Mungkin aku akan menyusul mereka di alam sana." Kata Leon dengan santai sambil tersenyum. Ia pun mengeluarkan darahnya lagi dari mulutnya.


Kekuatan yang dasyat itu, tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya. Mereka yang melihatnya hanya terdiam dan mematung. Menunggu tombak-tombak itu jatuh dari langit. Namun, tidak dengan satu orang bernama Rachel Lawren.


"HENTIKAN LEOON." Teriak Rachel yang tiba-tiba mendekat kearah Leon sambil menangis. Dan Ia pun langsung memeluk Leon dengan erat.


"Jika kau mati, bawalah aku bersamamu. Jangan tinggalkan aku sendirian didunia ini lagi". Kata Rachel kepada Leon sambil menangis memeluk Leon.


"Aaah, Rachel yaa. Sepertinya aku tidak sanggup meninggalkannya." Kata Leon dalam hati yang melirik wajah Rachel sambil tersenyum. Dan tiba-tiba Leon tak sadarkan diri di pelukkan Rachel.


Lalu, tombak-tombak emas itu mulai mengeluarkan asap panas, seolah ada api yang membakarnya. Dan perlahan-lahan tombak-tombak itu menghilang didalam asap-asap yang menyelimutinya.


Rachel pun langsung membawa Leon ke castle Taman Surga dengan kecepatan penuh. Tanpa memperdulikan apapun. Ia pergi meninggalkan Kibo dan Aries begitu saja, yang sudah ada di pelabuhan.


Bahkan ia tidak memperdulikan warga desa yang masih hidup, apalagi para prajurit musuh yang ada disana.


Yang ada dipikiran Rachel saat ini adalah menyelamatkan nyawanya, dan menyembuhkan lukanya secepat mungkin.


"Bertahanlah Leon." Kata Rachel dalam hati sambil menangis.


....


[Didalam Hutan]


Raja james dan pasukannya pun bergegas pergi ke pelabuhan, sambil melihat asap panas di udara yang membakar tombak-tombak di langit. Seperti terjadi kebakaran hebat di atas sana.


Begitu juga dengan semua orang yang ada di seluruh kerajaan. Mereka melihat pemandangan yang luar biasa hebatnya.


"Lalu, apa yang harus kita lalukan sekarang Kibo.?" Kata Aries yang berdiri di samping Kibo dengan melihat ke atas langit.


"Kita hanya perlu menyelesaikan tugas yang belum diselesaikan". Kata Kibo dengan serius.


Varel yang tengelam di dalam laut, di angkat oleh salah satu pemimpin batalion disana. Ia Bernama Erwin Ronsten.


Erwin datang ke istana Kerajaan Honzu yang menjalankan perintah langsung dari Neswara untuk Raja Eden. Ia sebenarnya dari tadi hanya tercengang melihat pertarungan Leon bersama Nine Core, ia juga tidak bisa mengerakkan kakinya saat melihat tombak-tombak di langit. Namun setelah tombak-tombak itu terbakar, Ia langsung menyelam ke dalam laut.

__ADS_1


Lalu, kibo dan Aries terbang ke kapal perang milik musuh. dan menemui Winsol dan Nicol yang sudah tak sadarkan diri.


Raja James beserta pasukannya datang 1 minggu setelah kejadian itu. Berselang satu hari setelah Raja James tiba di pelabuhan, pasukan jendral David pun datang. Dan berselang 3 hari, semua Jendral beserta pasukannya datang di pelabuhan. ratusan ribu prajurit Majaren memenuhi pelabuhan dan pantai. Bahkan sampai ada yang pergi ke kota Ame. Camp-camp prajurit di bangun disana begitu banyaknya.


.....


[Castle Taman Surga]


Sudah 7 hari paskah terjadinya pertempuran di pelabuhan Ame. Rachel masih menangis melihat Leon terkapar penuh perban di tempat tidurnya. Leon masih belum sadarkan diri setelah ia pinsan di pelukkan Rachel.


Tidak hanya luka luar saja, tapi luka dalam yang ada di tubuh Leon cukup parah. Sistem regenerasi yang ada di tubuhnya sudah hancur, itu sangat sulit sekali untuk di sembuhkan. Sistem regenerasi yang ada di tubuhnya itu, hanya bisa di pulihkan oleh Leon sendiri.


"Bagaimana keadaannya Rachel, apa sudah mulai baikan.?". Tanya Aries kepada Rachel sambil mengelu-elus punggunnya.


"Aku tidak tau Aries, aku sudah mencoba segala cara untuk menyembuhkannya, Tapi Leon masih belum bangun". Jawab Rachel yang menangis sambil memegang tangan Leon.


"Kau harus istirahat Rachel, kau bahkan belum makan 2 hari ini, tubuhmu perlu asupan makanan. Apa jadinya kalau Leon tau kau jadi kurus begini. Ia akan memalingkan pandangannya padaku." Kata Aries yang sedang membujuk Rachel.


"Hiikss. Baiklah, aku akan makan di depan Leon. Tolong ambilkan aku makanan Aries" Kata Rachel dengan sedih.


....


10 Hari pun berlalu. setiap hari Rachel selalu merawat Leon dengan baik. Ia membasuh tubuh Leon 2 kali sehari, ia juga selalu menganti perban pada tubuh Leon sendirian. Bahkan ia tidak mau tidur hanya ingin melihat Leon bangun.


....


12 hari berlalu. Rachel masih mencoba untuk menyembuhkan Leon, iya benar-benar terpukul melihat Leon terkapar. Rachel juga menyuapi bubur kepada Leon setiap hari mengunakan sihir.


