Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Berpapasan Dengan Prajurit


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Sore hari. Terlihat Rachel sedang memasak untuk dirinya sendiri sambil benyanyi.


"Hem, hem (beryanyi)." Suara Rachel sambil memesak.


Tiba-tiba Aries datang menghampiri Rachel.


"Rachel, ada surat yang dikirim oleh Kibo. Aku masih belum membukanya." Kata Aries sambil berjalan ke meja makan.


"Ah, kau bisa membukanya Aries, aku masih memasak. Bisakah kau membacanya untukku.?" Kata Rachel.


"Em, baiklah." Kata Aries sambil membuka suratnya.


"Disini tertulis, kalau mereka akan bergerak menuju kerajaan Neverley, mungkin mereka akan bertempur dengan Nine Core. Lalu, mereka juga sudah mengambil alih kerajaan di wilayah barat Forlsa." Kata Aries sambil membaca.


"Hee, itu berita bagus Aries. Aku yakin Leon dan Kibo akan baik-baik saja melawan mereka." Kata Rachel dengan tersenyum.


"HAAAAAA." Suara Aries tiba-tiba terkejut sambil membaca tulisan selanjutnya.


"Heee. Ada apa Aries.? Kau membuatku terkejut." Tanya Rachel.


"Rachel, saat Leon dan Kibo berada di Cimoren, Leon di lamar oleh Putri Raja disana, bahkan dia juga menawarkan tubuhnya untuk Leon." Kata Aries gugup.


"HAAAAAA." Suara Rachel yang kesal.


"Leon, Leon, LEOOOOOON. Herrrr." Suara Rachel yang marah. Bahkan ia sampai mematahkan sepatula dengan kedua tangannya.


"Oe Rachel, jangan lakukan itu, tanganmu masih belum sembuh." Kata Aries.


"Herr. Aku sangat kesal Aries, Aku marah sekarang. Dia, dia sudah selingkuh dibelakangku." Kata Rachel sambil berhenti memasak.


"Bukan hanya Putri Raja saja Rachel, ada lagi wanita cantik, dia seorang Jendral kerajaan yang juga menawarkan tubuhnya untuk Leon." Kata Aries yang memanas-manasi Rachel.


"Hiks. Aku tidak kuat Aries. Hatiku sangat hancur." Kata Rachel sambil membuat portal teleportasi


"Rachel, tenanglah. Hihihi. Kau tau, apa yang ditulis Kibo setelahnya.? Leon menolak lamaran itu dan mengusir mereka berdua. Apa kau tau alasanya.?" Kata Aries tersenyum.


"Hee, benarkah.?" Kata Rachel yang tiba-tiba berhenti.


"Apa alasanya Aries.? Cepat beritahu aku." Kata Rachel yang masih belum tanang.


"Leon bilang kepada mereka berdua. Kalau dia sudah menikah dengan seseorang." Kata Aries dengan tersenyum.


"Menikah.? Apa Leon selama ini sudah menikah.?" Kata Rachel dengan tercengang. Raut wajahnya marah, tapi ia juga sedih.


"Kibo menulis disini, kalau alasan Leon menolak kedua wanita itu, karena dia menjaga tubuhnya hanya untuk istrinya. Dan Kibo bilang, kalau istri Leon adalah Rachel Lawren. Hehe." Kata Aries.


"Hee.?" Suara Rachel terkejut.


"Heem, apa kau senang sekarang, bahkan dia mampu menahan godaan dari seorang perempuan hanya untuk menjaga perasaanmu." Kata Aries tersenyum.


"Hiks. Huuaa. Aries." Kata Rachel sambil meloncat memeluk Aries.


"Hihi, apa kau merasa senang.? Leon sangat mencintaimu Rachel, dia tidak akan menyakitimu." Kata Aries tersenyum.

__ADS_1


"Huaa. Aku ingin pergi menemui suamiku. Aku rindu dengannya." Kata Rachel dengan menangis.


"Hee. Apa kalian benar-benar sudah menikah.?" Tanya Aries terkejut.


"Huuu. Sebenarnya belum. Tapi Leon sudah mengakuinya kalau aku adalah istrinya." Jawab Rachel yang sangat bahagia dengan berlinang air mata.


"Huuh, Semoga kalian bisa hidup bahagia." Kata Aries dengan tersenyum.


"Aku ingin bertemu denganya Aries. Sekarang." Kata Rachel yang manja.


"Kau harus menunggu suamimu itu Rachel. Dia masih melakukan tugasnya untukmu. Jadi bersabarlah." Kata Aries sambil mengelus kepala Rachel.


"Em. Suamiku, cepatlah kembali padaku." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memeluk Aries.


.....


[Istana Kerajaan Cimoren]


Luciana sedang menyendiri dikamarnya dengan sedih. Hatinya sangat hancur mendengar perkataan Kibo.


...


"Istri dari Tuan Leon adalah wanita tercantik didunia, jadi berhentilah mengejarnya." Ingatan Luciana dari perkataan Kibo.


...


"Hikss. Apa yang bisa kulakukan jika seperti ini. Aku tau istri Tuan Leon bukanlah orang biasa. Tapi ini sangat mengejutkanku, kenapa harus sang Dewi. Kenapa harus dia yang ditakdirkan untuknya." Kata Luciana sambil menangis.


