
[Tenda Panglima]
Leon sangat terkejut melihat Luciana penuh dengan semangat.
"Apa kau yakin Tuan Putri.?" tanya Leon.
"Tuan. Aku akan melakukan apapun sesuai perintahmu." Kata Luciana dengan tersenyum genit.
...
"heee,? ternyata dia tidak paham dengan apa yang aku maksud." Kata Leon dalam hati.
...
"Tuan, saya sendiri yang akan mencobanya. Seperti kata Anda, kerajaan ini tidak akan bisa dibangun tanpa ada rakyat." Kata Raja Philip serius.
"Kau bisa mengunakan uang yang kami berikan yang mulia, gunakan uang itu untuk kepentingan rakyatmu." Kata Leon serius.
"Ha, kami akan mengunakannya sebaik mungkin." Kata Raja Philip.
"Baiklah, kalian bisa pulang ke istana sekarang." Kata Leon.
"Tuan, kedatangan kami kesini untuk meminta maaf atas kejadian pesta di istana. Maafkan kami Tuan." Kata Raja Philip.
"Kalian tidak perlu minta maaf, aku tidak marah kepada siapapun. Sebaiknya kalian pulang dan beristirahat di istana." Kata Leon.
"Terimakasih Tuan. Kami akan pulang sekarang, tapii...." Kata Raja Philip yang ragu dengan ucapannya.
"Heem.?" Suara Leon yang bingung.
"Tapi, kami akan meninggalkan dua gadis disini untuk melayani Anda." Kata Raja Philip.
Kemudian, Raja berserta rombongannya pun pergi keluar tenda dan menuju ke istana.
"Kau harus melakukan tugasmu dengan baik Luciana." Kata Ratu dalam hati sambil melihat Luciana.
...
Lalu, didalam tenda. Terlihat Luciana dan Ernes sedang berdiri didepan Leon.
"Kenapa kalian tidak ikut pergi bersama Raja.?" Tanya Leon serius.
"Tuan, kami disini ingin melayani Anda dengan sepenuh hati." Jawab Luciana dengan muka memerah.
"Apa yang kau maksud dengan melayani.?" Tanya Leon.
"Kami siap melakukan apapun dengan tubuh kami Tuan." Kata Luciana yang mulai merayu dengan tubuhnya.
"HEEEEEE." Teriak Leon terkejut.
...
"Ada dua laki-laki disini, aku tidak masalah, asalkan aku melakuakan pertama kalinya dengan Tuan Leon." Kata Ernes dalam hati.
...
"Sebaiknya aku keluar dari sini." Kata Kibo sambil berjalan keluar tenda.
"Kibo, kiboo. KIBOOOO." Teriak Leon yang ketakutan.
"Yess, dia pergi keluar, aku bisa bermain dengan Tuan Leon saja sekarang." Kata Ernes dalam hati.
"Aah, aku sangat ingin menciumnya." Kata Luciana sambil membuka bajunya.
"Hentikan hentikan, HENTIKAAAAAN." Kata Leon yang menolak dua wanita cantik berbadan sexy untuk melayaninya.
...
Beberapa detik kemudian. Luciana dan Ernes pun terjatuh ke lantai dan tertidur dengan tiba-tiba.
"ini sangat berbahaya, aku hanya ingin melakukan itu dengan Rachel. Tidak mungkin aku menghianatinya." Kata Leon dengan terengah-engah.
...
__ADS_1
Diluar tenda. Terlihat Kibo sedang berdiri didepan pintu tenda, lalu Leon keluar dengan wajah ketakutan.
"Leon.? ini terlalu cepat untuk menikmati dua wanita sekaligus." Kata Kibo.
"Haaah. Aku sudah menidurkan mereka dengan sihir. KIBOOO, kenapa kau keluar tenda. Aku benar-benar menghindari kejadian seperti itu." Kata Leon dengan kesal.
"Heem, apa kau tidak ingin melakukannya Leon.?" Tanya Kibo penasaran.
"Jelas saja aku tidak akan melakukannya." Kata Leon.
"Apa karena Rachel.?" Tanya Kibo lagi.
