
[Tenda Panglima]
Leon sedang melihat Kibo dan lainnya yang sedang murung di depannya.
"Heem. Apa kalian tau, aku hanya ingin menjaga hubungan diplomasi dengan kerajaan ini. Tidak selamanya kekuatan bisa menyelesaikan masalah." Kata Leon.
Semua orang disana hanya terdiam tak berkata apapun.
"Haaaah (mengehela nafas). Sudahlah, kalian pergilah beristirahat. Aku juga akan beristirahat disini." Kata Leon sambil bersandar dikursinya.
"Ha. Laksanakan perintah pimpinan." Kata Xerone dan Cena. Mereka berdua pun langsung pergi keluar tenda.
...
Diluar tenda.
"Aku sudah mengacaukan semuanya." Kata Xerone yang murung.
"Aku sangat ketakutan Panglima. Mungkin sebaiknya aku pergi tidur." Kata Cena sambil berjalan ketendanya.
"Ah, beristirahatlah Cena." Kata Xerone sambil melihat Cena berjalan.
Lalu, terlihat Raja Philip bersama Ratu, yang ditemani oleh ketiga anaknya dan Jendral Ernes, menghampiri Xerone disana.
"Hem, kenapa mereka datang kesini.?" Kata Xerone yang melihat rombongan Raja.
"Ah. Panglima, Panglima. Maafkan kami atas kejadian di istana. Kami kesini ingin meminta maaf secara langsung kepada Tuan Leon." Kata Raja Philip.
"Kau sudah mengacaukannya. Bahkan aku sendiri masih belum bisa memaafkanmu." Kata Xerone dengan tatapan yang tajam.
"Maafkan kami Panglima. Kami sudah membunuh para bangsawan itu." Kata Raja Philip yang ketakutan.
"Apaa.? Hem, aku peringatkan kepadamu Raja, jika kau ingin meminta maaf pada pimpinan, sebaiknya kau tidak membicarakan tentang itu." Kata Xerone.
"Aaah, terimakasih Panglima, aku akan menjaga perkataanku." Kata Raja Philip.
"Tenda pimpinan ada disana, sebaiknya kalian memberikan salam terlebih dahulu sebelum masuk." Kata Xerone sambil berjalan menjauh dari rombongan Raja.
"Terimakasih Panglima." Kata Raja Philip.
Mereka semua pun pergi menghampiri tenda Panglima tempat Leon berada.
...
Didalam tenda Panglima.
"Apa kau masih marah padaku Leon.?" Tanya Kibo yang masih takut.
"Tidak Kibo, aku hanya tidak ingin kau seperti mereka. Apa kau juga melakukan hal seperti itu di kerajaanmu.?" Tanya Leon balik.
"Terkadang aku melakukannya." Kata Kibo dengan jujur.
"Heeee.? Kau benar-benar sudah menindas rakyatmu sendiri Kibo." Kata Leon dengan serius.
"Ah, aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Kibo dengan murung.
Tiba-tiba. "HORMAT KAMI PEMIMPIN GIONOVA." Kata Raja Philip beserta rombongannya sambil berlutut di depan tenda.
"Hem, mereka bahkan sampai kesini." Kata Leon sambil berdiri dan berjalan keluar tenda.
...
Di luar tenda.
"Ada urusa apa kalian kemari.?" Tanya Leon.
__ADS_1
Raja Philip pun melihat Leon yang berdiri didepannya.
"Aaah, Tuan Leon. Kami datang kesini untuk meminta maaf secara langsung kepada Anda." Kata Raja Philip.
"tidak perlu sampi seperti ini yang mulia. Silahkan masuk kedalam." Kata Leon sambil berjalan masuk kedalam tenda.
"Terimakasih Tuan." Kata Raja Philip.
Rombongan Raja pun masuk kedalam tenda Panglima, dan mereka melihat Kibo didalam sana dengan tatapan yang marah.
"Sepertinya aku akan mati didalam sini." Kata Raja Philip yang ketakutan.
Raja Philip bersama rombongannya pun berlutut didalam tenda. Dan Leon yang melihatnya pun terkejut dengan sikap mereka.
"Hem, duduklah dikursi yang mulia, masih banyak kursi disini." Kata Leon dengan santai.
"Kami tidak berani Tuan." Kata Raja Philip.
"Apa kursi itu tidak nyaman untukmu yang mulia.?" Tanya Leon.
"aa, aah. Bukan begitu Tuan, kami hanya tidak berani mengangkat tubuh kami." Kata Raja Philip.
"Aku tidak akan melakukan apapun pada kalian, sebaiknya kalian duduk disana dan berbicara dengan santai." Kata Leon.
"Eeh.? eem. Terimakasih Tuan." Kata Raja Philip sambil duduk dikursi dan ikuti oleh yang lainnya.
Lalu, Raja Philip yang sudah duduk didepan Leon, melihat makanan sisa yang ada diatas meja.
"Hee.? kenapa dia mengambil makanan yang sudah berantakan.?" Kata Raja Philip dalam hati.
...
"Apa kau melihat makanan ini yang mulia.?" Tanya Leon.
Luciana pun berdiri dan memberikan makanan kepada Leon.
"Tuan, ini makanan istimewa dari istana. Silahkan Tuan." Kata Luciana sambil menaruh makanan itu di atas meja.
"Ah, terimakasih Tuan Putri." Kata Leon dengan tersenyum.
"Sama-sama Tuan." Kata Luciana dengan wajah memerah.
...
"Chiikh dia mengambil kesempatan ini." Kata Ernes dalam hati dengan kesal sambil melihat Luciana.
...