...


"Luciana, Luciana, tolong buka pintunya." Kata Ronald sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar.


"Hem, sebaiknya kita pergi dari sini, kita harus memberikan waktu padanya kakak." Kata Arnold.


"Huuh, tidak kusangka dia langsung lari kekamarnya setelah Tuan Leon pergi dari istana." Kata Ronald.


"Kau harus tau perasaanya kak. Dia sedang jatuh cinta." Kata Arnold.


"Aku tau itu Arnold, tapi tidak kusangka, ternyata Tuan Leon sudah menikah dengan wanita tercantik didunia." Kata Ronald.


"Sudah sewajarnya kak. Pria seperti Tuan Leon sangat pantas dengannya, kau sendiri sudah tau, kalau Paradicone saja ketakutan dengannya. Sedangkan kita hanya bagian kecil dari mereka." Kata Arnold.


"Ah, kau benar Arnold. Sebaiknya kita pergi dari sini." Kata Ronald sambil berjalan menjauh.


.....


Di luar istana. Leon dan pasukannya hampir sampai di benteng perbatasan. Mereka melihat puluhan ribu prajurit kerajaan Cimoren sedang berpapasan dengan pasukan Gionova.


"Apa mereka prajurit Cimoren Kibo.?" Tanya Leon sambil menungangi kuda.


"Sepertinya begitu. Mereka terlihat sangat lesu, apa yang sudah terjadi dengan mereka.?" Jawab Kibo.


"Sebaiknya kita bertanya langsung pada mereka." Kata Leon sambil turun dari kudanya dan menghampiri salah satu prajurit disana.


.....

__ADS_1


"PASUKAN BERHENTIII." Teriak Xerone sambil melihat Leon berjalan.


.....


"Hallo Tuan, apa kalian prajurit Cimoren.?" Tanya Leon kepada salah satu prajurit disana.


"Ah, Tuan. Itu benar, kami prajurit yang ditugaskan di Nerverley." Jawab prajurit itu.


"Apa yang sudah terjadi Tuan, Kenapa semua orang terlihat sangat lemas." Tanya Leon.


"Anda siapa Tuan.?" Tanya prajurit itu kembali.


"Ah, kami adalah pasukan Gionova." Jawab Leon.


"Gio, Gionova.?" Kata prajurit itu dengan tercengang.


"Pasukan Khusus yang di bentuk oleh Paradicone untuk melawan Louktus." Kata Leon.


"Haaa. Bernarkah.? Tuan, saat kami pergi ke Neverley, jumlah kami ada Ratusan ribu. Tapi saat Yang Mulia Raja memerintahkan kami kembali kesini, para prajurit Louktus tidak terima, bahkan mereka menyerang kami tanpa ampun." Kata prajurit itu.


"Apaa.? Apa kalian semua dibunuh.?" Tanya Leon.


"Benar Tuan, hanya kami lah yang tersisa. Bahkan kami berlari selama tiga hari tanpa makan. Tapi kami bersyukur masih hidup dan sampai di kerajaan kami sendiri." Kata Prajurit itu dengan sedih.


"Baiklah Tuan, biasakah kau menyuruh mereka semua berhenti, aku akan memberikan kalian makanan. Jadi beristirahatlah sebentar disini." Kata Leon.


"Haaa.? Apa itu benar Tuan.? Saya tidak berani meminta itu, bahkan semua prajurit Gionova terlihat sangat menakutkan. Kami hanya bisa menundukkan kepala." Kata prajurit itu dengan ketakutan.


"Kalian tidak perlu takut, aku akan menghajar mereka semua jika mereka menindas kalian. Jadi beristirahatlah." Kata Leon tersenyum.


"Haaa. Terimakasih Tuan, terimakasih." Kata Prajurit itu sambil meneteskan air mata.


"Xerone." Kata Leon memanggil.


"Ha. Saya menghadap pimpinan." jawab Xerone.


"Berikan mereka semua makanan, kalian juga bisa beristirahat sebentar disini. Dan jangan sakiti mereka, mereka sudah mengalami penderitaan yang cukup panjang." Kata Leon serius.


"Ha. Laksanakan Perintah." Kata Xerone.


Mereka semua pun berhenti dan memberikan makanan untuk para prajurit Cimoren. Lalu Leon berjalan kebawah pohon besar dan menunggu pasukannya memberikan makanan.


"Kau sedang apa disini.?" Tanya Kibo yang tiba-tiba datang.


"Ah, Kibo. Sepertinya kita akan bertemu dengan Panglima Louktus." Kata Leon sambil memejamkan mata.


"Dengan kekuatanku sekarang, aku bisa melawan mereka Leon." Kata Kibo.


"Itu sudah jelas. Tapi saat kau bertarung dengan mereka, kau juga akan mendengar teriakan orang-orang yang mati nantinya." Kata Leon serius.


"Aku akan menahannya, kau tidak perlu khawatir." Kata Kibo.


"Aku harap kau baik-baik saja. Dan semoga informasi yang di berikan ini benar, Para Panglima Louktus sudah menunggu kedatangan kita." Kata Leon serius.


.

__ADS_1


__ADS_2