Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Luka Goresan


__ADS_3

[Diatas Langit]


Pertarungan antara Leon dan Kibo masih berlanjut. Bahkan mereka bertarung sudah lebih dari 1 jam.


Tubuh Kibo berkali-kali tergores, dan berkali-kali muntah darah. Dan Leon, tidak ada satupun goresan di tubuhnya.


BLARRRR. DREDOOM. Suara Pertarungan mereka diatas langit.


DREEEEETGGR. Suara getaran tanah di sekitar pertarungan. Bahkan geteran itu di rasakan oleh semua pasukan Gionova.


"Glegg. Ini sudah lebih dari 1 jam para pemimpin bertarung. Tidak aku sangka, mereka bertarung seperti itu." Kata Xerone tercengang. Bahkan ia tercengang sudah lebih dari 1 jam lamanya.


"Aku bahkan sudah kencing berkali-kali Xerone." Kata Dion dengan tubuh gemetar.


"HEEEEEE. Cepat ganti pakaianmu." Kata Xerone dengan kesal.


.....


Diatas langit.


"HAAAAAAAA." Teriakan Kibo menyerang Leon.


KLANG. "Kau sudah menguasainya Kibo. Bahkan kau sudah bertahan selama 1 jam lebih dengan kekuatan penuhmu." Kata Leon yang menangkis serangan Kibo.


Lalu, Leon memukul perut Kibo dengan sangat keras. Sampai Kibo terpental ke belakang.


Tiba-tiba 30 Naga petir keluar di belakang Kibo. "HIAAAAAAA" Teriakan Kibo menyerang Leon dengan 30 Naga petir sekaligus.


"Heem." Suara Leon tersenyum. Ia pun mengeluarkan 10 pedang malaikatnya. Dan menyerang 30 Naga petir itu.


BREDOOOM. Suara hantaman pedang malaikat dan Naga petir. Semua Naga petir milik Kibo hancur dan menghilang. Namun, masih ada 7 pedang malaikat milik Leon. Dan pedang itu menyerang Kibo.


"Apaa.?" Kata Kibo terkejut. Tiba-tiba puluhan ribu tombak petir muncul di atas Leon. Dan langsung melesat kearahnya.


"Kau lumayan Kibo." Kata Leon sambil menghalau serangsan Kibo dengan aura kegelapan.


"AAAAAAAAAARRGH." Suara Kibo terkena serangan 7 pedang malaikat milik Leon. Ia pun terpental jatuh ketanah.


BREDOOM. Suara Kibo menghantam tanah. "Aaarghh." Kibo kesakitan dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Lalu. "Haa." Suara Leon terkejut. Lengan kirinya tergores oleh tombak petir milik Kibo. Leon pun mengeluarkan aura putih dan menghancurkan semua serangan tombak petir itu.


"Hehehe. Tidak kusangka, kau bisa mengores lenganku dengan kekuatan yang aku miliki sekarang. Bahkan semua Nine Core tidak bisa melukaiku. Hanya waktu itu aku sedang lengah." Kata Leon dalam hati.


"Kau semakin kuat Kibo. Hahahaha." Kata Leon tertawa.


....


"Uhooouk. Haah, haah. Dia benar-benar serius ingin membunuhku. Apa aku pura-pura mati disini.?" Kata Kibo yang sudah lemas.


Lalu, Leon pun melesat kearah Kibo. "Tidak mungkin, tubuhku sudah sangat sulit untuk di gerakkan. Padahal sistem regenerasiku sudah aku percepat dengan energi alam." Kata Kibo dalam hati.


SLAASSHH. Suara tebasan pedang Leon ke leher Kibo. "Aaa, aaa" Suara Kibo terkejut, melihat pedang Leon menyentuh di lehernya. Bahkan lehernya tergores dan mengeluarkan darah.


"Kau tidak bisa seperti ini Kibo. Kau akan mati jika ada di pertempuran sesungguhnya." Kata Leon dengan tatapan penuh aura kegelapan dimatanya.


Kibo pun hanya terdiam dan tercengang melihat Leon.


SLASH, SLASH, SALAH. TRING. Suara pedang Leon yang di putar-putar lalu di masukkan kesarungnya. Lalu, pedang itu pun mulai hilang.


"Kita akhiri disini Kibo." Kata Leon tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepada Kibo.


