Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Tangisan Leon


__ADS_3

[Pelabuhan Ame]


Malam hari. Terlihat Leon berjalan ke Camp prajurit Pantiko, yang di temani Kibo dan Rachel di belakangnya.


"Kenapa Camp parajurit ini sangat banyak Kibo.? Berapa pasukan yang kau kirim.?" Tanya Leon dengan kesal.


"Aaah, ituu. Sekitar 300rb prajurit Leon." Kata Kibo yang gugup.


"APAAAAA. Kau sangat bodoh sekali Kibo. Bagaimana bisa pelabuhan sekecil ini menampung semua prajuritmu. Haa." Kata Leon dengan kesal.


"Aah, Maafkan aku Leon. Setelah ini aku akan memulangkan mereka." Kata Kibo yang mulai ketakutan.


"Leoon, dimana desa yang kau maksud itu.?" Tanya Rachel yang penasaran.


"Tunggu Rachel, setelah ini kita akan sampai." Kata Leon dengan serius. Tiba-tiba Leon berhenti dan terkejut.


"Aaah, mereka semua bersujud padaku." Kata Leon yang tiba-tiba berhenti, melihat ribuan prajurit yang bersujud padanya.


"HORMAT KAMI KAISAR NAGA." Kata Semua prajurit disana.


"Cepat, menyingkirlah, berikan jalan." Kata Kibo dengan tegas.


"Haa, Laksanakan Yang Mulia." Kata Semua prajurit disana sambil bergerak ke samping.


....


Leon pun melihat beberapa rumah warga yang di jadikan Camp prajurit disana, bahkan wilayah desa di bangun tenda-tenda. Firasat Leon sudah tidak enak.


"Kibo, setelah ini jelaskan padaku tentang itu." Kata Leon dengan kesal.


"Haaa, Kenapa mereka membangun Camp di wilayah Warga. Ah, Leon aku tidak tau tentang itu, aku akan menghukum mereka setelah ini." Kata Kibo yang ketakutan sambil melihat Leon yang kesal.


Tiba-tiba Leon berhenti seketika.


"HORMAT KAMI KAISAR NAGA." Kata Jendral Zen bersama prajurit lainnya yang ada disana.


"Kalian minggirlah dari sana." Kata Kibo dengan tegas.


"Ha, Laksanakan Kaisar Naga." Kata semua orang yang ada disana sambil bergerak ke samping.


Namun, Leon hanya terdiam disana, dengan raut wajah yang marah. Tanganya mengepal dengan keras. Bahkan sampai mengeluarkan darah. Tapi ia masih menahan auranya.


"Ah, Leon, Kita akan pergi ke sana." Kata Kibo dengan gugup.


....


Jendral Zen yang mendengarnya sangat terkejut. "Apaa, Leoon. orang ini, aku sangat ingin melihatnya, aku benar-benar sangat ingin melihatnya." Kata Jendral Zen, sampai tubuhnya gemetar sambil bersujud.


....


"Leoon, ada apa, kenapa kamu hanya diam disini.?" Kata Rachel yang khawatir sambil memegang tangan Leon.


"Haa, Darah.? Leon.?" Kata Rachel yang khawatir sambil melihat wajah Leon yang penuh dengan kebencian. Bahkan Leon sampai meneteskan air mata.


Rachel pun melihat kearah yang Leon lihat. Ia melihat gadis kecil diikat di pohon dengan penuh luka memar, dan berlumuran darah. Lalu Rachel juga melihat Lucas dan silvi yang tergeletak di tanah.

__ADS_1


"Kibo, kau akan mati setelah ini." Kata Rachel kepada Kibo yang tercengang sambil melihat gadis kecil sudah tergeletak.


"Haa, apaaa." Kata kibo yang sangat terkejut, bahkan tubuhnya mulai gemetar melihat gadis kecil yang sudah tak berdaya.


"KIBOOOOOOOO." Teriakan Kemarahan Leon. Aura Leon mulai keluar secara perlahan-lahan. Namun, Ia masih bisa menahannya.


Leon pun berjalan perlahan ke arah Tina, dengan air mata yang keluar begitu banyak.


"Ah, tidak, aku akan mati disini." Kata Kibo yang sangat ketakutan.


"HAAAAAHHHH." Teriakan kemarahan Kibo Kepada semua prajurit disana.


"Apaa, apa yang terjadi, Arregh ini sangat sakit sekali." Kata Jendral Zen yang ada disana.


"Uhuookk. Arrrgh." Suara Zen yang mengeluarkan darah dari mulutnya. Lalu, lehernya di cekik oleh Kibo dan tubuhnya terangkat perlahan.


Semua prajurit disana mulai kesakitan dengan aura yang mematikan dari Kaisar Naga. Bahkan, senjata suci keluar dari samping tubuh Kibo.


"Aku tidak kuat, aku akan mati dengan tekanan ini." Kata Komandan Gopel yang sangat kesakitan.


"Kibooo, kau membuatnya marah." Kata Rachel dengan sangat kesal. Bahkan ia hampir mengeluarkan auranya. Tangannya mengepal sangat keras, melihat kesedihan Leon.


"Aahh, maafkan aku Kaisar, maafkan aku. Aerrgh Uoookkk." Kata Zen kepada Kibo yang meronta-ronta. Semua prajurit disana hanya terdiam. Bahkan ada yang pinsan di tempat.


.....


