
[Castle Taman Surga]
Terlihat Leon yang sibuk menggambar skema rancangan pembangunan.
"Chiik, ini terlalu rumit untuk menyelesaikan masalah yang sudah terjadi. Aku harus memikirkan cara lain." Kata Leon sambil berfikir.
"Kau tidak perlu memaksakan diri Leon. Aku juga akan membantumu, jadi bicaralah denganku." Kata Rachel yang menghampiri Leon sambil membawa secangkir kopi dan cemilan untuk Leon.
"Ah, Rachel, kirimkan surat kepada Rewin, aku ada urusan dengannya." Kata Leon dengan serius.
"Baiklah, aku akan mengirimkannya sekarang." Kata Rachel sambil duduk di sofa.
....
"Lalu, bisakah kau menemaniku Rachel. Aku masih belum belanja untuk anak-anak di Akademi kemarin, hehe." Kata Leon sambil mengaruk kepalanya.
"Tentu saja aku mau, apa kita akan kencan lagi Leon.?" Kata Rachel sambil mendekatkan tubuhnya ke Leon.
"Baiklah, sepertinya aku butuh jalan-jalan." Kata Leon dengan tersenyum.
....
[Istana Kerajaan Majaren]
"Apaaaaa.?" Kata Rewin sangat terkejut.
"Kau datang terlambat Rewin. Semua masalah di selesaikan hanya beberapa menit untuk perencanaan." Kata Raja James kepada Rewin.
"Aku masih belum percaya, Kerajaan Pantiko, dan Kerajaan Properose ada hubungannya dengan perencanaan ini." Kata Rewin yang sangat terkejut.
Lalu, tiba-tiba ada cahaya di depan Rewin. Dan sebuah surat keluar dari cahaya itu.
"Apa itu Rewin.?" Tanya James kepada Rewin.
"Ini surat dari Dewi. Sepertinya ada tugas untukku." Kata Rewin dengan gugup.
Setelah ia membuka dan membaca surat itu. Rewin langsung bergerak keluar istana.
"Aku tidak punya waktu disini yang mulia, ada tugas yang harus aku selesaikan secepat mungkin." Kata Rewin sambil berlari keluar.
"Ah, mungkin tugas itu sangat berat untukmu." Kata James kepada Rewin yang sudah berlari sangat jauh.
.....
[Istana Kerajaan Properose]
Terlihat semua orang menyambut kedatangan Ratu mereka, Aries Roselite.
"Selamat datang kembali Yang Mulia Ratu." Kata Ajudan Aries bernama Rosalia.
"Rosalia. kumpulkan semua panglima di seluruh benua. Ada tugas yang harus di kerjakan." Kata Aries dengan tegas.
"Ha, Siap Laksanakan Yang Mulia." Kata Rosalia dengan tegas. Dan ia pun langsung menghilang.
"Aku harus melakukan yang terbaik untuk tugas ini." Kata Aries dalam hati yang sedang duduk di singgahsana sang Ratu, sambil melihat bawahaanya yang bersujud kepadanya.
.....
__ADS_1
[Istana Kerajaan Pantiko]
Semua gerbang istana di buka. Kibo Klain berjalan menyusuri ribuan orang yang bersujud padanya.
"Selamat datang Yang Mulia Raja." Kata Ajudan Kibo bernama Barino sambil berlutut didepan Kibo.
"Barino, kumpulkan semua panglima kerjaan di seluruh benua, dan panggil menteri Wenda ke ruang tahta. Ada tugas penting yang harus di kerjakan." Kata Kibo sambil berjalan menuju singgahsana Kaisar Naga.
"Siap Laksanakan Yang Mulia." Kata Barino dengan tegas, dan ia langsung menghilang.
....
[Ibu Kota Majaren]
Leon dan Rachel sedang berjalan-jalan menikmati hidup. Rachel menutupi wajahnya dengan kain, dan mengunakan topi yang besar untuk menutupi wajahnya.
"Leon, Leoooon. Aku mau kesana. Bisakah kau menemaniku sebentar." Kata Rachel yang ingin pergi ke toko baju sambil mengandeng tangan Leon.
"Aaah, Kau sudah berkunjung 4 kali ke toko baju Rachel. Apa yang kau beli ini belum cukup." Kata Leon yang kesal sambil membawa barang belanjaanya Rachel.
"Aku kan membeli baju untukmu juga. Ayolah." Kata Rachel dengan manja.
"Haah, baiklah kita kesana." Kata Leon dengan terpaksa.
Mereka pun masuk ke toko baju yang di tunjuk oleh Rachel. Namun, disana terpajang baju anak-anak sekitar umur 8-9 tahun. Leon yang melihatnya sangat tertarik dengan baju-baju itu.
"Ah, Rachel, apa kita bisa beli baju itu, untuk anak-anak yatim di Akademi. Aku sudah berjanji kepada mereka untuk memberikan hadiah. Mungkin itu cocok untuk mereka." Kata Leon yang merayu Rachel.
"Kapan kau akan belanja untuk anak kita Leon.?" Kata Rachel dengan tersenyum.
"Ah, ituu." Kata Leon yang gugup, sampai ia tidak bisa menjawab.
"Ha, Terimakasih Tuan Putri." Kata Leon sambil membungkuk di depan Rachel.
"Ehem(tersenyum). Aku sangat senang bisa berjalan berdua denganmu Leon, ini pertama kalinya dalam hidup merasakan kegembiraan." Kata Rachel tersenyum sambil melihat Leon.