"Makanan ini terlihat sangat enak. Apa kau mau Kibo.? Kau belum makan sama sekali." Kata Leon kepada Kibo.
"Berikan itu padaku." Kata Kibo sambil menghampiri makanan yang ada didepan Leon.
"Jangan sampai kau membuang makanan ini, aku menyuruhmu untuk memakannya." Kata Leon dengan serius.
"Heeee.? Ah, baiklah." Kata Kibo dengan terkejut, sebenarnya ia ingin membuang makanan itu didepan Raja.
Raja dan rombongannya pun hanya terkejut melihat Kibo yang mengambil makanan itu, dan Leon memakan makanan yang sudah hancur berantakan.
"Aa. Tuan, sepertinya makanan itu sudah tidak bisa dimakan. Kami akan mengirimkan makanan yang lebih baik kemari." Kata Raja Philip.
"Eem. Ada apa dengan makanan ini yang mulia.? Mereka masih bisa dimakan, hanya tampilannya saja yang berantakan." Kata Leon sambil makan.
"Aah, ituu. Sepertinya tidak cocok untuk Anda Tuan." Kata Raja Philip.
"hem. Kibo, sebaiknya kau memperhatikanku, ini akan menjadi pelajaran untukmu juga." Kata Leon dengan serius.
__ADS_1
"Ah, baiklah Leon." Kata Kibo sambil berhenti makan.
"Yang mulia, apa menurutmu makanan ini tidak layak untuk dimakan.?" Tanya Leon.
"Tuan, makanan itu sudah hancur, dan itu sudah tidak layak untuk dimakan." Jawab Raja Philip.
"Begitukah caramu menghormati makanan.? Meskipun ini sudah hancur, tapi rasanya masih enak. Kalian tidak akan bisa hidup tanpa makanan." Kata Leon.
"Tuan, apa maksud Anda.?" Tanya Raja Philip.
"Ah, kau tidak akan tau yang mulia. Kalian semua sudah hidup tenang dan nyaman didalam istana. Sudah pasti kalian tidak kesulitan untuk mendapatkan makanan yang enak. Tapi apa kau sudah berfikir makanan seperti apa yang dimakan oleh rakyatmu.?" Kata Leon dengan serius.
"Ituuu." Kata Raja Philip yang tidak bisa menjawabnya.
"Mungkin masih banyak rakyatmu yang kelaparan, bahkan mungkin mereka tidak makan berhari-hari. Apa kau tau itu yang mulia.?" Tanya Leon.
"Aku tidak tau tentang itu Tuan." Jawab Raja Philip.
"Seorang penguasa hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Para bangsawan disana melempariku makanan yang menurut mereka itu tidak berharga. Aku bahkan ingin menangis melihatnya. Makanan itu masih bisa diberikan kepada rakyatmu yang tidak mampu, tapi mereka membuangnya begitu saja." Kata Leon.
Semua orang yang mendengarnya sangat terkejut dengan perkataan Leon itu.
....
"Kenapa dia bisa berfikir seperti itu, aku semakin tertarik dengannya." Kata Luciana dalam hati.
"Tidak pernah terfikirkan olehku, Tuan Leon bahkan memikirkan rakyat Cimoren." Kata Raja Philip dalam hati.
"tidak kusangkan, dia ternyata sangat bijak dalam masalah ini." Kata Ronald dalam hati.
"Aku, aku, aku ingin tidur dengannya. Dan hidup bersama selamanya." Kata Ernes dengan wajah memerah.
...
"Kalian hanya berkuasa tanpa memikirkan rakyat. Apa jadinya jika sebuah kerajaan tidak mempunyai rakyat. Bahkan kalian sendiri meminta pajak kepada mereka." Kata Leon.
"Maafkan aku Tuan, aku akan lebih mementingkan rakyat sekarang." Kata Raja Philip.
"Apa kau ingin memakan makanan ini.?" Kata Leon sambil menunjuk makanannya.
"Eeeh, ituuu." Kata Raja Philip yang ragu.
"Bahkan kau sendiri tidak mau memakan makanan seperti ini. Makanan ini masih jauh lebih enak dari pada makanan sisa yang ada ditong sampah. Mungkin rakyatmu sedang mencari sisa makanan disana." Kata Leon sambil makan.
Namun Raja Philip hanya terdiam tak bisa berkata-kata.
"Jika kau ingin melihat cara hidup mereka, kau harus bisa merasakaanya. Membaurlah dengan mereka, hidup bersama mereka, makan makanan yang mereka makan, rasakan cara mereka hidup, kau akan tau penderitaan mereka." Kata Leon.
"Tapi sepertinya kau tidak akan melakukannya, dengan tahta yang berkuasa sekarang, sudah pasti kau akan menjaga kehormatan itu bersama keluargamu. Aku hanya tidak ingin melihat makanan seperti ini dibuang-buang seperti sampah." Kata Leon dengan serius.
"Aku akan melakunya Tuan." Kata Luciana dengan tersenyum.
"Aku juga akan melakukan itu Tuan. Aku ingin melihat rakyatku sendiri." Kata Ronald yang mulai sadar dengan sikapnya.
"Kaliaan." Kata Raja Philip sambil melihat Ronald dan Luciana.
"Apa kalian yakin.? Bahkan kalian sendiri masih ingin menjaga kehormatan diri sendiri." Kata Leon.
"Aku akan berusaha Tuan." Kata Luciana dengan tersenyum.
....
"Ada apa dengan wanita ini, apa dia benar-benar ingin melakukannya, atau ada alasan lain.?" Kata Leon dalam hati sambil melihat Luciana penuh semangat.
.
__ADS_1