"Tinaa. Hiks, Tinaaa, apa kau masih hidup Hiks. TINAAAAA." Teriakan kesedihan Leon sambil melepaskan ikatan Tina dan memeluknya.


"Leon, dia masih hidup. Aku akan menyembuhkannya." Kata Rachel dengan panik, sambil menyembuhkan luka Tina.


"sabarlah Leon. Aku akan berusaha. Hiks" Kata Rachel yang mulai meneteskan air mata. Sambil melihat Leon yang sangat menderita.


....


"ZEEEENNN, KAU MEMBUATKU MARAH." Teriakan Kibo dengan sangat marah.


"Maaf, Arrrgh, ma, Uhok. Maafkan aku. Uhuookk." Kata Zen yang meronta-ronta minta maaf.


"Aku tidak akan memaafkanmu." Kata Kibo penuh kebencian, matanya diselimuti aura petir yang mematikan.


"Oookkkhh." Suara Zen yang kesakitan, lalu, ia tak sadarkan diri. Tubuh Zen di lempar ke laut oleh Kibo, sampai menabrak lambung kapal. Bahkan kapal perang itu mulai tengelam.


Semua prajurit disana sangat ketakutan, bahkan ada yang kejang-kejang karena ketakutan. Ada juga yang menangis histeris. Bahkan ada yang sampai mematung dengan pandangan kosong.


"Aku bertanya kepada kalian semua. Siapa yang memukul gadis kecil itu.?." Kata Kibo dengan marah. Bahkan nafasnya tidak bisa di kontrol olehnya.


"Aa, aa, Ko, kooma," Suara prajurit yang gemetar sambil mengangis.


"Bicara padaku, siapa pelakunya." Kata Kibo dengan marah kepada prajurit itu.


"Ko, komandan, go, goo, gopeeel,." Kata salah satu prajurit disana.


"Siapa komandan itu. mengakulah, atau kalian semua mati." Kata Kibo dengan marah. Bahkan ia mulai mengeluarkan Awakening senjata suci.


....

__ADS_1


"Tinaaa. Hiks sadarlah tina. Hilkks." Kata Leon sambil menangis.


"Hiks, tunggulah sebentar Leon. Kau membuatku sedih." Kata Rachel yang meneteskan air mata sambil menyembuhkan Tina.


"Aah, Kakak." Suara Tina yang sudah mulai sadar sambil melihat Leon.


"Tinaa, hikks, Tinaa. Apa kau kesakitan.?" Kata Leon dengan menangis.


"Aku tidak, aa, aapa-apa Kak." Kata Tina kepada Leon yang berusaha tersenyum padanya.


"Hikkss." Tangisan Leon yang melihat Tina penuh dengan luka.


"Leoon, bawalah kesini, aku akan menjaganya." Kata Rachel dengan panik sambil mengangkat tubuh Tina yang berlumuran darah.


....


"Aaah, aa. Leoon. Apa itu kamu nak. Leon.?" Kata salah satu warga disana yang menyapa Leon, sambil keluar dari tempat persembunyian.


"Aah, kalian. Hiks. Kalian tidak perlu khawatir, Tina sudah terselamatkan." Kata Leon kepada mereka.


"Huaaaah. Terimakasih Leon. Dia sangat menderita, dia di pukul dan di lempari batu oleh mereka." Kata warga yang sedih.


"Dia hanya mengambil beras di tanah Leon, kami sangat kelaparan. Mereka juga tidak membolehkan kami mencari ikan di laut." Kata salah satu warga disana.


"Bahkan mereka mencuri makanan kami dan tempat tinggal kami." Kata salah satu warga.


"Hikks, Leon, mereka menderita selama ini." Kata Rachel yang mendengarkan curhatan warga sambil menyembuhkan Tina.


"Ah, aku tau." Kata Leon yang mulai berdiri. Namun, tangannya di pegangi oleh Tina.


"Kak, jangan marah. Aku sudah sembuh sekarang." Kata Tina yang berusaha tersenyum.


"Kau harus istirahat Tina. Aku akan menyembuhkanmu." Kata Rachel dengan panik.


"Chiikkh." Suara Leon yang kesal. Ia pun berjalan ke arah Kibo.


"Jelaskan padaku sekarang. KIBOOOO." Kata Leon yang sangat marah.


"Aa, aah, ini gawat, sangat gawat." Kata kibo dalam hati sambil melihat Leon yang sangat marah.


"Leon, aa, aa, aku akan menghukum mereka. Kau tunggulah disana." Kata Kibo yang ketakutan.


Lalu, Leon pun berjalan kearah komandan Gopel. Lehernya di pegang dan diangkat oleh Leon.


"Apa kau yang melakukannya. Bilang padaku, apa kau yang melakukannya.?" Kata Leon dengan marah, matanya di penuhi aura kegelapan dan menekan jiwa Gopel.


"Hi, hi, Arrrgh Uhuookk. Oookkkh" Suara Ketakutan Gopel yang meronta-ronta. Lalu ia pun tak sadarkan diri. Dan tubuhnya di jatuhkan ketanah oleh Leon.


"Lee, leeoon.?" Suara kibo yang tercengang melihat Leon.


"Kibo, tolong urus prajuritmu, atau aku akan mengamuk disini. Aku tidak ingin memarahimu, ini semua karena perintahku." Kata Leon yang mulai meredam kemarahannya.


"Baa, baa, Baik Leon, aku akan mengurusnya." Kata Kibo yang ketakutan dengan gugup.


.

__ADS_1


.


__ADS_2