"Aa, aaah. Aku kira kau akan membunuhku." Kata Kibo gugup sambil memegang tangan Leon. Ia pun berdiri dengan bantuan Leon.


"Hehehe. Tidak mungkin aku membunuhmu Kibo." Kata Leon tersenyum.


"Lalu, ada apa dengan serangan yang bertubi-tubi tadi. Kau hampir membunuhku Leon." Kata Kibo mulai kesal.


"Hahaha. Itu hanya sebuah sparing Kibo. Aku hanya ingin melihat kekuatan barumu. Apa kau benar-benar bisa menguasainya atau tidak.?" Kata Leon sambil berjalan.

__ADS_1


"Aaah. Aku sudah bisa menguasainya Leon. Mengeluarkan dan mengisi energi secara bersamaan." Kata Kibo sambil berjalan mengikuti Leon.


"Kau tau Kibo. Kau berhasil melukaiku. Lihat ini." Kata Leon sambil melihatkan goresan di lengannya.


"HAAAAAaa. Apa aku yang melakukan itu.?" Kata Kibo terkejut.


"Tentu. Kau sekarang semakin kuat Kibo. Bahkan mungkin sekarang kau bisa menghajar para Nine Core sendirian sekarang. Haha." Kata Leon.


"Apa kau tidak apa-apa Leon.?" Tanya Kibo khawatir.


"HAAAA, Khawatirkan dirimu sendiri Kibo. Lihat pakaianmu, bahkan kau terlihat seperti memakai ****** ***** saja." Kata Leon.


"HEEEEE." Kata Kibo terkejut melihat semua pakainya sudah tersobek-sobek.


.....


[Castle Taman Surga]


Esok harinya. Rachel berjalan kedapur dan ia melihat Aries sedang menasak..


"Pagi Aries." Kata Rachel tersenyum.


"Ah, pagi Rachel. Apa kau sudah baikan sekarang.?" Tanya Aries.


"Ah, aku sudah baikan sekarang. Bahkan tangan kiriku hanya sedikit tersara sakit." Jawab Rachel sambil mengambil panci.


"Kau sebaiknya duduk disitu Rachel. Apa kau akan memasak.?" Tanya Aries.


"Ah. Sudah 10 hari aku tidak memasak untuk Leon. Aku akan memasakkannya sekarang." Kata Rachel tersenyum sambil mengambil bahan makanan.


"Emm, bahan disini sudah mau habis. Sepertinya aku harus beli lagi." Kata Rachel.


....


"Apa yang harus aku katakan padanya." Kata Aries dalam hati dengan tercengang melihat Rachel.


....


"APAAAAAA. HEERRRR." Teriak Rachel yang marah.


"Jadi benar, firasatku sangat buruk semalam." Kata Rachel dengan marah.


.....


"Aa, aaah. Apa dia sudah tau, kalau Leon pergi meningalkannya." Kata Aries dalam hati dengan gelisah.


.....


"Dia pasti pergi ke istana Majaren, dan berselingkuh dengan putri raja itu. Heeerrrrr." Kata Rachel dengan marah.


"HEEEEEE. Sepertinya dia belum tau." Kata Aries dalam hati dengan terkejut.


"Aku akan pergi kesana, dan memarahinya." Kata Rachel sambil berjalan menjauh dari dapur.


"Heem. Sepertinya aku harus memberitahunya. Semoga kau tidak tepukul Rachel." Kata Aries dalam hati.


...


"Racheeeel. Aku akan memberitahumu dimana Leon berada. Bisakah kau duduk disini.?" Kata Aries dengan gelisah.


"Ah. Benarkah." Kata Rachel. Lalu ia bergerak cepat dan duduk dikursi.


"Heem(tersenyum). Cepat katakan padaku Aries, dimana Leon sekarang.?" Kata Rachel dengan tersenyum penuh ancaman.


"Haaah(mengehala nafas). Rachel aku akan memberi tahumu. Tapi kau harus berjanji padaku untuk menurutiku." Kata Aries serius.


"Kau terlihat mencurigakan Aries." Kata Rachel dengan serius.


"Bisakah kau berjanji padaku.?" Tanya Aries dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kau sangat serius sekali. Baiklah Aries, aku berjanji akan menurutimu." Kata Rachel.


