
...Ilustrasi wajah Rachel...
.........
[Castle Taman Surga]
Leon masih mematung melihat Rachel dengan perasaan yang tidak karuan.
"Aa, aa." Suara Leon yang tidak bisa berkata-kata.
"Hikks. Bicaralah padaku Leon. Hiks." Kata Rachel yang menangis. Ia sangat patah hati. Bahkan tangannya terus di remas-remas.
Dalam hati Leon terus bicara."Jangan menangis Rachel. Hentikan. Ini sakit sekali. Hentikan Racheel. Aku mohon." Kata Leon dalam hati sambil meneteskan air mata.
"Hiks. Hiks. Aku tau kau menghindariku. Hiiks." Kata Rachel menangis. Hatinya sangat hancur melihat Leon hanya terdiam.
Dalam hati, Leon terus bicara."Racheel. ini sangat sakiit. Hentikan Rachel." Kata Leon dalam hati.
Leon pun berjalan ke arah Rachel dengan pelan-pelan. Sampai Ia berjalan dengan sempoyongan.
Dalam hati, Leon terus bicara."Racheel. Jangan menangis. Aku bisa merasakan penderitaanmu. Hentikan Rachel. Aku mohon. Ini sakit sekali, sangat sakit." Kata Leon dalam hati sambil berjalan berlahan ke arah Rachel.
"hiks. Kenapa kau hanya diam. Hikks." Kata Rachel yang sangat sedih dengan air mata yang keluar begitu banyak.
"Hiks. Aku tau Leon. Aku tau. Hiks." Kata Rachel yang mulai putus asa.
Leon hanya tercengang sambil berjalan perlahan-lahan mengahampiri Rachel.
"Hiiks. Aku akan membunuh diriku sendiri. Hikks. aku sudah tidak kuat." Kata Rachel yang menderita sambil menangis. Bahkan ia tidak tau kalau Leon sedang berjalan kearahnya.
Aura putih keluar dari tangan Rachel. Sepertinya ia akan menusuk perutnya sendiri.
Dalam hati, Leon sangat terkejut."Tidaaak. Tidaak. Rachel jangan Rachel. Hentikan." Kata Leon dalam hati yang berlari ke arah Rachel. Lalu, tangan Rachel sudah mulai bergerak ke perutnya.
"TIDAAAAAAAK." Teriakan Leon sambil menangis.
BRUOOK. Tubuh mereka menghantam tembok.
"Hentikan itu Rachel." Kata Leon yang memegang tangan Rachel.
"Leoon. hikks ini sakit sekali." Kata Rachel dengan nada lemas.
Leon pun memeluknya dengan erat, sambil menangis.
"Aku, akuu, aku tidak marah padamu Rachel." Kata Leon sambil memeluk Rachel dengan erat.
"Hiiks. Kau membuat hatiku sakit Leon. Hikks" Kata Rachel sambil menangis.
"Maafkan aku. Hiks. Jantungku berdetak sangat cepat, saat aku melihatmu Rachel. Aku tidak tau kenapa. Maafkan aku." Kata Leon menangis sambil memeluk Rachel semakin erat.
"Hiks. Huaaaahh." Tangisan Rachel dengan kencang sambil memeluk Leon.
"Maafkan aku Rachel. Maafkan aku." Kata Leon dengan manangis.
"Hiks. kau ingin menghindariku Leon. Hiks." Kata Rachel menangis.
"Aku tidak menghindarimu Rachel. Justru aku merasa hanya ingin bersamamu. Aku merasa tidak ingin meninggalkanmu. Aku tidak tau Rachel. Apa yang sudah terjadi padaku. Bahkan otakku hanya ada kamu. Aku benar-benar tidak tau." Kata Leon sedih sambil memeluk Rachel dengan erat.
"Hiks. Leon. Kau sangat bodoh." Kata Rachel dengan menangis. Tapi ia sudah sedikit mulai tenang.
"Aku akan bersamamu Rachel. Selamanya. Aku tidak akan meninggalkanmu. Jadi maafkan aku. Aku membuatmu menderita." Kata Leon dengan sangat sedih. Ia merasakan kenyamanan yang sebenarnya.
"Hiks. Benarkah.?." Kata Rachel dengan air mata yang masih keluar.
"Tetaplah disini Rachel. Aku hanya merasa tidak ingin melepasmu. Ini membuatku sangat tenang. Aku benar-benar sangat nyaman." Kata Leon sambil memeluk Rachel dengan erat.
