
[Csatle Taman Surga]
Leon yang berada diruang kerjanya sendirian, sedang memikirkan sesuatu dengan keras.
"Jalur ini harus di perbaiki. Apa pembangunan jalan sudah selesai.? Ini sangat penting untuk laju pergerakan prajurit." Kata Leon dalam hati sambil berfikir.
"Leoon, aku membawakan makanan untukmu. Makanlah sebentar, dan berhentilah berfikir." Kata Rachel yang tiba-tiba datang membawakan makanan.
"Racheel. Emm, aku sedang memikirkan pergerakan pasukan. Perjalanan ke kerajaan Forlsa membutuhkan waktu sekitar 2 minggu dengan kekuatan mereka. Tapi jika jalur sudah di perbaiki, mungkin hanya 1 minggu. Lalu Vera, dia dan pasukannya akan sampai dalam waktu 4 hari. Semoga mereka datang tepat waktu." Kata Leon sambil berfikir.
"Leooon. Makanlah. Aku akan marah jika kau tidak makan." Kata Rachel dengan kesal.
"Eeeh. Baiklah, aku akan makan Rachel. Terimakasih makanannya." Kata Leon sambil mengambil makanan.
"Apa kau tidak ingin keluar dari sini Leon.? Kau sudah di ruanganmu selama 1 minggu lebih. Bahkan kau tidur disini." Kata Rachel dengan khawatir.
"Emm. Aku hanya ingin secepatnya mengerjakan ini. Pelabuhan Ame juga sudah 30% di kerjakan. Lalu, pembangunan desa sudah 20% di kerjakan. Yang membuatku berfikir adalah pembangunan jalan, Kevin memang sudah di perintahkan 1 minggu yang lalu untuk segera menyelesaikannya. Tapi ini masih 85%. Aku juga menyuruhnya melebarkan jalan sampai 20 meter." Kata Leon sambil makan.
"Kau tidak perlu khawatir Leon. Dengan kekuatan Gaia, semua prajurit tidak akan berhenti berlari. Mungkin estimasi waktunya juga berkurang." Kata Rachel.
"Ah, aku harap juga begitu." Kata Leon sambil berfikir.
"Kenapa kau sangat panik sekali Leon.?" Kata Rachel sambil menghampiri Leon.
"Aku hanya punya firasat buruk tentang ini. Louktus sudah memiliki pengalaman ribuan tahun dalam peperangan. Aku tidak mau ada kesalahan disini." Kata Leon sambil makan.
"Ah, mereka memang berambisi menguasai dunia." Kata Rachel sambil merenung.
"Apa kalian menang saat bertarung melawan mereka Rachel.? Dari ceritamu itu membuatku ragu." Kata Leon sambil melihat Rachel yang merenung.
"Sebenarnya kami kalah dalam pertarungan itu Leon. Tapi mereka juga tidak bisa menyerang terus menerus. Aku, Aries dan Kibo berjuang antara hidup dan mati. Keadaan dunia juga semakin parah, banyak yang meninggal dari dampak pertarungan itu, jika pertarungan itu di lanjutkan, mungkin hanya Nine Core yang masih hidup di dunia ini. Akhirnya kita membuat perjanjian, dan membagi wilayah menjadi dua bagian. Paradicone dan Louktus. Lalu, setelah perjanjian itu di buat, aku di lamar oleh Neswara." Kata Rachel yang gelisah. Ia sebenarnya takut bilang kepada Leon.
"APAAAA.?" Teriak Leon yang terkejut.
"Jadi selama ini kau sudah menikah dengannya Rachel.?" Kata Leon dengan tercengang. Leon sangat patah hati, hatinya hancur mendengarnya.
"Aku menolak lamaran itu Leon. Biarkan aku menjelaskannya dulu. Hikss" Kata Rachel yang sedih.
Tapi Leon hanya terdiam dengan tercengang melihatnya. Tiba-tiba Aries datang kedalam ruangan itu.
__ADS_1
"Kau tidak perlu khawatir Leon. Rachel menolak dengan keras lamaran itu. Dan setelah itu, kebencian Neswara muncul. Ia sedikit demi sedikit mengambil wilayah Paradicone." Kata Aries yang berjalan ke sofa.
"Apa itu benar Rachel.?" Kata Leon yang masih tercengang.
"Itu benar Leon. Aku tidak bisa melupakanmu. Aku rela hidup sendiri. Hati ini hanya untukmu. Dan aku tidak perduli dengan wilayah Paradicone." Kata Rachel dengan sedih. Ia takut Leon marah.
"Glegg. Hatiku hancur Rachel." Kata Leon dengan kesal.
"Haah. Kau tidak tau Leon. Bahkan Rachel sembat akan membunuh dirinya sendiri waktu itu. Aku dan Kibo langsung membawanya pergi dari sana. Kau harus tau, justru yang hancur adalah Rachel." Kata Aries sambil memejamkan mata.
"Akuu, aku tidak tau Leon Hiks. Aku hanya ingin menyusulmu." Kata Rachel yang mulai meneteskan air mata.
....