"Tentu saja Kibo. Jangan biarkan kejadian ini terjadi lagi, heem aku sudah jatuh cinta kepada Rachel, hiks aku sangat merindukannya sekarang." Kata Leon dengan sedih.
"Haaah(mengehela nafas). Sekarang kau baru menyesalinya." Kata Kibo sambil memejamkan matanya.
...
[Castle Taman Surga]
Dikamar Leon. Terlihat Rachel sedang tidur disana, Rachel sudah sering tidur dikamar Leon seorang diri, bahkan setiap hari.
"Leeoon, kamu sedang apa sekarang.? Aku sangat merindukanmu. Apa kau juga merindukanku.?" Kata Rachel sambil memeluk guling milik Leon.
"Aku sudah tidak tahan lagi. Aku benar-benar ingin memelukmu. Kau sekarang ada dimana Leoon.?" Kata Rachel dengan sedih.
"Heem(menangis). Aku akan menunggumu, kembalilah padaku secepatnya." Kata Rachel dengan sedih.
Lalu tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi kesal. "Kau juga tidak boleh menyentuh wanita lain Leon. Aku akan bunuh diri jika kau sampai melakukan itu." Kata Rachel dengan kesal.
.....
[Didalam tenda Panglima]
Terlihat Luciana dan Ernes sedang terbaring di tempat tidur milik Leon. Dan Leon sedang berada di luar tenda bersama Kibo. Bahkan mereka berdua sampai ketiduran di luar sana.
Pagi hari. Terlihat Luciana terbangun dari tidurnya.
"Ah, aku masih disini. Apa semalam aku melakukan itu dengan Tuan Leon.? Aku tidak bisa merasakan apapun." Kata Luciana dengan wajah memerah.
"Ernes, Ernes, bangunlah." Kata Luciana yang membangunkan Ernes.
"Eeem. Luciana. Aku masih ingin tidur sebentar." Kata Ernes sambil memiringkan tubuhnya.
Lalu. dengan sontak ia terbangun dan duduk. "HAAaaa." Suara Ernes terkejut.
"Kita masih ada di tenda ini Luciana. Apa semalam kau melakukannya dengan Tuan Leon.? Kenapa aku tidak bisa merasakan apapun. Heem, jangan-jangan kau sengaja menidurkanku, supaya kau bisa bermain berdua dengannya." Kata Ernes dengan kesal.
"Aku sendiri tidak tau Ernes, aku juga tidak merasakan apapun." Kata Luciana sambil mengecek selangkangannya.
"Lihat, bahkan tidak ada darah disini, dan ini masih tertutup rapat." Kata Luciana yang melihat miliknya.
"Heeee, benarkah.?" Kata Ernes sambil melihat milik Luciana.
"Emm, kau benar, ini masih tertutup rapat, warna milikmu merah mudah yaa." Kata Ernes sambil berfikir.
"Eeeee. Apa warna itu jelek Ernes.? Aku juga ingin melihat punyamu." Kata Luciana.
"Em, baiklah, sebaiknya kau lihat baik-baik." Kata Ernes sambil membuka miliknya.
"Eem, punyamu juga masih tertutup rapat, dan warnanua juga merah mudah, itu sama dengan warna milikku Ernes." Kata Luciana.
"Heeee, benarkah.?" Kata Ernes sambil melihat miliknya.
"Kau benar Luciana. Sepertinya Tuan Leon tidak menyentuh kita sama sekali." Kata Ernes terkejut.
"Kenapa Tuan Leon tidak mau melakukannya, bahkan semua bangsawan di kerajaan ini sangat ingin menyentuh tanganku. Tapi Tuan Leon menolak kesempatan untuk menikmati milikku." Kata Luciana.
"Dia benar-benar pria sejati Luciana." Kata Ernes tersenyum.
"Kau benar Ernes, aku harus menikah dengannya sekarang." Kata Luciana dengan muka memerah.
"Haaaaa. Aku juga akan ingin menikah denganya Luciana." Kata Ernes.
__ADS_1
Mereka berdua pun bertengkar didalam tenda dengan pakaian yang masih terbuka lebar. Lalu, Leon tiba-tiba masuk kedalam tenda.