__ADS_1
"Hik hihi. Leon kau memang sangat bodoh." Kata Rachel yang tersenyum, namun ia masih menangis.
"Maafkan aku." Kata Leon dengan sedih. Ia merasakan kebahagiaan, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Leon benar-benar sangat senang.
.....
Diluar kamar Leon.
"Hmm. Sepertinya mereka sudah baikan. Memang hati tidak bisa di bohongi." Kata Aries yang masih ada di luar kamar Leon, lalu ia berjalan ke dapur.
....
Beberapa jam kemudian.
"Leoon, apa kau masih ingin disini.? Kakiku sudah sakit berdiri disini." Kata Rachel sambil melihat Leon yang masih memeluknya.
"Em. Baiklah. Maafkan aku Rachel. Aku sudah baikan sekarang." Kata Leon sambil melepaskan pelukannya.
"Jika kau masih ingin memelukku. Lakukanlah dengan sesukamu. Kita bisa melakukannya di tem......" Kata Rachel yang tiba-tiba berhenti bicara.
Dan Leon tiba-tiba menciumnya dengan penuh Cinta. Rachel hanya terdiam bahkan ia membalas ciuman Leon dengan mesra.
Beberapa menit kemudian. Mereka berhenti berciuman.
"Maafkan aku Rachel. Dan terimakasih." Kata Leon dengan sangat bahagia.
"Leon, aku sangat bahagia. Terimakasih, kau membalas cintaku." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memeluk Leon lagi.
"Aku memang bodoh Rachel, aku tidak tau apa itu cinta. Kau menunjukkannya padaku." Kata Leon sambil memeluk Rachel.
"Aku mencintaimu Leon. Sangat cinta." Kata Rachel tersenyum bahagia.
"Baiklah Rachel. Aku sudah tenang sekarang." kata Leon sambil melepaskan pelukkannya.
"Apa kau tidak ingin memelukku lagi.?" Tanya Rachel dengan manja.
"Kita bisa melakukannya di tempat tidur Leon." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Heee." Suara Leon terkejut.
Lalu, mereka pun berpindah ke tempat tidur. dan mereka terbaring bersebelahan. Lalu, Rachel memeluk Leon dengan mesra.
"Apa kau ingin melakukanya Leon.?" Kata Rachel yang merayu.
"Eeeehh. ituu." Kata Leon kebingungan
"Apa kau tidak tertarik denganku Leon.?" Tanya Rachel merayu. Bahkan ia sudah melepaskan bawahannya.
"Haaaaa." Suara terkejut Leon. "Apa yang harus aku lakukan.? Ini pertama kalinya aku menghadapi situasi seperti ini." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan mata.
"Aku sudah siap melakukanya Leon. Sekarang." Kata Rachel sambil membuka bajunya.
Leon berfikir dengan gelisah, sampai ia menelan ludah berkali-kali. Ia sangat ragu melakukan itu. Ia takut menyakiti Rachel. "Sepertinya bisa di tahan dengan sihir. Biar air itu tidak tumpah didalam sana. Aku sebenarnya tau caranya. Tapi....." Kata Leon dalam hati dengan gelisah, sambil memejamkan mata. Namun wajahnya sudah memerah.
"Rachel. Maafkan aku. Sepertinya ak....." Kata Leon dengan gelisah sambil membuka matanya. Lalu ia terkejut melihat Rachel didepannya.
"Aku sudah melepas semua pakaianku Leon." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Haaaaaa." Suara terkejut Leon dalam hati sambil melihat keindahan tubuh Rachel.
"Sebaiknya kau lepaskan bajumu." Kata Rachel sambil membantu melepaskan baju Leon.
"Rachel, kau, kau. sepertinya aku terlalu banyak berfikir." Kata Leon sambil duduk. Lalu Ia pun melepas kan semua pakaiannya. Dan Rachel sudah terbaring di depannya tanpa selembar kain pun.
Namun, hati Leon masih ragu sampai ia menelan ludah. "Apa ini akan baik-baik saja. Aku sudah telanjang didepannya. Kuatkan hatimu Leooon." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan mata. Dan ia perlahan menumpangi Rachel.
"Aaaaaaahh." Suara Rachel kesakitan. "Heeeee." Suara Leon terkejut.
__ADS_1
"Lakukan secara perlahan Leon. Ini pertama kalinya buatku." Kata Rachel dengan manja.
