Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Istana Kerajaan


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Terlihat Leon yang masih menjelaskan strategi kepada Paradicone.


"Rachel, apa kau mau mengunakan uangmu untuk membangun pelabuhan disana.?" Kata Leon kepada Rachel dengan gugup.


"Hmmm, kenapa aku harus mengunakan uangku hanya untuk itu.?" Kata Rachel dengan kesal.


"Ah, ternyata kau tidak mau yaa. Andai saja aku punya uang." Kata Leon yang murung sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kau butuh uang Leon. Aku bisa membantu." Kata Kibo dengan tersenyum.


"Kiboo, kau tidak perlu mengunakan uangmu. Leon yang meminta padaku, sudah pasti aku akan memberikannya." Kata Rachel dengan kesal.


"Aaaah, sepertinya dia berubah pikiran." Kata Leon dalam hati sambil mengaruk kepalanya.


"Aku akan memberikannya padamu Leon, aku memang mengumpulkannya untuk hidup dengamu nantinya. Tapi aku sudah bilang padamu, aku akan mendukungmu." Kata Rachel dengan terpaksa.


"Kau sepertinya tertekan Rachel. Ahaha." Kata Leon dengan senyum palsu.


"Aku akan mengusahakan itu untukmu Rachel, tapi sekarang, wilayah yang kau tempati saat ini, adalah Kerajaan Majaren. Kau juga harus membantunya." Kata Leon dengan serius.


"Baiklah Leon, apapun yang kau inginkan. Aku sudah siap membantumu." Kata Rachel dengan tersenyum.


"Terimakasih Rachel, kau bisa mengerti." Kata Leon dengan tersenyum senang.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya.?" Tanya Aries kepada Leon.


"Aku ingin membicarakan masalah ini kepada James. Pasukan kerajaan tidak mungkin bisa menjaga pelabuhan dengan aman, apalagi saat pembangunan." Kata Leon.


"Apa kau mau menjaganya disana Leon.?" Tanya Rachel dengan serius.


"Tentu saja itu membuang waktuku. Mereka tidak bisa hidup di bawah kekuatan, mereka hanya bisa hidup dengan makanan." Kata Leon sambil berfikir.


"Apapun keputusanmu, aku akan membantumu Leon, jadi sampaikan saja." Kata Kibo dengan serius.


"Ah, terimakasih Kibo. Aku ingin pasukan kerajaan Pantiko menjaga pelabuhan, sampai pembangunan disana selesai. Dan kirimkan beberapa pasok makanan setiap minggu. Lalu, Aku akan memikirkan sisanya. Apa kau sangup Kibo.?" Kata Leon dengan serius.


"Tentu saja aku bisa melakukannya Leon. Kapan ini di mulai.?" Tanya Kibo penuh semangat.


"Aku bisa memastikan setelah aku bertemu dengan James." Kata Leon kepada Kibo.


"Apa kau tidak membutuhkanku Leon. Aku bisa membantumu." Kata Aries kepada Leon.


"Aries, ah. Sepertinya kau akan membantuku setelah ini." Kata Leon kepada Aries sambil berfikir.


"Hm, apa kau tidak tau Leon, Aries adalah Ratu dari kerajaan Properose di Benua Lories." Kata Rachel dengan tersenyum.


"APAAAA. Apa itu benar Aries.?" Kata Leon yang terkejut .


"Kau tidak perlu terkejut Leon, aku membangun kerajaan itu untuk melindungi Castle Nasion dari serangan musuh." Kata Aries dengan serius.

__ADS_1


"Kerajaan itu terkenal dengan militernya yang kuat Leon, Aries membentuk pasukan dengan kekuatan tempur terhebat di dunia. Bahkan Louktus sendiri harus berfikir ribuan kali untuk menyerang kerajaan Properose." Kata Rachel yang menjelaskan.


"Woo, itu sangat hebat Aries. Maaf, aku tidak tau tentang itu." Kata Leon dengan bangga.


"Jadi, apa kau punya tugas untukku." Kata Aries dengan tegas.


"Ah, aku punya tugas untukmu Aries. Kirimkan pasukanmu ke Kerajaan Honzu, karena kerajaan itu mempunyai jalur ke pelabuhan Ame dengan lancar dan aman. Lalu, Jaga setiap perbatasan di semua wilayah kerajaan Majaren untuk sementara. Apa kau sanggup Aries.?" Kata Leon dengan Serius.


"hm, Tugas itu terlalu mudah untuk dilakukan." Kata Aries dengan tersenyum penuh semangat.


"Lalu kau Rachel. Aku punya tugas untukmu." Kata Leon dengan tersenyum.


"Ah, apa itu Leon.? Aku akan melakukan apapun untukmu. Tapi, aku tidak bisa kalau berpisah denganmu." Kata Rachel dengan serius.


"Tentu saja kau akan jadi asistenku. kau akan tetap berada disisiku selama strategi ini berjalan. Bahkan setelahnya." Kata Leon sambil tersenyum kepada Rachel.


"Aaah, aku sangat suka dengan tugas itu. Aku akan melakukan yang terbaik Leon." Kata Rachel penuh dengan kegembiraan.


"Baiklah, untuk sekarang. Mari kita pergi ke istana kerajaan Majaren." Kata Leon penuh dengan semangat.


....


[Istana Kerajaan Majaren]


Seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa memasuki ruangan rapat kerajaan.