"Mereka sangat berisik sekali." Kata Leon yang masuk kedalam tenda dengan memejamkan mata.
Lalu, " HAAAAAAA." Suara Leon yang melihat milik Luciana dan Ernes yang terbuka lebar didepannya. dengan sontak ia membalikkan tubuhnya.
"Apa yang kalian lakukan. cepat, pakai pakaian kalian." Kata Leon.
"Tuan, apa kau tidak ingin melihatnya.?" Kata Luciana dengan manja.
"Aku sudah siap melakukannya Tuan." Kata Ernes dengan manja.
Mereka berdua pun melepas semua pakaiannya dibelakang Leon.
"Hentikan, dan pergi dari sini." Kata Leon yang tidak ingin membalikkan badan.
"Tuan, aku sudah telanjang sekarang. Bisakah kau menyentuhku." Kata Luciana yang merayu.
"Aku, aku juga sudah telanjang Tuan. Kita bisa melakukannya sekarang." Kata Ernes dengan wajah memerah.
Lalu, tiba-tiba Kibo masuk kedalam tenda. "Leoon apa kau ingin ma..... HAAAAAAA." Kata Kibo yang tiba-tiba berhenti bicara sambil melihat dua wanita telanjang bulat.
SLUURR. Suara darah yang keluar dari hidung Kibo. "Ini pemandangan yang sangat langkah." Kata Kibo sambil memandangi tubuh sexy di depannya.
"Haah, jika kau ingin, lakukan saja denganmu Kibo." Kata Leon sambil keluar tenda.
"Aku juga tidak ingin menghianati Aries, sebaiknya aku pergi keluar juga." Kata Kibo sambil berjalan keluar mengikuti Leon.
....
"HEEEEEEEE.?" Suara Luciana dan Ernes yang sangat terkejut.
"Ernes, Tuan Leon bahkan tidak tergoda dengan tubuhku yang telanjang. Apa tubuhku tidak menarik Ernes.?" Tanya Luciana.
"Aa, aa. Aku juga sangat terkejut. Bahkan laki-laki manapun tidak akan menghindari kesempatan ini." Kata Ernes dengan tercengang.
Mereka berdua pun mengambil dan memakai pakaian mereka lalu pergi keluar tenda.
"Emm, apa kalian sudah memakai pakaian.?" Tanya Leon yang masih memalingkan pandangannya.
"Kenapa Anda tidak mau melakukan itu Tuan.?" Tanya Luciana kembali.
"Haaah(menghela nafas). Maaf Ladies, bukannya aku tidak normal. Tapi aku sudah menikah dengan orang lain.?" Kata Leon dengan serius.
"HEEEEEEEE." Suara Luciana dan Ernes terkejut, bahkan Kibo juga terkejut mendengarnya.
"Jadi, jadi selama ini kau sudah menikah Leon.?" Tanya Kibo dengan tercengang.
PLAK. Suara Leon memukul kepala Kibo sambil menariknya menjauh. "Kau jangan ikut-ikutan terkejut Kibo. Aku hanya berbohong pada mereka." Kata Leon.
"Aa, aah. Aku tidak tau Leon, aku kira kau benar-benar sudah menikah dengan orang lain. Mungkin Rachel yang mendengarnya langsung bunuh diri ditempat." Kata Kibo.
"Heem, orang yang akan aku nikahi hanya Rachel seorang, tidak ada wanita lain selain dia. Bahkan aku menjaga tubuhku sendiri untuknya. Kau harus mengerti itu Kibo." Kata Leon.
.....
"Aaa, aaah." Suara Ernes yang patah hati.
"Hiks. Hiks." Suara tangisan Luciana yang patah hati.
.....
"Maaf Ladies. Apa kalian sudah mengerti. Jadi berhentilah mengejarku." Kata Leon dengan tersenyum.
"Tuan, aku ingin jadi istri keduamu." Kata Luciana.
"Aku juga ingin menjadi istri keduamu Tuan." Kata Ernes.
"HAAAAAAAA." Kata Leon yang mulai gila.
.
.
__ADS_1