"Aa, aku, aku sudah melakukannya dengan perlahan Rachel. Tahanlah sebentar." Kata Leon dengan gugup.
"Aah, aaaaahhh." .....
Lalu. Mereka melakukannya di malam itu. Darah keluar dari tubuh Rachel membasahi tempat tidur. Namun mereka tidak memperdulikannya. Mereka sudah terhanyut dalam perasaan cinta.
Mereka melakukannya begitu lama, bahkan mereka melakukan itu berkali-kali. Sampai cahaya matahari menyinari Castle Taman Surga.
....
"Rachel. Terimakasih. Aku benar-benar sangat Bahagia. Aku ingin selamanya bersamamu." Kata Leon dengan tersenyum sambil melihat Rachel yang sudah tertidur disebelahnya.
Leon pun menyelimuti tubuh Rachel yang masih telanjang. Lalu, ia memakai pakaiannya dan keluar kebalkon.
"Aku akan berjuang untukmu Rachel. Peperangan ini harus di selesaikan secepatnya. Agar aku bisa hidup dengan tenang bersamamu." Kata Leon dalam hati dengan serius sambil mengepalkan tangannya.
"Apa ini yang di namakan Cinta. Aku bahkan tidak ingin kehilangan dia. apa jadinya jika aku kehilangan Rachel. Hem, Mungkin dunia ini akan musnah." Kata Leon dalam hati sambil melihat ke hutan.
"Bagaimana rasanya jika kehilangan orang yang dicintainya. Apa kau baik-baik saja selama ini Rachel.? Aku sudah meninggalkanmu ribuan tahun. Maafkan aku, maafkan aku." Kata Leon dalam hati dengan sangat sedih
"Aku benar-benar bisa merasakan itu sekarang. Cinta. Aku akan menjagamu dengan nyawaku sendiri Rachel." Kata Leon dalam hati dengan sedih.
"Bahkan sekarang aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jika aku kehilanganmu. Aku selalu membuatmu khawatir dan menangis. Aku benar-benar bodoh. Kenapa aku tidak mengerti tentang ini.?" Kata Leon dengan sedih sambil memikirkan Rachel.
"Aku harus menyelesaikan masalah ini. Loktus, pemberontak Castle Nasion. Kalian sudah merusak kebahagiaan semua orang, rakyatku, temanku, semuanya. Aku akan menghancurkan kalian semua." Kata Leon dengan serius sambil mengepalkan tangannya.
....
Tak terasa, Leon merenung sendirian dibalkon sudah lebih dari 4 jam.
"Leooon.?" Kata Rachel dengan lemas.
"Ah, aku semalam sudah bercinta dengan Leon. Ini membuatku sangat bahagia." Kata Rachel tersenyum sambil duduk. Dan ia melihat Leon diluar balkon.
"Em. Leon.?" Kata Rachel yang memangil Leon.
"Ah, kau sudah bangun Rachel." Kata Leon sambil menghampirinya. Ia pun duduk disebelahnya sambil mengelus kepala Rachel.
"Aku kira aku akan terbangun sendirian. Kau masih disini Leon." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Ah, aku tidak akan meninggalkanmu Rachel." Kata Leon dengan tersenyum sambil melihat tubuh Rachel yang masih telanjang.
"Apa yang kau lihat Leon. Apa kau mau melakukannya lagi.? Itu benar-benar sangat enak Leon." Kata Rachel yang malu dengan wajahnya yang memerah.
"Kita ada pekerjaan yang harus di selesaikan sekarang." Kata Leon sambil tersenyum ingin menghindari.
"Leon. Aku tidak mau keluar kamar. Dan aku tidak mau melakukannya nanti. Kita lakukan sekarang juga." Kata Rachel dengan kesal.
"HEEEEEEEE." Suara terkejut Leon dengan pasrah.
Dan mereka pun melakukanya lagi. Berkali-kali, sampai sore hari.
.....
Diruang keluarga.
"Haaah (menghela nafas). Mereka sangat bersemangat. Bahkan belum keluar kamar sampai saat ini." Kata Aries dengan wajah memerah.
"Apa kita tidak pergi ke wilayah utara Aries.?" Kata Kibo yang menahan gairahnya kepada Aries.
"Ada apa denganmu Kibo.?" Kata Aries yang melihat wajah Kibo memerah.
.
.
__ADS_1