"Bisakah kau mengantikanku. Aku tidak mau meninggalkan Leon sendirian" Kata Rachel yang sedang menyembuhkan Leon.


"Pasukan musuh yang di tangkap di pelabuhan, akan di bebaskan oleh James. Dan akan di kembalikan kerumahnya masing-masing". Kata Aries yang serius.


Namun, Rachel hanya diam saja tak memperdulikan itu.


....


15 hari berlalu. Rachel masih merawat Leon dengan baik. Bahkan ia sudah mulai terbiasa. Ia juga menjaga tubuhnya sendiri agar tetap sehat.


"Rachel, ada oleh-oleh dari para murid di Akademi, aku baru saja dari sana, mereka membawakanmu oleh-oleh yang sangat banyak." Kata Aries dengan membawa salah satu bungkusan Parsel sambil memakan apel.


"Iya, terimakasih Aries. Nanti aku akan kesana" Kata Rachel yang sedang menganti perban di tubuh Leon.


....


18 hari berlalu. Saat malam hari, Rachel yang sedang tertidur sambil duduk di sebelah tempat tidur Leon. Di kejutkan dengan suara Aries yang berdebat dengan Kibo.


"Aaah, mereka berisik sekali, sampai aku tidak bisa tidur". Kata Rachel yang terbangun. Dan ia pun tidur lagi.


.....

__ADS_1


25 hari berlalu. selama itu Rachel tidak pernah keluar dari kamar Leon. Ia masih menunggu Leon terbangun.


"Rachel, ada berita yang bagus. Kibo menyelesaikan masalah yang terjadi di pelabuhan Ame tempo lalu. Louktus menyerah, dan meminta anggota Nine Core di bebaskan, Lalu Kibo meminta Kerajaan Honzu menjadi bagian wilayah Paradicone. Dan itu sudah di sepakati." Kata Aries kepada Rachel.


"Ah, itu benar-benar berita bagus. Tapi aku masih terkejut, mereka di kalahkan Leon hanya dalam waktu beberapa menit saja. Apa yang dirasakan Leon waktu itu.?". Kata Rachel yang sedang makan sambil melihat Leon.


"Kibo membawakan parsel yang sangat banyak untuk Leon, mungkin dia akan menyukainnya" Kata Aries yang melihat Leon.


...


32 hari berlalu. Rachel masih merawat Leon dengan sepenuh hati.


"Leooon, bisakah kau bangun untuk melihatku.?" Kata Rachel dengan sedih. Kata-kata itu di ucapkan Rachel setiap hari.


"Bagaimana hari ini Rachel, apa ada kemajuan dari tubuh Leon.?" Kata Aries sambil membawakan bubur untuk Leon.


Mereka memasukkan bubur itu melewati mulut Leon dan di gerakkan mengunakan sihir, agar sampai ke lambung.


"Sepertinya tubuhnya mulai membaik, luka-lukanya sedikit demi sedikit sudah tertutup. Dan darahnya juga sudah mulai stabil." Jawab Rachel yang sedang memberikan makanan untuk Leon.


"Aaah, itu kabar yang bagus Rachel. Dari mana kau mempelajari ilmu madis itu.?" Tanya Aries sangat penasaran.


"Aku belajar dari salah satu buku madis buatan orang di ibu kota Majaren waktu dulu. Dan aku menyimpannya sampai saat ini. Tentu saja, ini sangat berguna untuk sekarang." Jawab Rachel sambil menyuapi Leon.


....


37 hari berlalu. Saat malam hari. Jari Leon mulai bergerak, ia perlahan-lahan membuka matanya. Usaha Rachel setiap hari untuk menyembuhkan Leon tidak sia-sia.


"Dimana ini.?, Aaah, tubuhku masih terasa sakit sekali." Kata Leon dalam hati, ia menoleh ke kiri, dan melihat Rachel sedang tidur di sebelahnya dengan duduk.


"Rachel, kenapa dia tidur dikursi?. Emmm, ini sudah malam, pasti aku tidur seharian." Kata Leon dalam hati.


"Sistem regenerasiku sudah hancur, aku harus memulihkannya dulu. Tapi aku harus ke tempat lain. aku tidak mau menganggu Rachel." Kata Leon yang sedang berusaha untuk duduk.


"Sialan, tubuh ini kaku sekali. Aaaah, rasanya benar-benar sakit. Aku harus menahannya sebentar." Kata Leon dalam hati sambil perlahan-lahan berdiri.


Leon pun berjalan keluar kamarnya dengan sempoyongan. Perlahan-lahan ia berjalan ke dapur dan mencari makanan.


"Aku harus mengisi perutku dulu, aku sangat lapar". Kata Leon sambil mencari makanan.


Dan ia pun melihat parsel-parsel yang sangat banyak didapur. wajah Leon pun terkejut sambil air liurnya keluar dari mulutnya.


"Darimana Rachel mendapatkan ini, apa dia menggunakan uangnya untuk membeli ini semua.?." Kata Leon dalam hati yang sedang membongkar salah satu parser. Dan ia pun mulai memakannya.


"Aaah. Enak sekali. Tubuhku sedikit bertenaga, apa selama aku pinsan, Rachel tidak memberiku makan.?" Kata Leon dalam hati sambil makan.


Setelah ia makan. Leon pun memulihkan sistem regenerasinya sendiri di dapur. Cahaya terang menyelimuti tubuh Leon. Dan perlahan-lahan, semua luka yang ada pada tubuhnya sembuh dengan cepat.


"haahh, aku sudah mulai baikan sekarang, tapi aku masih ingin memakan makanan itu. Ini enak sekali." Kata Leon sambil tersenyum.

__ADS_1


.


.


__ADS_2