"Hem." Suara Aries. Ia pun duduk menghadap Rachel.


"Dengarkan Rachel. Empat hari yang lalu, Leon berpamitan padamu saat kau masih pinsan, untuk pergi berperang." Kata Aries serius.


"Haa. Berarti dia sudah tidak pulang selama 4 hari Aries." Kata Rachel yang masih belum paham.


"Hem. Kau masih belum tau Rachel. Dia melihat kondisimu yang hampir mati waktu itu. Leon sangat marah dan mengamuk disana. Abraham dan Dona di hajar habis-habisan olehnya, bahkan ia datang membawa Varel dan Nicol yang sudah pinsan." Kata Aries.


"Heeee. jadi mereka semua dikalahkan oleh Leon sendirian.?" Tanya Rachel terkejut.


"Itu benar, lalu dia menengelamkan ratusan kapal perang milik Louktus dengan jutaan tombak emas miliknya. Leon hanya menyisahkan 1 kapal milik Abraham. Dia datang kesana dan mengembalikan para panglima Louktus." Kata Aries.


"Apa dia baik-baik saja Aries.?" Tanya Rachel khawatir


"Dia sangat ketakutan Rachel. Dia takut kehilanganmu. Lalu, Leon memberikan deklarasi perang kepada Louktus." Kata Aries


"Heem. Jadi itu alasan Leon tidak pulang.? Apa dia tidak bisa tidur disini, lalu berangkat lagi.?" Tanya Rachel.


"Sepertinya itu tidak mungkin. Dia bilang padaku, dia akan pergi berperang dan mengambil seluruh wilayah Paradicone. " Kata Aries serius.


"Haa." suara Rachel terkejut.


"Dia akan kembali setelah semuanya selesai." Kata Aries serius.


Rachel hanya terdiam. Lalu, ia meneskan air mata. "Aku akan menyusulnya." Kata Rachel sambil berdiri dan berjalan menjauh dari sana.


"Rachel, Rachel." Kata Aries yang berlari menghampiri Rachel.


"Aku akan pergi menyusulnya Aries. Jangan tahan aku disini." Kata Rachel serius dengan air matanya yang menetes.


"Rachel, Rachel. Dengarkan aku. Aku tau perasaanmu Rachel. Hiks. Dengarkan aku dulu." Kata Aries dengan menangis.


"Haa." Suara Rachel terkejut melihat Aries menangis.


"Apa yang sudah terjadi Aries.? Kenapa kau sampai menangis. bahkan selama ribuan tahun, aku tidak pernah melihatmu menangis seperti ini." Kata Rachel terkejut melihat Aries, bahkan Rachel sampai berhenti menangis.


"Dengarkan aku Rachel. Aku mohon." Kata Aries dengan menangis.


"Ah, baiklah Aries." Kata Rachel sambil memeluk Aries.


....


Diruang keluarga. Aries menjelaskan semuanya kepada Rachel. Namun, Rachel hanya terdiam mematung, lalu ia meneteskan air mata.


"Apa kau bisa mengerti Rachel.?" Tanya Aries.


Namun, Rachel hanya terdiam dengan air mata yang terus keluar. Lalu, Aries pun menghampirinya dan memeluk Rachel dengan sedih.


"Kita harus menunggu mereka disini Rachel. Masih banyak pekerjaan yang di tinggalkan Leon untuk kita. Kita harus menyelesaikan semuanya sebelum Leon kembali." Kata Aries dengan meneteskan air mata.


"Hiks, Hiks. Huaaah." Suara Rachel yang menangis di pelukan Aries. Bahkan ia sampai *******-***** tangannya sendiri.


.....


2 hari berlalu. Rombongan Leon bersama pasukannya sampai di benteng selatan Forlsa.


"HA. HORMAT KAMI PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua prajurit yang menunggu disana sambil berlutut.


"Dimana tenda komandonya Xerone.?" Tanya Leon.


"Ha. Sebelah sana Pimpinan." Kata Xerone sambil menunjukkan jalan.


"Baiklah kita kesana sekarang. Banyak sekali yang harus dibahas disana." Kata Leon.


"Ha. Laksanakan perintah." Kata Xerone.


Mereka pun menuju tenda Panglima.

__ADS_1


.


.


__ADS_2