"Yang mulia, maaf mengangu rapat Anda." Kata prajurit itu.


"Ha, maaf yang mulia, saya membawa surat dari Sang Dewi." Kata Prajurit itu.


"APAAAA." Suara terkejut dari semua orang yang ada di ruangan rapat itu.


"Biarkan aku membacanya." Kata Raja James yang ketakutan.


Semua orang yang ada disana, merasa tertekan dengan kedatangan surat dari sang Dewi. Mereka sangat ketakutan. Bahkan Raja hanya tercengang setelah membaca surat itu. Padahal isi surat itu hanya sebatas kunjungan yang di minta oleh Leon.


"Semuanya, Bersiap-siap lah, Tuan Leon beserta semua anggota Paradicone akan datang ke istana. Lalu, kirimkan surat kepada Rewin secepatnya." Kata Raja James yang ketakutan.


"Ha, Laksanakan Yang mulia." Kata prajurit itu sambil keluar ruangan.


"Apa yang terjadi yang mulia, ini sangat tiba-tiba. Apa ada masalah yang serius.?" Kata Kevin dengan gugup, bahkan ia sangat ketakutan.


"Aku juga ingin tau itu Kevin. Kalian bersiaplah, sebentar lagi mereka akan datang." Kata Raja James sambil bersiap-siap.


....


Di luar istana. Pintu masuk istana kerajaan. Terlihat Portal teleportasi di depan istana. Semua bangsawan beserta keluarga kerajaan bersujud disana. Bahkan mereka tidak bisa mengangkat kepala mereka.


Lalu, Leon dan lainnya keluar dari portal itu, namun mereka tidak memberikan tekanan jiwa kepada semua orang. Dan wajah Rachel di sembunyikan dengan kain yang menutupi wajahnya.


"Kenapa kita harus masuk dari luar istana Leon.? Aku bisa membuat portal masuk ke ruangan utama." Kata Rachel kepada Leon.

__ADS_1


"Kau tidak bisa melakukan itu Rachel, kita harus menghormati mereka yang sudah bekerja keras membangun kerajaan ini." Kata Leon dengan tersenyum.


"HORMAT KAMI KEPADA PARADICONE." Kata semua orang disana dengan ketakutan.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan keadaan seperti ini.?" Tanya Aries kepada Leon.


"Ah, kita harus membalas hormat mereka Aries." Kata Leon sambil melihat semua orang bersujud padanya.


"Kau hanya tidak suka dengan sikap mereka Leon." Kata Aries dengan kesal sambil melihat Leon berjalan ke arah James.


"Pasti Leon datang kesini, sudah berapa lama aku tidak melihatnya." Kata Elis dalam hati, yang kebetulan ada disana.


Lalu, Leon berjalan menghampiri Raja James. "Sudah aku katakan berapa kali James, aku tidak suka melihat orang bersujud padaku. Aku sangat kesal melihatnya." Kata Leon dengan kesal.


"Ah, Tuan Leon, maafkan saya. Aku akan memperintahkan mereka semua berlutut di depan Anda." Kata Raja James kepada Leon.


"Ah, itu tidak perlu James. Aku kesini karena ada sesuatu yang harus aku bicarakan, tentu saja itu denganmu bersama menterimu dan para bangsawan. Bisakah kita langsung ke ruangan rapat sekarang juga." Kata Leon dengan serius.


"Ha, siap laksanakan Tuan." Kata James sambil berdiri.


"Semuanya, berdirilah. Buka Jalan untuk Tuan Leon dan Paradicone masuk ke ruang rapat." Kata James kepada semua orang disana.


"Siap laksanakan yang mulia." Kata semua orang disana sambil berdiri dan berbaris di tepi lorong dengan menundukkan kepalanya.


Leon dan Paradicone pun berjalan menuju ruang rapat bersama Raja James. Lalu, Leon melihat Elis yang kebetulan ada disana.


"Hoo, Elis. Bagaimana kabarmu, sudah lama aku tidak melihatmu, hahaha." Kata Leon sambil memegang pundak Elis.


"Ah, Leoon. Aku sangat terkejut kau menyapaku. Aku kira kau akan lupa denganku." Kata Elis yang melihat Leon dengan wajah memerah. Tiba-tiba aura tekanan jiwa keluar, menekan semua orang disana.


Membuat orang-orang kesakitan, bahkan sampai ada yang mengeluarkan darah dari mulutnya. Tapi untungnya mereka tidak ada yang pinsan.


"Ah, aku lupa ada yang marah dengan ini." Kata Leon dalam hati dengan wajah datar.


"Rachel, hentikan itu. Kau menyakiti semua orang. Aku hanya menyapa teman lama." Kata Leon dengan tegas. Aura itu adalah aura kecemburuan Rachel.


"Hmm." Suara kesal Rachel dan auranya hilang seketika.


"Sebaiklah aku langsung kesana Elis. Jaga dirimu baik-baik." Kata Leon dengan tersenyum.


"Ha, terimakasih Leon." Kata Elis dengan wajah memerah.


"Haaaa." Suara Raja James yang tekejut melihat anaknya berbicara dengan Leon.


Mereka pun masuk ke dalam ruang rapat, yang di hadiri oleh 12 bangsawan, 5 menteri, 5 jendral, Raja, lalu Leon bersama Paradicone.


"Baiklah, mari kita mulai rapat ini James." Kata Leon dengan tersenyum.


.


.

__ADS_1


__ADS_2