"Ah, kita jarang sekali melakukan ini Rachel. Bahkan saat di kota Nasion." Kata Leon tersenyum sambil memilih baju anak-anak.
"Mungkin Aries dan Kibo sedang sibuk sekarang, mereka tidak akan meninggalkan tugas darimu." Kata Rachel yang melihat Leon.
"Aku harap begitu." Kata Leon sambil mengambil beberapa baju.
"Kau tenang saja Leon, mereka tidak akan berani melawanmu. Kesetiaan mereka, tidak pernah padam selama ribuan tahun. Justru merekalah yang membantuku selama ini." Kata Rachel dengan tersenyum sambil membantu Leon memilihkan baju.
"Aku berhutang budi kepada mereka, aku sendiri tidak tau, apa yang harus aku berikan. Mereka sudah menjagamu dengan baik Rachel. Aku benar-benar sangat berterimakasih kepada mereka." Kata Leon sambil melihat Rachel.
"Kau mengkhawatirkanku Leon.? Benarkah.?" Kata Rachel dengan manja sambil mendekatkan wajahnya ke Leon.
"Tentu saja aku sangat khawatir. Aku tidak bisa menjagamu selama ini Rachel, bahkan sudah ribuan tahun. Aku benar-benar minta maaf." Kata Leon dengan sedih.
"Ehem. Aku sangat bahagia Leon, bahkan sampai saat ini. Aku harap kau bisa mengerti Leon." Kata Rachel dengan tersenyum kepada Leon.
"Ah, aku tau Rachel. Aku akan menjaga perasaanmu." Kata Leon dengan tersenyum kepada Rachel.
....
[Akademi Rousen]
__ADS_1
Leon dan Rachel berkunjung ke Akademi menemui Rewin di ruang Direktur. Namun tidak dengan Lisa. Rewin melarang Lisa untuk menemui Leon.
"Hormat saya kepada Tuan Leon dan Sang Dewi." Kata Rewin yang menyambut mereka.
"Ah, Rewin. Apa Lily masih di ruang kesehatan.?" Tanya Leon kepada Rewin.
"Sekarang Lily sud...". "Siapa Lily Leoon.? Kata Rachel terkejut memotong ucapan Rewin.
"Anak perempuan yang menjadi Ketua Kelas. Kau tidak perlu khawatir Rachel, dia masih anak-anak berumur 8 tahun." Kata Leon sambil melihat Rachel.
"Hoo, aku tau, anak perempuan yang mengeluarkan aura putih di ruang latihan ya, benarkah.?" Kata Rachel dengan tersenyum.
"Ya, kau benar Rachel. Dia masih belum bisa mengendalikan kekuatannya. Aku menyuruh Rewin untuk melatihnya secara pribadi." Kata Leon sambil mengambil hadiah untuk anak-anak.
"Tuan, Lily sekarang sudah hampir bisa mengendalikannya. Aku sudah melatihnya setiap hari." Kata Rewin dengan gugup.
"Baiklah, panggil dia kemari Rewin." Kata Leon kepada Rewin.
"Ha, baik Tuan." Kata Rewin dengan tegas. Lalu, Rewin pun bergegas memanggil Lily untuk keruangan Direktur.
....
"Apa boneka ini untuknya Leon.?" Tanya Rachel kepada Leon.
"Ah, itu benar. Saat aku memberikannya Wadah, ia justru tidak menyukainya, ia hanya meminta sebuah boneka padaku. Anak-anak seperti ini adalah masa depan kerajaan. Jadi kita harus menjaganya Rachel." Kata Leon dengan tersenyum.
"Hoo, aku sangat penasaran dengannya." Kata Rachel yang penasaran.
....
Lalu, Rewin datang membawa Lily ke ruangan Direktur.
"Saya menghadap kepada Sang Dewi." Kata Lily sambil bersujud.
"Haii Lily. Bisakah kau mengangkat kepalamu." Kata Rachel dengan sopan. Lalu, Rachel mengajak Lily berbicara dengan tersenyum.
"Tidak kusangka, ternyata kau juga bisa ramah kepada anak-anak Rachel." Kata Leon dalam hati sambil tersenyum melihat Rachel
....
"Terimakasih hadiahnya kak Leon. Dan Terimakasih untuk Dewi, aku sangat senang hari ini. Akan berikan hadiah kepada teman-temanku. Sampai jumpa Kak Leon, dan sampai jumpa Dewi." Kata Lily dengan tersenyum sambil membawa beberapa hadiah keluar ruangan.
....
"Sekarang waktunya serius Rewin." Kata Leon kepada Rewin dengan tegas.
"Baik Tuan, apapun perintahmu, akan aku laksanakan." Kata Rewin dengan serius sambil menundukkan kepalanya.
"Rachel." Kata Leon memberikan perintah kepada Rachel.
"Baiklah. Rewin, aku akan memberikanmu uang. Bangunlah Cabang Akademi Rousen untuk anak-anak yang ingin belajar. Khususnya di beberapa wilayah pedesaan." Kata Rachel kepada Rewin sambil mengeluarkan uang yang banyak dari udara. Bahkan, jumlah uang itu sampai memenuhi separuh ruangan.
"HAAAAA." Suara Leon yang terkejut. "Aa, aa, aah." Suara Rewin yang tercengang.
"Aku memberikan sedikit uang untukmu. Bisakah kau mengunakannya dengan sebaik-baiknya." Kata Rachel dengan serius.
.
__ADS_1
.
.