"Aku bisa merasakan penderitaannya. Ini sakit sekali. Apa ini yang kau rasakan Rachel.?" Kata Leon dalam hati sambil berdiri menghampiri Rachel.
"Hikss. Maafkan aku Leon. Hiks." Kata Rachel menangis.
"Em. Aku yang minta maaf padamu Rachel." Kata Leon sambil memeluk Rachel.
...
"Ah, aku pernah dengar tentang itu. Ternyata itu alasanmu Rachel." Kata Leon sambil memeluk Rachel yang menangis.
"Kebencian Neswara pada Rachel sangat dalam Leon. Dia bersumpah pada dirinya sendiri ingin membunuh Rachel. Dia berteriak pada kami saat pergi dari tempat pertarungan itu. Dia ingin Rachel menderita, lalu dibunuh. Itu alasan Neswara mengancurkan wilayah Paradicone. Dia ingin menciptakan penderitaan di wilayah ini." Kata Aries.
Tiba-tiba Kibo datang dan berbicara. "Leon. Saat aku membebaskan Nine Core dan mengambil alih kerajaan Honzu. Abraham bilang padaku. Hanya kerajaan kecil, memang tidak pantas untuk di pertahankan. Bahkan ia sempat mengancamku jika Nine Core yang kau kalahkan itu tidak dibebaskan. Aku tidak punya pilihan lain." Kata Kibo dengan murung.
"Kenapa kau sampai terancam Kibo.?" Tanya Leon penasaran.
"Ah, ituu." Kata Kibo yang tidak bisa menjawab.
"Abraham itu sangat kuat Leon. Dia hampir setara dengan Neswara. Bahkan disisinya ada Dona, yang kekuatanya sama denganya. Kita tidak punya pilihan lain selain membebaskan mereka. Kau juga masih terbaring di tempat tidurmu." Kata Aries.
"Meskipun kau tersadar, tubuh dan kekuatanmu masih belum pulih. Aku hanya bisa melepaskan mereka. Maafkan aku Leon." Kata Kibo dengan sedih.
"Ah, aku tidak tau tentang itu. Apa mereka sekarang sangat kuat.?" Tanya Leon penasaran.
"Abraham dan Dona, dia sekuat Rachel jaman dulu. Tapi berbeda dengan sekarang, mungkin kekuatannya setara denganmu saat bertarung dengan Varel dan lainnya." Kata Aries dengan serius.
__ADS_1
"Haaa. Sekuat itukah.?" Kata Leon dengan tercengang.
"Kebencian selama ribuan tahun, membuat mereka semakin kuat Leon. Apalagi Neswara, mungkin dia sekarang sudah lebih kuat darimu." Kata Aries serius.
...
Dalam hatinya, Leon hanya tercengang. " Apa mereka tau cara mengisi energi alam. Atau mereka tau cara kerja kekuatan ini.? Ini sangat berbahaya. Firasatku sangat buruk. Pantas saja Paradicone menghindari pertarungan langsung dengan mereka." Kata Leon dalam hati dengan tercengang.
"Hiks. Aku tidak perduli itu Leon. Jika kau mati, aku akan ikut mati. Jika kau hidup, hiduplah bersamaku." Kata Rachel yang menangis.
"Aku akan hidup bersamamu Rachel. Maafkan aku. Aku sudah salah paham padamu." Kata Leon sambil memeluk Rachel.
"Kita sangat senang saat kau kembali Leon. Dan aku sangat semangat saat kau memutuskan untuk melawan mereka. Kami hanya bisa mempertahankan beberapa wilayah selama ribuan tahun." Kata Kibo dengan serius.
"Apa kau akan membiarkan Rachel menderita dan terbunuh.? Meskipun ia tidak perduli dengan ini. Kau harus tau Leon. Rachel sudah menderita ribuan tahun." Kata Aries dengan serius.
"Tentu saja itu tidak akan aku biarkan. Aku akan menjagamu Rachel. Aku akan melindungimu dari mereka." Kata Leon dengan sedih sambil melihat Rachel yang menangis.
"Hiks. Aku hanya ingin bersamamu Leon. Bersamamu." Kata Rachel menangis.
.....
Leon hanya terdiam dengan sedih. "Inikah rasanya jika seseorang yang dicintainya disakiti. Penderitaan selama ribuan tahun. Mereka sudah merengutnya darimu Rachel. Ini sangat sakit sekali." Kata Leon dalam hati dengan sedih.
....
"Tujuanku semakin jelas sekarang. Kita akan membalas para pembrontak itu." Kata Leon serius.
"Sudah pasti akan aku lakukan Leon." Kata Kibo dengan semangat.
"Jika kita bisa. Sudah dari dulu kita lakukan. Kita sudah menderita selama ribuan tahun Leon. Kehilangan pemimpin, dan kehilangan wilayah yang sudah kau perjuangkan. Ini membuat kami frustasi dalam penderitaan." Kata Aries serius.
"Hem(tersenyum). Tapi kali ini saatnya kita membalas para bajingan itu. hehehe. HAHAHAHAHA." Kata Aries serius. Lalu ia tertawa puas.
"Em, kita sudah melakukannya." Kata Leon tersenyum.
.
.
__ADS_1